For Those Who are Seeking for the Truth, Please Enter This Forum To Join The Real Inter-Religion Debate
Dengan ini kami (ADMIN) menambahkan satu forum lagi, “Dialog Religi III” (agar terfokus pada pokok masalah) mengingat banyak pengunjung KabarNet yang terlibat perdebatan antar Agama. Forum debat ini kami tambahkan atas permintaan salah satu pengunjung dan kami sepakat menambahkannya. Pada awalnya, tanpa kami duga banyak pengunjung yang memanfaatkan postingan kami sebagai makalah diskusi / dialog, sehingga situs ini menjadi ajang Perdebatan bahkan terkadang pada artikel yang tidak secara khusus mengupas isu agama tertentu, tetap saja dijadikan ajang perdebatan. Maka kami mempersilahkan mengisi forum ini dengan berdialog secara sehat, cerdas dan bijak serta tidak melupakan etika dan norma kita sebagai bangsa timur. Tentunya, tidak menampilkan tulisan atau gambar yang sifatnya tidak senonoh (kata-kata jorok, hubungan intim) untuk tokoh siapapun dari golongan manapun. Yang terpenting di atas segalanya, agar tetap menjaga kerukunan meskipun saling berbeda pendapat.
Kiranya forum ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin guna memperluas wawasan dan menjadikan kita bangsa yang lebih demokratis. Maaf dan Salam. (ADMIN)
Hati berkata
Bismillahirrahmanirrahim..
Bagiku agamaku, bagimu agamamu….
Hati berkata
‘Didalam diri manusia ada segumpal daging, kalau baik maka baiklah semua, kalau buruk, maka buruklah semua’
Maria Sitompul berkata
Memang ada segumpal daging (qolbun) kalau buruk dipenuhi oleh setan-setan, maka terpancarlah keburukan disemua lini kehidupan, tapi kalau baik (qolbun) disana ada istana Allah, maka disemua lini kehidupan memancarkan cayaha kebaikan.
faqih usman berkata
Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,
Dikibulin selama ini berkata
Agama mah bikinan manusia, masi aja pada percaya hahaa
Rainer berkata
“Jadilah anak yg baik,
supaya kita bisa di hargai oleh orang lain”
Tuhan memberkati, Amin
syaloom
Alexa berkata
1. Yesus tidak beragama kristen tetapi beragama yahudi…mengapa kita menyembah orang yang beragama yahudi?
2. Kristen tidak dikenal di masa Yesus…mengapa memilih kristen?
3. Yesus tidak pernah bilang…dirinya sebagai Tuhan…mengapa kita disuruh mengakui Yesus Tuhan…?
4. Bisa jelaskan konsep tri nitas? Apakah ini dari Yesus?
5. Mengapa orang muslim tidak sekeras (semangatnya) orang2 kristen dalam menyebarkan agama???? Mengapa orang muslim tidak tertarik melakukan Islamisasi???? Orang Islam hanya senang dan terhatu kalau ada yang masuk Islam…tetapi mengapa tidak berusaha menarik mereka agar Islam…? Apakah karena Islam tidak membutuhkan mereka…tetapi mereka yang membutuhkan Islam…?
Laskar Islam berkata
Mana nih kelompok yg suka menjelek2n islam??
Apa sudah kehabisan kata2??
Sunyoto berkata
Halo Orang non Muslim apakah ada yang ditanyakan ?
Mungkin dalam hati mereka pasti bilang percuma saja meladeni mereka mereka tidak pernah mengerti.
†m sidhiq† berkata
kenapa negara2 islam suni ama shyiah saling bantai????
†ibra† berkata
kenapa alquran bilang matahari terbenam di lumpur hitam.
mahambenarkah???
†ALI AHMAD† berkata
BENARKAH BINTANG UNTUK NIMPUK SETAN SEPERTI DLM QURAN???
hasbi berkata
Para antek zionis mengambil dari : QS. Al-Kahfi: 86. Secara sepenggal tanpa memperhatikan ayat sebelumnya. Dalam ayat ini terdapat kata-kata: تغرب في عين حمئة yang berarti ” matahari tenggelam di dalam laut yang ber-lumpur hitam “. Lantas mereka berkata: ” Qur’an mengajarkan bahwa matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam “. Sesungguhnya pemahaman ayat ini tidak sebagaimana yang mereka pahami, karena tidak ada se-orang ahli tafsir dari kalangan kaum muslimin yang menafsirkan ayat ini sebagaimana yang mereka pahami dengan kesempitan pikiran mereka.
Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengomentari penafsiran yang demikian: وأكثر ذلك من خرافات أهل الكتاب, واختلاق زنادقتهم وكذبهم “Dan kebanyakan yang demikian itu berasal dari khurofatnya Ahli Kitab, dan karangannya kaum zindiq dan pendusta dari kalangan mereka.” Makna kalimat ” matahari tenggelam di dalam laut “adalah makna kiasan, sebagaimana kalimat yang serupa sering dilontarkan oleh para ahli sastra, seperti:” matahari pun hilang di telan bumi “, maknanya adalah kiasan, yaitu matahari menghilang seolah-olah ditelan bumi. Dan tidak ada se-orang ahli sastra pun yang menyalahkan kalimat ini, begitu pula dengan para ahli ilmu falaq, karena setiap pembicaraan dihukumi dengan tempatnya, sebagaimana tersebut dalam kaidah في كل مقام مقال yaitu ” setiap kata ada tempatnya “. Yakni, bila suatu kata dilontarkan tidak pada tem-patnya maka dapat dihukumi dengan salah, walau pun pada hakekatnya adalah benar. Seperti ketika dalam pelajaran sejarah ditanyatakan: ” Kenapa Diponegoro bisa tertangkap ? “, lalu ada murid yang menjawab:” Karena taqdir . “Jawaban murid tersebut pada hakekatnya adalah benar, namun tidak pada tempatnya sehingga gurunya menyalahkannya. Bukankah demikian? Begitu pula ketika berbicara tentang ketinggian gaya bahasa, maka tidak disalahkan mengatakan: ” matahari tenggelam ditelan lautan “dalam dalam ilmu balaghoh jenis kalimat ini disebut Majaz ‘Aqli yaitu kiasan yang dapat diterima oleh akal. Contoh lain dari Majaz ‘Aqli ini seperti pada kali-mat: ” Hujan telah menumbuhkan tanam-tanaman “, padahal hakekatnya bukan demikian, karena Allah saja Yang bisa menumbuhkan tanam-tanaman melalui sari makanan yang dibawa oleh air hujan. Namun efek yang segera terbesit dalam pikiran yaitu karena hujan maka tumbuh tanam-tanaman. Begitu pula bagi siapa pun yang berdiri di tepi pantai dari sebuah lautan yang luas ketika matahari tenggelam, maka ia melihat seolah-olah matahari tenggelam ditelan lautan. Tetapi hakekat nya tidaklah demikian. Inilah pemahaman yang disampaikan oleh seluruh ahli tafsir dari kalangan kaum muslimin tanpa ada perselisihan di dalam masalah ini. Ada pun kalimat في عين حمئة ” di dalam laut yang berlumpur hitam “menegaskan kepada kita adanya beberapa faidah ilmu, yaitu:
Warna laut ditentukan oleh keberadaan dasarnya. Bila dasar laut berlumpur hitam, maka laut pun tampak berwarna hitam, seperti LAUT HITAM yang ada di sebelah utara Turki.
Dasar dari lautan yang luas dan dalam adalah berwarna gelap, karena tidak ada cahaya yang masuk ke dasarnya, sehingga nampak terlihat berwarna hitam.
Semakin gelap warna lautan bebas menandakan semakin dalam dasar lautnya.
Dengan demikian kalimat ” matahari tenggelam di dalam laut yang berlumpur hitam “menunjuk-kan keberadaan Dzulqarnain di tepi Laut Hitam atau di tepi lautan bebas yang luas dan dalam yang nampak dari sana seolah-oleh matahari tenggelam di telan lautan. Lalu di mana letak kenyentrikan ayat ini sebagaimana dituduhkan oleh mereka? Perhatikan konteks ayatnya baik-baik: “Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: “Aku akan bacakan kepadamu cerita tantangnya. Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu maka diapun menempuh suatu jalan, Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia merasa di situ segolongan umat. Kami berkata: “Hai Dzulkarnain, kamu bisa menyiksa atau dapat berbuat kebaikan terhadap mereka. ” (Al Qur’an 18:83-86) Protes yang mereka utarakan adalah bagaimana mungkin Matahari terbenam di dalam laut yang padahal matahari jutaan kali lebih besar dari bumi dan mungkin terbenam kedalam laut yang berlumpur hitam! Mereka mengong-gong dengan membawa protes ini di setiap diskusi mengenai ilmiah Al-Quran. Ayat tersebut mengatakan, “dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam ” , dari potongan ayat ini saja sebenarnya sudah bisa menjawab protes mereka, dan merekapun sebenarnya memahaminya . Ayat tersebut memberitahukan pengelihatan itu menurut pengelihatan dan pandangan Dzulkarnaen, oleh karenanya Allah SWT tidak mengatakan bahwa “matahari terbenam”. Dan di note ini saya sertakan sejumlah komentar dari para ahli tafsir, silahkan di ikuti. Imam Al-Baidawi; Ia (Dzulkarnaen) mungkin saja sampai di tepi pantai dan melihat matahari disitu karena sejauh mata memandang hanyalah air laut oleh karenanya Allah SWT mengatakan “dia melihat matahari terbenam di dalam laut” namun tidak mengatakan bahwa “matahari terbenam”. (namun dia melihat matahari terbenam) (Al-Baidawi , Anwar-ut-Tanzil wa Asrar-ut-Taw’il , Volume 3, halaman 394. Diterbitkan oleh Dar-ul-Ashraf, Kairo, Mesir) Imam Al-Qurthubi menyatakan; Al Qaffal mengatakan: Maksudnya bukanlah dengan mencapai tempat dan terbit matahari sehingga ia dapat mencapai matahari dan menyentuhnya, karena matahari jauh diangkasa sana, disekitar bumi tanpa menyentuhnya dan terlalu besar untuk terbenam kedalam laut manapun yang berada dibumi. Ini jauh lebih besar dari bumi. Namun hal tersebut dimaksudkan bahwa ia telah mencapai ujung daerah yang masih berpenduduk di timur dan barat, kemudian Dzulkarnaen melihat kejadian itu – menurut pengelihatannya – terbenam kedalam laut yang berlumpur hitam seperti halnya kita mengamati matahari ditanah rata tampaknya matahari itu masuk kedalam tanah. Oleh karenanya Allah berfirman: “Hingga apabila dia (Dzulkarnaen) telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia menemukan matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari”. ( Al-Qurtubi, Al-Game ‘le Ahkam-el-Qur’an , Volume 16, halaman 47. Published by Dar-ul-Hadith, Kairo, Egypt. ISBN 977-5227-44-5 ) Imam Fakhr-ud-Deen Ar-Razi menyatakan ; Di kala Dzulkarnaen mencapai barat jauh dan tidak ada lagi dari berpenguhi, dia mlihat mahari tampaknya terbenam kedalam laut berlumpur, namun bukan sebenarnya begitu. Hal yang sama seperti seorang pekalan melihat matahari seolah terbenam kedalam laut jika ia tidak dapat melihat bagian pantai, yang padahal matahari tersebut terbenam bukan kedalam laut. ( Ar-Razi, At-Tafsir-ul-Kabir , Volume 21, halaman 166 ) Imam Ibn Kathir menyatakan; ” Hingga saat dia (Dzulkarnaen) telah sampai ke tempat terbit matahari ” berarti ia mengikuti arah yang benar hingga ia mencapai daerah terjauh, ia mungkin memulai perjalanan dari barat. Karena mencapai terbitnya matahari di langit adalah mustahil. Apa yang di katakana para periwayat dan pencerita mengenai ia berjalan dalam suatu masa dimuka bumi disaat matahari terbenam dibelakangnya adalah dusta, dan sebagian cerita-cerita ini adalah mitos para Ahli Kitab dan temuan-temuan kebohongan mereka. “Ia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam “berarti ia melihat matahari menurut pandangannya terbenam kedalam laut dan hal ini pun terjadi pada semua orang yang berada di pantai yang melihat seolah-olah matahari terbenam kedalamnya (kedalam laut). ( Ibn Katsir, Tafsir-ul-Qur’ân Al-’Azim, Volume 5, halaman 120. Diterbitkan oleh Maktabat-ul-Iman, Mansoura, Mesir ) “Sehingga, ketika dia sampai di tempat terbenam Matahari, didapatinya matahari itu terbenam dalam mata air yang berlumpur hitam. Di sana didapatinya satu kaum. Kami berkata: Hai, Zulkarnain, adakalanya engkau siksa (kaum yang kafir itu) atau engkau perlihatkan kepada mereka kebaikan … ” Surah al-Kahfi 18 ayat 86 Ungkapan ‘aynin hami’e’ yang terdiri dari kata ‘ayn’ = mata air ‘dan’ hami ‘= lumpur atau dapat berarti pandangan yang kurang jelas Atau tipuan penglihatan, selain itu disana pun disebutkan adanya sekelompok kaum manusia, kalau “hami” diartikan lumpur, tidak mungkin ada manusia yang hidup dalam lumpur, maupun dalam mata air. Itu sebabnya disana menggunakan kata ‘Hami’ yaitu pandangan yang kurang jelas Jadi Maknanya jelas dari kalimat “didapatinya Matahari itu terbenam dalam mata air yang berlumpur hitam” adalah didapatinya, “nya” disini adalah Zulkarnaen, jadi Zulkarnaen melihat pandangan yang kurang jelas atau tipuan penglihatan matahari masuk kedalam mata air bukan. Jika kita melihat matahari terbenam di layar televisi tepat seperti melihat matahari yang tenggelam di dalam laut. Warna-warni di layar berubah ketika matahari tenggelam di atas laut, ini terlihat berwarna keabu-abuan di layar televisi. Oleh karena itu, bagi orang-orang yang melihat hal ini, pemandangan terlihat seolah-olah tenggelam di dalam lautan berlumpur hitam. Selain itu, ayat ini berhubungan dengan adanya belahan dunia ini. Ketika matahari di satu daerah belahan dunia timur tenggelam di sebelah barat, maka ditempat terbenamnya matahari itupun kita akan menemukan sekumpulan manusia di belahan bumi barat dan disini kita akan menemukan matahari malah terbit. Jadi ini sekaligus membuktikan bahwa bumi kita bulat. Sekedar untuk perbandingan biar adil, kalau mereka dapat membahas Alqur’an, kita juga bisa dunk membahas Alkitab. Sekarang coba kita kaji ayat kitab agama tetangga sebelah tentang konsep bumi, sebenarnya banyak sekali ayat Bible yang sangat tidak masuk akal dan bertentangan dengan IPTEK dan penelitian ilmiah. Kalau saya posting semua maka note ini akan terlalu panjang. Maka untuk kali ini saya akan bahas satu pokok bahasan saja yaitu tentang apakah bumi akan kiamat atau tidak menurut Alkitab. Kita lihat apakah ayat-ayat Alkitab itu masuk akal dan ilmiah. Beberapa Ilmuwan telah mengatakan bahwa dunia akan kiamat, ada beberapa hipotesis, penelitian ilmiah & dugaan-dugaan. Beberapa di antara mereka mungkin benar dan sebagian mungkin bisa salah. Tapi apapun itu apakah Dunia akan Musnah atau ada selamanya, keduanya tidak dapat terjadi dalam waktu bersamaan. Cuma salah satunya saja yang pasti terjadi Sangat tidak masuk akal! Tapi itulah yang Bible, katakan dalam Ibrani 1:10-11 dan Mazmur 102:26-27 Tuhan menciptakan Langit dan Bumi dan keduanya akan Musnah. Ibrani 1:10-11: Dahulu sudah Kauletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu . Mazmur 102:26-27 : Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian, seperti jubah Engkau akan mengubah mereka, dan mereka berubah. Dari kedua ayat ini dapat disimpulkan bahwa Tuhan menciptakan Langit dan Bumi dan keduanya akan Musnah. Selanjutnya di bagian lain ada ayat-ayat yang benar-benar kebalikannya dari Mazmur 78:69 dan Pengkotbah 1:4 bahwa bumi akan ada untuk selamanya. Mazmur 78:69 : Ia membangun tempat kudus-Nya setinggi langit, laksana bumi yang didasarkan-Nya untuk selama-lamanya ;. Pengkotbah 1:4: Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada. Dari kedua ayat ini kesimpulannya bumi akan abadi Jadi yang benar yang mana? Mereka tidak akan bisa untuk memilih yang mana diantara kedua ayat itu yang Tidak Ilmiah Yang pertama atau yang kedua salah satunya harus Ilmiah, tidak bisa keduanya. Jika dianggap benar keduanya maka itu tidak akan mungkin, sesuatu yang jelas kontradiktif satu sama lain. Tapi jika dianggap benar salah satunya, kok bisa ayat alkitab ada yang salah, apa mungkin Tuhan salah dalam berfirman? atau Tuhan kok plin-plan? Wallahu’alam bishshowab ….
hasbi berkata
dakwah itu mengajak, bukan mengejek. membangun bukan menghina.
hasbi berkata
Bismillahirrohmanirrohim …. وجعلناها رجوما للشياطين وأعتدنا لهم عذاب السعير ” Dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala. “(QS. Al-Mulk : 5) Ayat ini sering dijadikan ledekan oleh orang kafir yang mengatakan bahwa ayat ini menunjukan kemuskilan di dalam Al-quran karena menyatakan bintang (matahari) dijadikan alat untuk melempar setan. Dalam Alqur’an diceritakan fungsi bintang dilangit yaitu: 1. sebagai penunjuk arah seperti rasi bintang yang menjadi penunjuk bagi nelayan di laut Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah: وعلامات وبالنجم هم يهتدون “Allah menjadikan bagi para musafir tanda-tanda yang mereka dapat gunakan sebagai petunjuk di bumi dan sebagai tanda-tanda di langit” (QS . An Nahl: 16) 2. sebagai penerang dan penghias langit dunia . Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah, ولقد زينا السماء الدنيا بمصابيح “Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang.” (QS. Al Mulk: 5) إنا زينا السماء الدنيا بزينة الكواكب ” ” Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang. “(QS. Ash Shofaat: 6)
3. Untuk melempar setan-setan yang akan mencuri berita langit
Hal ini sebagaimana terdapat dalam surat Al Mulk,
وجعلناها رجوما للشياطين وأعتدنا لهم عذاب السعير ” Dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala- nyala. “(QS. Al Mulk: 5) Langit terus dilindungi dengan percikan api. Sebagaimana Setan mencuri berita langit dari para malaikat langit. Lalu ia akan meneruskannya pada tukang ramal. Akan tetapi, Allah senantiasa menjaga langit dengan percikan api yang lepas dari bintang, maka binasalah para pencuri berita langit tersebut. Apalagi ketika diutus Nabi Allah berfirman وأنا كنا نقعد منها مقاعد للسمع فمن يستمع الآن يجد له شهابا رصدا, وأنا لا ندري أشر أريد بمن في الأرض أم أراد بهم ربهم رشدا ” Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan ( berita-beritanya). Tetapi sekarang barang siapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya). Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka. “(QS. Al Jin: 9-10). Allah SWT dalam QS.Al-Mulk: 5 ini menggunakan kata mashabiih sebagai ungkapan yang kemudian sering diartikan sebagai bintang-bintang. Bentuk mufrad-nya (tunggal) adalah Mishbah. Di dalam kamus, kata Mishbah diartikan sebagai lampu, lentera, cahaya dan sesuatu yang menerangi. Sebenarnya ada kata lain untuk menyebut bintang di dalam bahasa arab, yaitu najm. Dan Al-Quran punya satu surat yang judulnya An-Najm. Bahkan ada kata najm yang maknanya bukan bintang, melainkan sering dipahami sebagai meteor, yaitu kata an-najmuts-Tsaqib. Di dalam terjemahan sering diartikan sebagai bintang yang menembus. Namun khusus pada ayat QS.Al-Mulk: 5 Allah SWT menggunakan istilah Mishbah, yang artinya penerang atau lampu. Dari sisi ilmu pengetahuan, tidak ada yang aneh bila seandainya kata Mishbah itu kita artikan bintang . Dan bahwa bintang-bintang di langit itu dijadikan sebagai media untuk melempar setan-setan. Justru karena bintang itu pada hakikatnya adalah matahari, malah pernyataan Al-Quran menjadi benar. Di zaman dahulu, mungkin orang-orang beranggapan bahwa bintang itu benda-benda kecil yang seperti bintik-bintik kecil. Bahkan tidak tahu kalau bintang itu sangat besar dan merupakan bola gas pijar yang sangat panas. Hari ini justru kita tahu bahwa matahari selalu bergejolak, panasnya mencapai ribuan derajat, dan seringkali terjadi badai matahari (solar storm), di mana ada kekuatan lidah atau percikan api yang terlontar keluar. Lidah api inilah yang sangat masuk akal bila dijadikan perajam setan. Para ilmuwan mengatakan bahwa badai matahari terbentuk karena terjadinya gejolak di atmosfer matahari yang dipicu terbentuknya bintik hitam (sunspot). Komedo merupakan daerah yang memiliki suhu lebih rendah dibanding daerah sekitarnya. Kondisi tersebut memicu lidah api (solar flare) dan coronal Mass Ejection (CME) atau terlontarnya materi matahari yang juga mencapai bumi. Partikel-partikel berkecepatan tinggi dalam jumlah besar yang sampai ke mana saja, bahkan sampai ke atmosfer bumi menghasilkan aurora dan badai geomagnetik. Inilah yang disebut para astronom solar storm atau badai matahari. Masih ingat peristiwa badai matahari pada bulan Oktober dan November 2003? Badai ini telah menyebabkan berbagai gangguan di lingkungan bumi, termasuk penampakan aurora yang sangat menakjubkan di kutub, kenaikan intensitas sabuk radiasi yang menyelimuti Bumi, dan bahkan mengganggu kinerja satelit. Badai matahari ini, bulan April lalu, secara mengejutkan telah menerpa pesawat Voyager 2 yang ketika itu berada pada jarak 11,2 miliar km dari Matahari. Ini adalah bukti betapa dahsyatnya badai matahari beberapa tahun lalu itu. Maka kalau Al-Quran mengatakan bahwa bintang-bintang itu menjadi alat pelempar setan, justru sangat masuk akal. Jika QS.Al-Mulk: 5 dianggap tidak masuk akal padahal kenyataannya jika ayat itu diperhatikan baik-baik ternyata tidak bertentangan dengan fakta ilmiah, bagaimana dengan cerita tentang bintang dalam Alkitab? Coba kita kaji sama-sama, apakah masuk akal? Perhatikan gambar di bawah ini:
Perhatikan baik-baik seberapa besar ukuran BUMI & MATAHARI, bandingkan seberapa besar ukuran MATAHARI & bintang ACTURUS, perhatikan seberapa besar bintang ACTURUS dibanding bintang ANTARES, padahal bintang ANTARES itu paling tidak adalah bintang besar nomor 15, ada 14 bintang lain yg lebih besar dari ANTARES . Belum lagi jika Astronomy semakin berkembang, pasti masih banyak bintang lain yg jauh lebih besar dibanding bintang-bintang ini. Tapi dalam Alkitab bintang-bintang di langit digambarkan sangat kecil, sehingga bisa jatuh ke bumi seperti buah ara yang berguguran atau seperti obor yang jatuh ke 1/3 sungai-sungai di bumi. Wahyu 6:13 Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang. Wahyu 8:10 Lalu malaikat yang ketiga meniup trompetnya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air. Jika dilihat dari gambar di atas, masuk akalkah ayat-ayat ini? Apakah mungkin Tuhan pake acara salah dalam berfirman???!!! Makanya saya sangat senang mengutip ayat Alkitab favorite saya yang satu ini untuk direnungkan baik-baik oleh teman-teman Kristen: Matius 7: 1-5 7:1 “Jangan kamu menghakimi , supaya kamu tidak dihakimi. 7:2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. 7:3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 7:4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. 7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu. ” Wallahu’alam bishshowab …..
LOGIKA berkata
Wah, luar biasa ya penjelasan rekan Hasbi sbb :
Sebenarnya ada kata lain untuk menyebut bintang di dalam bahasa arab, yaitu najm. Dan Al-Quran punya satu surat yang judulnya An-Najm. Bahkan ada kata najm yang maknanya bukan bintang, melainkan sering dipahami sebagai meteor, yaitu kata an-najmuts-Tsaqib. Di dalam terjemahan sering diartikan sebagai bintang yang menembus. Namun khusus pada ayat QS.Al-Mulk: 5 Allah SWT menggunakan istilah Mishbah, yang artinya penerang atau lampu. Dari sisi ilmu pengetahuan, tidak ada yang aneh bila seandainya kata Mishbah itu kita artikan bintang . Dan bahwa bintang-bintang di langit itu dijadikan sebagai media untuk melempar setan-setan. Justru karena bintang itu pada hakikatnya adalah matahari, malah pernyataan Al-Quran menjadi benar. Di zaman dahulu, mungkin orang-orang beranggapan bahwa bintang itu benda-benda kecil yang seperti bintik-bintik kecil. Bahkan tidak tahu kalau bintang itu sangat besar dan merupakan bola gas pijar yang sangat panas. Hari ini justru kita tahu bahwa matahari selalu bergejolak, panasnya mencapai ribuan derajat, dan seringkali terjadi badai matahari (solar storm), di mana ada kekuatan lidah atau percikan api yang terlontar keluar. Lidah api inilah yang sangat masuk akal bila dijadikan perajam setan. Para ilmuwan mengatakan bahwa badai matahari terbentuk karena terjadinya gejolak di atmosfer matahari yang dipicu terbentuknya bintik hitam (sunspot). Komedo merupakan daerah yang memiliki suhu lebih rendah dibanding daerah sekitarnya. Kondisi tersebut memicu lidah api (solar flare) dan coronal Mass Ejection (CME) atau terlontarnya materi matahari yang juga mencapai bumi. Partikel-partikel berkecepatan tinggi dalam jumlah besar yang sampai ke mana saja, bahkan sampai ke atmosfer bumi menghasilkan aurora dan badai geomagnetik. Inilah yang disebut para astronom solar storm atau badai matahari. Masih ingat peristiwa badai matahari pada bulan Oktober dan November 2003? Badai ini telah menyebabkan berbagai gangguan di lingkungan bumi, termasuk penampakan aurora yang sangat menakjubkan di kutub, kenaikan intensitas sabuk radiasi yang menyelimuti Bumi, dan bahkan mengganggu kinerja satelit. Badai matahari ini, bulan April lalu, secara mengejutkan telah menerpa pesawat Voyager 2 yang ketika itu berada pada jarak 11,2 miliar km dari Matahari. Ini adalah bukti betapa dahsyatnya badai matahari beberapa tahun lalu itu. Maka kalau Al-Quran mengatakan bahwa bintang-bintang itu menjadi alat pelempar setan, justru sangat masuk akal. Jika QS.Al-Mulk: 5 dianggap tidak masuk akal padahal kenyataannya jika ayat itu diperhatikan baik-baik ternyata tidak bertentangan dengan fakta ilmiah, bagaimana dengan cerita tentang bintang dalam Alkitab? Coba kita kaji sama-sama, apakah masuk akal? Perhatikan gambar di bawah ini:
Perhatikan baik-baik seberapa besar ukuran BUMI & MATAHARI, bandingkan seberapa besar ukuran MATAHARI & bintang ACTURUS, perhatikan seberapa besar bintang ACTURUS dibanding bintang ANTARES, padahal bintang ANTARES itu paling tidak adalah bintang besar nomor 15, ada 14 bintang lain yg lebih besar dari ANTARES . Belum lagi jika Astronomy semakin berkembang, pasti masih banyak bintang lain yg jauh lebih besar dibanding bintang-bintang ini. Tapi dalam Alkitab bintang-bintang di langit digambarkan sangat kecil, sehingga bisa jatuh ke bumi seperti buah ara yang berguguran atau seperti obor yang jatuh ke 1/3 sungai-sungai di bumi. Wahyu 6:13 Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang. Wahyu 8:10 Lalu malaikat yang ketiga meniup trompetnya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air. Jika dilihat dari gambar di atas, masuk akalkah ayat-ayat ini? Apakah mungkin Tuhan pake acara salah dalam berfirman???!!! Makanya saya sangat senang mengutip ayat Alkitab favorite saya yang satu ini untuk direnungkan baik-baik oleh teman-teman Kristen: Matius 7: 1-5 7:1 “Jangan kamu menghakimi , supaya kamu tidak dihakimi. 7:2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. 7:3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 7:4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. 7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.
Saya sangat mengapresiasi penjelasna yang sarat dengan kemauan untuk BERFIKIR yang sangat-2 diPERINTAHKAN OLEH ALLAH SWT DALAM KITAB SUCI AL-QURAN untuk MAKIN MENINGKATKAN KEIMANAN DAN KETAKWAAN SANG MAHA PENCIPTA, YAKNI ALLAH SWT.
Jika diijinkan saya sekedar ingin menambahkan bahwa pengertian BINTANG SEBAGAI ALAT PELEMPAR SETAN, adlah bukan sekedar kata kiasan atau metafora yang tanpa MAKNA ATAU PETUNJUK ATAU RAHASIA KEILMUAN sama sekali.
Bintang adalah salah satu benda-2 langit di alam semesta ciptaan Allah SWY yang diketahui manusia modern MAMPU MENGHASILKAN DAN MEMANCARKAN CAHAYA SENDIRI. Artinya bukan sekedar pemantul cahaya seperti satelit BUMI kita BULAN. Sebagai benda langit yang mampu menghasilkan cahaya sendiri (berpposisi sebagai sumber energi) aktivitas energi atom (nuklir) bintang telah menimbulkan berbagai reaksi kimiawi dan elektromagnetik yang luar biasa panas dan sangat kuat. Saking kuatnya, energi beserta radiasi yang dipentalkan oleh bintang ini telah menjadikan pancaran energi cahaya dan gelombang elektromagnetisnya menembus jarak yang sangat jauh dari sumbernya hingga bisa diduga membentuk semacam jalur-2 (lorong-lorong) muntahan energi yang bisa memindahkan sesuatu seperti : atom, molekul atau mungkin wujud tertentu) ke tampat yang sangat jauh dengan kecepatan yang juga luar biasa sangat tinggi. Mungkin secepat cahaya atau lebih cepat lagi. Demikian sedikit tambahan sharenya.
Hal ini sebagaimana terdapat dalam surat Al Mulk,
وجعلناها رجوما للشياطين وأعتدنا لهم عذاب السعير ” Dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala- nyala. “(QS. Al Mulk: 5)