KabarNet

Aktual Tajam

Inilah 26 Eks Anggota DPR Jadi Tersangka Suap

Posted by KabarNet pada 02/09/2010

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis 26 tersangka baru kasus penerimaan cek lawat pemenangan Miranda Swaray Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI). Dari ke-26 tersebut, muncul nama politisi-politisi senior macam, Panda Nababan, Paskah Suzetta, serta Max Moein

“Dalam pengembangan kasus penyidikan kasus TC KPK tetapkan 26 tersangka baru,” kata Wakil Ketua KPK, Bibit Samad Riyanto, ketika jumpa pers, di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (1/9).

26 mantan anggota DPR itu disebutkan melanggar Pasal 5 ayat (2) Jo Pasal 5 ayat (1) huruf a dan b, atau Pasal 11 UU No 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dalam UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dalam kasus ini, Pengadilan Tipikor telah memvonis empat mantan anggota DPR, yakni Dudhie Makmun Murod, Hamka Yandhu, Endin Soefihara, dan Udju Juhaeri.

Berikut adalah 26 mantan anggota DPR periode 1999-2004 yang diduga menerima suap cek pelawat:

Fraksi Partai Golkar
1. Ahmad Hafiz Zawawi (AHZ) Rp600 juta
2. Marthin Bria Seran (MBS) Rp250 juta
3. Paskah Suzetta (PSz) Rp600 juta
4. Boby Suhardiman (BS) Rp500 juta
5. Antony Zeidra Abidin (AZA) Rp600 juta
6. TM Nurlif (MN) Rp550 juta
7. Asep Ruchimat Sudjana (ARS) Rp150 juta
8. Reza Kamarullah (RK) Rp500
9. Baharuddin Aritonang (BA) Rp350 juta
10. Hengky Baramuli (HB)

Fraksi PDI Perjuangan
1 Agus Condro Prayitno (ACP) Rp500 juta
2. Max Moein (MM) Rp500 juta
3. Rusman Lumbantoruan (RL) Rp500 juta
4. Poltak Sitorus (PS) Rp500 juta
5. Williem Tutuarima (WMT) Rp500 juta
6. Panda Nababan (PN) Rp1,45 miliar
7. Engelina Pattiasina (EP) Rp500 juta
8. Muhammad Iqbal (MI) Rp500 juta
9. Budiningsih (B) RP500 juta
10. Jeffrey Tongas Lumban (JT) Rp500 juta
11. Ni Luh Mariani Tirtasari (NLM) Rp500 juta
12. Sutanto Pranoto (SP) Rp600 juta
13. Soewarno (S) Rp500 juta
14. Matheos Pormes (MP) Rp350 juta

Fraksi PPP
1. Sofyan Usman (SU) Rp250 juta
2. Daniel Tandjung (DT) Rp500 juta.

Sementara itu, anggota Fraksi TNI/Polri yang diduga ikut menerima yakni, R Sulistiyadi Rp500 juta, Suyitno Rp500 juta, Darsup Yusuf Rp500 juta, berkasnya diserahkan ke pihak Militer.

Sebagaimana diberitakan, dalam persidangan 4 terdakwa kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) muncul 39 nama anggota DPR RI penerima traveller’s cheque dugaan suap terpilihnya Miranda Goeltom.

Source

16 Tanggapan ke “Inilah 26 Eks Anggota DPR Jadi Tersangka Suap”

  1. Kalau bukan berulah bukan DPR namanya, coba anda analisa sendiri “anggota DPR berasal dari kelompok manusia yang tidak memeliki integritas sebagai pekerja atau pengusaha mereka umumnya tidak memiliki potensi dalam kompetisi dengan rekan-rekanya yang sudah diterima kerja dibeberapa perusahaan mereka berawal dari orang-orang pengangguran atau bekerja tidak tetap alias makelaran.
    ketika ada momen PEMILU kesempatan bagi mereka untuk mendompleng organisasi politik.
    setelah mereka jadi anggota DPR sudah bisa dipastian akan bentuk kinerjanya seperti apa??

    mereka bisa terpilih hanya karena memanfaatkan kebodohan pendukungnya kita ambil satu contoh saja seorang makelar bila menawarkan kepada calon pembelinya sikap-sikap ambisi untuk menjebak calon korban itu kelihatan sekali tidak perduli yang ditawarkan mematikan atau tidak mereka tidak mau tahu yang penting yang ditawari harus mau membeli dulu

    disinilah mental-mental manusia yang ada diSenayan, maka jangan disalahkan mereka kalau sudah menjadi anggota Dewan untuk menghabiskan uang Rakyat!

    Kalau mereka tidak terpilih maka mereka akan menanggung hutangnya yang untuk biaya kampanye kalau tidak bisa bayar ujung-ujungnya minggat disitu masih mending adakalanya sumbangan-sumbangan untuk musholapun ditarik kembali karena masyarakatnya cerdas tidak mau memilih mereka

    Kalau kita menginginkan pemerintah harus bersih dari korupsi yang perlu dibenahi dulu adalah mental-mental yang ada di DPR baru automatis korupsi hilang dengan sendirinya.

    Saya bukan skiptis terhadap anggota Dewan semuanya, masih adalah yang lebih baik seperti Gayus Lumbun, Akbar Faisal yang lainnya itu sok vokal, sok idealis, padahal bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa motivasi hanya mencari diel-diel Politik.

    Andaikata DPR memberikan argumentasi dengan benarpun saya sudah tidak percaya,
    kecuali DPR pada masa Sukarno kususnya orang-orang PKI mereka berawal menjadi anggota Dewan hanya karena Faktor nurani atau sikap idealisme sejati,

    sangat jauh kalau menjadi DPR hanya karena mencari kesempatan untuk memperkaya diri yang terjadilah yang anda saksikan disetiap media,

    Kalau boleh saya bicara mentalitas anggota Dewan tidak seubahnya dengan seorang pelacur kalau lagi ada yang boking
    atau memeliharanya mereka akan menuntut semua apa yang bisa mereka lihat tanpa harus menyadarai bahwa diri diselamnatkan dari lembah hitam.

  2. Wura wari said

    Kaciaaan deh pecundang yang komen gak pake otak dan gak mutu.di delete deh..dah,pengacau2 yang komennya gak berisi ilmu,delete aja,biar gigit jari..dag pecundang(^_^).

  3. pengamat said

    kayanye sebelum bubarin ormas bubarin dulu dpr kali ye,trus baru bubarin polisi atas pembantain terhadap warga boal dll,trus pemerintah dgn teroris gasnya baru ormas hehehe biar nyaho lo pade teriak2 kaya paling bener aje,ngaca dulu sebelum nuduh dan bicara!

  4. taUbat said

    Kalau yang namanya maling pada ngaku pasti hotel pordeo tak bisa menampung, Anggota DPR berjumlah 560 orang dan yang disebutkan sebagai penerima suap hanya 26 orang dan serta disebutkan nama Fraksinya.

    Artinya ada segelintir orang yang memang memanfaatkan posisinya dengan mendapatkan/menerima uang dari yang bukan/diluar/tidak diatur dalam penghasilan anggota DPR.

    Jeratan hukum pada KPK sudah ada, lalu apa lagi yang ditunggu …

    Sebetulnya masih berharap Antasari dapat melanjutkan penyelesaian semua ini, tapi sementara biarlah masih ada Bambang yang paling kompeten/terukur untuk dapat melanjutkan, jangan dilupakan Antasari dan Susno Duadji sebagai aset bangsa ….

    Masyarakat sebenaranya sudah mengerti skenario semua itu tapi tak ada upaya, karena terlihat masih ada sistem yang salah/keliru dan sekiranya dapat segera diupayakan untuk dibenahi ……

    Masyarakat menggugat ….

  5. Yang nangkap, yang ditangkap, yang mengadili dan yang belum ditangkap … semuanya belum bisa dipercaya… pantas saja malaya berani petantang petenteng sama indonesia, la wong kita lembek kok di mata mereka, tubuh kita saja berdaging, tapi lembek…

  6. Wura wari said

    Sampai kiamat pun DPR bakal keisi orang2 gak benar,walau masih ada orang2 benarnya.bagaimana tidak,waktu adanya PILEG,suap menjadi cara memenangkan suara.dapat ditakar,kualitas manusia macam gini tak akan ikhlas bekerja untuk rakyat.ia punya ambisi jabatan dan mengeruk uang belaka.buktinya,dengan segala cara suap ia tempuh,tampak sekali ambisinya.lalu,asal punya uang banyak buat kampanye,gak peduli latar belakangnya apa,entah orang jujur atau tidak,maju mencalonkan diri.apesnya,ia pun menang.jujur aja,waktu pileg dan pilkada kemaren,rakyat sama sekali gak kenal gambar2 om2 dan tante2 dilembar pileg dan pilkada.asal coblos aja,sambil merem.untung ada satu yang saya kenal sedikit banyak riwayat hidupnya,yakni am fatwa.

  7. Narendra said

    Berapa hari yang lalu salah satu anggota DPR memberi komentar tentang hukuman Anggodo, katanya : ” Pantasnya Anggodo dijatuhi Hukuman Mati ”
    Yang saya tanya komentar tersebut buat gagah-gagahan, apa lagi nglindur.
    Kalau yang mebuat pernyataan tersebut bukan orang munafik seharusnya dia juga berani mengusulkan supaya bagi anggota DPR yang Korup dihukum mati
    Masih adakah anggota dewan yang tidak munafik?????

  8. kapan Negeri ini maju aman dan sejahtera kalau para KOROPTOR masih bebas BERGENTAYANG bagai BOM waktu >..>….> Apa katanya DUNIA @*#&$^%!)$*&&#)(#&&#!!!!???????????????????????

  9. Koroptor lebih jahat dari pada TERORIS/perampok

  10. sribunga said

    Sudah waktunya….hukum mati bagi koroptor 1 milyar ke atas…tanpa kompromi.

  11. Wura wari said

    Dalam perpolitikan modern,semua kalangan sembarang manapun bisa mencalonkan diri(dalam pileg,pilkada)termasuk orang2 yang tak bertakwa pada agamanya.seharusnya mereka tak memenuhi syarat menjadi pemimpin.namun jika diri dan partainya menang,tak ada yang menghalanginya jadi pemimpin.padahal,ketidaktakwaannya menghalangi ia untuk berbuat jujur dan benar.MAKA ITU JANGAN HERAN DPR DAN KADER(KEPALA2 DAERAH)BERISI ORANG2 YANG SALAH.lalu dalam pileg dan pilkada,tokoh2 ahli maksiatpun bisa mencalonkan diri.walau mereka tak bisa menerobos sebagai capres dan cawapres,mereka bergerilya memasuki legislatif dan pilkada.secara umum,rakyat tak mengenal tokoh2 asing yang mereka contreng.jika dicontreng ahli2 maksiat ini,WAJAR,KITA SALAH MEMILIH WAKIL DAN PEMIMPIN.artis2 pun bisa mencalonkan diri.walau ada yang bagus,jika semua mau jadi politikus,ini dagelan.contoh dagelan jupe dan saipul jamil.tau kan siapa yg gagal pilkada,setelah itu terkena kasus pelecehan saat berperan di film sebagai pemijat?.kalau artis2 sekualitas ini jadi wakil dan pimpinan kita lewat pemilu,wajar kita SALAH MENGAMBIL WAKIL DAN PIMPINAN.masih banyak contoh lainnya.

  12. Interestingly! It is like you are aware of my thoughts! Material realize a whole lot over it, just like you said ebook with it something like that. It looks like you’re capable of with a few images to drive a car this content family home somewhat, but yet could, this is often illuminating article. A good quality examine. I’ll unquestionably revisit once again.

  13. My spouse and i without a doubt realize all you include said. Really, We browsed using your other great blogposts and I believe you happen to be certainly best suited. Wonderful because of this web log.

  14. Amazing! Appreciate it. I always thought to prepare at my web pages something of that nature. Am i going to engage in of one’s write-up to be able to the web log?

  15. This site rocks !. My spouse and i continuously practical experience something new & many there. Are grateful for which data files.

  16. Counting on a person’s instanct is difficult for many. That is needed several years of building reliance. It all doesn’t extremely just simply come about knowing enjoy.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: