KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

Islam vs Ahmadiyah

Dengan ini kami (ADMIN) menambahkan satu forum dialog “Islam vs Ahmadiyah” mengingat banyak pengunjung di situs KabarNet yang terlibat perdebatan seputar Ahmadiyah.

Pada awalnya, tanpa kami duga banyak pengunjung yang memanfaatkan postingan kami sebagai makalah diskusi/dialog, sehingga situs ini menjadi ajang Perdebatan. Maka kami mempersilahkan mengisi forum ini dengan berdialog yang sehat, cerdas dan bijak serta tidak melupakan etika dan norma kita sebagai bangsa timur. Tentunya, tidak menampilkan tulisan atau gambar yang sifatnya tidak senonoh (kata-kata jorok, hubungan intim). Kiranya forum ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperluas wawasan  & menjadikan kita bangsa yang lebih demokratis. [13/10/2010]

Maaf dan Salam, ADMIN.

8.948 Tanggapan to “Islam vs Ahmadiyah”

  1. dedi berkata

    Tepat pada tahun 1305 Hijrah, tuhannya MGA telah mengutus nabi baru Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as dari Qadian, India sebagai Khalifah-Nya, Imam Mahdi & Masih Mau’ud dengan memberikan petunjuk dan agama yang benar agar dia mengunggulkan Ahmadiyah Qadyani dari agama Islam (yang telah dianut oleh Ummat Nabi Muhammad SAW)….

    ==> Wajar, kalau diakui sebagai agama baru…..

    Wallahualam,

  2. Mahmud berkata

    HMMH

    Kalau begitu menurut anda :

    Sejatinya Nabi Isa AS (Isa Al-Masih Ibnu Maryam) itu diutus kepada siapa ?
    A. Yahudi
    B. Nasrani
    C. Islam.

    Sedangkan MGA sebagai Al-Masih menurut Ahmadiyah di utus kepada siapa ?
    A. Yahudi.
    B. Nasrani
    C. Islam

    ==>> Nabi Isa ibnu Maryam as ialah Al Masihnya Nabi Musa as, keduanya diutus kepada Bani Israil. Meskipun Allah memberikan Injil kepada Nabi Isa as, tetapi syari’at yang dilaksanakan Nabi Isa as adalah syari’at Taurat yang diberikan Allah kepada Nabi Musa as.

    HMGA as ialah perumpamaan Ibnu Maryam atau Al Masihnya Nabi Muhammad saw, keduanya diutus kepada segenap manusia di dunia. Allah tidak memberikan kitab suci apapun kepada HMGA as, tetapi syari’at yang dilaksanakan HMGA as adalah syari’at Al Quran yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad saw.

  3. dedi berkata

    syari’at yang dilaksanakan HMGA as adalah……….

    ==> syariat baru yang dilahirkan dari tafsir Al Quran yang baru dari penafsiran versi MGA, Islam dianggap belum sempurna kalau belum ikut MGA…., ikut agama baru….Agama Qadyani…

    Wallahualam,

  4. Mahmud berkata

    MENURUT AL QURAN:

    SIKAP UMAT-UMAT TERDAHULU APABILA SEORANG RASUL/NABI DATANG:
    Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, TIADA DATANG SEORANG RASULPUN KEPADA MEREKA, melainkan MEREKA SELALU MEMPEROLOK-OLOKKANNYA. (Yaasiin 36:30).

    Dan TIADA SEORANG NABIPUN DATANG KEPADA MEREKA, melainkan MEREKA SELALU MEMPEROLOK-OLOKKANNYA (Az-Zukhruf 43:7).

    TINDAKAN ALLAH YANG MAHAKUASA TERHADAP UMAT-UMAT TERDAHULU:
    Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang yang telah Kami binasakan itu tiada kembali kepada mereka. (Yaasiin 36:31)

    Maka telah Kami binasakan orang-orang yang lebih besar kekuatannya dari mereka itu dan telah tercatat dalam Al Quran perumpamaan umat-umat terdahulu. (Az-Zukhruf 43:8).

    KETETAPAN ALLAH TERHADAP PARA PENENTANG RASUL-NYA:
    Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina. (Al Mujaadilah 58:20)

    KETETAPAN ALLAH TERHADAP RASUL-RASULNYA:
    Allah telah menetapkan : “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang”. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Al Mujaadilah 58:21).

    YANG DISEBUT DENGAN KEMENANGAN ISLAM:
    Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas agama-agama lain, meskipun orang-orang musyrik benci (Ash-Shaf 61:9)

    Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. (An-Nashr 110:1-2).

    KETETAPAN ALLAH TERHADAP HMGA:
    Allah telah mengutus HMGA sebagai Khalifah-Nya di bumi (An-Nur 24:55 & HR Ibnu Majah), Imam Mahdi (Al Jumu’ah 62:4 & HR Sahih Bukhari) & Masih Mau’ud (Az-Zukhruf 43:57 & HR Musnad Ahmad bin Hambal) untuk mendirikan Jemaat Muslimin Ahmadiyah dengan petunjuk dan bimbingan wahyu-Nya.

    Meskipun terus-menerus diperolok-olokkan oleh para penentang, namun pertolongan Allah telah datang dan Kemenangan Islam telah Dia anugerahkan kepada Rasul-Nya saw. Kita melihat ratusan juta manusia dari berbagai suku bangsa di 202 negara, di lima benua di seluruh pelosok dunia berbondong- bondong masuk agama Allah/Islam (An-Nashr 110:1-2), baiat kepada-Nya ditangan Khalifah-Nya (Al Fath 48:10) dan bergabung ke dalam Jemaat Muslimin Ahmadiyah.
    INILAH BUKTI NYATA DUKUNGAN ALLAH KEPADA HMGA DAN JEMAAT MUSLIMIN AHMADIYAH.

  5. Masnunk berkata

    @Dedi
    1. Ahmadiyah selalu bersikukuh menafsirkan ayat Qur’an tentang tanda-tanda kedatangan nabi sebab muaranya mengarah kepada MGA dengan tetap menganggap dirinya Islam dan dg ke-nabi-an MGA, maka MGA merasa punya hak prerogatif menafsir Qur’an sesuai maunya sendiri.
    2. Walaupun, Mirza Ghulam Ahmad as dari Qadian India didaulat sebagai Khalifah, Imam Mahdi & Masih Mau’ud (oleh pengikutnya) tapi fakta yang tidak bisa terbantahkan bahwa MGA tidak meninggalkan perubahan yang berarti bagi kehidupan baik di masa Kolonial Inggris di India maupun dimasa sekarang. Jabatannya saja yang BESAR, tapi isinya ?
    3. Fakta lain yang tidak terbantahkan, di blok ini mana ada ? Ahmadiyah bisa / berani menjelaskan : apa itu Ahmadiyah, siapa MGA, apa kelebihan Ahmadiyah jika dibanding dg pemahaman umat Muslim mayoritas (mungkin, takut kelihatannya aslinya). Coba check di blok ini, rata-rata modelnya semua ya kayak @Mahmud kalau tidak sesuai dengan Juklak-nya dijawab ERROR, tidak ada ilmiahnya kalau kualitas Copy Paste.
    4. @Mahmud demen diskusi dengan @HMMH karena sesuai dengan harapan/keinginannya yakni melulu ttg tafsir Qur’an, sehingga semua dianggab ERROR (mungkin, takut jawab).
    5. Logikanya, kalau tafsir Qur’an versi Ahmadiyah yang dianggab benar berarti sejak Muhammad SAW meninggal hingga MGA didaulat jadi nabi (oleh Ahmadiyah) adalah sesat. Weleh…… weleh…..

    Di akhir pernyataan @Mahmud berkata :

    1. Nabi Isa ibnu Maryam as ialah Al Masihnya Nabi Musa as, keduanya diutus kepada Bani Israil. Meskipun Allah memberikan Injil kepada Nabi Isa as, tetapi syari’at yang dilaksanakan Nabi Isa as adalah syari’at Taurat yang diberikan Allah kepada Nabi Musa as.
    2. HMGA as ialah perumpamaan Ibnu Maryam atau Al Masihnya Nabi Muhammad saw, keduanya diutus kepada segenap manusia di dunia. Allah tidak memberikan kitab suci apapun kepada HMGA as, tetapi syari’at yang dilaksanakan HMGA as adalah syari’at Al Quran yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad saw.

    Komentar saya :

    1. Walaupun Nabi Isa ibnu Maryam as membawa Injil sebagai risalahnya dan dinilai sebagai Syariat Taurat, faktanya nilai-nilai Taurat tetap diakui punya nilai Islami oleh “Seorang Nabi” yakni, Muhammad SAW. Mana ada Hadits atau Qur’an menyelisihi keberadaan Taurat ?
    2. Kalau MGA as diperumpamakan sbg Ibnu Maryam atau Al Masihnya Nabi Muhammad saw, yang “Tidak Punya” kitab suci tapi “Punya” wahyu suci, yang dianggab “Seorang Nabi” hanya oleh “Orang-orang” Ahmadi. Mana lebih berbobot Isa atau MGA ? dan mana ada Wahyu Tuhan kok tidak ada unsur syariatnya, apa dasar hukumnya ?
    Ooooooooo……. iya-iyaa ada syariatnya, tapi khusus untuk Ahmadiyah, namanya Tadzkirah barangkali. Hm hm hm….

    Mas…. Mas, opo sampeyan dan saya yo percaya dg Ahmadiyah ? ha ha ha ha …………

  6. Mahmud berkata

    KETETAPAN ALLAH TERHADAP HMGA:
    Allah telah mengutus HMGA sebagai Khalifah-Nya di bumi (An-Nur 24:55 & HR Ibnu Majah), Imam Mahdi (Al Jumu’ah 62:4 & HR Sahih Bukhari) & Masih Mau’ud (Az-Zukhruf 43:57 & HR Musnad Ahmad bin Hambal) untuk mendirikan Jemaat Muslimin Ahmadiyah dengan petunjuk dan bimbingan wahyu-Nya.

    BUKTI NYATA DUKUNGAN ALLAH KEPADA HMGA DAN JEMAAT MUSLIMIN AHMADIYAH.
    Meskipun terus-menerus diperolok-olokkan oleh para penentang, namun pertolongan Allah telah datang dan Kemenangan Islam telah Dia anugerahkan kepada Rasul-Nya saw. Kita melihat ratusan juta manusia dari berbagai suku bangsa di 202 negara, di lima benua di seluruh pelosok dunia berbondong- bondong masuk agama Allah/Islam (An-Nashr 110:1-2), baiat kepada-Nya ditangan Khalifah-Nya (Al Fath 48:10) dan bergabung ke dalam Jemaat Muslimin Ahmadiyah. Sejak dibuatnya thread ini, jumlah negara dimana ada Jemaat Muslimin Ahmadiyah terus bertambah dari mulai 198 hingga sekarang telah mencapai 202 negara.

  7. dedi berkata

    Masnunk berkata
    17/02/2013 pada 06:48

    @Dedi
    1. Ahmadiyah selalu bersikukuh menafsirkan ayat Qur’an tentang tanda-tanda kedatangan nabi sebab muaranya mengarah kepada MGA dengan tetap menganggap dirinya Islam dan dg ke-nabi-an MGA, maka MGA merasa punya hak prerogatif menafsir Qur’an sesuai maunya sendiri.

    ==> Betul itu Pak.., kelihatan kok hanya Al Quran versi mereka saja yang diajukan, sedangkan versi muslim disisihkan, atau mungkin ditolaknya.

    2. Walaupun, Mirza Ghulam Ahmad as dari Qadian India didaulat sebagai Khalifah, Imam Mahdi & Masih Mau’ud (oleh pengikutnya) tapi fakta yang tidak bisa terbantahkan bahwa MGA tidak meninggalkan perubahan yang berarti bagi kehidupan baik di masa Kolonial Inggris di India maupun dimasa sekarang. Jabatannya saja yang BESAR, tapi isinya ?

    ==> Sampai sekarang pun kenabian menurut Qadyani terus berlangsung, malah mereka menolak nabi-nabi yang baru itu, hmm….

    3. Fakta lain yang tidak terbantahkan, di blok ini mana ada ? Ahmadiyah bisa / berani menjelaskan : apa itu Ahmadiyah, siapa MGA, apa kelebihan Ahmadiyah jika dibanding dg pemahaman umat Muslim mayoritas (mungkin, takut kelihatannya aslinya). Coba check di blok ini, rata-rata modelnya semua ya kayak @Mahmud kalau tidak sesuai dengan Juklak-nya dijawab ERROR, tidak ada ilmiahnya kalau kualitas Copy Paste.

    ==> Sumber-sumber aslinya pun mereka ogah membahas, karena memang sudah diedit disembunyikan. Saya sudah baca banyak yang versi Pakistan, ternyata mereka membantah karena memang seperti itu SOP/juklak-nya..

    4. @Mahmud demen diskusi dengan @HMMH karena sesuai dengan harapan/keinginannya yakni melulu ttg tafsir Qur’an, sehingga semua dianggab ERROR (mungkin, takut jawab).
    5. Logikanya, kalau tafsir Qur’an versi Ahmadiyah yang dianggab benar berarti sejak Muhammad SAW meninggal hingga MGA didaulat jadi nabi (oleh Ahmadiyah) adalah sesat. Weleh…… weleh…..

    ==> Bahkan wahyu-wahyu MGA-nya pun disembunyikan, karena takut bahwa Nabi SAW pernah mewasiatkan bahwa untuk tidak berpegang selain Hadist Nabi SAW serta Al Quran…

    Matur nuwun Mas….

  8. dedi berkata

    BUKTI NYATA BIMBINGAN ALLAH KEPADA MANTAN JEMAAT AHMADIYAH QADYANI.

    Senin, 11 April 2011

    Hidayatullah.com–Tiga jemaah Ahmadiyah warga Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tobat dan menyatakan kembali pada ajaran Islam yang benar.

    Tiga jemaah Ahmadiyah yakni Atang (35) Doni (35) dan Siska (18) menyatakan tobat di masjid Al-Barokah desa setempat, Minggu. Mereka didampingi ulama dan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) cabang Tasikmalaya disaksikan masyarakat dan para tokoh agama setempat.

    “Adanya jemaah Ahmadiyah yang bertobat merupakan kerjasama MUI, tokoh masyarakat dan pemerintah daerah yang semua sepakat, paham, bahwa Ahamdiyah itu adalah aliran sesat,” kata Ketua Tanfidjiyah DPC FPI Tasikmalaya, Acep Sofyan Acep.

    Desa Tenjowaringin, menurut Acep merupakan daerah dengan penganut ajaran Ahmadiyah yang cukup banyak.

    Prosesi pertobatan jemaah Ahmadiyah di Tasikmalaya, kata Acep, sudah kesekian kalinya berlangsung, bahkan direncanakan lima orang Ahmadiyah warga Tenjowaringin akan menyatakan diri tobat, Rabu (13/4).

    Mantan jemaah Ahmadiyah, kata Acep akan dilakukan bimbingan atau pembinaan kerohanian tentang dasar-dasar agama Islam agar tidak kembali pada ajaran yang menyesatkan. “Pembinaannya rutin dilakukan dengan pembahasan aqidah,” kata Acep.*

    Wallahualam,

  9. Mahmud berkata

    KETETAPAN ALLAH TERHADAP HMGA:
    Allah telah mengutus HMGA sebagai Khalifah-Nya di bumi (An-Nur 24:55 & HR Ibnu Majah), Imam Mahdi (Al Jumu’ah 62:4 & HR Sahih Bukhari) & Masih Mau’ud (Az-Zukhruf 43:57 & HR Musnad Ahmad bin Hambal) dan Dia memerintahkan HMGA (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau’ud) as mendirikan Jemaat Muslimin Ahmadiyah dengan petunjuk, pengawasan dan bimbingan wahyu Allah untuk Dakwah Islam ke seluruh pelosok dunia agar Dia memenangkan Islam di atas agama-agama lain.

    BUKTI NYATA DUKUNGAN ALLAH KEPADA HMGA DAN JEMAAT MUSLIMIN AHMADIYAH.
    Meskipun terus-menerus diperolok-olokkan oleh para penentang, namun pertolongan Allah telah datang dan Kemenangan Islam telah Dia anugerahkan kepada Rasul-Nya saw. Kita melihat ratusan juta manusia dari berbagai suku bangsa di 202 negara, di lima benua di seluruh pelosok dunia berbondong- bondong masuk agama Allah/Islam (An-Nashr 110:1-2), baiat kepada-Nya ditangan Khalifah-Nya (Al Fath 48:10) dan bergabung ke dalam Jemaat Muslimin Ahmadiyah. Sejak dibuatnya thread ini, jumlah negara dimana ada Jemaat Muslimin Ahmadiyah terus bertambah dari mulai 198 hingga sekarang telah mencapai 202 negara.

  10. dedi berkata

    PR buat pengikut Qadyani…
    dari;
    http://cultgirlconfessions.blogspot.com/2012/03/omg-ahmadis-new-prophet-alert.html

    I have a huge treat for you Ahmadis! I would like to introduce you to Zahid Ali Khan, a new claimant of Prophethood and he is after YOUR support, and your support specifically! Ahmadis please meet your potential new Prophet, who claims to have met Mirza Ghulam Qadiani! I hope you will all consider accepting him, as you have previously accepted Mirza Ghulam Qadiani! You accept Mirza Ghulam Qadiani on his say so because let’s face it, all his prophecies failed; and he doesn’t live up to anything the Quran relates about the Mahdi and Messiah, so you will have no problem accepting Zahid Ali Khan!! …………………….

    Here is Prophet/Messiah Zahid Ali Khan:

    http://www.dailymotion.com/video/xp9xl5_a-new-claimant-of-prophethood-zahid-khan-denouncing-ahmadiyya-cult_lifestyle

  11. Mahmud berkata

    Di dalam Al Qur’anul Karim, Allah Yang Mahakuasa, Mahabijaksana & Mahamengetahui berfirman:

    Dan sekiranya ia mengada-adakan atas nama Kami sebagian perkataan; Niscaya Kami akan menangkapnya dengan tangan kanan; Kemudian tentulah Kami memotong urat nadinya; Dan tiada seorangpun di antaramu dapat mencegah darinya. (Al Haqqah 69:44-47).

    Mari kita saksikan, bagaimana nasib orang yang mendakwakan diri sebagai Nabi setelah Nabi Muhammad saw. Apakah dia akan tetap hidup sendiri tanpa pengikut dan mati sebelum pendakwaan kenabiannya mencapai 23 tahun?

    Atau akan seperti HMGA (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau’ud) as yang hidup lebih dari 70 tahun dan mendirikan Jemaat Muslimin Ahmadiyah. Meskipun terus-menerus diperolok-olokkan oleh para penentang, namun pertolongan Allah telah datang dan Kemenangan Islam telah Dia anugerahkan kepada Rasul-Nya saw. Kita melihat ratusan juta manusia dari berbagai suku bangsa di 202 negara, di lima benua di seluruh pelosok dunia berbondong- bondong masuk agama Islam (An-Nashr 110:1-2), bai’at kepada Allah ditangan Khalifah-Nya (Al Fath 48:10) bergabung ke dalam Jemaat Muslimin Ahmadiyah.

  12. mahesa berkata

    - Apakah Bentuk Organisasi Ahmadiyah? (Apakah Parpol, Ormas Keagamaan, atau LSM)
    jawabannya: ormas keagamaan.

    - Di Negara Mana saja Organisasi Ahmadiyah di Akui didunia ini?
    jawabannya : diakui oleh seluruh pengikut aliran ahmadiyah di hampir seluruh negara di dunia. juga diakui oleh negara2 yang mengedepankan Hak asasi setiap orang untuk beribadah sesuai dengan keyakinannya.

    - Apakah sebagai Organisasi, Ahamdiyah mempunyai AD ART yang tidak melanggar undang-undang RI?
    jawabannya: jemaat Ahmadiyah berbadan hukum resmi dari sejak th.1953. kalau AD ART nya melanggar, pasti sudah dibubarkan donk.

    - Apakah Sebagai Organisasi Ahmadiyah punya manfaat terhadap golongan di Luar Organisasi Ahmadiyah?
    jawabannya :
    1. Ahmadiyah senantiasa menawarkan kerjasama dengan organisasi lain dalam bidang sosial, misalnya pengobatan massal. dalam bidang pendidikan, misalnya dengan mengadakan seminar2. Di Indonesia, yang paling sering mengadakan kerjasama dengan Ahmadiyah adalah Nahdatul Ulama.
    2. Secara historis, Ahmadiyah berperan aktif dalam usaha meraih kemerdekaan RI. Wr. Soepratman pencipta lagu Indonesia Raya adalah seorang Ahmadi. Arip Rahman Hakim, pahlawan Ampera adalah seorang ahmadi. dsb.
    3. dan lain-lain.

    - Apakah Bentuk Organisasi sudah sesuai dengan praktek prilaku Ahmadiyah selama ini?
    Jawabannya: sebagai Ormas, pengikut Ahmadiyah selalu mengikuti aturan organisasi dengan mengedepankan Slogan “Love for All Hatred for None”, cinta untuk semua dan tiada kebencian terhadap siapapun.

    - Lalu Siapa yang menfsirkan ucapan MGA diatas tentang Kafir?
    jawabannya: mohon diperjelas lagi pertanyaannya..

    - MGA Menerima Wahyu dari Siapa?
    Jawabannya: Dari Alloh. catatan: wahyu yang diterima Hz. Mirza Ghulam Ahmad merupakan wahyu yang tidak mengandung syariat.

    - Dari siapakah wahyu yg diterima oleh nabi-nabi baru Ahmadiyah?
    jawabannya: hanya Hz Mirza Ghulam Ahmad lah seorang yang mendakwakan diri sebagai Almasih. wahyu dari Alloh SWT.

    - Jika dalam Islam Malaikat Jibril sebagai perantara penyampai Wahyu itu sdh jelas dan Nash nya pun tidak ada yang bertentangan, Kalau MGA dan Nabi-nabi baru dr Ahmadiyah malaikatnya siapa yang sbg penyampai?
    jawabannya: seperti halnya terhadap semua nabi semenjak Nabi Adam yang turun ke dunia ini, malaikat Jibril lah sang penyampai wahyu. Ahmadiyah tidak mengakui adanya Nabi2 baru. Hanyalah Hz Mirza Ghulam Ahmad lah yang mendakwakan sebagai Nabi pengikut ajaran Rasululloh SAW. sebagaimana yang telah dikabarkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW tentang kedatangan Isa Almasih di akhir Zaman. Ahmadiyah meyakini bahwa saat ini telah jelas sempurna tanda2 akhir Zaman seperti yang dikabarkan oleh Alquran dan Hadits.

    - Apakah ada Malaikat baru lagi?
    jawabannya: tidak ada

    - Sebagai Ormas keagamaan (yang dinyatakan sesat oleh seluruh Ulama Ahlis Sunnah Wal Jama’ah) AD ART (Tadzkirah) Ahmadiyah berapa kali mengalami perubahan? karena setiap pengganti Nabi dalam ahmadiyah juga menerima Wahyu.
    jawabannya: AD ART Ahmadiyah bukan Tadzkirah. Tadzkirah merupakan kumpulan wahyu2, yang bersifat non-syariat, yang diterima Hz Mirza Ghulam Ahmad. Dulu juga pada Zaman para sahabat Nabi SAw, ada yang namanya “Hadits Qudsi”. Hadits Qudsi adalah Wahyu Alloh SWT yang turun kepada para Sahabat Nabi Muhammad SAW, tentunya Hadits Qudsi tidak mengandung syariat. Alloh berifat Kalam, Maha Berbicara kepada hamba2 yang Dia Inginkan.

    - Apakah Mirza GA juga Isro Mi’Raj ?
    jawabannya: yang mengalami Isro dan Mi’raj setahu saya adalah hanya Baginda Nabi Muhammad SAW.

    - Lebih Mulia Mana NABI SAW dengan mga?
    Jawabannya: yang lebih Mulia tentunya Nabi Muhammad SAW sebagai Khatamun Nabiyiin. sebagaimana dalam bukunya, Hz. Mirza Ghulam Ahmad pernah mengatakan bahwa beliau hanyalah seorang yang lebih hina jika dibandingkan dengan debu yang menempel pada sepatu Rasululloh SAW.

  13. mahesa berkata

    @Dedi
    Ahmadiyah hanya meyakini kedatangan seorang saja di Akhir Zaman ini. kedatangan Almasih yang telah dijanjikan turun ke dunia berdasarkan Alquran dan banyak Sabda Nabi Muhammad SAW.

  14. mahesa berkata

    Rasululloh SAW turun ke muka bumi untuk menyempurnakan akhlak. kita lihat di dunia sekarang, terjadi kekacauan hampir di seluruh negeri yang mengatasnamakan negara muslim. peranan akhlak bisa dilihat dari sejarah Nabi Saw dengan negara Madani-nya. pemerintahan yang sarat dengan toleransi yang tinggi. Fakta yang terjadi saat ini adalah banyak negara2 muslim yang tidak mengindahkan Toleransi yang diajarkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. konflik sara akibat ego kelompok agama atau sekte yang menyalahkan kelompok lain. contoh: Sunni v.s Syiah. Ahmadiyah tampil dengan menablighkan suara Islam yang Damai ke seluruh pelosok dunia, seperti yang diajarkan oleh Rasululloh SAW. Seperti yang dikatakan dalam Hadits, Matahari akan terbit dari Barat, hal ini bisa kita lihat berdasarkan fakta bahwa banyak sekali orang barat berbondong2 masuk ke dalam islam. tentunya mereka dengan senang hati masuk islam, tanpa harus dipaksa, sebagaimana Firman Alloh “Laa ikra hafiddiin”. Inilah seharusnya yang menjadi tugas Suci kita sebagai umat Muhammad SAW. sebarkanlah pesan suci Islam sebagai rahmat bagi sekalian Alam. hentikan segala bentuk pertikaian yang justru malah menjadikan kita terlena, menjauh dari Rahim Alloh SWT karena kita lalai dalam melaksanakan tugas kita semestinya. Love For All Hatred For None..

  15. mahesa berkata

    salah satu tugas Almasih yang datang di akhir zaman adalah mematahkan salib “keyakinan umat kristen” tentang masih hidupnya Isa di langit. Keyakinan mengenai wafatnya Nabi Isa berdasarkan dalil2 Alquran dan sabda Nabi Muhammad SAW pada zaman ini terkuak dan mengemuka. memang saat inilah merupakan zaman-nya Almasih yang dijanjikan kedatangannya. tidak hanya ahmadiyah, ulama-ulama masa sekarang (bukan Ahmadi) mengatakan bahwa Nabi Isa a.s telah wafat, seperti :
    1. Muhammad Abduh, ulama Mesir di dalam kitab tafsirnya.
    2. Rasyid Ridha (murid Muh. Abduh) yang mengumpulkan tafsir Muhammad Abduh (Editor Risalah Almanar).
    3. Dr. Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul).

  16. dedi berkata

    mahesa berkata
    18/02/2013 pada 02:40
    @Dedi
    Ahmadiyah hanya meyakini kedatangan seorang saja di Akhir Zaman ini. kedatangan Almasih yang telah dijanjikan turun ke dunia berdasarkan Alquran dan banyak Sabda Nabi Muhammad SAW.

    ==> Memang begitu lah keyakinan Saudara, walau berkeyakinan cuman satu nabi MGA, tapi dampak dari keyakinan bahwa ada nabi-nabi sesudah Nabi Muhammad SAW, makanya beberapa pengikut Qadyani bisa/boleh mendakwakan diri nabi.

    Imam Mahdi dan Al masih yang saudara yakini, MGA, sekarang telah tiada, harapan mengembangkan ajaran pun terpecah dengan adanya aliran Lahore. Sedangkan Ummat Islam baik yang dahulu (pra MGA), kini dan nanti (Insya Allah) akan tetap berkeyakinan bahwa Nabi SAW adalah nabi penutup. Beberapa orang Nasrani pun berkeyakinan Ajaran Qadyani adalah bukan bagian dari Islam, sebagaimana keyakinan kami.

    Masalah Nabi Isa sudah wafat atau belum, bukan keyakinan pokok Islam, juga kedatangan Imam Mahdi dan Al Masih belum disimpulkan keberadaannya oleh para ulama dahulu dan kini.

    Tinggal lah ajaran Qadyan yang sudah menetapkan MGA itu orangnya, walau kenyataannya malah Islam lah yang berkembang, bukan ajaran Qadyani. Dan saya 100% yakin bahwa saudara mengetahui dan mengimani akan wahyu MGA yang menyatakan dia adalah nabi dan rasul, sehingga merubah tafsir Al Quran dan hadist Nabi SAW yang berkenaan dengan itu.

    Wallahualam,

  17. Masnunk berkata

    @Mahesa
    Dalam posting anda dinyatakan bahwa NU bekerja sama dg Ahmadiyah, saya yakin kerja sama yang dimaksud berada diluar akidah dan ukhuwah Islamiyah sebab beberapa Ulama NU sendiri berpendapat bahwa Ahmadiyah bukan Islam.

    Kalau merujuk beberapa postingan anda juga, seolah-olah Ahmadiyah tdk ada yang berbeda dg Islam pada umumnya, hanya saja saya sering bertanya dg Ahmadiyah justru hampir semua tidak mau / tidak bisa menjawab.
    Berkaitan dengan hal tsb diatas, kalau boleh saya mau tanya dan mudah-mudahan dijawab, begini pertanyaannya “sebagai pengikut MGA tahukah anda dari sisi manakah Ahmadiyah dianggap sesat oleh Muslim mayoritas ?”

  18. HMMH berkata

    Intinya, kedatangan AL-MASIH yang sebenarnya, yakni Isa Al-Masih Ibnu Maryam di akhir jaman kelak, dianggap menjadi :

    PERTANDA BURUK
    Bagi mereka yang meyakini AL-MASIH lain selain Isa Al-Masih Ibnu Maryam, karena akan menggugurkan AL-MASIH keyakinan mereka.

    PERTANDA BAIK
    Bagi mereka yang meyakini AL-MASIH yang akan datang kelak adalah Isa Al-Masih Ibnu Maryam, bukan Ibnu-2 lainnya yang tidak tertulis di Al-Quran.
    Bagi mereka yang akhirnya menyadari kekeliruannya dan bersedia mengikuti apa yang diseru Isa Al-Masih Ibnu Maryam.

    Makanya, ketika diberikan pertanyaan, Nabi Isa AS DIUTUS UNTUK SIAPA ?

    Jawabannya ngalor ngidul, dihubung-2kan kesana- kesini biar pas menuju MGA dari India yang sama sekali tak tertulis baik namanya maupun asal-usulnya di semua kitab suci.

    Yang jelas :

    NABI ISA AS DIUTUS OLEH ALLAH SWT UNTUK MENYAMPAIKAN KITAB SUCI INJIL KEPADA KAUM BANI ISRAIL (NASRANI), BUKAN UMATSILAM SEBAGAI PENGIKUT NABI MUHAMMAD SAW.

    BAHKAN DI AKHIR JAMAN DIISYARATKAN PULA KALAU NABI ISA AS AKAN MENGAJAK PARA PENGIKUTNYA UNTUK MELAKSANAKAN APA YANG DIAJARKAN OLEH NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI NABI AKHIR JAMAN, YANG DITANDAI DENGAN SHOLATNYA NABI ISA AS SEBAGAI MAKMUM SHOLAT KAUM MUSLIMIN DI SEBUAH MASJID DI TIMUR.

    Walahualam.

  19. Arek Jombang berkata

    @Mahesa
    - Apakah Bentuk Organisasi Ahmadiyah? (Apakah Parpol, Ormas Keagamaan, atau LSM)
    jawabannya: ormas keagamaan. (ORMAS KEAGAMAAN YG PUNYA KITAB SUCI)

    - Di Negara Mana saja Organisasi Ahmadiyah di Akui didunia ini?
    jawabannya : diakui oleh seluruh pengikut aliran ahmadiyah di hampir seluruh negara di dunia. juga diakui oleh negara2 yang mengedepankan Hak asasi setiap orang untuk beribadah sesuai dengan keyakinannya. (PERTANYAAN SAYA BUKAN DIAKUI OLEH PENGIKUT AHMADIYA, TAPI OLEH NEGARA-NEGARA MANA SAJA? JANGAN MENYIMPANGKAN PERTANYAAN SAYA… UMMAT ISLAM JUGA PUNYA HAK AZAZI BHW AGAMANYA TIDAK MAU DISIMPANGKAN, JANGAN MEMINTA HAK AZAZI DIPENUHI DNG MELANGGAR HAK AZAZI ORANG LAIN)

    - Apakah sebagai Organisasi, Ahamdiyah mempunyai AD ART yang tidak melanggar undang-undang RI?
    jawabannya: jemaat Ahmadiyah berbadan hukum resmi dari sejak th.1953. kalau AD ART nya melanggar, pasti sudah dibubarkan donk. (BUKTI AD ART MELANGGAR DENGAN SKB BERSAMA 3 MENTERI RI, JANGAN PURA-PURA BLOON)

    - Apakah Sebagai Organisasi Ahmadiyah punya manfaat terhadap golongan di Luar Organisasi Ahmadiyah?
    jawabannya :
    1. Ahmadiyah senantiasa menawarkan kerjasama dengan organisasi lain dalam bidang sosial, misalnya pengobatan massal. dalam bidang pendidikan, misalnya dengan mengadakan seminar2. Di Indonesia, yang paling sering mengadakan kerjasama dengan Ahmadiyah adalah Nahdatul Ulama. (KERJASAMA DNG NU BUKAN BERARTI BHW NU MENGAKUI AHMADIYAH ITU ISLAM, BAHKAN DNG KRISTEN, BUDHA, HINDU PUN NU BEKERJASAMA)
    2. Secara historis, Ahmadiyah berperan aktif dalam usaha meraih kemerdekaan RI. Wr. Soepratman pencipta lagu Indonesia Raya adalah seorang Ahmadi. Arip Rahman Hakim, pahlawan Ampera adalah seorang ahmadi. dsb. (BUKTINYA APA, KALAU CUMA NGAKU2, SEMUA ORANG BISA MENGATAKAN, BAHKAN SAYA BISA MENGATAKAN PAUS PAULUS MASUK ISLAM SEBELUM WAFAT CUMAN DITUTUP OLEH VATIKAN)
    3. dan lain-lain. (DLL)

    - Apakah Bentuk Organisasi sudah sesuai dengan praktek prilaku Ahmadiyah selama ini?
    Jawabannya: sebagai Ormas, pengikut Ahmadiyah selalu mengikuti aturan organisasi dengan mengedepankan Slogan “Love for All Hatred for None”, cinta untuk semua dan tiada kebencian terhadap siapapun. (JANGAN PURA-PURA BLOON, AHMADIYAH SELALU JADI PROVOKATOR KEKACAUAN BUKTI OTENTIKNYA SKB 3 MENTERI YG SAMPAI SAAT INI MASIH BERLAKU)

    - Lalu Siapa yang menfsirkan ucapan MGA diatas tentang Kafir?
    jawabannya: mohon diperjelas lagi pertanyaannya.. (KALAU KURANG JELAS TANYA DENGAN MAHMUD DIA SEORANG AHMADIYAH)

    - MGA Menerima Wahyu dari Siapa?
    Jawabannya: Dari Alloh. catatan: wahyu yang diterima Hz. Mirza Ghulam Ahmad merupakan wahyu yang tidak mengandung syariat. ( KALAU BUKAN SYARIAT APA WAHYU YG DITERIMA MGA?
    APA PENGERTIAN SYARIAT MENURUT AHMADIYAH?
    APAKAH SELAIN SYARIAT, AJARAN NABI SAW TIDAK SEMPURNA?
    SEHINGGA ALLAH SWT PERLU MENGUTUS NABI BARU UNT MENYEMPURNAKAN? )

    - Dari siapakah wahyu yg diterima oleh nabi-nabi baru Ahmadiyah?
    jawabannya: hanya Hz Mirza Ghulam Ahmad lah seorang yang mendakwakan diri sebagai Almasih. wahyu dari Alloh SWT. (PENGGANTI MGA APAKAH JUGA MENERIMA WAHYU? ATAU CUMA MENAFSIRKAN WAHYU MGA?
    KALAU PENGGANTI MGA MENERIMA WAHYU JUGA, SUDAH BERAPA KALI TADZKIROH BERUBAH? )

    - Jika dalam Islam Malaikat Jibril sebagai perantara penyampai Wahyu itu sdh jelas dan Nash nya pun tidak ada yang bertentangan, Kalau MGA dan Nabi-nabi baru dr Ahmadiyah malaikatnya siapa yang sbg penyampai?
    jawabannya: seperti halnya terhadap semua nabi semenjak Nabi Adam yang turun ke dunia ini, malaikat Jibril lah sang penyampai wahyu. Ahmadiyah tidak mengakui adanya Nabi2 baru. Hanyalah Hz Mirza Ghulam Ahmad lah yang mendakwakan sebagai Nabi pengikut ajaran Rasululloh SAW. sebagaimana yang telah dikabarkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW tentang kedatangan Isa Almasih di akhir Zaman. Ahmadiyah meyakini bahwa saat ini telah jelas sempurna tanda2 akhir Zaman seperti yang dikabarkan oleh Alquran dan Hadits.
    (KATA SIAPA MGA ATAU SUMBERNYA DARI MANA BERITA YG MENGATAKAN BHW NABI SAW MENGABARKAN AKAN DATANG NABI BARU? SIAPAKAH YG MENFSIRKAN UCAPAN NABI SAW TERSEBUT? SEBAB BANYAK ORANG YANG MENAFSIRKAN UCAPAN NABI SAW ATAS BERITA DARI SETAN SEPERTI: MADI DI DAERAH GOA SULAWESI THN 2008, JAHEMAN DI SAUDI ARABIA THN 1980, MUSAILAMMAH AL KADDZAB, DLL)

    - Apakah ada Malaikat baru lagi?
    jawabannya: tidak ada

    - Sebagai Ormas keagamaan (yang dinyatakan sesat oleh seluruh Ulama Ahlis Sunnah Wal Jama’ah) AD ART (Tadzkirah) Ahmadiyah berapa kali mengalami perubahan? karena setiap pengganti Nabi dalam ahmadiyah juga menerima Wahyu.
    jawabannya: AD ART Ahmadiyah bukan Tadzkirah. Tadzkirah merupakan kumpulan wahyu2, yang bersifat non-syariat, yang diterima Hz Mirza Ghulam Ahmad. Dulu juga pada Zaman para sahabat Nabi SAw, ada yang namanya “Hadits Qudsi”. Hadits Qudsi adalah Wahyu Alloh SWT yang turun kepada para Sahabat Nabi Muhammad SAW, tentunya Hadits Qudsi tidak mengandung syariat. Alloh berifat Kalam, Maha Berbicara kepada hamba2 yang Dia Inginkan. (APAKAH HADIST QUDSI DITERIMA SAHABAT LANGSUNG DR ALLAH SWT TANPA MELALUI NABI SAW ?
    SUDAH BERAPA KALI TADZKIROH MENGALAMI TAMBAHAN ATAU PERUBAHAN?)

    - Apakah Mirza GA juga Isro Mi’Raj ?
    jawabannya: yang mengalami Isro dan Mi’raj setahu saya adalah hanya Baginda Nabi Muhammad SAW.

    - Lebih Mulia Mana NABI SAW dengan mga?
    Jawabannya: yang lebih Mulia tentunya Nabi Muhammad SAW sebagai Khatamun Nabiyiin. sebagaimana dalam bukunya, Hz. Mirza Ghulam Ahmad pernah mengatakan bahwa
    beliau hanyalah seorang yang lebih hina jika dibandingkan dengan debu yang menempel pada sepatu Rasululloh SAW.
    (LEBIH MULIA MANA MGA DNG NABI ISA AS? LEBIH MULIA MANA MGA DNG KHULAFAUR ROSYIDIN?)
    APAKAH ANDA PERNAH MENDENGAR HADIST NABI SAW: “AKU GUDANG NYA ILMU DAN ALI ADALAH PINTUNYA”?
    APAKAH ANDA PERNAH MENDENGAR HADIST NABI SAW: ” AKU DAN ALI BAGAIKAN HARUN DENGAN MUSA”?

    ====> SUDAHILAH CELAAN-CELAAN THD ISLAM DAN NABI SAW, MUMPUNG INI BULAN KELAHIRAN NABI SAW, MOMENT YG PAS UNT ANDA BERTOBAT NASUHA….
    JANGAN DENGAN PURA-PURA BERBAHASA HALUS DAN SOPAN TAPI DIDASARI OLEH TIPU DAYA SETAN, SESUNGGUHNYA PERBUATAN PALING KEJI ADALAH PERBUATAN
    YANG MEMPUNYAI EFEK MULTI SEPERTI APA YANG AHMADIYAH LAKUKAN, SESUNGGUHNYA ORANG YANG JADI SEBAB TIMBULNYA FITNAH ADALAH LEBIH KEJAM DARI SETAN ITU SENDIRI.

    Masih ada beberapa pertanyaan-pertanyaan yg belum terjawab

  20. dedi berkata

    mahesa berkata
    18/02/2013 pada 02:30
    - Lebih Mulia Mana NABI SAW dengan mga?
    Jawabannya: yang lebih Mulia tentunya Nabi Muhammad SAW sebagai Khatamun Nabiyiin. sebagaimana dalam bukunya, Hz. Mirza Ghulam Ahmad pernah mengatakan bahwa beliau hanyalah seorang yang lebih hina jika dibandingkan dengan debu yang menempel pada sepatu Rasululloh SAW.

    ==> Menurut Saudara mahesa, apakah ada sumber wahyu lain yang menyatakan MGA adalah setara dengan nabi-nabi lainnya? Ataukah saudara hanya mengambil dari wahyu yang sudah diedit?

    Wallahualam,

  21. Mahmud berkata

    HMMH berkata

    18/02/2013 pada 15:35
    Intinya, kedatangan AL-MASIH yang sebenarnya, yakni Isa Al-Masih Ibnu Maryam di akhir jaman kelak, dianggap menjadi :

    PERTANDA BURUK
    Bagi mereka yang meyakini AL-MASIH lain selain Isa Al-Masih Ibnu Maryam, karena akan menggugurkan AL-MASIH keyakinan mereka.

    PERTANDA BAIK
    Bagi mereka yang meyakini AL-MASIH yang akan datang kelak adalah Isa Al-Masih Ibnu Maryam, bukan Ibnu-2 lainnya yang tidak tertulis di Al-Quran.
    Bagi mereka yang akhirnya menyadari kekeliruannya dan bersedia mengikuti apa yang diseru Isa Al-Masih Ibnu Maryam.

    ===>> Seorang muslim sejati pasti akan menyandarkan keyakinannya pada Al Quran dan Hadits sebagai pedoman utamanya. Karena Al Quran dan Hadits mengisyaratkan bahwa Isa Al Masih Ibnu Maryam as sudah wafat dan Al Masih yang dijanjikan akan datang itu adalah perumpamaan Ibnu Maryam, maka hal ini merupakan pertanda buruk bagi mereka yang meyakini Nabi Isa as masih hidup.

    Sebagai tambahan, kata “almarhum” adalah ucapan salam atau doa bagi manusia tercinta yang sudah wafat, sedangkan kata “as” (alaihi salam) adalah ucapan salam atau doa bagi seorang Nabi Allah yang sudah wafat. Jadi, jika Nabi Isa Al Masih Ibnu Maryam as masih hidup, kita tidak akan menambahkan kata “as” dibelakang nama beliau as.

    HMMH berkata:
    Makanya, ketika diberikan pertanyaan, Nabi Isa AS DIUTUS UNTUK SIAPA ?

    Jawabannya ngalor ngidul, dihubung-2kan kesana- kesini biar pas menuju MGA dari India yang sama sekali tak tertulis baik namanya maupun asal-usulnya di semua kitab suci.

    Yang jelas :

    NABI ISA AS DIUTUS OLEH ALLAH SWT UNTUK MENYAMPAIKAN KITAB SUCI INJIL KEPADA KAUM BANI ISRAIL (NASRANI), BUKAN UMATSILAM SEBAGAI PENGIKUT NABI MUHAMMAD SAW.

    BAHKAN DI AKHIR JAMAN DIISYARATKAN PULA KALAU NABI ISA AS AKAN MENGAJAK PARA PENGIKUTNYA UNTUK MELAKSANAKAN APA YANG DIAJARKAN OLEH NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI NABI AKHIR JAMAN, YANG DITANDAI DENGAN SHOLATNYA NABI ISA AS SEBAGAI MAKMUM SHOLAT KAUM MUSLIMIN DI SEBUAH MASJID DI TIMUR.

    ==>> Allah Yang Maha Mengetahui, di dalam Al Quran, menjawab keraguan HMMH:
    Dan (ingatlah) ketika Isa Ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, menggenapi kitab yang turun sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya AHMAD” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. (Ash-Shaf 61:6).

    Ayat tersebut mengisyaratkan kepada umat Islam bahwa:
    1. Nabi Isa Ibnu Maryam as diutus Allah kepada Bani Israil (Yahudi & Nasrani) menggenapi Kitab Taurat.
    2. Nabi Isa Ibnu Maryam as membawa khabar gembira tentang seorang rasul yang akan datang sesudahku (maksudnya setelah NABI ISA as WAFAT), namanya AHMAD.

    Kenapa Al Quran menyebut Rasul yang akan datang itu namanya AHMAD, bukan MUHAMMAD? Kita lihat di dalam Al Quran, berapa kali nama MUHAMMAD disebutkan, bahkan ada satu surah yang diberi-Nya nama MUHAMMAD, yakni surah nomor 47. Tetapi, kenapa dalam Ash-Shaf 61:6 ini, Allah secara khusus menyebutkan bahwa Rasul itu namanya AHMAD.

    Bagi mereka yang mau berfikir, tentu akan memahami bahwa hal ini terkait dengan Surah Al Jumu’ah 62:2 yang mengisyaratkan tentang dibangkitkan-Nya seorang Rasul dari Kaum Ummiyyin (Arab), yakni Nabi Muhammad saw. Sedangkan, ayat selanjutnya, yaitu Al Jumu’ah 62:3 mengisyaratkan tentang dibangkitkan-Nya seorang Rasul lain dari kaum Aakhorin, yang menurut Nabi saw, kaum Aakhorin itu BUKAN ARAB, yakni kaum Salman Al Farisi ra (HR Sahih Bukhari, Kitab Tafsir). Ternyata dari kaum Salman Al Farisi ra, Allah mengutus Imam Mahdi (dari pihak ayahnya), yang juga memiliki keturunan dari Ahlulbait, yakni Siti Fatimah Az-Zahra ra (dari pihak ibunya).

    3. Tatkala Rasul (MUHAMMAD maupun AHMAD sebagai bayangan MUHAMMAD) itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. Artinya, kedatangan Rasul ini (MUHAMMAD maupun AHMAD) selalu diperolok-olokkan (Yaasiin 36:30).

  22. Mahmud berkata

    Arek Jombang:

    SUDAHILAH CELAAN-CELAAN THD ISLAM DAN NABI SAW, MUMPUNG INI BULAN KELAHIRAN NABI SAW, MOMENT YG PAS UNT ANDA BERTOBAT NASUHA….

    ===>> Coba sebutkan celaan-celaan terhadap Islam dan Nabi saw itu yang mana.

  23. dedi berkata

    Mahmud berkata
    18/02/2013 pada 18:53
    HMMH berkata
    ..AHMAD sebagai bayangan MUHAMMAD….

    ==> Lantas saudara memahami hadist Nabi SAW ini seperti apa:
    “Aku memiliki beberapa nama: Muhammad, Ahmad, Al Mahi (penghapus) karena denganku Allah menghapus kekufuran, Al Hasyir karena manusia di kumpulkan di atas telapak kakiku, dan Al ‘Aqib” (HR. Bukhari 4896, Muslim 2354)
    Hadist di atas menunjukkan bahwa Nabi SAW menjelaskan Ahmad yang dimaksud dalam Al Quran (QS 61:6) adalah hanya nama Beliau, bukan nama orang lain. Nama Ahmad itu juga disebut dalam Taurat dan Injil, tentu yang dimaksud adalah Nabi Muhammad SAW.

    Wallahualam,

  24. mahesa berkata

    Dedi menanggapi pernyataan saya sbb: (Memang begitu lah keyakinan Saudara, walau berkeyakinan cuman satu nabi MGA, tapi dampak dari keyakinan bahwa ada nabi-nabi sesudah Nabi Muhammad SAW, makanya beberapa pengikut Qadyani bisa/boleh mendakwakan diri nabi.)
    Saya jawab: Ahmadiyah meyakini seluruh nabi yang turun dari Alloh Swt. Ahmadiyah meyakini bahwa kedatangan Almasih kedunia yaitu pada akhir zaman. Ini artinya bahwa Almasih akan datang setelah zaman Rasululloh SAW. Itu yang kami yakini. Seperti halnya keyakinan umat islam lainnya bahwa Isa Almasih akan turun di akhir zaman dan masih bergelar nabi (bisa dilihat sumbernya di buku hasil muktamar NU ). Kami yakin yang mendakwakan sebagai nabi palsu akan dihukum oleh Alloh Yang Maha Kuasa. Tidak ada bukti bahwa dari kalangan ahmadiyah ada yang mendakwakan Nabi. Hal yang mengada-ada tentu akan diminta pertanggungjawabannya kelak.

    Kemudian Dedi menambahkan: (Imam Mahdi dan Al masih yang saudara yakini, MGA, sekarang telah tiada, harapan mengembangkan ajaran pun terpecah dengan adanya aliran Lahore. Sedangkan Ummat Islam baik yang dahulu (pra MGA), kini dan nanti (Insya Allah) akan tetap berkeyakinan bahwa Nabi SAW adalah nabi penutup. Beberapa orang Nasrani pun berkeyakinan Ajaran Qadyani adalah bukan bagian dari Islam, sebagaimana keyakinan kami.)
    Saya menjawab: laa ikraa hafiddiin. Tak ada paksaan dalam meyakini pemahaman suatu agama. Jadi baiknya kita serahkan kepada Alloh SWT dan kita berdoa semoga ditunjukkan jalan yang lurus, yaitu jalan orang2 yang Alloh beri Nikmat bukan Jalan orang2 yang sesat. Jadi biarlah masing2 yang memilih jalannya. Yang penting kita saling menghormati masing2 punya pendapat. dan satu lagi catatan bahwa kami meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan Nabi penutup pintu syariat Islam. tak ada seorang Nabi pun yang berhak mengganti syariat Islam. kalau ada yang mendakwakan sebagai Nabi dan menghilangkan islam sebagai syariat terakhir, maka orang tersebut akan dihukum Alloh SWT. Jadi kedatangan Almasih di akhir zaman haruslah menggenapi syariat Islam, tidak melenceng dari ajaran islam.

    Kemudian dedi menambahkan: (Masalah Nabi Isa sudah wafat atau belum, bukan keyakinan pokok Islam, juga kedatangan Imam Mahdi dan Al Masih belum disimpulkan keberadaannya oleh para ulama dahulu dan kini.)
    Saya berpendapat: Justru kewafatan Nabi Isa as merupakan keyakinan pokok umat islam. Karena dibahas di dalam Alquran dan Hadits2 Nabi Saw pun banyak sekali.

    Dedi menambahkan: (Tinggal lah ajaran Qadyan yang sudah menetapkan MGA itu orangnya, walau kenyataannya malah Islam lah yang berkembang, bukan ajaran Qadyani. Dan saya 100% yakin bahwa saudara mengetahui dan mengimani akan wahyu MGA yang menyatakan dia adalah nabi dan rasul, sehingga merubah tafsir Al Quran dan hadist Nabi SAW yang berkenaan dengan itu.)
    Pwndapat saya: Ahmadiyah berasal hanya dari satu orang saja, yaitu Hz Mirza Ghulam Ahmad, tapi berkembang dengan pesat hingga sekarang walaupun terjadi penentangan disana-sini. Tapi yang perlu dicatat adalah bahwa ahmadiyah hanyalah mengemban amanat Suci Baginda Nabi Muhammad SAW yaitu menyebarkan pesan2 Islam yang damai seperti yang diajarkan Nabi SAW ke seluruh pelosok dunia. Anda bisa lihat sepak terjang Ahmadiyah dalam membela islam di http://www.alislam.org dan http://www.ahmadiyya.or.id
    Terakhir mudah2an kita semua bisa belajar menghormati setiap perbedaan dengan mengacu kepada Suri Tauladan kita semua, Baginda Nabi Muhammad SAW.

  25. Mahmud berkata

    Dedi berkata

    18/02/2013 pada 21:07
    Lantas saudara memahami hadist Nabi SAW ini seperti apa:
    “Aku memiliki beberapa nama: Muhammad, Ahmad, Al Mahi (penghapus) karena denganku Allah menghapus kekufuran, Al Hasyir karena manusia di kumpulkan di atas telapak kakiku, dan Al ‘Aqib” (HR. Bukhari 4896, Muslim 2354)
    Hadist di atas menunjukkan bahwa Nabi SAW menjelaskan Ahmad yang dimaksud dalam Al Quran (QS 61:6) adalah hanya nama Beliau, bukan nama orang lain. Nama Ahmad itu juga disebut dalam Taurat dan Injil, tentu yang dimaksud adalah Nabi Muhammad SAW

    ==>> Saya setuju bahwa yang dimaksud AHMAD dalam Ash Shaf 61:6 adalah Nabi Muhammad saw, karena salah-satu nama beliau saw adalah AHMAD saw. Tetapi, di dalam HR Tirmidzi, Rasulullah saw juga menyatakan bahwa Imam Mahdi itu namanya seperti namaku, yakni AHMAD. Jadi, nubuatan Nabi Isa as dalam Ash-Shaf 61:6, selain dimaksudkan kepada Nabi Muhammad saw, juga kepada Imam Mahdi, yang namanya seperti nama Nabi Muhammad saw, yakni AHMAD.

    Mari kita berfikir, kenapa Al Quran menyebut Rasul yang akan datang itu namanya AHMAD, bukan MUHAMMAD saja? Karena kita lihat di dalam Al Quran, berapa kali nama MUHAMMAD disebutkan, bahkan ada satu surah yang diberi-Nya nama MUHAMMAD, yakni surah nomor 47. Tetapi, kenapa dalam Ash-Shaf 61:6 ini, Allah secara khusus menyebutkan bahwa Rasul itu namanya AHMAD dan yang membawa khabar gembira itu adalah Nabi Isa as kepada Bani Israil?. Dalam hal ini Allah mengisyaratkan tentang perumpamaan Nabi Isa Ibnu Maryam (Az-Zhukruf 43:57) yang jadi Imam Mahdi (HR Ahmad).

    Bagi mereka yang mau berfikir, tentu akan memahami bahwa hal ini terkait dengan Surah Al Jumu’ah 62:2 yang mengisyaratkan tentang dibangkitkan-Nya seorang Rasul dari antara Kaum Ummiyyin (Arab), yakni Nabi Muhammad saw. Sedangkan, ayat selanjutnya, yaitu Al Jumu’ah 62:3 mengisyaratkan tentang dibangkitkan-Nya seorang Rasul lain dari antara kaum Aakhorin, yang menurut Nabi saw, kaum Aakhorin itu BUKAN ARAB, yakni kaum Salman Al Farisi ra (HR Sahih Bukhari, Kitab Tafsir). Ternyata dari kaum Salman Al Farisi ra ini, Allah mengutus Imam Mahdi (dari pihak ayahnya), yang juga memiliki keturunan dari Ahlulbait, yakni Siti Fatimah Az-Zahra ra (dari pihak ibunya).

  26. mahesa berkata

    dedi berkata :
    Menurut Saudara mahesa, apakah ada sumber wahyu lain yang menyatakan MGA adalah setara dengan nabi-nabi lainnya? Ataukah saudara hanya mengambil dari wahyu yang sudah diedit?
    saya jawab: Saya berkeyakinan bahwa Alloh SWT mengirim utusan-Nya ke muka bumi berdasarkan kebutuhan dunia. berbeda di setiap zaman, misalnya Nabi Adam akan berbeda dengan Nabi Nuh, dsb. kesemuanya berasal dari Alloh, jannganlah membandingkan diantara para Nabi. Hazrat Mirza Ghulam Ahmad setara dalm artian bahwa beliau berasal dari Alloh SWT. Bisa anda buktikan dari buku2 yang beliau tulis. setiap Nabi tugas dan peranannya berbeda2 sesuai dengan zamannya masing2… namun perihal kedudukan beliau dengan Baginda Nabi Muhammad SAW, beliau pernah mengungkapkan bahwa kedudukan beliau tidak lebih hina jika dibandingkan dengam debu yang menempel di sepatu Rasululloh SAW. Hz Mirza Ghulam Ahmad di setiap bukunya, selalu mendasarkan setiap apa yang ditulisnya kepada Junjungannnya Baginda Nabi Muhammad SAW. Believe or not. it depends on you. laa ikraa hafiddiin..

  27. mahesa berkata

    Arek Jombang berkata bahwa Ahmadiyah adalah ormas keagamaan yang memiliki kitab suci. Ya, Ahmadiyah adalah ormas keagamaan yang memiliki kitab suci, yaitu Alquran. jika ada yang menyanggah hal ini dengan mengatakan bahwa Ahmadiyah memiliki kitab suci lain selain Alquran, itu merupakan Fitnah yang LUAR BIASA dan akan diperhitungkan di hadapan Alloh SWT. Kami orang Ahmadiyah selamanya akan meyakini bahwa Islam lah agama kami. tak ada satu orang pun yang akan mengganggu keyakinan kami tentang hal itu. Silakan jika ada dalam tulisan2 yang keluar dari Ahmadiyah yang menghina umat islam atau merusak islam silakan dibuktikan di http://www.alislam.org dan http://www.ahmadiyya.or.id

    Arek Jombang bertanya negara2 mana saja yang mengakui Ahmadiyah. saya jawab, bahwa Ahmadiyah diakui oleh seluruh anggota Ahmadiyah dan diakui oleh pihak2 yang mengerti akan esensi dari Hak asasi manusia dalam memeluk serta memilih keyakinannya masing2. Di Indonesia banyak tokoh agama sekaligus Nasionalis, seperti Amin Rais, Almarhum GusDur, Ibu Khofifah, dsb yang mengakui peran ahmadiyah sebagai ORMAS ISLAM yang menyebarkan Islam di Eropa dan belahan dunia barat, termasuk Afrika, terbukti dari kunjungan Khalifah kami yang ke 4, almarhum Hz. Mirza Tahir Ahmad, ke Indonesia pada tahun 2000, diterima dengan baik.. .. Peran negara adalah mengayomi dan melindungi seluruh warga negara dalam menjalankan peribadatannya sesuai dengan keyakinan masing2 (UUD pasal 29).
    SKB 3 menteri justru salah satu contoh peraturan yang berbenturan dengan UUD 1945. Keyakinan seseorang merupakan hak paling azasi dan hubungannya langsung secara vertikal kepada Alloh SWT, tiada satu manusiapun yang berhak menghakimi keyakinan orang lain. sekarang, hak yang mana yang dilanggar oleh Ahmadiyah?

    oya, mohon maaf jika jawaban saya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan penanya, karena ini ajang diskusi dan bukan seperti tes atau ujian yang jawabannya mutlak harus sesuai dengan harapan si penanya. jadi, setiap orang bebas berpendapat dengan tetap mengedepankan azas saling menghormati.

    terakhir, keyakinan seseorang adalah perjanjian masing2 individu dengan Tuhan-Nya, jadi Alloh SWT lah yang berhak memutuskan sanksi dan atau pahala yang diterima si individu tersebut. jika merasa paling benar, maka tunjukkanlah kepada orang lain bahwa ajaran islam yang murni berasal dari Rasululloh SAW dengan cara2 yang diajarkan oleh beliau SAW juga. Rasululloh SAW mengajak seluruh umat manusia ke dalam pangkuan islam dengan damai, penuh hikmah, dengan memperlihatkan akhlak yang mulia, tidak memaksa dan tidak menekan orang lain. Laa ikraa hafiddiin.. Tak ada paksaan dalam memahami suatu agama.

  28. dedi berkata

    mahesa berkata
    18/02/2013 pada 22:32
    ……Hazrat Mirza Ghulam Ahmad setara …

    ==> Nabi SAW adalah nabi penutup sebagaimana dalam Al Quran dan hadist Beliau, Tiada nabi baru yang akan datang, dan saya akan tetap seperti itu hingga akhir hayat.
    Terserah kepada saudara untuk beriman pada nabi MGA dan wahyu2nya, yang itu memang sudah menjadi kepercayaan/agama saudara.

    …….Bisa anda buktikan dari buku2 yang beliau tulis. ……

    ==> Buku-buku itu hanyalah editan saja, saya maklum kalau saudara lebih percaya pada buku2 itu (juga wahyu2 MGA-nya) daripada ilmu Al Quran dan hadist Nabi SAW yang telah diajarkan para sahabat serta para ulama yang mukhlisiin dari sebelum MGA hingga akhir masa tidak akan berubah, Insya Allah…

    Lakum diinukum waliyadiiin…

    Wallahualam,

  29. Masnunk berkata

    @Dedi
    Kalau tokoh-tokoh Nasional seperti yang disebut Mahesa ndak hubungannya dengan akidah, mereka hanya mencari legalitas saja. he he he
    Ada dua hal yang bisa disimpulkan dengan kedatangan MGA, yakni :
    1. menurut Ahmadiyah, Islam yang dipahami-nya “Tambah Sempurna”
    2. menurut Muhammadiyah (bukan Organisasi), Islam yang dipahami oleh Ahmadiyah “Tambah Sesat”.

    Ha ha ha ha, ternyata pertanyaan-ku tdk dijawab Mahesa………

  30. hamba allah berkata

    assalamu alaikum
    admin yang terhormat, judul nya saja tidak mencerminkan akhlakul karimah dgn kata >vs< akhirnya bukan untuk kecerdasan tapi permusuhan. Yang disayangkan mengapa tidak berlandaskan dgn ayat 125 dari surat an_nahl. Kawan2 muslim semua sila kan adu dalil tpi landasi dengan isi dari ayat yg saya sebutkan. Jazakumullah khairan katsira.

  31. mahesa berkata

    @dedi
    setara sebatas bahwa nabi2 itu berasal dari Alloh SWT. Perihal kedudukan Nabi Muhammad SAW menempati kedudukan tertinggi diantara semua nabi. beliau SAW adalah Khatamannabiyyiin, Nabi paling Mulya diantara semua nabi karena peran dan tugas beliau di dunia ini mendapatkan porsi yang paling besar dan diperuntukkan untuk seluruh umat manusia. Hz. Mirza Ghulam Ahmad mendasarkan pengakuannya sebagai nabi yang dikabarkan kedatangannya oleh Baginda Nabi Muhammad SAW sendiri. mustahil Nabi Muhammad SAW berbohong. ya pada akhirnya Laa ikra hafidiin.. mari kita buktikan kesalehan kita masing2 tertuju kepada Alloh SWT. banyak peristiwa kekerasan terhadap kami. saya tidak tahu apakah mereka sedang memperlihatkan kesalehan seperti yang diajarkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. ya, sy senang jikalau semua perbedaan bisa dihadapi dengan dialog, dengan duduk bersama, dan mengedepankan prinsip toleransi seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

    @Masnunk
    Ahmadiyah meyakini isi kandungan ayat2 Alquran, semuanya, tidak ada keraguan di dalam Alquran, tidak ada pertentangan di dalm ayat2 Alquran. dan tentunya Ahmadiyah meyakini bahwa agama islam sudah sempurna semenjak turunnya ayat Alquran yang menyatakan bahwa Islam adalah agama yang paling sempurna dan agama yang paling diridhoi oleh Alloh SWT. Ahmadiyah hanyalah sebuah organisasi yang mengemban tugas menyebarkan pesan islam ke seluruh dunia dengan damai, menggunakan cara2 Rasululloh SAW, memikat hati orang2 yang belum menerima pesan islam di segaka penjuru dunia. bisa kita lihat perkembangan islam di dunia sekarang, banyak orang non-muslim yang berbondong2 masuk ke dalam islam dengan jalan dakwah yang damai dan menyejukkan hati. Islam adalah harga mati buat kami, tak ada yang akan mampu mengeluarkan kami dari agama yang paling kami cintai ini. Jd, kalo ada anggapan bahwa ahmadiyah harus keluar dari islam, itu menciderai keyakinan kami, bahwa ahmadiyah adalah islam. mengenai dosa apabila kami salah, ya akan kami pertanggungjawabkan nanti kepada Alloh SWT, karena keyakinan hanya bisa dihakimi oleh Sang Maha Pemberi Hidayah, yakni Alloh SWT. Walohu alam.

  32. sifullan berkata

    Semoga kemaslahatan dunia ini di barengi keikhlasan. Dan kemajuan demi kemajuan muslim ahmadiyah di seluruh dunia, ini di anggap temen2 muslim lain sebagai perjuaangan umat muslim…….silahkan cek di http://www.alislam.org

  33. Arek Jombang berkata

    Mahesa Berkata:
    Arek Jombang berkata bahwa Ahmadiyah adalah ormas keagamaan yang memiliki kitab suci. Ya, Ahmadiyah adalah ormas keagamaan yang memiliki kitab suci, yaitu Alquran. jika ada yang menyanggah hal ini dengan mengatakan bahwa Ahmadiyah memiliki kitab suci lain selain Alquran, itu merupakan Fitnah yang LUAR BIASA dan akan diperhitungkan di hadapan Alloh SWT. Kami orang Ahmadiyah selamanya akan meyakini bahwa Islam lah agama kami. tak ada satu orang pun yang akan mengganggu keyakinan kami tentang hal itu. Silakan jika ada dalam tulisan2 yang keluar dari Ahmadiyah yang menghina umat islam atau merusak islam silakan dibuktikan di http://www.alislam.org dan http://www.ahmadiyya.or.id
    ====> SAYA JAWAB:
    - BUKANKAH ANDA MENGATAKAN TADZKIROH ADL KUMPULAN WAHYU YG DITERIMA MGA DR ALLAH SWT ?
    - APAKAH FIRMAN ALLAH SWT BUKAN KALAM YG SUCI ?
    - ATAU MEMANG TADZKIROH SUDAH TDK SUCI LAGI KARENA BANYAK PERUBAHAN DAN PENAMBAHAN YANG TDK SESUAI DENGAN AJARAN MGA SEBELUMNYA (SEPERTI INJIL SAAT INI YG SDH DISIMPANGKAN)
    - APAKAH ANDA MAU MEMBANTAH TULISAN ANDA SENDIRI SEBELUMNYA ? ATAU ADA PENAFSIRAN LAIN TENTANG KALIMAT WAHYU SERTA TULISAN ANDA SENDIRI

    Mahesa Berkata:
    Arek Jombang bertanya negara2 mana saja yang mengakui Ahmadiyah. saya jawab, bahwa Ahmadiyah diakui oleh seluruh anggota Ahmadiyah dan diakui oleh pihak2 yang mengerti akan esensi dari Hak asasi manusia dalam memeluk serta memilih keyakinannya masing2. Di Indonesia banyak tokoh agama sekaligus Nasionalis, seperti Amin Rais, Almarhum GusDur, Ibu Khofifah, dsb yang mengakui peran ahmadiyah sebagai ORMAS ISLAM yang menyebarkan Islam di Eropa dan belahan dunia barat, termasuk Afrika, terbukti dari kunjungan Khalifah kami yang ke 4, almarhum Hz. Mirza Tahir Ahmad, ke Indonesia pada tahun 2000, diterima dengan baik.. .. Peran negara adalah mengayomi dan melindungi seluruh warga negara dalam menjalankan peribadatannya sesuai dengan keyakinan masing2 (UUD pasal 29).
    SKB 3 menteri justru salah satu contoh peraturan yang berbenturan dengan UUD 1945. Keyakinan seseorang merupakan hak paling azasi dan hubungannya langsung secara vertikal kepada Alloh SWT, tiada satu manusiapun yang berhak menghakimi keyakinan orang lain. sekarang, hak yang mana yang dilanggar oleh Ahmadiyah?
    ====> SAYA JAWAB:
    - INGAT… PERTANYAAN SAYA !!! DINEGARA MANA SAJA AHMADIYAH DIAKUI ? KALAU MENJAWAB JANGAN BERBELIT-BERBELIT SEBAB PERTANYAANNYA BUKAN MUTASYABIHAT TAPI MUHKAMAT (JELAS) DAN SAMPAI SAAT INI ANDA TIDAK BISA MENJAWAB ATAU ANDA MEMANG TDK MAU MENJAWAB SBB KUATIR TAMBAH TERLIHAT BELANGNYA AHMADIYAH
    - JANGAN ANDA MELAKUKAN FITNAH TERHADAP TOKOH TSB… KARTENA NANTINYA AKAN DIPERHITUNGKAN DIHADAPAN ALLAH SWT.
    - AMIN RAIS, GUSDUR, DLL JUGA MENERIMA DENGAN BAIK KUNJUNGAN DENGAN BAIK PAUS JOHANES PAULUS KE II KE INDONESIA WALAUPUN BEDA AGAMA BUKAN HAL TERSEBUT DIATAS BUKAN BERARTI AMIN RAIS DLL MENGAKUI AHMADIYAH SBG AGAMA ISLAM, (KYAI SAHAL MAHFUDZ, KYAI HASYIM MUZADI, KYAI ABDULLAH FAKIH LANGITAN, KYAI SYAFII MA’ARIFDLL JELAS MENGATAKAN (BUKAN MUTASYABIHAT) BHW AHMADIYA ADL AJARAN SESAT DAN MENYESATKAN.
    - MEMANG BETUL UUD 45 MENJAMIN KEBEBASAN BERAGAMA DENGAN KEYAKINAN MASING-MASING, BUKAN BERARTI MENJAMIN KEYAKINAN ATAU AJARAN YANG MELECEHKAN AGAMA TERTENTU APALAGI MELECEHKAN NABI SAW (MAKANYA BIASAKAN KALAU MENAFSIRKAN SESUATU YG KOMPREHENSIF JANGAN PARSIAL HAL INI MENJADI CONTOH KETIKA ANDA MENAFSIRKAN ALQUR’AN SECARA PARSIAL DAN SEMAU OTAK ANDA SENDIRI).

    Mahesa Berkata:
    oya, mohon maaf jika jawaban saya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan penanya, karena ini ajang diskusi dan bukan seperti tes atau ujian yang jawabannya mutlak harus sesuai dengan harapan si penanya. jadi, setiap orang bebas berpendapat dengan tetap mengedepankan azas saling menghormati.
    ====> SAYA JAWAB:
    - JUSTRU HAL INI DISKUSI BUKAN SEPERTI TES ATAU UJIAN SEBAB KALAU TES ATAU UJIAN ANDA SUDAH TIDAK LULUS ATAU KE D.O, JIKA ADA TOPIK (A) YG DIBAHAS ANDA JANGAN MENJAWAB (D ATAU F) ITU NAMANYA DEBAT KUSIR… ATAU ORANG JAKARTA BILANG “TULALIT” (TELPON YG TDK NYAMBUNG) ATAU ANDA MEMANG INGIN BERDEBAT SEPERTI KUSIR SHG PURA-PURA TULALIT?.

    Mahesa Berkata:
    terakhir, keyakinan seseorang adalah perjanjian masing2 individu dengan Tuhan-Nya, jadi Alloh SWT lah yang berhak memutuskan sanksi dan atau pahala yang diterima si individu tersebut. jika merasa paling benar, maka tunjukkanlah kepada orang lain bahwa ajaran islam yang murni berasal dari Rasululloh SAW dengan cara2 yang diajarkan oleh beliau SAW juga. Rasululloh SAW mengajak seluruh umat manusia ke dalam pangkuan islam dengan damai, penuh hikmah, dengan memperlihatkan akhlak yang mulia, tidak memaksa dan tidak menekan orang lain. Laa ikraa hafiddiin.. Tak ada paksaan dalam memahami suatu agama.
    ====> SAYA JAWAB:
    - ORANG YANG BERAGAMA KRISTEN PUN AKAN MENGATAKAN SEPERTI ANDA BHW KEYAKINAN SEORANG ADL PERJANJIAN MASING2 INDIVIDU DENGAN TUHANNYA DAN ALLAH LAH YG BERHAK MEMUTUSKAN. KEWAJIBAN SAYA BERKEYAKINAN ISLAM YG DIBAWA OLEH NABI SAW ADL YANG PALING BENAR DAN SEMPURNA JUGA KEYAKINAN SAYA SEBAGAI ISLAM MEWAJIBKAN DENGAN PERCAYA TIDAK ADA NABI ATAU RASUL LAGI SETELAH NABI SAW.
    ALQUR’AN MENGAKATAN “MUHAMMAD ADL RASULLULLAH, DAN SIAPA YANG BERSAMA NYA MAKA AKAN BERTINDAK TEGAS THD ORANG KAFIR DAN SALING KASIH MENGASIH SESAMANYA” (SEKALI LAGI AYAT INI AYAT YANG MUHKAMAT BUKAN MUTASYABIHAT).
    - KETIKA ANDA INGIN MENIRU AHLAK NABI KAMI YAITU NABI MUHAMMAD SAW SEHINGGA AGAMA ATAU KEYAKINAN YANG ANDA BAWA BISA DITERIMA OLEH NEGARA-NEGARA LAIN ATAU NEGARA ASAL AGAMA SENDIRI BERLAKULAH YANG BAIK JANGAN JADI PENYEBAB TIMBULNYA FITNAH, JANGAN JADI PROVOKATOR SEPERTI DI CIKESIK DLL TEMPAT SERTA JANGAN PURA-PURA BERDAKWAH ISLAM DENGAN PENAFSIRAN ANDA SENDIRI SEHINGGA MENJADI BELATI YANG MENUSUK ISLAM DARI BELAKANG, JANGAN PURA-PURA BERAKHLAK DENGAN SOPAN SANTUN TAPI SEPERTI IBLIS KETIKA MEMBUJUK MANUSIA… DIRIWAYATKAN BHW DAJJAL AKAN DATANG MEMBAWA KEBENARAN, BANYAK DARI UMMAT MANUSIA MENGIKUTI KEBENARAN ALA DAJJAL (KEBENARAN DARI SETAN).
    - TERAKHIR SAYA NASEHATKAN BERTOBATLAH DENGAN TOBAT NASUHA DAN KEMBALILAH PADA ISLAM SECARA KAFFAH… JIKA ANDA MENOLAK MAKA SAYA AKAN KATAKAN LAKUM DINUKUM WAL YADIN

  34. Arek Jombang berkata

    Hamba Allah Berkata:
    assalamu alaikum
    admin yang terhormat, judul nya saja tidak mencerminkan akhlakul karimah dgn kata >vs SAYA JAWAB:
    - MASALAH JUDUL SANGAT WAJAR, KARENA SEBAGAI PENGELOLAH INGING JUDUL YG DICANTUMKAN TERLIHAT MENARIK SHG BANYAK YG BERKUNJUNG…. HAL TERSEBUT WAJAR DAN TDK PERLU JADI PERDEBATAN.
    - SAYA SANGAT SETUJU DENGAN ADU DALIL KETIKA KITA SEMUA MENCARI KEBENARAN, TAPI AHMADIYAH BERBEDA…. KETIKA ANDA MEMBERIKAN DALIL-DALIL DENGAN DENGAN ALQUR’AN DAN HADIST YANG JELAS MEREKA SENGAJA MENYIMPANGKAN NYA SEHINGGAH MENYEBABKAN PELECEHKAN ALQUR’AN DAN NABI SAW KRN MEMANG TUJUANNYA AHMADIYAH ITU. MEREKA MENIRU PERGERAKAN GEREJA THN 300 MASEHI DENGAN MEMAKSAKAN PENAFSIRAN-PENAFSIRAN SEPERTI MAUNYA SENDIRI TERHADAP KITAB SUCI AL QUR’AN DAN HADIST NABI SAW, MEREKA MEMPUNYAI KITAB YANG “KATANYA” WAHYU DARI ALLAH LEWAT MGA DAN PENGGANTI2 NYA… MEREKA BOLEH MENYIMPANGKAN PENGERTIAN ALQUR’AN DAN ALHADIST TAPI TIDAK BOLEH MENYIMPANGKAN KITAB SUCI MEREKA WALAUPUN TERJADI BANYAK PERUBAHAN DAN PENAMBAHAN DALAM KITAB SUCI MEREKA (TADZKIROH).
    - AHMADIYAH MENGAKU ISLAM TAPI TIDAK MAU MENGIKUTI AJARAN ISLAM PADA DASARNYA JELAS, SAMBIL MENUSUKKAN BELATI DARI BELAKANG KPD ISLAM
    - SEBELUM KITA BERDISKUSI DENGAN MEREKA DENGAN DALIL-DALIL KITAB SUCI AL QUR’QN KENALI DULU MEREKA.

  35. Arek Jombang berkata

    @Mahesa:
    Kalau anda menjawab diskusi ini yang lengkap, jangan dipotong-potong… sudah dua kali tulisa saya pd anda ada bagian-bagian dalam tulisan saya yang tidak anda bahas
    sehingga para pembaca disini mengetahui ahmadiyah juga sepotong-potong tidak komprehensif…

  36. Dewa 17 berkata

    Terjadi Kebingungan dalam Ahmadiyah, mereka punya kitab suci dan dua-duanya “katanya” Wahyu dari ALLAH SWT:
    -Kalau mereka mengakui bhw Tadzkiroh Karangan MGA… Maka mereka jadi Aliran Sesat dalam Agama Islam…. dan banyak kepentingan ekonomi petinggi Ahmadiyah akan terbengkalai.
    -Kalau mereka mengakui bhw Tadzkiroh adl Wahyu dari ALLAH pd MGA…. Maka mereka jadi Agama Baru… mereka sadar betapa sulitnya menyebarkan agama baru disebabkan menyebarkan agama baru itu:
    1. Bantuan dari ALLAH SWT (mereka merasa tidak bakal dibantu krn memang ini bukan Agama yg kitab sucinya wahyu dari ALLAH SWT YG MAHA BENAR)
    2. Kesabaran dan Keihklasan (Mereka merasa tdk bakal kuat karena himpitan ekonomi dan mereka masih tergantung pd sesuatu selain ALLAH SWT dan RASUL NYA)
    3. Konsep Kebenaran Mutlak (Mereka tidak mau menggali karena lebih mudah mendopleng pd Islam)
    4. Ritual Peribadatan (mereka belum punya krn keburu MGA meninggal sebelum mengarang cara ritual secara lengkap).

  37. Dewa 17 berkata

    Saking menyimpangnya sampai-sampai Mahesa mengatakan bhw Sahabat Nabi SAW menerima Wahyu ALLAH SWT…..

  38. hamba allah berkata

    sahabat muslim yg dimuliakan allah swt.
    Apakah pernah makan duren?
    Bgemana rasa duren?

    Jangan hanya katanya ya :) ,

    sy islam tpi karna keturunan orang tua, kalow orang tua sy bukan muslim kira2 apa sy bsa jadi muslim skarang ini?

    Duh bingung nih :) smwa nya ngaku ahlus sunnah wal jamaah > mau masuk nu? Muhammadiyah? Persis? Atau apa ya? >atau masuk ahmadiyah?

  39. sifullan berkata

    Semoga tanggap kenabian mirza ghulam ahmad as. Oleh muslim ahmadiyah tidak mengurangi kemansyuran nabi besar muhammad saw. Karena disebarkan oleh MGA juga adalah islam yg dibawa oleh Muhhammad saw….keseluruh dunia…bahkan di arab pun sudah mulai berkembang tinggal di cek aja di mta.tv…..atau alislam.org apakah klo sudah mulai berkembang ini sebagai kehendak manusia? Apakah nabi muhham saw dlm penyebaran islam tidak mendapat hambatan? Kita islam di zaman ini yg tinggal meneruskan, perjungan beliau….kenapa ada organisasi yg berjuang untuk islam kita malah cekal? Apakah temen2 pernah berfikir islam ahmadiyah ini benar? Apakah temen2 pernah berfikir berjalan pada jalan yg benar dg merusak mesjid2 ahmadiyah, tempat ibadah agama lain? Apakah nabi terdahulu memaksakan kehendak untuk masuk kedalam agama nya?

  40. MGA Laknatulloh berkata

    Hai pengikutku yang bodoh dan pengabdi dunia dan pengabdi hawa nafsu
    sudah bertobatlah kembali ke agama islam yang benar bukan seperti sekarang yang dibawa anak keturunanku
    yang menjadi hamba dunia dan kekuasaan orang yang menjadi pengikutku adalah semua budak nafsu & orang bodoh yang menelewengkan makna al Qur’an dan Hadist sesui dengan kebodohan akalnya

  41. MGA Laknatulloh berkata

    Aku menyesal sudah menyesatkan orang orang mempercayai aku sungguh siksa Alloh maha dahsyaaat bagi
    orang seprti aku ini yang membohongi banyak orang untuk kepentingan nafsuku sehingga aku rela menjadi budak bangsa inggris untuk merusak ajaran islam supaya dapat menyerupai kristen

  42. MGA Laknatulloh berkata

    @gajah

    hai gajah sudahlah hentikan kebodohaanmu semakin kamu banyak menulis semakin jelas dangkal nya pengetahuanmu tentang Al Qur’an dan Hadist ,belajar yang lebih pintar kalo mau debat dengan orang islam
    pahami dulu agama Ahmadiyah dengan baik,kamu benar benar pengikut yang bodoh tapi sok pintar

  43. hamba allah berkata

    @laknatullah > wah boleh nh private langsung sma @laknatullah yg udah tahu ahmadiyah :)
    skalian sy blajar perbandingan firqah2 yg ada dan mana yg bsa nuntun dan sampe kepada Allah Swt.
    Gmana bsa lngsung ktmu?
    Jadi gk cuma di sini,,
    @jombang >
    eum wajar atau kumaha mas? Jadi yang diuntungin admin dunk :) krna bnyak kunjungan?
    Admin nya kemana euh?

  44. Arek Jombang berkata

    Mahesa Berkata:
    Arek Jombang berkata bahwa Ahmadiyah adalah ormas keagamaan yang memiliki kitab suci. Ya, Ahmadiyah adalah ormas keagamaan yang memiliki kitab suci, yaitu Alquran. jika ada yang menyanggah hal ini dengan mengatakan bahwa Ahmadiyah memiliki kitab suci lain selain Alquran, itu merupakan Fitnah yang LUAR BIASA dan akan diperhitungkan di hadapan Alloh SWT. Kami orang Ahmadiyah selamanya akan meyakini bahwa Islam lah agama kami. tak ada satu orang pun yang akan mengganggu keyakinan kami tentang hal itu. Silakan jika ada dalam tulisan2 yang keluar dari Ahmadiyah yang menghina umat islam atau merusak islam silakan dibuktikan di http://www.alislam.org dan http://www.ahmadiyya.or.id
    ====> SAYA JAWAB:
    - BUKANKAH ANDA MENGATAKAN TADZKIROH ADL KUMPULAN WAHYU YG DITERIMA MGA DR ALLAH SWT ?
    - APAKAH FIRMAN ALLAH SWT BUKAN KALAM YG SUCI ?
    - ATAU MEMANG TADZKIROH SUDAH TDK SUCI LAGI KARENA BANYAK PERUBAHAN DAN PENAMBAHAN YANG TDK SESUAI DENGAN AJARAN MGA SEBELUMNYA (SEPERTI INJIL SAAT INI YG SDH DISIMPANGKAN)
    - APAKAH ANDA MAU MEMBANTAH TULISAN ANDA SENDIRI SEBELUMNYA ? ATAU ADA PENAFSIRAN LAIN TENTANG KALIMAT WAHYU SERTA TULISAN ANDA SENDIRI

    Mahesa Berkata:
    Arek Jombang bertanya negara2 mana saja yang mengakui Ahmadiyah. saya jawab, bahwa Ahmadiyah diakui oleh seluruh anggota Ahmadiyah dan diakui oleh pihak2 yang mengerti akan esensi dari Hak asasi manusia dalam memeluk serta memilih keyakinannya masing2. Di Indonesia banyak tokoh agama sekaligus Nasionalis, seperti Amin Rais, Almarhum GusDur, Ibu Khofifah, dsb yang mengakui peran ahmadiyah sebagai ORMAS ISLAM yang menyebarkan Islam di Eropa dan belahan dunia barat, termasuk Afrika, terbukti dari kunjungan Khalifah kami yang ke 4, almarhum Hz. Mirza Tahir Ahmad, ke Indonesia pada tahun 2000, diterima dengan baik.. .. Peran negara adalah mengayomi dan melindungi seluruh warga negara dalam menjalankan peribadatannya sesuai dengan keyakinan masing2 (UUD pasal 29).
    SKB 3 menteri justru salah satu contoh peraturan yang berbenturan dengan UUD 1945. Keyakinan seseorang merupakan hak paling azasi dan hubungannya langsung secara vertikal kepada Alloh SWT, tiada satu manusiapun yang berhak menghakimi keyakinan orang lain. sekarang, hak yang mana yang dilanggar oleh Ahmadiyah?
    ====> SAYA JAWAB:
    - INGAT… PERTANYAAN SAYA !!! DINEGARA MANA SAJA AHMADIYAH DIAKUI ? KALAU MENJAWAB JANGAN BERBELIT-BERBELIT SEBAB PERTANYAANNYA BUKAN MUTASYABIHAT TAPI MUHKAMAT (JELAS) DAN SAMPAI SAAT INI ANDA TIDAK BISA MENJAWAB ATAU ANDA MEMANG TDK MAU MENJAWAB SBB KUATIR TAMBAH TERLIHAT BELANGNYA AHMADIYAH
    - JANGAN ANDA MELAKUKAN FITNAH TERHADAP TOKOH TSB… KARTENA NANTINYA AKAN DIPERHITUNGKAN DIHADAPAN ALLAH SWT.
    - AMIN RAIS, GUSDUR, DLL JUGA MENERIMA DENGAN BAIK KUNJUNGAN DENGAN BAIK PAUS JOHANES PAULUS KE II KE INDONESIA WALAUPUN BEDA AGAMA BUKAN HAL TERSEBUT DIATAS BUKAN BERARTI AMIN RAIS DLL MENGAKUI AHMADIYAH SBG AGAMA ISLAM, (KYAI SAHAL MAHFUDZ, KYAI HASYIM MUZADI, KYAI ABDULLAH FAKIH LANGITAN, KYAI SYAFII MA’ARIFDLL JELAS MENGATAKAN (BUKAN MUTASYABIHAT) BHW AHMADIYA ADL AJARAN SESAT DAN MENYESATKAN.
    - MEMANG BETUL UUD 45 MENJAMIN KEBEBASAN BERAGAMA DENGAN KEYAKINAN MASING-MASING, BUKAN BERARTI MENJAMIN KEYAKINAN ATAU AJARAN YANG MELECEHKAN AGAMA TERTENTU APALAGI MELECEHKAN NABI SAW (MAKANYA BIASAKAN KALAU MENAFSIRKAN SESUATU YG KOMPREHENSIF JANGAN PARSIAL HAL INI MENJADI CONTOH KETIKA ANDA MENAFSIRKAN ALQUR’AN SECARA PARSIAL DAN SEMAU OTAK ANDA SENDIRI).

    Mahesa Berkata:
    oya, mohon maaf jika jawaban saya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan penanya, karena ini ajang diskusi dan bukan seperti tes atau ujian yang jawabannya mutlak harus sesuai dengan harapan si penanya. jadi, setiap orang bebas berpendapat dengan tetap mengedepankan azas saling menghormati.
    ====> SAYA JAWAB:
    - JUSTRU HAL INI DISKUSI BUKAN SEPERTI TES ATAU UJIAN SEBAB KALAU TES ATAU UJIAN ANDA SUDAH TIDAK LULUS ATAU KE D.O, JIKA ADA TOPIK (A) YG DIBAHAS ANDA JANGAN MENJAWAB (D ATAU F) ITU NAMANYA DEBAT KUSIR… ATAU ORANG JAKARTA BILANG “TULALIT” (TELPON YG TDK NYAMBUNG) ATAU ANDA MEMANG INGIN BERDEBAT SEPERTI KUSIR SHG PURA-PURA TULALIT?.

    Mahesa Berkata:
    terakhir, keyakinan seseorang adalah perjanjian masing2 individu dengan Tuhan-Nya, jadi Alloh SWT lah yang berhak memutuskan sanksi dan atau pahala yang diterima si individu tersebut. jika merasa paling benar, maka tunjukkanlah kepada orang lain bahwa ajaran islam yang murni berasal dari Rasululloh SAW dengan cara2 yang diajarkan oleh beliau SAW juga. Rasululloh SAW mengajak seluruh umat manusia ke dalam pangkuan islam dengan damai, penuh hikmah, dengan memperlihatkan akhlak yang mulia, tidak memaksa dan tidak menekan orang lain. Laa ikraa hafiddiin.. Tak ada paksaan dalam memahami suatu agama.
    ====> SAYA JAWAB:
    - ORANG YANG BERAGAMA KRISTEN PUN AKAN MENGATAKAN SEPERTI ANDA BHW KEYAKINAN SEORANG ADL PERJANJIAN MASING2 INDIVIDU DENGAN TUHANNYA DAN ALLAH LAH YG BERHAK MEMUTUSKAN. KEWAJIBAN SAYA BERKEYAKINAN ISLAM YG DIBAWA OLEH NABI SAW ADL YANG PALING BENAR DAN SEMPURNA JUGA KEYAKINAN SAYA SEBAGAI ISLAM MEWAJIBKAN DENGAN PERCAYA TIDAK ADA NABI ATAU RASUL LAGI SETELAH NABI SAW.
    ALQUR’AN MENGAKATAN “MUHAMMAD ADL RASULLULLAH, DAN SIAPA YANG BERSAMA NYA MAKA AKAN BERTINDAK TEGAS THD ORANG KAFIR DAN SALING KASIH MENGASIH SESAMANYA” (SEKALI LAGI AYAT INI AYAT YANG MUHKAMAT BUKAN MUTASYABIHAT).
    - KETIKA ANDA INGIN MENIRU AHLAK NABI KAMI YAITU NABI MUHAMMAD SAW SEHINGGA AGAMA ATAU KEYAKINAN YANG ANDA BAWA BISA DITERIMA OLEH NEGARA-NEGARA LAIN ATAU NEGARA ASAL AGAMA SENDIRI BERLAKULAH YANG BAIK JANGAN JADI PENYEBAB TIMBULNYA FITNAH, JANGAN JADI PROVOKATOR SEPERTI DI CIKESIK DLL TEMPAT SERTA JANGAN PURA-PURA BERDAKWAH ISLAM DENGAN PENAFSIRAN ANDA SENDIRI SEHINGGA MENJADI BELATI YANG MENUSUK ISLAM DARI BELAKANG, JANGAN PURA-PURA BERAKHLAK DENGAN SOPAN SANTUN TAPI SEPERTI IBLIS KETIKA MEMBUJUK MANUSIA… DIRIWAYATKAN BHW DAJJAL AKAN DATANG MEMBAWA KEBENARAN, BANYAK DARI UMMAT MANUSIA MENGIKUTI KEBENARAN ALA DAJJAL (KEBENARAN DARI SETAN).
    - TERAKHIR SAYA NASEHATKAN BERTOBATLAH DENGAN TOBAT NASUHA DAN KEMBALILAH PADA ISLAM SECARA KAFFAH… JIKA ANDA MENOLAK MAKA SAYA AKAN KATAKAN LAKUM DINUKUM WAL YADIN

  45. Arek Jombang berkata

    @Hamba Allah:
    Kalau anda bingung cari pegangan saja, Baca Al Qur’an dan banyak Istighfar serta Sholawat Pada Nabi SAW dan Keluarganya serta Sahabatnya…. nanti kan Sembuh dari sakit Bingung…. Gitu aja Kok Repot

  46. Masnunk berkata

    Dewa 17 berkata
    19/02/2013 pada 13:49

    Terjadi Kebingungan dalam Ahmadiyah, mereka punya kitab suci dan dua-duanya “katanya” Wahyu dari ALLAH SWT:
    -Kalau mereka mengakui bhw Tadzkiroh Karangan MGA… Maka mereka jadi Aliran Sesat dalam Agama Islam…. dan banyak kepentingan ekonomi petinggi Ahmadiyah akan terbengkalai.
    -Kalau mereka mengakui bhw Tadzkiroh adl Wahyu dari ALLAH pd MGA…. Maka mereka jadi Agama Baru… mereka sadar betapa sulitnya menyebarkan agama baru……. dst

    ===> setuju…… dengan pemikiran sampeyan mas, dan Mahesa sepertinya tidak tahu apa itu Hadits Qudsi (masak sahabat Nabi SAW dapat wahyu dari Allah SWT)
    ————

    Tadzkirah itu kitab suci Ahmadiyah yang tidak jujur diakui Ahmadiyah.
    Berikut ini adalah beberapa wahyu yang diterima MGA yang kalau dilihat secara seksama, MGA memposisikan Tadzkirah sebagai mana posisi Al Qur’an dimata umat Islam. (Kalau menurut saya siih, yang dilakukan MGA hanya meng “Copy Paste” Al Qur’an dengan sedikit diedit sana sini supaya tampak manis dan berbobot).

    Tadzkirah, halaman: 76, 278, 377, 637, dan 369 :
    ”Dan Kami telah menurunkan (Tadzkirah) ini dengan sebenarnya, dan (Tadzkirah) ini turun dengan membawa kebenaran.”

    QS. Al- Isra’: 105 diterjemahkan :
    “Dan Kami turunkan (Al Quran) itu dengan sebenar-benarnya dan Al Quran itu telah turun dengan (membawa) kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.”

    ———
    Tadzkirah, halaman: 122, 382
    ”Sekiranya ia (Tadzkirah) itu bukan dari sisi Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya.”

    “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.”
    (QS. An Nisa’ : 82 )
    ———
    Tadzkirah, halaman: 254
    ”Jika kalian (tetap) meragukan apa yang kami kuatkan hamba kami (MGA) dengannya (Tadzkirah), maka buatlah satu kitab (saja) yang menyamainya.”
    Tadzkirah, halaman: 523, 609
    ”Jika kalian (tetap) meragukan apa yang kami turunkan kepada hamba kami (MGA, yakni Tadzkirah), maka buatlah satu obat (saja) yang menyamainya”

    QS. Al Baqarah : 23 :
    “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”

    ——–
    Tadzkirah, halaman: 519, 564,
    ”Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Tadzkirah) di malam lailatul qodar “

    QS. Al Qadar : 1:
    “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.”

    La haula wala quwwata illa billah… bagi kaum muslimin ayat ini tidak asing, dan mereka pun tahu bahwa maksud ayat ini dalam kitab suci Al Qur’an adalah Al Qur’an itu sendiri, tapi MGA mengarahkannya kepada kitab Tadzkirah-nya.
    ———
    Tadzkirah, halaman: 595, 709
    ”Inilah ayat-ayat kitab (Tadzkirah) yang jelas (makna dan lafalnya).”

    QS. Yusuf : 1 :
    “Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah).”

    QS. Asy-syu’aro : 2 :
    “Inilah ayat-ayat Al Quran yang menerangkan.”

    QS: Al-Qashash : 2
    “Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah).”

    ——–
    Saya rasa cukup jelas, mudah-mudah tidak salah. he he he he

  47. irfan berkata

    aslkm. ikut nimbrung…
    dwasa ini, ahmadiyah di indonesia sdah trpcah mnjdi 2 versi, yaitu
    1. “Ahmadiyah” versi MUI dan FPI
    “Ahmadiyah” versi ini mngaku bhwa Rasulullah bknlah Khtamn Nabiyyin, Kitab Suci-nya bkan AlQuran Karim, mlainkan Tadzkirah, Nabi-nya MGA, bkn Rasulullah Saw, syariatnya bkan Islam, Kiblatnya bkan Ka’bah tp Qadian, Naik hajinya bkan ke Baitullah, syahdatnya brbda, Rkun Islam dan Rukun Iman-nya berbda..dll

    Apbla Alquran mngizinkan untk mnghakimi kyknnan sseorg, maka, mskpun sya seorg Ahmadi, Sy brni ktkan bhwa “Ahmadiyah” versi MUI dan FPI ini adlah sesat menyesatkan, kafir dan sma skali di Luar Islam!!!

    “Ahmadiyah” versi MUI dan FPI ini sgt mlukai hti umat Islam dan tdk pntas mngaku drinya muslim….

    Bahkn, klaupn mnusia mmlki hak untuk dpt mmbuat agama baru dgn syariatny yg bru, sy hrus ktkn bhwa sdh spntsny “Ahmadiyah” vrsi MUI dan FPI ini mmbuat agama bru, dan jgn bw2 nm Islam!!!

    Sy rsa dan sy ykin smuany spkt dgn hal diatas….

    Apbla Ahmdiyh sprti vrsi MUI dan FPI itu, mka tnp dsruh pun, sy akn sgra brtobat dan akn sgra kluar dr Ahmadyh..bhkn sy akn ikut brsma umat Islam lainny untk “memerangi” Ahmadiyh…

    Tp sygny…Ahmadiyh yg sya yakini dan yg sy skskn buknlh Ahmadiyah sprti versi MUI dan FPI itu…bhkn sgt jauh prbdaanya….

    2) “Ahmadiyah” versi Ahmadiyah
    “Ahmadiyah” versi Ahmadiyah meyakini bhwa Rasulullah Saw adlh Khtamn Nabiyyin, khataman mursalin…Nabi yg pling mulia, pling agung, pnutup dri para nabi pmbwa syariat..nabi yg kalau bkn krn bliau, mka nscy bumi ini tdk akn dcptkn…bliau lah stu-stuny juru syafaat bgi umt mnusia…tdk ada nabi yg pling smpurna slain bliau SAW. “Ahmadiyah” versi ahmdiyah jstru sgt mnjunjung tinggi Rasulullah saw..hal ini bs dlht dr tlsan2 pndri Ahmadiyah dan jg ap yg tlh dlkukan oleh pngikut2nya dlm usha2 nya mmbla Rasulullah Saw…cnth kcilnya adlh Ahmdyh mmpublish sbuah bku yg brjudul “Cinta Sejati Kepada Rasulullah Saw” untuk mencounter film “Innocence of Muslim” bku ini dctak disluuruh dnia dan dsbrluaskn ke brbgai klgn.

    Kyakinan “Ahmadiyh” vrsi ahmadiyah trhdp Alquran bs trcrmin dri tulisan pendiri Ahmadiyah di bawah ini:
    “Ada pula bagimu sekalian suatu ajaran yg pnting, yaitu bahwa kau janganla hendknya meningglkan AlQuran sprti sbuah bku yg tlah dlpakan. Sebab, didlamnya terltak sumber kehidupanmu. Barangsiapa yg mmuliakan AlQuran akan mmproleh kmuliaan di lngit. Barangsiapa yg menjunjung tinggi AlQuran diats sgla hadits dan sgla sbda-sbda lainnya, akan dijunjung di lngit.
    Bagi umat manusia di atas permukaan bumi ini, kini tiada ada Kitab lain selain AlQuran dan bagi sluruh bani Adam tidak ada pedoman hidup kecuali AlQuran.

    Kini tidak ada seorng rasul dan juru Syafaat kecuali Muhammad Saw. Maka berusahalah kamu sekalian untuk mendambakan kkecintaan yg semurni-murninya bagi Nabi Saw yg agung ini dan jangnlah mmbrikan kpda siapapun suatu tmpat yg lbh tnggi drpda bliau Saw, agar kamu digolongkan diantra org2 yg tlh dslmtkn.”

  48. hamba allah berkata

    @jombang> pertanya an sy apakah saran dri mas jom udah dilakukan stiap hari oleh mas jom? Lalu apa hasil dri itu semua? Apa ada ptnjuk dari Allah Swt mana yg benar? :)
    jangan sampey cuma lima taquuluuna maa laa taf’alun karna akan jadi kabura maqtan ‘indallah.

    jazakumullah mas jom, sy stiap hari tanpa terlewat sjak jadi muslim keturunan sudah mengamal kan,,
    smga diakui oleh Rasulullah Saw sbg umat nya, bkan di akui oleh org2 yg ngaku2 jdi umat Beliau Saw. ):
    Sataftariqu ummati..>dst. Silahkan kawan2 muslim telaah hadits tsb. Jgn ti2k beratkan pada 73 golongan nya tpi pada kata >Ummati>nya :)

    @mas irfan>wah udah brapa lama jadi pengikut ahmadiyah > :) ?
    Mas irfan berarti org yg udah tahu rasa duren nya )ibarat>krna udah merasakan bgmana ahmadiyah dan seluk beluknya bukan cuma katanxa orang lain.. Nah bgi2 lah apa yang mas tahu agar kita dsni dapet yang berimbang,,
    pertanyaan sya:
    1. Apakah mas bca alquran?
    2.apakah yg diajarkan dalam ahmadiyah i2 tadhkirah?
    3.apakah mas byar zakat?
    4.apakah mas sholat?
    5.apa yang mas bc dalam sholat?apakah tadhkirah?
    6.dari smw kmentar kawan2 kita yg diatas mana yang fakta dan mana yang cuma ‘katanya’,,tanpa bukti valid> Amalan.
    7.silahkan jawab mas :)

  49. mahesamahdi84 berkata

    Arek Jombang:
    - BUKANKAH ANDA MENGATAKAN TADZKIROH ADL KUMPULAN WAHYU YG DITERIMA MGA DR ALLAH SWT ? Saya jawab: iya, wahyu yang tidak mengandung syariat, seperti halnya hadits Qudsi yang merupakan wahyu Alloh SWT yang tidak termasuk kedalam lembaran nash Alquran.  

    Arek Jombang:
    - APAKAH FIRMAN ALLAH SWT BUKAN KALAM YG SUCI ?
    Saya jawab: Firman, Kalam, Wahyu, Ilham yang berasal dari Alloh adalah SUCI.  

    Arek jombang:
    - ATAU MEMANG TADZKIROH SUDAH TDK SUCI LAGI KARENA BANYAK PERUBAHAN DAN PENAMBAHAN YANG TDK SESUAI DENGAN AJARAN MGA SEBELUMNYA (SEPERTI INJIL SAAT INI YG SDH DISIMPANGKAN)
    Saya jawab: perubahan seperti apa yang anda maksud? Bisa tolong dibuktikan? Tadzkirah adalah kumpulan wahyu atau Ilham yang diterima oleh Hz. Mirza Ghulam Ahmad as semasa beliau hidup, yang tersebar di buku2 dan selebaran2 yang beliau tulis. Kumpulan wahyu atau ilham tersebut dibukukan dan diberi nama tadzkirah.  

    Arek jombang:
    - APAKAH ANDA MAU MEMBANTAH TULISAN ANDA SENDIRI SEBELUMNYA ? ATAU ADA PENAFSIRAN LAIN TENTANG KALIMAT WAHYU SERTA TULISAN ANDA SENDIRI Saya jawab: tidak ada yang harus saya bantah.

      Arek jombang:
    INGAT… PERTANYAAN SAYA !!! DINEGARA MANA SAJA AHMADIYAH DIAKUI ? KALAU MENJAWAB JANGAN BERBELIT-BERBELIT SEBAB PERTANYAANNYA BUKAN MUTASYABIHAT TAPI MUHKAMAT (JELAS) DAN SAMPAI SAAT INI ANDA TIDAK BISA MENJAWAB ATAU ANDA MEMANG TDK MAU MENJAWAB SBB KUATIR TAMBAH TERLIHAT BELANGNYA AHMADIYAH
    Saya jawab: ya, berarti anda tidak bisa melihat jawaban dari perspektif saya sebagai penjawab. Oke, saya perjelas jawaban saya, saya tidak tahu dan tidak peduli seberapa banyak negara yang tidak mengakui ahmadiyah, karena saya meyakini bahwa agama hanyalah Milik Alloh SWT, negara tidak berhak menghakimi sebuah keyakinan, negara justru berkewajiban untuk melindungi warganya untuk menjalankan setiap agama yang dianutnya tanpa mendapat tekanan dan ancaman dari kelompok lain, sesuai dengan UUD. Pengakuan suatu negara terhadap Ahmadiyah tidak membuktikan ‘belangnya ahmadiyah’ seperti yang anda katakan. Justru jika negara tidak mengayomi warganya, walaupun minoritas, untuk bebas memilih dan menjalankan keyakinannya, maka baru bisa dikatakan negara tersebut yang ‘belang’, karena tidak menjalankan UUD. Oya, catatan, Indonesia pun masih mengakui adanya Ahmadiyah dengan masih adanya Badan Hukum Jemaat Ahmadiyah Indonesia Tahun 1953. Dan SKB pun tidak menyatakan tentang pembubaran Ahmadiyah. Oleh karena itu, kami masih eksis di Indonesia Tercinta ini. Mari kita sebagai ormas2 yang hidup di Indonesia agar senantiasa berlomba2 dalam kebaikan.. anda anggota ormas mana?

      Arek jombang:
    – JANGAN ANDA MELAKUKAN FITNAH TERHADAP TOKOH TSB… KARTENA NANTINYA AKAN DIPERHITUNGKAN DIHADAPAN ALLAH SWT.
    Saya jawab: Kami mempunyai dokumentasi video wawancaranya.  

    Arek jombang: – AMIN RAIS, GUSDUR, DLL JUGA MENERIMA DENGAN BAIK KUNJUNGAN DENGAN BAIK PAUS JOHANES PAULUS KE II KE INDONESIA WALAUPUN BEDA AGAMA BUKAN HAL TERSEBUT DIATAS BUKAN BERARTI AMIN RAIS DLL MENGAKUI AHMADIYAH SBG AGAMA ISLAM, (KYAI SAHAL MAHFUDZ, KYAI HASYIM MUZADI, KYAI ABDULLAH FAKIH LANGITAN, KYAI SYAFII MA’ARIFDLL JELAS MENGATAKAN (BUKAN MUTASYABIHAT) BHW AHMADIYA ADL AJARAN SESAT DAN MENYESATKAN.
    Saya jawab: anda punya bukti bahwa gusdur dan Amin Rais mengatakan Ahmadiyah bukan islam? Tokoh2 terakhir yang anda sebutkan memang pernah mengatakan bahwa Ahmadiyah sesat, tetapi hal itu tidak menggoyahkan keyakinan kami bahwa ahmadiyah adalah organisasi islam, Hanya Alloh lah Yang Maha Mengetahui siapa yang tersesat di Jalan-Nya.  
    Arek jombang:
    - MEMANG BETUL UUD 45 MENJAMIN KEBEBASAN BERAGAMA DENGAN KEYAKINAN MASING- MASING, BUKAN BERARTI MENJAMIN KEYAKINAN ATAU AJARAN YANG MELECEHKAN AGAMA TERTENTU APALAGI MELECEHKAN NABI SAW (MAKANYA BIASAKAN KALAU MENAFSIRKAN SESUATU YG KOMPREHENSIF JANGAN PARSIAL HAL INI MENJADI CONTOH KETIKA ANDA MENAFSIRKAN ALQUR’AN SECARA PARSIAL DAN SEMAU OTAK ANDA SENDIRI).
    Saya Jawab: Mana buktinya Ahmadiyah melecehkan Nabi Muhammad SAW? Perbedaan penafsiran tentang adanya Nabi setelah Nabi Muhammad SAW bukanlah sebuah pelecehan. Jika kami menganggap bahwa, Naudzubillah, Nabi Muhammad SAW seorang pendusta, barulah kami melakukan pelecehan. Kami berkeyakinan terhadap Ayat2 Alquran dan banyak Sabda Nabi tentang kedatangan seorang Nabi di akhir Zaman. LOGIKA: Lebih duluan mana, Era Nabi Muhammad SAW jika dibandingkan dengan Era Almasih Akhir Zaman? Maka dari itu, kami meyakini bahwa akan datang seorang Nabi setelah Era Baginda Nabi Muhammad SAW, yaitu Almasih. keyakinan kami sama halnya dengan keyakinan Nahdatul Ulama di dalam hasil muktamarnya.

      Arek jombang:
    - JUSTRU HAL INI DISKUSI BUKAN SEPERTI TES ATAU UJIAN SEBAB KALAU TES ATAU UJIAN ANDA SUDAH TIDAK LULUS ATAU KE D.O, JIKA ADA TOPIK (A) YG DIBAHAS ANDA JANGAN MENJAWAB (D ATAU F) ITU NAMANYA DEBAT KUSIR… ATAU ORANG JAKARTA BILANG “TULALIT” (TELPON YG TDK NYAMBUNG) ATAU ANDA MEMANG INGIN BERDEBAT SEPERTI KUSIR SHG PURA-PURA TULALIT?.
    Saya jawab: prinsip diskusi adalah saling menghormati pendapat orang lain, walaupun ada perkataan atau pernyataan yang salah menurut orang yang berdiskusi, ya harusnya disampaikan dengan bijak, Rasulullah SAW pun tidak hanya kepada para sahabatnya, kepada musuhnya pun beliau berbicara dengan santun, tidak melukai perasaan orang lain. Makanya banyak yang tertarik masuk islam dengan Akhlak Rasululloh SAW.  

    Arek jombang:
    ORANG YANG BERAGAMA KRISTEN PUN AKAN MENGATAKAN SEPERTI ANDA BHW KEYAKINAN SEORANG ADL PERJANJIAN MASING2 INDIVIDU DENGAN TUHANNYA DAN ALLAH LAH YG BERHAK MEMUTUSKAN.
    Saya jawab: memang betul seperti itu seharusnya. apakah anda akan menyangkal kalimat diatas?  

    Arek Jombang:
    KEWAJIBAN SAYA BERKEYAKINAN ISLAM YG DIBAWA OLEH NABI SAW ADL YANG PALING BENAR DAN SEMPURNA
    Saya jawab: saya juga yakin 1000%

      Arek jombang:  
    JUGA KEYAKINAN SAYA SEBAGAI ISLAM MEWAJIBKAN DENGAN PERCAYA TIDAK ADA NABI ATAU RASUL LAGI SETELAH NABI SAW.
    Saya jawab: tidak ada paksaan didalam memahami agama. Saya sudah jelaskan sebelumnya.  

    Arek jombang: ALQUR’AN MENGAKATAN “MUHAMMAD ADL RASULLULLAH, DAN SIAPA YANG BERSAMA NYA MAKA AKAN BERTINDAK TEGAS THD ORANG KAFIR DAN SALING KASIH MENGASIH SESAMANYA” (SEKALI LAGI AYAT INI AYAT YANG MUHKAMAT BUKAN MUTASYABIHAT).
    Saya jawab: dilihat dulu konteksnya. Di dalam riwayat pun dikatakan bahwa Rasululloh SAW senantiasa mengayomi setiap penduduk Mekah yang pada saat itu beranekamacam agamanya, majusi, nasrani, yahudi, bahkan Musailamah si pendusta pun dihadapi dengan bijak dengan mengirim nasehat bijak melalui utusannya. Hal itu karena Beliau SAW menjunjung tinggi ayat laa ikraa hafiddiin.  Musailamah diperangi Abu Bakar karena memberontak, makar, tidak mau bayar pajak, bukan masalah keyakinan individu. bisa dibaca sejarahnya.

    arek jombang:
    - KETIKA ANDA INGIN MENIRU AHLAK NABI KAMI YAITU NABI MUHAMMAD SAW SEHINGGA AGAMA ATAU KEYAKINAN YANG ANDA BAWA BISA DITERIMA OLEH NEGARA-NEGARA LAIN ATAU NEGARA ASAL AGAMA SENDIRI BERLAKULAH YANG BAIK JANGAN JADI PENYEBAB TIMBULNYA FITNAH, JANGAN JADI PROVOKATOR SEPERTI DI CIKESIK DLL TEMPAT SERTA JANGAN PURA-PURA BERDAKWAH ISLAM DENGAN PENAFSIRAN ANDA SENDIRI SEHINGGA MENJADI BELATI YANG MENUSUK ISLAM DARI BELAKANG, JANGAN PURA-PURA BERAKHLAK DENGAN SOPAN SANTUN TAPI SEPERTI IBLIS KETIKA MEMBUJUK MANUSIA… DIRIWAYATKAN BHW DAJJAL AKAN DATANG MEMBAWA KEBENARAN, BANYAK DARI UMMAT MANUSIA MENGIKUTI KEBENARAN ALA DAJJAL (KEBENARAN DARI SETAN).
    Saya jawab: fakta bahwa kejadian di cikeusik adalah pembunuhan keji yang dilakukan oleh orang2 yang mengaku dirinya islam. Seluruh dunia melihat. Baginda Rasululloh SAW pun ketika perang tidak pernah membolehkan melukai mayat. Sedih rasanya jika anda menisbahkan kesalahan kepada kami pas kejadian cikeusik. Semua mata dunia maupun dalam negeri pun menilai bahwa itu adalah perbuatan keji. Bahkan pengadilan pun memberikan vonis bersalah. Menurut Alquran sendiri bahwa Janganlah karena kebencian kamu terhadap suatu kaum hingga kamu berbuat tidak adil. Mengenai soal kepura2an, biarlah semua punya penilaian masing2. Rasululloh SAW mengajarkan agar kita harus Khusnudzhon, berbaik sangka terhadap orang lain. Mengenai Dajjal, diriwayatkan bahwa Imam Mahdi dan Almasih akan membunuh Dajjal di pintu Lud. Sudah genap kabar dari hadits tersebut, Hz. Mirza Ghulam Ahmad menerima Baiat pertama pada tahun 1887 di kota Ludhiana, India, yang pada waktu itu menjadi sasaran kristenisasi terbesar. IMAM MAHDI menikam jantung Dajjal di kota Ludhiana.    

    arek jombang:
    – TERAKHIR SAYA NASEHATKAN BERTOBATLAH DENGAN TOBAT NASUHA DAN KEMBALILAH PADA ISLAM SECARA KAFFAH… JIKA ANDA MENOLAK MAKA SAYA AKAN KATAKAN LAKUM DINUKUM WAL YADIN
    Saya jawab: islam kaffah adalah memegang teguh hal yang diwasiatkan Nabi SAW, yaitu Alquran dan Sunnah Nabi dan Jamaah. Jamaah memiliki seorang Imam, dan Imam kami adalah Imam Mahdi yang akan menjadi hakim yang adil, meneguhkan agama islam sebagai pemenang diatas agama lain.

  50. mahesamahdi84 berkata

    Arek Jombang: – BUKANKAH ANDA MENGATAKAN TADZKIROH ADL KUMPULAN WAHYU YG DITERIMA MGA DR ALLAH SWT ? Saya jawab: iya, wahyu yang tidak mengandung syariat, seperti halnya hadits Qudsi yang merupakan wahyu Alloh SWT yang tidak termasuk kedalam lembaran nash Alquran. Arek Jombang: – APAKAH FIRMAN ALLAH SWT BUKAN KALAM YG SUCI ? Saya jawab: Firman, Kalam, Wahyu, Ilham yang berasal dari Alloh adalah SUCI. Arek jombang: – ATAU MEMANG TADZKIROH SUDAH TDK SUCI LAGI KARENA BANYAK PERUBAHAN DAN PENAMBAHAN YANG TDK SESUAI DENGAN AJARAN MGA SEBELUMNYA (SEPERTI INJIL SAAT INI YG SDH DISIMPANGKAN) Saya jawab: perubahan seperti apa yang anda maksud? Bisa tolong dibuktikan? Tadzkirah adalah kumpulan wahyu atau Ilham yang diterima oleh Hz. Mirza Ghulam Ahmad as semasa beliau hidup, yang tersebar di buku2 dan selebaran2 yang beliau tulis. Kumpulan wahyu atau ilham tersebut dibukukan dan diberi nama tadzkirah. Arek jombang: – APAKAH ANDA MAU MEMBANTAH TULISAN ANDA SENDIRI SEBELUMNYA ? ATAU ADA PENAFSIRAN LAIN TENTANG KALIMAT WAHYU SERTA TULISAN ANDA SENDIRI Saya jawab: tidak ada yang harus saya bantah. Arek jombang: INGAT… PERTANYAAN SAYA !!! DINEGARA MANA SAJA AHMADIYAH DIAKUI ? KALAU MENJAWAB JANGAN BERBELIT-BERBELIT SEBAB PERTANYAANNYA BUKAN MUTASYABIHAT TAPI MUHKAMAT (JELAS) DAN SAMPAI SAAT INI ANDA TIDAK BISA MENJAWAB ATAU ANDA MEMANG TDK MAU MENJAWAB SBB KUATIR TAMBAH TERLIHAT BELANGNYA AHMADIYAH Saya jawab: ya, berarti anda tidak bisa melihat jawaban dari perspektif saya sebagai penjawab. Oke, saya perjelas jawaban saya, saya tidak tahu dan tidak peduli seberapa banyak negara yang tidak mengakui ahmadiyah, karena saya meyakini bahwa agama hanyalah Milik Alloh SWT, negara tidak berhak menghakimi sebuah keyakinan, negara justru berkewajiban untuk melindungi warganya untuk menjalankan setiap agama yang dianutnya tanpa mendapat tekanan dan ancaman dari kelompok lain, sesuai dengan UUD. Pengakuan suatu negara terhadap Ahmadiyah tidak membuktikan ‘belangnya ahmadiyah’ seperti yang ada katakan. Justru jika negara tidak mengayomi warganya, walaupun minoritas, untuk bebas memilih dan menjalankan keyakinannya, maka baru bisa dikatakan negara tersebut yang ‘belang’, karena tidak menjalankan UUD. Oya, catatan, Indonesia pun masih mengakui adanya Ahmadiyah dengan masih adanya Badan Hukum Jemaat Ahmadiyah Indonesia Tahun 1953. Dan SKB pun tidak menyatakan tentang pembubaran Ahmadiyah. Oleh karena itu, kami masih eksis di Indonesia Tercinta ini. Mari kita sebagai ormas2 yang hidup di Indonesia agar senantiasa berlomba2 dalam kebaikan.. Arek jombang: – JANGAN ANDA MELAKUKAN FITNAH TERHADAP TOKOH TSB… KARTENA NANTINYA AKAN DIPERHITUNGKAN DIHADAPAN ALLAH SWT. Saya jawab: Kami mempunyai dokumentasi video wawancaranya. Arek jombang: – AMIN RAIS, GUSDUR, DLL JUGA MENERIMA DENGAN BAIK KUNJUNGAN DENGAN BAIK PAUS JOHANES PAULUS KE II KE INDONESIA WALAUPUN BEDA AGAMA BUKAN HAL TERSEBUT DIATAS BUKAN BERARTI AMIN RAIS DLL MENGAKUI AHMADIYAH SBG AGAMA ISLAM, (KYAI SAHAL MAHFUDZ, KYAI HASYIM MUZADI, KYAI ABDULLAH FAKIH LANGITAN, KYAI SYAFII MA’ARIFDLL JELAS MENGATAKAN (BUKAN MUTASYABIHAT) BHW AHMADIYA ADL AJARAN SESAT DAN MENYESATKAN. Saya jawab: anda punya bukti bahwa gusdur dan Amin Rais mengatakan Ahmadiyah bukan islam? Tokoh2 terakhir yang anda sebutkan memang pernah mengatakan bahwa Ahmadiyah sesat, tetapi hal itu tidak menggoyahkan keyakinan kami bahwa ahmadiyah adalah organisasi islam, Hanya Alloh lah Yang Maha Mengetahui siapa yang tersesat di Jalan-Nya. Arwk jombang: – MEMANG BETUL UUD 45 MENJAMIN KEBEBASAN BERAGAMA DENGAN KEYAKINAN MASING- MASING, BUKAN BERARTI MENJAMIN KEYAKINAN ATAU AJARAN YANG MELECEHKAN AGAMA TERTENTU APALAGI MELECEHKAN NABI SAW (MAKANYA BIASAKAN KALAU MENAFSIRKAN SESUATU YG KOMPREHENSIF JANGAN PARSIAL HAL INI MENJADI CONTOH KETIKA ANDA MENAFSIRKAN ALQUR’AN SECARA PARSIAL DAN SEMAU OTAK ANDA SENDIRI). Saya Jawab: Mana buktinya Ahmadiyah melecehkan Nabi Muhammad SAW? Perbedaan penafsiran tentang adanya Nabi setelah Nabi Muhammad SAW bukanlah sebuah pelecehan. Jika kami menganggap bahwa, Naudzubillah, Nabi Muhammad SAW seorang pendusta, barulah kami melakukan pelecehan. Kami berkeyakinan terhadap Ayat2 Alquran dan banyak Sabda Nabi tentang kedatangan seorang Nabi di akhir Zaman. LOGIKA: Lebih duluan mana, Era Nabi Muhammad SAW jika dibandingkan dengan Era Almasih Akhir Zaman? Maka dari itu, kami meyakini bahwa akan datang seorang Nabi setelah Era Baginda Nabi Muhammad SAW, yaitu Almasih. keyakinan kami sama halnya dengan keyakinan Nahdatul Ulama di dalam hasil muktamarnya. Arek jombang: – JUSTRU HAL INI DISKUSI BUKAN SEPERTI TES ATAU UJIAN SEBAB KALAU TES ATAU UJIAN ANDA SUDAH TIDAK LULUS ATAU KE D.O, JIKA ADA TOPIK (A) YG DIBAHAS ANDA JANGAN MENJAWAB (D ATAU F) ITU NAMANYA DEBAT KUSIR… ATAU ORANG JAKARTA BILANG “TULALIT” (TELPON YG TDK NYAMBUNG) ATAU ANDA MEMANG INGIN BERDEBAT SEPERTI KUSIR SHG PURA-PURA TULALIT?. Saya jawab: prinsip diskusi adalah saling menghormati pendapat orang lain, walaupun ada perkataan atau pernyataan yang salah menurut orang yang berdiskusi, ya harusnya disampaikan dengan bijak, Rasulullah SAW pun tidak hanya kepada para sahabatnya, kepada musuhnya pun beliau berbicara dengan santun, tidak melukai perasaan orang lain. Makanya banyak yang tertarik masuk islam dengan Akhlak Rasululloh SAW. Arek jombang: ORANG YANG BERAGAMA KRISTEN PUN AKAN MENGATAKAN SEPERTI ANDA BHW KEYAKINAN SEORANG ADL PERJANJIAN MASING2 INDIVIDU DENGAN TUHANNYA DAN ALLAH LAH YG BERHAK MEMUTUSKAN. Saya jawab: memang betul seperti itu seharusnya. apakah anda akan menyangkal kalimat diatas? Arek Jombang: KEWAJIBAN SAYA BERKEYAKINAN ISLAM YG DIBAWA OLEH NABI SAW ADL YANG PALING BENAR DAN SEMPURNA Saya jawab: saya juga yakin 1000% Arek jombang: JUGA KEYAKINAN SAYA SEBAGAI ISLAM MEWAJIBKAN DENGAN PERCAYA TIDAK ADA NABI ATAU RASUL LAGI SETELAH NABI SAW. Saya jawab: tidak ada paksaan didalam memahami agama. Saya sudah jelaskan sebelumnya. Arek jombang: ALQUR’AN MENGAKATAN “MUHAMMAD ADL RASULLULLAH, DAN SIAPA YANG BERSAMA NYA MAKA AKAN BERTINDAK TEGAS THD ORANG KAFIR DAN SALING KASIH MENGASIH SESAMANYA” (SEKALI LAGI AYAT INI AYAT YANG MUHKAMAT BUKAN MUTASYABIHAT). Saya jawab: dilihat dulu konteksnya. Di dalam riwayat pun dikatakan bahwa Rasululloh SAW senantiasa mengayomi setiap penduduk Mekah yang pada saat itu beranekamacam agamanya, majusi, nasrani, yahudi, bahkan Musailamah si pendusta pun dihadapi dengan bijak dengan mengirim nasehat bijak melalui utusannya. Hal itu karena Beliau SAW menjunjung tinggi ayat laa ikraa hafiddiin. – KETIKA ANDA INGIN MENIRU AHLAK NABI KAMI YAITU NABI MUHAMMAD SAW SEHINGGA AGAMA ATAU KEYAKINAN YANG ANDA BAWA BISA DITERIMA OLEH NEGARA-NEGARA LAIN ATAU NEGARA ASAL AGAMA SENDIRI BERLAKULAH YANG BAIK JANGAN JADI PENYEBAB TIMBULNYA FITNAH, JANGAN JADI PROVOKATOR SEPERTI DI CIKESIK DLL TEMPAT SERTA JANGAN PURA-PURA BERDAKWAH ISLAM DENGAN PENAFSIRAN ANDA SENDIRI SEHINGGA MENJADI BELATI YANG MENUSUK ISLAM DARI BELAKANG, JANGAN PURA-PURA BERAKHLAK DENGAN SOPAN SANTUN TAPI SEPERTI IBLIS KETIKA MEMBUJUK MANUSIA… DIRIWAYATKAN BHW DAJJAL AKAN DATANG MEMBAWA KEBENARAN, BANYAK DARI UMMAT MANUSIA MENGIKUTI KEBENARAN ALA DAJJAL (KEBENARAN DARI SETAN). Saya jawab: fakta bahwa kejadian di cikeusik adalah pembunuhan keji yang dilakukan oleh orang2 yang mengaku dirinya islam. Seluruh dunia melihat. Baginda Rasululloh SAW pun ketika perang tidak pernah membolehkan melukai mayat. Sedih rasanya jika anda menisbahkan kesalahan kepada kami pas kejadian cikeusik. Semua mata dunia maupun dalam negeri pun menilai bahwa itu adalah perbuatan keji. Bahkan pengadilan pun memberikan vonis bersalah. Menurut Alquran sendiri bahwa Janganlah karena kebencian kamu terhadap suatu kaum hingga kamu berbuat tidak adil. Mengenai soal kepura2an, biarlah semua punya penilaian masing2. Rasululloh SAW mengajarkan agar kita harus Khusnudzhon, berbaik sangka terhadap orang lain. Mengenai Dajjal, diriwayatkan bahwa Imam Mahdi dan Almasih akan membunuh Dajjal di pintu Lud. Sudah genap kabar dari hadits tersebut, Hz. Mirza Ghulam Ahmad menerima Baiat pertama pada tahun 1887 di kota Ludhiana, India, yang pada waktu itu menjadi sasaran kristenisasi terbesar. IMAM MAHDI menikam jantung kristenisasi di kota Ludhiana. – TERAKHIR SAYA NASEHATKAN BERTOBATLAH DENGAN TOBAT NASUHA DAN KEMBALILAH PADA ISLAM SECARA KAFFAH… JIKA ANDA MENOLAK MAKA SAYA AKAN KATAKAN LAKUM DINUKUM WAL YADIN Saya jawab: islam kaffah adalah memegang teguh hal yang diwasiatkan Nabi SAW, yaitu Alquran dan Sunnah Nabi dan Jamaah. Jamaah memiliki seorang Imam, dan Imam kami adalah Imam Mahdi yang akan menjadi hakim yang adil, meneguhkan agama islam sebagai pemenang diatas agama lain.

  51. mahesamahdi84 berkata

    Arek Jombang:
    - BUKANKAH ANDA MENGATAKAN TADZKIROH ADL KUMPULAN WAHYU YG DITERIMA MGA DR ALLAH SWT ?
    Saya jawab: iya, wahyu yang tidak mengandung syariat, seperti halnya hadits Qudsi yang merupakan wahyu Alloh SWT yang tidak termasuk kedalam lembaran nash Alquran.

    Arek Jombang: – APAKAH FIRMAN ALLAH SWT BUKAN KALAM YG SUCI ?
    Saya jawab: Firman, Kalam, Wahyu, Ilham yang berasal dari Alloh adalah SUCI.

    Arek jombang: – ATAU MEMANG TADZKIROH SUDAH TDK SUCI LAGI KARENA BANYAK PERUBAHAN DAN PENAMBAHAN YANG TDK SESUAI DENGAN AJARAN MGA SEBELUMNYA (SEPERTI INJIL SAAT INI YG SDH DISIMPANGKAN)
    Saya jawab: perubahan seperti apa yang anda maksud? Bisa tolong dibuktikan? Tadzkirah adalah kumpulan wahyu atau Ilham yang diterima oleh Hz. Mirza Ghulam Ahmad as semasa beliau hidup, yang tersebar di buku2 dan selebaran2 yang beliau tulis. Kumpulan wahyu atau ilham tersebut dibukukan dan diberi nama tadzkirah.

    Arek jombang: – APAKAH ANDA MAU MEMBANTAH TULISAN ANDA SENDIRI SEBELUMNYA ? ATAU ADA PENAFSIRAN LAIN TENTANG KALIMAT WAHYU SERTA TULISAN ANDA SENDIRI
    Saya jawab: tidak ada yang harus saya bantah.

    Arek jombang: INGAT… PERTANYAAN SAYA !!! DINEGARA MANA SAJA AHMADIYAH DIAKUI ? KALAU MENJAWAB JANGAN BERBELIT-BERBELIT SEBAB PERTANYAANNYA BUKAN MUTASYABIHAT TAPI MUHKAMAT (JELAS) DAN SAMPAI SAAT INI ANDA TIDAK BISA MENJAWAB ATAU ANDA MEMANG TDK MAU MENJAWAB SBB KUATIR TAMBAH TERLIHAT BELANGNYA AHMADIYAH
    Saya jawab: ya, berarti anda tidak bisa melihat jawaban dari perspektif saya sebagai penjawab. Oke, saya perjelas jawaban saya, saya tidak tahu dan tidak peduli seberapa banyak negara yang tidak mengakui ahmadiyah, karena saya meyakini bahwa agama hanyalah Milik Alloh SWT, negara tidak berhak menghakimi sebuah keyakinan, negara justru berkewajiban untuk melindungi warganya untuk menjalankan setiap agama yang dianutnya tanpa mendapat tekanan dan ancaman dari kelompok lain, sesuai dengan UUD. Pengakuan suatu negara terhadap Ahmadiyah tidak membuktikan ‘belangnya ahmadiyah’ seperti yang ada katakan. Justru jika negara tidak mengayomi warganya, walaupun minoritas, untuk bebas memilih dan menjalankan keyakinannya, maka baru bisa dikatakan negara tersebut yang ‘belang’, karena tidak menjalankan UUD. Oya, catatan, Indonesia pun masih mengakui adanya Ahmadiyah dengan masih adanya Badan Hukum Jemaat Ahmadiyah Indonesia Tahun 1953. Dan SKB pun tidak menyatakan tentang pembubaran Ahmadiyah. Oleh karena itu, kami masih eksis di Indonesia Tercinta ini. Mari kita sebagai ormas2 yang hidup di Indonesia agar senantiasa berlomba2 dalam kebaikan..

    Arek jombang: – JANGAN ANDA MELAKUKAN FITNAH TERHADAP TOKOH TSB… KARTENA NANTINYA AKAN DIPERHITUNGKAN DIHADAPAN ALLAH SWT.
    Saya jawab: Kami mempunyai dokumentasi video wawancaranya.

    Arek jombang: – AMIN RAIS, GUSDUR, DLL JUGA MENERIMA DENGAN BAIK KUNJUNGAN DENGAN BAIK PAUS JOHANES PAULUS KE II KE INDONESIA WALAUPUN BEDA AGAMA BUKAN HAL TERSEBUT DIATAS BUKAN BERARTI AMIN RAIS DLL MENGAKUI AHMADIYAH SBG AGAMA ISLAM, (KYAI SAHAL MAHFUDZ, KYAI HASYIM MUZADI, KYAI ABDULLAH FAKIH LANGITAN, KYAI SYAFII MA’ARIFDLL JELAS MENGATAKAN (BUKAN MUTASYABIHAT) BHW AHMADIYA ADL AJARAN SESAT DAN MENYESATKAN.
    Saya jawab: anda punya bukti bahwa gusdur dan Amin Rais mengatakan Ahmadiyah bukan islam? Tokoh2 terakhir yang anda sebutkan memang pernah mengatakan bahwa Ahmadiyah sesat, tetapi hal itu tidak menggoyahkan keyakinan kami bahwa ahmadiyah adalah organisasi islam, Hanya Alloh lah Yang Maha Mengetahui siapa yang tersesat di Jalan-Nya.

    Arek jombang: – MEMANG BETUL UUD 45 MENJAMIN KEBEBASAN BERAGAMA DENGAN KEYAKINAN MASING- MASING, BUKAN BERARTI MENJAMIN KEYAKINAN ATAU AJARAN YANG MELECEHKAN AGAMA TERTENTU APALAGI MELECEHKAN NABI SAW (MAKANYA BIASAKAN KALAU MENAFSIRKAN SESUATU YG KOMPREHENSIF JANGAN PARSIAL HAL INI MENJADI CONTOH KETIKA ANDA MENAFSIRKAN ALQUR’AN SECARA PARSIAL DAN SEMAU OTAK ANDA SENDIRI).
    Saya Jawab: Mana buktinya Ahmadiyah melecehkan Nabi Muhammad SAW? Perbedaan penafsiran tentang adanya Nabi setelah Nabi Muhammad SAW bukanlah sebuah pelecehan. Jika kami menganggap bahwa, Naudzubillah, Nabi Muhammad SAW seorang pendusta, barulah kami melakukan pelecehan. Kami berkeyakinan terhadap Ayat2 Alquran dan banyak Sabda Nabi tentang kedatangan seorang Nabi di akhir Zaman. LOGIKA: Lebih duluan mana, Era Nabi Muhammad SAW jika dibandingkan dengan Era Almasih Akhir Zaman? Maka dari itu, kami meyakini bahwa akan datang seorang Nabi setelah Era Baginda Nabi Muhammad SAW, yaitu Almasih. keyakinan kami sama halnya dengan keyakinan Nahdatul Ulama di dalam hasil muktamarnya.

    Arek jombang: – JUSTRU HAL INI DISKUSI BUKAN SEPERTI TES ATAU UJIAN SEBAB KALAU TES ATAU UJIAN ANDA SUDAH TIDAK LULUS ATAU KE D.O, JIKA ADA TOPIK (A) YG DIBAHAS ANDA JANGAN MENJAWAB (D ATAU F) ITU NAMANYA DEBAT KUSIR… ATAU ORANG JAKARTA BILANG “TULALIT” (TELPON YG TDK NYAMBUNG) ATAU ANDA MEMANG INGIN BERDEBAT SEPERTI KUSIR SHG PURA-PURA TULALIT?.
    Saya jawab: prinsip diskusi adalah saling menghormati pendapat orang lain, walaupun ada perkataan atau pernyataan yang salah menurut orang yang berdiskusi, ya harusnya disampaikan dengan bijak, Rasulullah SAW pun tidak hanya kepada para sahabatnya, kepada musuhnya pun beliau berbicara dengan santun, tidak melukai perasaan orang lain. Makanya banyak yang tertarik masuk islam dengan Akhlak Rasululloh SAW.

    Arek jombang: ORANG YANG BERAGAMA KRISTEN PUN AKAN MENGATAKAN SEPERTI ANDA BHW KEYAKINAN SEORANG ADL PERJANJIAN MASING2 INDIVIDU DENGAN TUHANNYA DAN ALLAH LAH YG BERHAK MEMUTUSKAN.
    Saya jawab: memang betul seperti itu seharusnya. apakah anda akan menyangkal kalimat diatas?

    Arek Jombang: KEWAJIBAN SAYA BERKEYAKINAN ISLAM YG DIBAWA OLEH NABI SAW ADL YANG PALING BENAR DAN SEMPURNA Saya jawab: saya juga yakin 1000% Arek jombang: JUGA KEYAKINAN SAYA SEBAGAI ISLAM MEWAJIBKAN DENGAN PERCAYA TIDAK ADA NABI ATAU RASUL LAGI SETELAH NABI SAW.
    Saya jawab: tidak ada paksaan didalam memahami agama. Saya sudah jelaskan sebelumnya.

    Arek jombang: ALQUR’AN MENGAKATAN “MUHAMMAD ADL RASULLULLAH, DAN SIAPA YANG BERSAMA NYA MAKA AKAN BERTINDAK TEGAS THD ORANG KAFIR DAN SALING KASIH MENGASIH SESAMANYA” (SEKALI LAGI AYAT INI AYAT YANG MUHKAMAT BUKAN MUTASYABIHAT).
    Saya jawab: dilihat dulu konteksnya. Di dalam riwayat pun dikatakan bahwa Rasululloh SAW senantiasa mengayomi setiap penduduk Mekah yang pada saat itu beranekamacam agamanya, majusi, nasrani, yahudi, bahkan Musailamah si pendusta pun dihadapi dengan bijak dengan mengirim nasehat bijak melalui utusannya. Hal itu karena Beliau SAW menjunjung tinggi ayat laa ikraa hafiddiin.

    Arek jombang:
    – KETIKA ANDA INGIN MENIRU AHLAK NABI KAMI YAITU NABI MUHAMMAD SAW SEHINGGA AGAMA ATAU KEYAKINAN YANG ANDA BAWA BISA DITERIMA OLEH NEGARA-NEGARA LAIN ATAU NEGARA ASAL AGAMA SENDIRI BERLAKULAH YANG BAIK JANGAN JADI PENYEBAB TIMBULNYA FITNAH, JANGAN JADI PROVOKATOR SEPERTI DI CIKESIK DLL TEMPAT SERTA JANGAN PURA-PURA BERDAKWAH ISLAM DENGAN PENAFSIRAN ANDA SENDIRI SEHINGGA MENJADI BELATI YANG MENUSUK ISLAM DARI BELAKANG, JANGAN PURA-PURA BERAKHLAK DENGAN SOPAN SANTUN TAPI SEPERTI IBLIS KETIKA MEMBUJUK MANUSIA… DIRIWAYATKAN BHW DAJJAL AKAN DATANG MEMBAWA KEBENARAN, BANYAK DARI UMMAT MANUSIA MENGIKUTI KEBENARAN ALA DAJJAL (KEBENARAN DARI SETAN).
    Saya jawab: fakta bahwa kejadian di cikeusik adalah pembunuhan keji yang dilakukan oleh orang2 yang mengaku dirinya islam. Seluruh dunia melihat. Baginda Rasululloh SAW pun ketika perang tidak pernah membolehkan
    mayat. Sedih rasanya jika anda menisbahkan kesalahan kepada kami pas kejadian cikeusik. Semua mata dunia maupun dalam negeri pun menilai bahwa itu adalah perbuatan keji. Bahkan pengadilan pun memberikan vonis bersalah. Menurut Alquran sendiri bahwa Janganlah karena kebencian kamu terhadap suatu kaum hingga kamu berbuat tidak adil. Mengenai soal kepura2an, biarlah semua punya penilaian masing2. Rasululloh SAW mengajarkan agar kita harus Khusnudzhon, berbaik sangka terhadap orang lain. Mengenai Dajjal, diriwayatkan bahwa Imam Mahdi dan Almasih akan membunuh Dajjal di pintu Lud. Sudah genap kabar dari hadits tersebut, Hz. Mirza Ghulam Ahmad menerima Baiat pertama pada tahun 1887 di kota Ludhiana, India, yang pada waktu itu menjadi sasaran kristenisasi terbesar. IMAM MAHDI menikam jantung kristenisasi di kota Ludhiana.

    arek jombang:
    - TERAKHIR SAYA NASEHATKAN BERTOBATLAH DENGAN TOBAT NASUHA DAN KEMBALILAH PADA ISLAM SECARA KAFFAH… JIKA ANDA MENOLAK MAKA SAYA AKAN KATAKAN LAKUM DINUKUM WAL YADIN
    Saya jawab: islam yang kaffah adalah memegang teguh hal yang diwasiatkan Nabi SAW, yaitu Alquran dan Sunnah Nabi dan Jamaah. Jamaah memiliki seorang Imam, dan Imam kami adalah Imam Mahdi yang akan menjadi hakim yang adil, meneguhkan agama islam sebagai pemenang diatas agama lain.

  52. mahesa berkata

    Wahyu adalah perkataan atau pengetahuan yang diberikan Allah dan diturunkan kepada seluruh makhluk-Nya melalui perantara. Hakikinya wahyu bersifat tetap keberadaannya, tidak berubah dalam keadaan dan berlangsung secara absolut. Diterima atau tidaknya, wahyu bekerja sesuai perintah Allah yang dinyatakan. Sementara ilham adalah petunjuk Allah yang ditimbulkan atau yang muncul di hati, ilham sendiri keadaannya tidak tetap atas keberadaannya. Ilham bisa juga dinamakan wahyu karena datangnya hampir sama dengan wahyu. Seperti ilham yang dialami oleh ibu Musa, agar ia menyusui Musa dan memasukkan ke dalam peti lalu menjatuhkannya (menghanyutkan) ke sungai Nil.
    Dalam kitab “Asy Syifaa”, juz 1 halaman 191, dikatakan, “Adapun wahyu asalnya “kecepatan”. Karena para Nabi menerima apa yang datang kepadanya dari Tuhannya dengan cepat, maka dinamakanlah wahyu. Dinamakan pula macam-macam ilham sebagai wahyu karena menyerupai wahyu kepada Nabi. Tulisan dinamakan pula wahyu karena kecepatan gerak tangan orang yang menulisnya. Dikatakan pula oleh sebagian orang, wahyu ialah “tersembunyi” dan “disembunyikan”. Itu sebabnya maka beberapa macam ilham dinamakan pula wahyu”.
    Imam Raghib Al Ashfahaani menulis, “Kalimat-kalimat Allah yang diturunkan kepada Nabi-Nabi dan Wali-Wali dinamakan wahyu yakni isyarat-isyarat yang cepat”. Hanya para Nabi yang mengetahui arti daripada isyarat-isyarat tersebut. Kepada siapa diturunkan ? Apakah manusia biasa (bukan Rasul/Nabi) bisa mendapat wahyu? “Katakanlah, kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis ditulis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu pula.” (QS. Al Kahfi: 109)
    “Dan seandainya pohon-pohon di muka bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan lagi, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Luqman: 27).
    Kemudian, Alloh pun memberikan wahyu kepada lebah. “Dan Rabbmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.” kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.” (An Nahl: 68-69)
    Kesimpulan, bahwa wahyu dklasifikasikan menjadi wahyu yang mengandung syariat dan wahyu yang tidak mengandung syariat.

  53. mahesa berkata

    AHMADIYAH MEMBAJAK ALQURAN?
    Kata-kata hujatan ini adalah fitnah untuk membangkitkan kebencian dan permusuhan kepada Ahmadiyah. Orang tulus yang pernah membaca buku Pendiri Jamaah Islam Ahmadiyah tidak akan berkesimpulan demikian, karena para sahabat Rasulullah saw dan para waliyullah banyak yang mendapatkan karunia pengalaman ruhani berupa menerima wahyu yang bunyinya sama dengan ayat Al-Quran.
    Bahkan, sepanjang sejarah Islam para sahabat, waliullah, dan para sufi banyak yang telah ber-mukalamah (berbicara secara langsung) dengan Allah Swt. Sebagian dari wahyu-wahyu itu banyak yang merupakan lafazh-lafazh Kitab Suci Alquran dan kadang-kadang dengan disertai tambahan lafazh lainnya. Dengan kata lain, diantara wahyu-wahyu tersebut ada yang 100% serupa dengan ayat-ayat Alquran dan ada yang tidak. Bagi mereka yang berpengetahuan luas dalam agama Islam serta terbiasa menelaah kitab-kitab kuning, tidaklah sulit untuk memahami perkara ini.

    Diantara mereka yang benar-benar telah menerima wahyu-wahyu itu dan menuliskannya dalam beberapa kitab adalah Hz. Imam Syafi’i r.a., Hz. Imam Ahmad bin Hambal r.a., Hz. Imam Muhyidin Ibnu Arabi r.a., Hz. Umar r.a., serta beberapa sahabat. Apakah dengan demikian kita akan mengatakan bahwa orang-orang suci itu telah membajak ayat-ayat Alquran? Na’udzubillahi min dzalik, kita tidak akan selancang itu.Pendiri Jamaah Islam Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad sering mendapatkan wahyu-wahyu seperti itu. Jadi, pengalaman ruhani tersebut adalah karunia Allah yang diberikan kepada hamba-hamba terpilih atas iradah-Nya.

    Adapun satu-satunya Kitab suci yang diimani oleh anggota Jamaah Islam Ahmadiyah adalah Alquranul Karim yang terdiri dari 30 juz. Kitab Suci itulah yang dicetak dan disebarkan oleh Jamaah Islam Ahmadiyah keseluruh dunia. Setiap orang dapat dengan bebas memiliki cetakan Alquran tersebut. Bagi orang yang telah membacanya, pasti membuktikan bahwa tidak ada ayat-ayatnya yang dirobah-robah apalagi dipalsukan. Bahkan Departeman Agama pun pernah menjadikan Terjemahan dan Tafsir Quran Jamaah Islam Ahmadiyah sebagai rujukan dalam terjemahan dan tafsir Alquran terbitan mereka.

    Jamaah Islam Ahmadiyah tidak pernah mengacak-acak atau pun mengaduk-aduk ayat Suci Al-Quran, sebab Al-Quranul Karim diimani oleh Jamaah Islam Ahmadiyah sebagai Kitab Suci dan Kitab Syariat yang terakhir. Bahkan kami meyakini kebenaran Firman Allah berikut ini:

    Artinya:
    “Sesungguhnya, Kami-lah yang telah menurunkan Peringatan (Al-Quran) ini, dan sesungguhnya Kami-lah pemeliharanya.” (Al-Hijr, 15:10)
    Menurut ayat ini Al-Quran tidak mungkin dapat diacak-acak dan di aduk-aduk karena dipelihara dan dijaga oleh Allah Swt Wujud Yang Maha Kuasa, sehingga tidak diperlukan campur tangan manusia dengan cara kekerasan untuk melindungi dan menjaganya.

    Selain meyakini hal tersebut diatas, dalam upaya meluaskan dakwah Islam dan risalah Rasulullah SAW, kami, Jamaah Ahmadiyah, juga telah, sedang, dan akan menerjemahkan Al-Quranul Karim kedalam berbagai bahasa di dunia.

    Dan, kini, kami, Jamaah Islam Ahmadiyah, telah berhasil menerjemahkan Al-Quran ke dalam 100 bahasa di dunia, seperti: Inggris, Prancis, Portugis, Jerman, China, Rusia, Tagalog, Korea, Swahili, Jepang, Itali, Spanyol, Belanda, Indonesia, dll. Adakah para pecinta Al-Quran yang telah melakukan hal yang sama, yakni menerjemahkan Al-Quran ke dalam berbagai bahasa seperti yang dilakukan Jamaah Ahmadiyah? Tidakkah lebih baik bagi kita untuk ber- fastabiqul khairat ?
    Kami telah menjelaskan bahwa Jamaah Islam Ahmadiyah tidak pernah mengacak-acak dan mengaduk-aduk ayat-ayat suci Al-Quran seperti yang dituduhkan oleh sebagian Ummat Islam. Dan perlu kami tegaskan lagi disini, Tadzkirah, bukanlah kitab suci Ahmadiyah, dan bukan disusun oleh Pendiri Jemaat Ahmadiyah.

    Buku Tadzkirah hanyalah kumpulan wahyu, ilham, kasyaf, dan ru’ya yang dikutip dan dihimpun dari berbagai buku dan selebaran Pendiri Jamaah Islam Ahmadiyah. Tadzkirah diterbitkan pertama kali menjadi sebuah buku pada tahun 1935, yaitu 27 tahun setelah wafatnya Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad.

    Sama sekali tidak terbetik dalam pikiran orang-orang Ahmadiyah, bahwa Tadzkirah adalah kitab suci. Maka itu, ketika ada orang yang menyebarkan fitnah bahwa Jamaah Islam Ahmadiyah mempunyai kitab suci sendiri bernama Tadzkirah, maka kami sangat heran. Dan bertambah heran lagi, ketika mereka, memaksa kami untuk mengakui Tadzkirah sebagai sebuah kitab suci.

    Di dalam sejarah Islam, dijumpai banyak sekali ulama-Ulama Masa Awwal, yaitu ulama-ulama yang ke zuhudan dan kesuciannya tidak diragukan lagi, bahkan sulit untuk mendapatkan contoh dan bandingannya dizaman sekarang ini. Para Ulama Masa Awwal ini mengemukakan pengalaman–pengalaman rohani mereka bahwa mereka menerima wahyu dari Allah Swt,.

    Di dalam wahyu yang mereka terima, nampak dengan jelas, sebagiannya sama persis dengan ayat-ayat Al-Quran, dan sebagiannya lagi, campuran antara kata-kata yang persis dengan ayat-ayat Al-Quran dan kata-kata lain yang bukan ayat-ayat Al-Quran. Contoh wahyu yang diterima oleh Ulama Masa Awwal ini, akan kami kemukakan dibagian akhir dari penjelasan terhadap tuduhan ini.

    Pernyataan para Ulama Masa Awwal, bahwa mereka menerima wahyu, menjadi bukti sempurnanya firman Allah Swt yang menyatakan bahwa Dia adalah Wujud Yang Al-Mutakallim (Maha Berkata-kata) sebagaimana firman-Nya:

    Artinya:
    “Dan tidaklah mungkin bagi manusia agar Allah berfirman kepadanya, kecuali dengan wahyu langsung, atau dari belakang tabir, atau dengan mengirimkan seorang utusan guna mewahyukan dengan izin-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Dia Mahaluhur, Mahabijaksana”.(As-Syura, 42:52)

    Menurut para Ulama Masa Awwal, orang yang mengingkari adanya lagi wahyu setelah Al-Quranul Karim sempurna diturunkan, itu dikarenakan ia tidak mendalami dan tidak pernah merasakan nikmat-nikmat rohani sebagaimana yang dirasakan oleh para Ulama Masa Awwal itu.
    Allamah Allusi rahimallahu dalam Tafsir yang ditulis dalam Ruuhul Ma’aani juz 7 hal 326 menyatakan:
    “Kamu hendaknya mengetahui bahwa sebagian ulama mengingkari turunnya malaikat pada hati selain Nabi sebab mereka tidak merasakan lezatnya. Jelasnya bahwa malaikat itu turun tetapi dengan Syari’at Nabi kita shallallaahu ‘alaihi wasallam.”

    Setelah Rasulullah Saw, wafat, Allah Swt. masih terus menerus menzahirkan sifat Al-Mutakallim-Nya, misalnya:
    i. Ketika para sahabat berselisih pendapat tentang memandikan jenazah Rasulullah Saw. apakah dengan cara menanggalkan pakaian beliau atau tidak menanggalkannya, maka turunlah wahyu dari Allah kepada mereka:
    “Ighsiluu rasuulallaahi Wasallaam wa ‘alaihi tsiyaabuhu.”

    Artinya:
    “Mandikanlah Rasulullah Saw dalam keadaan beliau berpakaian.”
    (HR. Baihaqi dari Aisayah r.a. dan Misykat Bab. Al-Kiramat hal. 545)
    Ini adalah wahyu yang turun segera setelah Rasulullah Saw wafat yang membuktikan bahwa wahyu berupa penjelasan dan bukan wahyu Syari’at masih tetap turun.
    ii. Imam Muhyiddin Ibnu Arabi menulis didalam kitab beliau Futuhatul Makiyyah jld. 3 hal 367 bahwa beliau menerima wahyu sebagai berikut:

    Artinya:
    “Katakanlah, kami beriman kepada Allah dan beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’kub dan anak cucunya dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Rabb mereka. Kami tidak membeda-bedakan satupun dari antara mereka dan kami berserah diri kepada-Nya.”
    Wahyu yang diterima oleh Ibnu Arabi ini sama persis dengan ayat Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 136.
    iii. Syeikh Abdul Qadir Jaelani didalam Futuuhul Ghaib menulis:

    Artinya:
    “Engkau akan dijadikan kaya dan pemberani. Dan engkau akan dianugerahi kemuliaan. Dan engkau akan dianugerahi dengan karunia bermukhaathabah bahwa engkau di sisi Kami pada martabat yang tinggi, yang luhur dan jujur.”
    Wahyu ini merupakan campuran dari kata-kata yang persis sama dengan ayat Al-Quran surah Yusuf ayat 55 dengan kata-kata lain yang sama sekali tidak persis ayat Al-Quran. Masih banyak lagi contoh-contoh yang dapat dikemukakan.

    Dengan demikian, Jika ada pernyataan bahwa dengan adanya Tadzkirah itu telah terjadi perbuatan ‘mengacak-acak dan mengaduk-aduk’ Al-Quran, berarti mereka setuju menganggap para Ulama Masa Awwal yang suci itu pun telah mengacak-acak dan mengaduk-aduk ayat-ayat suci Al-Quran, padahal para ulama masa awwal itu adalah orang-orang yang dekat kepada Allah Swt.
    Kami sangat menjunjung tinggi, menghormati dan memuliakan Al-Quranul Karim. Sebab, demikianlah yang diajarkan oleh Allah Swt., Nabi Muhammad SAW., dan nasihat Pendiri Jamaah Islam Ahmadiyah.
    Berkenaan dengan kedudukan Al-Quran, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad,

    Pendiri Jamaah Islam Ahmdiyah, menulis:
    “Ada pula bagimu sekalian suatu ajaran yang penting, yaitu bahwa kamu jangan hendaknya meninggalkan Al-Quran seperti sebuah buku yang telah dilupakan; sebab, didalamnya terletak sumber kehidupanmu. Barangsiapa yang memuliakan Al-Quran akan memperoleh kemuliaan di langit. Barangsiapa yang menjunjung tinggi Al-Quran diatas segala hadits dan segala sabda-sabda yang lain, akan dijunjung tinggi di Langit. Bagi umat manusia diatas permukaan bumi ini, kini tidak ada Kitab lain kecuali Al-Quran, dan bagi seluruh Bani Adam tidak ada pedoman hidup kecuali Al-Quran. Kini tidak ada seorang Rasul dan Juru Syafaat kecuali Muhammad Mustafa Saw.. Maka berusahalah kamu sekalian untuk mendambakan kecintaan yang semurni-murninya bagi Nabi yang agung ini, dan janganlah memberikan kepada siapapun suatu tempat yang lebih tinggi daripada beliau, agar supaya kamu digolongkan diantara orang-orang yang telah diselamatkan.”
    “Dan ingatlah baik-baik, bahwa Najat (keselamatan) bukanlah suatu hal yang kamu sekalian akan mengalaminya nanti di Akhirat, melainkan sesungguhnya Najat yang hakiki itu memperlihatkan cahaya-nya di alam dunia ini juga. Siapakah yang beroleh Najat itu? Ialah orang yang benar-benar yakin, bahwa Tuhan itu adalah suatu realitas dan bahwa Muhammad Saw adalah Juru Syafaat yang menengahi antara Tuhan dan seluruh ummat manusia; bahwa di bawah langit ini, tidak ada Rasul lain yang semartabat dengan beliau dan tidak ada Kitab lain yang sederajat dengan Al-Quran.”
    (Bahtera Nuh, hal. 20)

    “Wahai kalian yang kusayangi! Anda sekalian singgah di dunia ini hanya untuk sekejap saja, dan itu pun sebagian besar telah anda lalui. Oleh karena itu janganlah membangkitkan amarah Tuhan. Suatu pemerintahan manusiawi yang lebih berkuasa dari anda, jika marah terhadap anda, ia dapat membinasakan anda. Maka bayangkanlah betapa anda dapat menyelamatkan diri dari kemurkaan Allah Ta’ala.”
    (Bahtera Nuh, hal. 99)
    http://malam79.multiply.com/journal/item/4/AHMADIYAH-MEMBAJAK-ALQURAN ??????

  54. irfan berkata

    aslkm. ikut nimbrung…
    Dewasa ini, Ahmadiyah di indonesia sudah terpecah menjadi 2 versi, yaitu:
    1) “Ahmadiyah” versi MUI dan FPI
    “Ahmadiyah” versi ini mngaku bahwa Rasulullah Saw bukanlah Khataman Nabiyyin, Kitab Suci-nya bukan AlQuran Karim, melainkan Tadzkirah, Nabi-nya MGA, bukan Rasulullah Saw, syariatnya bukan Islam, Kiblatnya bukan Ka’bah tapi Qadian, Naik hajinya bukan ke Baitullah, syahdatnya berbeda, Rukun Islam dan Rukun Iman-nya berbeda..dll.

    Apabila AlQuran mengizinkan untuk menghakimi keyakinan seseorang, maka, meskipun saya seorang Ahmadi, Saya berani katakan bahwa “Ahmadiyah” versi MUI dan FPI ini adalah sesat menyesatkan, kafir dan sama sekali di luar Islam!!!

    “Ahmadiyah” versi MUI dan FPI ini dan keyakinannya tersebut jelas sangat melukai hati umat Islam di seluruh dunia, sangat merusak akidah Islam dan sangat menghina Yang Mulia Rasulullah Saw dan mereka tidak pantas mengaku drinya muslim….

    Bahkan, kalaupun manusia memiliki hak untuk dapat membuat agama baru dengan syariatnya yang baru, saya harus katakan bahwa sudah sepantasnya “Ahmadiyah” vrsi MUI dan FPI ini membuat agama bru, dan jangan bawa-bawa nama Islam!!! Nabi-nya baru, syahadatnya baru, tempat suci-nya baru, kitab-nya baru…lalu apa lagi persyaratan yg kurang untuk membuat agama baru???

    Saya rasa dan saya yakin semuanya sepakat dengan hal diatas….

    Apabila “Ahmadiyah” seperti versi MUI dan FPI itu, maka tanpa disruh pun, saya akan segera bertobat dan akan segera keluar dari “Ahmadiyah” yang sesat seperti itu..bahkan saya akan ikut bersama umat Islam lainnya untk “memerangi” Ahmadiyh…

    Tapi setelah dipelajari lagi dengan seksama, bergaul dengan orang Ahmadi, ikut shalat di masjid mereka, mempelajari buku-buku mereka,…ternyata “Ahmadiyh” yang saya saksikan bukanlah “Ahmadiyah” sprti versi MUI dan FPI itu…bahkan sangat jauh perbedaannya….

    2) “Ahmadiyah” versi Ahmadiyah
    “Ahmadiyah” versi Ahmadiyah meyakini bahwa Rasulullah Saw adalah Khataman Nabiyyin, khataman mursalin…Nabi yang paling mulia, pling agung, penutup dari para nabi pembawa syariat..nabi yg kalau bukan karena beliau, maka niscaya bumi ini tidak akan diciptakan…beliau lah satu-stunya juru syafaat bagi umat manusia…tidak ada nabi yg paling sempurna selain beliau SAW.

    Saya coba kutip beberapa kutipan dari tulisan dari pendiri “Ahmadiyah” versi Ahmadiyah tentang Rasulullah SAW:

    “Orang-orang Muslim adalah mereka yang menyerahkan jiwa raga mereka demi kehormatan Nabi mereka, Yang Mulia Rasulullah Saw. dan mereka menganggap lebih baik mati daripada berdamai dan bersahabat dengan orang-orang yang perbuatannya siang malam mencaci maki Nabi mereka Yang Mulia Rasulullah Saw dan yang menyebut nama beliau Saw. dengan sangat melecehkan di dalam majalah-majalah, buku-buku dan selebaran mereka serta mengatakan tentang beliau Saw dengan kata-kata yang merendahkan.”
    (Cashma Ma’rifat, Ruhani khazain Vol. 23, hal. 386-387)

    “Di bawah kolong langit ini, hanya ada satu Rasul dan hanya ada satu Kitab. Rasul itu adalah Hadzrat Muhammad Saw, yang lebih luhur dan agung serta paling sempurna dibanding semua Rasul. Beliau adalah Khataman Nabiyyin, manusia yang terbaik, dimana jika kita meneladani beliau Saw, maka kita akan bertemu dengan Allah Swt dan semua tabir kegelapan akan terangkat serta kita akan bisa menyaksikan keselamatan haqiqi bahkan ketika masih di dunia ini.

    Kitab tersebut adalah AlQuran yang merangkum bimbingan yang benar dan sempurna, melalui mana manusia bisa memperoleh pengetahuan dan ma’rifat ilahi dan hati menjadi bersih dari segala kelemahan manusiawi serta diangkat kerak kebodohan, keacuhan dan keraguannya sehingga ia mampu mencapai tingkat kepastian yang paling sempurna.” (Ruhani Khazain, Vol 1, hal. 557-558)

    Satu lagi kutipan akan saya sampaikan yang melukiskan bagaimana kecintaan pendiri “Ahmadiyah” versi Ahmadiyah, yaitu Hz. Mirza Ghulam Ahmad kepada Rasulullah Saw. :
    “Setelah Allah, aku ini mabuk dengan kecintaan kepada Muhammad. Jika ini disebut kekafiran, maka demi Allah, aku adalah orang yang amat kafir”

    “Para missionary Kristen melontarkan banyak sekali tuduhan palsu untuk menentang Rasul kita Saw dan dengan perantaraan kedustaan ini mereka menyesatkan banyak sekali umat manusia. Tidak pernah sesuatu benda melukai hatiku seperti halnya olok-olokan dan caci makian mereka yang terus dilontarkan untuk (merendahkan-pent) keagungan Rasul suci Saw. Kedzaliman, laknat dan cacian yang mereka lontarkan kepada zat dan sifat-sifat Hazrat Khairul Bashar (manusia yang terbaik) sangat melukai hatiku. Demi Tuhan! Jika seandainya seluruh anak keturunanku, sahabat-sahabat dan para asisten dan pegawaiku dibunuh di depan mataku, tangan kakiku juga dipotong, bola mataku dicungkil, lalu semua yang menjadi maksud dan tujuanku di mahrumkan dariku, dan semua kebahagiaan dan ketentramanku dilenyapkan, maka semua hal ini tidak akan lebih menyedihkan bagiku dibandingkan dengan luka hati pada saat Rasul Akram saw dihujani dengan kekotoran seperti itu.”

    “Ahmadiyah” versi ahmadiyah justru sangat menjunjung tinggi Rasulullah Saw. Hal ini bisa dilihat dari tulisan-tulisan pendiri Ahmadiyah diatas dan juga apa yang telah dilakukan oleh setiap ahmadi dalam usaha-nya membela Rasulullah Saw. Contoh kecilnya ketika umat Islam marah dengan beredarnya film “Innoncence of Muslim”, drpd mnunjukkan kemarahannya dengan demo2 yg berujung anarkisme bahkan hingga pembunuhan salah satu dubes AS, ahmadi di seluruh dunia jstru berusaha melampiaskan “amarahnya” dengan cara2 yang sesuai dengan Islam dan ajaran Rasulullah Saw, yaitu dengan door to door menjelaskan ketinggian dan keluhuran akhlak Rasulullah Saw. Mereka juga menyebarkan pamflet2 tentang keindahan ajaran Islam dan Rasulullah. Baru-baru ini, “Ahmadiyah” versi Ahmadiyah telah mempublish sebuah buku yang berjudul “Cinta Sejati Untuk Rasulullah Saw” guna mencounter film “Innocence of Muslim”. Buku yang bersumber dari Khutbah Jum’at Khalifah Ahmadiyah ini (Hz. Mirza Masroor Ahmad) ini telah disiarkan ke seluruh penjuru dunia melalui MTA (Muslim Television Ahmadiyya) dan dicetak diseluruh dunia dan disebarluaskan ke berbagai kalangan.

    Kyakinan “Ahmadiyh” versi ahmadiyah trhdp AlQuran bisa tercermin dari tulisan pendiri Ahmadiyah di bawah ini:
    “Ada pula bagimu sekalian suatu ajaran yg pnting, yaitu bahwa kau janganlah hendaknya meninggalkan AlQuran seperti sebuah buku yang telah dilupakan. Sebab, didalamnya terletak sumber kehidupanmu. Barangsiapa yg memuliakan AlQuran akan memproleh kemuliaan di langit. Barangsiapa yg menjunjung tinggi AlQuran di atas segala hadits dan segala sabda-sabda lainnya, maka ia akan dijunjung di langit. Bagi umat manusia di atas permukaan bumi ini, kini tiada ada Kitab lain selain AlQuran dan bagi seluruh bani Adam tidak ada pedoman hidup kecuali AlQuran.

    Kini tidak ada seorng rasul dan juru Syafaat kecuali Muhammad Saw. Maka berusahalah kamu sekalian untuk mendambakan kecintaan yg semurni-murninya bagi Nabi Saw yg agung ini dan jangnlah mmbrikan kpda siapapun suatu tmpat yg lbh tnggi drpda bliau Saw, agar kamu digolongkan diantra org2 yg tlh dslmtkn.”

    Sedikit kutipan itu cukup mewakili bagaimana keyakinan “Ahmadiyah” versi ahmdiyah terhadap AlQuran. Keyakinan tersebut dapat tercermin dalam usaha2 yang telah, sedang dan terus dilkukan oleh setiap Ahmadi untk senantiasa mengamalkan segala petunjuk yang terdapat dalam Al-Quran. Dan contoh kecil yang konkritnya adlh agar AlQuran dapat dijadikan pedoman setiap umat manusia, maka “Ahmadiyah” versi ahmadiyah ini telah, sedang dan terus bersaha untuk mencetak dan menterjemahkan AlQuran kedalam 100 bahasa di dunia. Hingga saat ini, sudah kurang lebih 82 bahasa yang telah selesei dikerjakan. Untuk di Indonesia sendiri, baru ada 2 terjemahan yang telah dan sedang dikerjakan yaitu AlQuran Bahasa Sunda dan Jawa.

    Selain itu, “Ahmadiyah” versi ahmadiyah meyakini dan mengamalkan sepenuhnya Rukun Islam yg 5 dan Rukun Iman yg 6 tanpa kecuali dan tanpa ada perbedaan sedikit pun. Hal ini bisa dibuktikan dengan perilaku sehari2 pengikut2 “Ahmdyh” versi ahmadiyah. Dimanapun ahmadi berada, baik itu di Indonesia maupun di luar negeri, maka kita akan menemukan mereka bersyahadat Asyhadu alla ilaaha illallah Wa asyhadu anna muhamadar Rasulullah…tulisan “syahadat” bukan hanya terpasang di dinding masjid-masjid Ahmadiyah saja, bahkan telah terpatri di dalam hati dan kehidupan mereka sehingga mereka rela menyerahkan hidupnya demi mempertahankan keimanannya tersebut. Mereka juga mengerjakan shalat 5 waktu, membayar zakat, puasa di bulan Ramadhan, dan naik haji ke Mekkah, baitullah, dan lain sebagainya sebagaimana Rukun Islam dan Rukun Iman.

    Nah, itu sdkit gmbran ttng prbndingan antra “ahmdiyh” vrsi MUI, FPI dgn “ahmdyh” vrsi Ahmdiyah sndiri.

    Oleh karena itu, mnrt sya yg lmah ini, dengan melihat kenyataan di atas, tdhan sesat, mnystkan, kafir, murtad, dsb..yg dialmtkn kpd “ahmdyh” vrsi ahmdyah adlh slah alamat. Karena Rasulullah bersabda:

    مَنْ صَلَّى صَلَاتَنَا وَاسْتَقْبَلَ قِبْلَتَنَا وَأَكَلَ ذَبِيْحَتَنَا فَذَاكُمُ الْمُسْلِمُ الَّذِيْ لَهُ ذِمَّةُ اللهِ وَذِمَّةُ رَسُوْلِهِ فَلَا تَخْفُرُوْا اللهَ فِى ذِمَّتِهِ
    Siapa saja yang melaksanakan shalat seperti shalat kita, menghadap kiblat seperti kiblat kita dan memakan sesembelihan kita, maka itu adalah seorang muslim yang mendapat perlindungan Allah dan Rasul-Nya, maka janganlah kalian tidak memenuhi orang yang berada dalam perlindungan Allah (Al-Bukhari dan An-Nasai dari Anas RA dan Kanzul-Umal, Juz I/398)

    Tuduhan sesat, menyesatkan, kafir, dsb justru seyogyanya ditujukan kepada “ahmadiyah” versi MUI..siapapun pasti setuju termasuk “ahmadiyah” versi ahmadiyah bahwa “Ahmadiyah” versi MUI dan FPI itu adalah sesat, kafir dan keluar dari Islam.

    Lalu apkh memng ada “ahmdyh” vrsi MUI seperti itu, yang sesat menyesatkan? Jawaban untuk itu, silahkan tanya langsung kepada MUI, FPI karena merekalah yang membuat-buat ahmadiyah yang sesat seperti itu…merekalah yang selalu mepropagandakan “ahmdiyah” versi mrka sndri…

    Ahmdiyah yang saya tahu, yang saya saksikan secara langsung dengan mata kepala saya sendiri (bukan hanya “katanya” belaka) dan saya yakini adalah “Ahmadiyah” versi Ahmadiyah yang sesuai dengan penjelasan diatas.

    Lalu, menurut “Ahmadiyah” versi ahmadiyah, siapa itu Mirza Ghulam Ahmad? Apakah benar beliau itu mengaku sebagai Isa Almasih yang dijnjikan kedatangannya oleh Rasulullah Saw, imam mahdi yg djnjikan? Klo benar, apakah tidak bertentangan dengan AlQuran QS. Al-Ahzab yg menyatakan bahwa Rasulullah adalah pentup para nabi? Lalu, apakah ia membawa syariat baru padahal syariat Islam kan sudh sempurna? bukankah pintu wahyu sudah tertutup?

    Itulah sekilas pertanyaan2 yang sering timbul dan menjadi akar permasalahan. Saya melihat di postingan2 sebelumnya, pihak Ahmadiyah sudah berusaha menjelaskan hal tersebut berdasarkan AlQuran dan hadits tapi ternyta malah dianggap menyimpang, menfsirkan seenknya, dll.

    Oleh karena itu, saya coba menjawabnya dari sisi lain. Tapi sebelum menjawabnya, izinkan saya mengutip kutipan dari para Ulama2 Nahdhtul Ulama (NU) yang terangkum dalam hasil Mu’tamar NU. Dengan meneliti kutipan tersebut, sebenarnya sebagian besar pertanyaan tadi sudah bisa dijawab dan anda pasti akan tahu, dimana sebenarnya posisi dari Hazrat Mirza Ghulam Ahmad. Kutipan yg dmksud adalah:

    احكام الفقهاء
    فى مقرّرات مؤتمرات نهضد العلماء
    Kumpulan Masalah-Masalah Diniyah
    Dalam Mu’tamar ke-1 s/d ke-15
    1345-1351 H/1926-1932 M

    Soal:
    “Bagaimana pendapat Mu’tamar tentang Nabi Isaa.s. setelah turun kembali ke dunia? Apakah tetap sebagai nabi dan rasul? Padahal Nabi Muhammad Shalallohu ‘alaihi wasallam adalah nabi terakhir dan apakah Madzhab yang empat itu akan tetap ada pada waktu itu?”
    Jawab:
    “Kita wajib berkeyakinan bahwa Nabi Isaa.s. itu akan diturunkan kembali pada Akhir Zaman nanti sebagai nabi dan rasul yang melaksanakan syari’at Nabi Muhammad Shalallohu ‘alaihi wasallam dan hal itu tidak berarti menghalangi Nabi Muhammad Shalallohu ‘alaihi wasallam sebagai nabi yang terakhir. Sebab, Nabi ‘Isaa.s. hanya akan melaksanakan syari’at Nabi Muhammad Shalallohu ‘alaihi wasallam, sedang madzhab empat pada waktu itu hapus (tidak berlaku).
    AllahSwt. berfirman (QS. Al-Ahzab: 40), “… akan tetapi Rasulullah dan penutup nabi-nabi”. Firman Allah tersebut tidak bertentangan dengan hadits yang menjelaskan tentang turunnya Isaa.s di Akhir Zaman, karena ia tidak akan datang dengan ajaran yang menghapuskan ajaran Nabi Muhammad Shalallohu ‘alaihi wasallam, namun justru akan menetapkannya dan mengamalkannya.
    Beliau ditanya mudah-mudahan Allah memberi manfaat terhadap ilmu beliau, dengan pernyataan, “Para ulama sepakat bahwa Isa akan melaksanakan hukum berdasarkan syariat kita (Islam), maka bagaimanakah cara pelaksanaan hukumnya? Apakah berdasarkan salah satu madzhab dari madzhab-madzhab yang ada ataukah berdasarkan ijtihad? Jawabnya adalah bahwa Isaa.s itu tersucikan dari ikut menjadi muqallid terhadap imam-imam mujtahid, bahkan ia lebih utama untuk berijtihad sendiri.
    Maka lihatlah wahai saudaraku! Apa yang ada di bawah pohon dan cabangnya, rantingnya serta buahnya, maka Anda akan mendapatkan semuanya bercabang dari inti syariat,…sampai keluarnya Imam Mahdi yang akan membatalkan amalan yang berdasarkan taklid pada madzhab-madzhab yang ada pada masanya seperti telah dijelaskan oleh para ahli kasysyaf,….sampai kemudian Isa a.s turun, maka bergantilah hukum ke yang lainnya dan bahwasanya ia mendapatkan wahyu untuk melaksana kan syariat MuhammadSaw melalui lisan Jibril a.s..
    Sumber: Solusi Problematika Hukum Islam, Keputusan Mu’tamar, Munas dan Konbes Nahdltul Ulama (1926-1999), Cet ke-1, thn. 2004, Pnrbit: Lajnah Ta’lif Wan Nasyr (LTN) NU dan Diantama Surbya, hal. 50-51

    Berdasarkan keputusan para Ulama Nahdyyin dalam Mu’tamar tsb, dapat disimpulkan bahwa :

    1. Mengimani datangnya Nabi Isa as Akhir Zaman adalah wajib.
    2. Nabi Isa as akhir zaman akan datang dengan berpangkat nabi dan rasul dan itu sama sekali tidak merusak segel Khataman Nabiyyin Muhammad Saw, Mengapa?
    3. karena Nabi Isa as akhir zaman tidak membawa syariat baru, melainkn akan mengikuti syariat Nabi Muhammad Saw.
    4. Nabi Isa as akhir zaman akan mendapatkan wahyu dari Allah Swt melalui malaikat Jibril.

    Keyakinan “Ahmadiyah” versi Ahmdiyah (saya sengaja berulang2 menulis “ahmadiyah” versi ahmdyah dengan tujuan membedakannya dengan “ahmadiyah” versi MUI dan FPI, karena ahmdiyah versi mereka memang sesat menyesatkan)…

    Saya ulangi lgi….
    Keyakinan “ahmadiyah” versi ahmdiyah tentang kedatangan nabi isa di akhir zaman nnti SAMA persis dengan apa yang diyakini oleh NU seperti yg terangkum dalam hasil mu’tamar itu dan jg merupakan keyakinan sebagian besar umat islam lainnya.

    Sebagaimana NU yakin akan datangnya Nabi Isa di akhir zaman sesuai nubuatan Rasulullah Saw, “ahmadiyah” versi Ahmdiyah pun mykininya. Bahkan, keyakinan tersebut bukan hanya dimiliki oleh “ahmadiyah” versi Ahmadiyah dan NU saja, bahkan oleh mayoritas umat Islam di dunia ini.

    2. Sebagaimana NU yakin bahwa walaupun nabi Isa as akhir zaman nanti berstatus sebagai nabi (artinya ada lagi nabi setelah nabi Muhammad Saw, pen), tetapi hal itu sama sekali tidak merusak dan bertentangan dengan Khataman nabiyyin, “Ahmadiyah” versi ahmadiyah pun meyakini hal tersebut. Saya kutip tulisan dari pendiri Ahmadiyah, Hz. Mirza Ghulam Ahmad.

    “Dan hakikat yang sebenarnya, saya berikan kesaksian sepenuhnya bahwa Nabi kita, Muhammad Saw adalah Khatamul Anbiyaa dan sesudah beliau Saw, tidak ada lagi nabi yang datang, yaitu nabi lama (Nabi Isa Israili, karena beliau sudah wafat dan tidak mungkin hidup kembali, pen) dan nabi baru (yang membawa ajaran baru, syariat baru, aqidah baru, dll, pen). Barangsiapa berkata sesudah Rasulullah Saw, bahwa “Aku adalah nabi dan rasul dalam makna hakiki, sedangkan dia berdusta dan meninggalkan AlQuran serta hukum-hukum syariat yang Mulia Saw, berarti dia kafir dan pendusta.” (Anjam-e-Atham, hal. 27-28)

    “Tuduhan yang dilemparkan kepada saya adalah bahwa bentuk kenabian yang saya akui untuk diri saya menyebabkan saya keluar dari Islam. Dengan perkataan lain saya dituduh mempercayai bahwa saya adalah nabi yang berdiri sendiri, seorang nabi yang tak perlu mengikuti AlQuran suci dan bahwa kalimah (syahadat, pen) saya lain dan kiblat saya berubah. Juga saya disangkakan menghapus syariat dan memutuskan tali kesetiaan kepada Nabi Muhammad Saw. Tuduhan itu sama sekali palsu. Sesuatu pengakuan kenabian seperti itu adalah kufur. Ini Jelas! Bukan hanya kini, tetapi dari sejak permulaan sekali, saya selalu mengemukakan dalam buku-buku saya, bahwa saya tidak mengakui kenabian seperti itu untuk saya. Itu sama sekali adalah tuduhan kosong dan suatu cercaan kepada saya.”(Akhbar-e-Aam, 26 Mei 1908, hal. 7; Tabligh-e-Risalat, hal. 132)

    Kutipan2 diatas menunjukkan bahwa Ahmadiyah jelas meyakini bahwa setelah Rasulullah Saw, siapa saja yang mendakwakan dirinya sebagai seorang nabi dengan membawa ajaran baru, syariat baru, aqidah baru, kitab suci baru adalah kafir dan sesat karena pintu kenabian seperti itu telah ditutup oleh Rasulullah Saw dengan membawa syariat-nya yang sempurna.

    Adapun pintu kenabian yang tidak membawa syariat baru dan sesuatu yang baru, melainkan hanya meneruskan dan melanjutkan syariat Rasulullah Saw. tidak tertutup karena Rasulullah Saw menubuatkan akan datangnya Isa AlMasih di akhir zaman nanti yang akan berstatus sebagai nabi, sebagaimana yg diykini umat Islam termasuk NU dan “Ahmadiyah” versi ahmadiyah. Dan kedatangan beliau as itu tidak akan bertentangan dan merusak segel Khataman Nabiyyin Rasulullah Saw

    Mengapa tidak bertentangan?

    3. (karena) Sebagaimana NU meyakini bahwa Nabi Isa akhir zaman nanti tidak akan membawa syariat baru, melainkan hanya meneruskan dan menguatkan syariat Rasulullah Saw, itu pula-lah yang diyakini oleh “ahmadiyah” versi Ahmdiyah.

    Pendiri Ahmadiyah, Hz. Mirza Ghulam Ahmad yang kami yakini sebagai penggenapan dari nubuatan Rasulullah Saw tentang kedatangan Isa Almasih di akhir zaman ini, sama sekali tidak membawa suatu ajaran yang baru, aqidah baru, kitab suci baru, dll. Kembali saya kutip tulisan Hz. Mirza Ghulam Ahmad:

    “Inti dari kepercayaan saya adalah Laa ilaaha ilallaah Muhammadur Rasulullah (Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah). Kepercayaan kami yang menjdi pergntungan dala hidup ini dan yang kepadanya kami, dengan karunia Allah , akan berpegang sampai saat terakhir dari hayat kami di bumi ini ialah bahwa junjungan dan penghulu kami, Nabi Muhammad Saw adalah Khataman Nabiyyin dan Khairul Mursalin, yang termulia dari antara para nabi-nabi. Di tangan beliau Saw, hukum syariat telah disempurnakan. Karunia yang sempurna ini pada waktu sekarang adalah satu-satunya penuntun ke jalan yang lurus dan satu-satunya sarana untuk mencapai “kesatuan” dengan Tuhan Yang Maha Esa.” (Izalah Auham, 1891)

    4. Sebagaimana NU meyakini bahwa Nabi Isa akhir zaman akan mendapatkan wahyu dari Allah melalui malaikat Jibril, yang menguatkan syariat Rasulullah Saw, “Ahmadiyah” versi ahmadiyah pun mykini hal tersebut.
    Kali ini saya akan mengutip sabda dari salah seorang Ulama besar yaitu Allamah Allusi dalam Ruhul Ma’ani beliau juz 7. Beliau bersabda:
    “Kamu hendaknya mengetahui bahwa sebagian ulama mengingkari turunnya malaikat pada hati selain nabi sebab mereka tidak merasakan lezatnya. Jelasnya bahwa malaikat itu tetap turun tetapi dengan syariat nabi kita, Muhammad Saw”

    Dari kutipan tersebut, jelaslah diketahui bahwa pintu wahyu masih tetap terbuka asalkan tidak bertentangan dengan syariat Nabi muhammad Saw. Hal ini pun diyakini oleh NU sebagaimana hasil mu’tamar diatas bahwa Nabi Isa akhir zaman nanti akan menerima wahyu dari Allah Swt dengan perantaraan Malaikat Jibril untuk melaksanakan syariat nabi Muhammad Saw. Dan “ahmadiyah” versi ahmadiyah pun meyakini hal tersebut.

    Jadi, kesimpulan dari uraian di atas adaah bahwa keyakinan “ahmadiyah” versi ahmadiyah berkenaan dengan kedatangan Nabi Isa as di akhir zaman, sekali lagi, SAMA persis dengan apa yang diyakini oleh NU.

    Hal yg membedakanya hanya masalah person dan waktu turunnya saja. Kalau “ahmadiyah” versi ahmadiyah meyakini bahwa sesuai dengan AlQuran dan hadits Rasulullah Saw serta ciri2 yang disampaikan oleh beliau Saw, sosok nabi isa as tsb telah datang di dunia ini untuk menguatkan kembli syariat Rasulullah Saw, dlm pribadi Mirza Ghulam Ahmad, dan sesuai perintah Rasulullah Saw untuk berbaiat kepada Isa Al-Masih akhir zaman, pengikut “ahmadiyah” versi Ahmadiyah pun berbaiat kpdnya. Sedangkan saudara2 muslimn lainnya belum meyakini dan masih menunggu2 kedatangannya. Itu saja perbedaanya!!!

    Oleh karena itu, klo ada yang mengatakan kafir dan sesat, menyimpang dari Islam kepada “ahmadiyah” versi ahmdiyah, saya rasa orang yg mengatakan itu hrus meneliti lbh tliti lg dan lebih hati2 lagi karena dengan mengkafirkan dan mengatakan sesat, kluar dari islam, dsb kepada “ahmadiyah” versi ahmadiyah, maka org itu secara tidak langsung jg mengkafirkan dan mengatakan sesat kepada NU dan jg mayoritas umat Islam lainnya. Karena apa yang diyakini oleh “ahmadiyah” versi Ahmadiyh, itupun yg diyakini oleh NU dan jg umat islam sesuai dengan nubuatan Rasulullah Saw.

    Akan tetapi, apabila alamat sesat, kafir dan menyimpang dari Islam, dsb ditujukan kepada “ahmadiyah” versi MUI dan FPI…saya dan juga semua anggota “Ahmdiyah” versi ahmadiyah pasti setuju dan mendukung serta akan bergabung dengan umat Islam lainnya.

    Atau kalo siapa saja bersikukuh tetap mengkafirkan “ahmadiyah” versi ahmadiyah, maka agar rasa keadilan terpenuhi, tolong kafirkan juga NU dan umat Islam yang mempercayai kedatangan nabi Isa di akhir zaman ini..karena seperti yg sudah dijelaskan, keyakinan Ahmadiyah sama persis dengan apa yang diyakini oleh NU dan mayoritas umat Islam.

    Wasslam yg lmah

    Sebagai tambahan,
    Sesuai perintah Rasulullah Saw yang berbunyi,
    “Apabila kalian melihatnya (Isa Ibnu Maryam), maka bai’atlah kepadanya, walaupun harus merangkak di atas salju karena beliau itu adalah Khalifatullah Mahdi” (HR. Sunan Ibnu Majah, Darul Fikr jld 2 hal. 1367, hadits no 4084)

    dan juga sabda Khalifah Umar ra bahwa:
    “Tidak ada Islam kecuali berjamaah dan tidak ada jamaah kecuali (ada) imam (nya). Tidak ada imam kecuali bai’at dan tidak ada bai’at kecuali taat”

    Maka dari itu, sesuai dengan perintah Saw tersebut, anggota “Ahmadiyah” versi ahmdiyah telah bai’at, mengucap 2 kalimah syahadat kepada Hz. Masih Mau’ud yg dijanjikan oleh Rasulullah Saw tersebut melalui tangan para khalifah beliau. Sekedar diketahui untuk bai’at kepada beliau tidaklah mudah. Seseorng harus benar2 mempelajari dan berusaha mengamalkan semaksimal mungkin selama hidupnya 10 syarat bai’at. Kesepuluh syarat bai’at itu antara lain:

    SYARAT-SYARAT BAI’AT MASUK KEDALAM JEMA’AT AHMADIYAH
    Oleh : HADHRAT IMAM MAHDI, MASIH MAU’UD A.S.

    Orang yang bai’at berjanji dengan hati yang jujur bahwa :
    1. Dimasa yang akan datang hingga masuk kedalam kubur senantiasa akan menjauhi syirik.
    2. Akan senantiasa menghindarkan diri dari segala corak bohong, zina, pandangan birahi terhadap bukan mukhrim, perbuatan fasiq, kejahatan, aniaya, khianat, mengadakan huru-hara, dan memberontak, serta tidak akan dikalahkan oleh hawa nafsunya meskipun bagai mana juga dorongan terhadapnya.
    3. Akan senantiasa mendirikan shalat lima waktu tanpa putus-putusnya sesuai dengan perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Muhammad s.a.w., dan dengan sekuat tenaga berikhtiar senantiasa akan mengerjakan shalat Tahajud, mengirim shalawat kepada junjungannya Yang Mulia Rasulullah Muhammad s.a.w. dan setiap hari akan membiasakan mengucapkan pujian dan sanjungan terhadap Allah Taala dengan mengingat kurnia-kurnia-Nya dengan hati yang penuh rasa kecintaan.
    4. Tidak akan mendatangkan kesusahan apa pun yang tidak pada tempatnya terhadap makhluk Allah seumumnya dan kaum Muslimin khususnya karena dorongan hawa nafsunya, biar dengan lisan atau dengan tangan atau dengan cara apa pun juga.
    5. Akan tetap setia terhadap Allah Taala baik dalam segala keadaan susah atau pun senang, dalam duka atau suka, nikmat atau musibah; pendeknya, akan rela atas putusan Allah Taala. Dan senantiasa akan bersedia menerima segala kehinaan dan kesusahan di jalan Allah. Tidak akan memalingkan mukanya dari Allah Taala ketika ditimpa suatu musibah, bahkan akan terus melangkah ke muka.
    6. Akan berhenti dari adat istiadat yang buruk dan dari menuruti hawa nafsu, dan benar-benar akan menjunjung perintah Qur’an Suci di atas dirinya. Firman Allah dan sabda Rasul-Nya, Muhammad s.a.w. itu akan jadi pedoman baginya dalam setiap langkahnya.
    7. Meninggalkan takabur dan sombong; akan hidup dengan merendahkan diri, beradat lemah-lembut, berbudi pekerti yang halus, dan sopan santun.
    8. Akan menghargai agama, kehormatan agama dan mencintai agama Islam lebih dari pada jiwanya, harta bendanya, anak-anaknya, dan dari segala yang dicintainya.
    9. Akan selamanya menaruh belas kasih terhadap makhluk Allah seumumnya, dan akan sejauh mungkin mendatangkan faedah kepada umat manusia dengan kekuatan dan nikmat yang dianugerahkan Allah Taala kepadanya.
    10. Akan mengikat tali persaudaraan dengan hamba Allah Taala ini, semata-mata karena Allah dengan pengakuan taat dalam hal makruf (segala hal yang baik) dan akan berdiri di atas perjanjian ini hingga mautnya. Tali persaudaraan ini begitu tinggi wawasannya, sehingga tidak akan diperoleh bandingannya, baik dalam ikatan persaudaraan dunia, maupun dalam kekeluargaan atau dalam segala macam hubungan antara hamba dengan tuannya.

    Itulah kesepuluh syarat bai’at yg harus berusaha dipenuhi oleh setiap muslim ahmadi dimanapun ia berada, baik di Indonesia, asia, afrika, eropa, dan amerika. Apakah ada diantara kesepuluh syarat tersebut yang menyimpang dari Islam?
    Apabila seorang muslim Ahmadi yang dalam kesehariannya berusaha mengamalkan kesepuluh syarat bai’at tersebut di sepanjang hidupnya dan ia tetap dinyatakan kafir, sesat, murtad dan bukan Islam..saya tidak tahu lagi sebenarnya standar keislaman seperti apa yang harus dimiliki menurut orang-orang itu….

  55. dedi berkata

    mahesa berkata
    20/02/2013 pada 19:03
    Kesimpulan, bahwa wahyu dklasifikasikan menjadi wahyu yang mengandung syariat dan wahyu yang tidak mengandung syariat.

    ==> Monggo ajukan wahyu yang mengatakan MGA adalah nabi dan rasul…. Dan katakan bahwa saudara beriman pada wahyu itu… Maka itu lah Agama Ahmadiyah Qadyani. Dengan konsekwensi mengikuti ajaran nabinya, yaitu mengikuti perubahan tafsir Al Quran dan menolak beberapa hadist yang berkenaan Nabi SAW sebagai nabi terakhir/penutup.
    Menolak beribadah dengan Ummat Islam, melarang pernikahan dengan Ummat Islam, dsb.

    Agama Islam mengimani akan kenabian Muhammad SAW sebagai Khatamunnabiyyin, nabi penutup (terakhir yang diutus Allah).
    Kami memang berfirqah2 tapi kami akan tetap mengikuti tafsir bahwa kenabian berakhir pada kenabian Beliau, juga dalam masalah ibadah bersatu dalam satu imam shalat….
    Insya Allah ke depan Islam kembali sebagaimana Islam dahulu semasa Nabi SAW. Aamiin…

    Wallahualam,

  56. dedi berkata

    mahesa berkata
    20/02/2013 pada 19:03
    Kyakinan “Ahmadiyh” vrsi ahmadiyah trhdp Alquran bs trcrmin dri tulisan pendiri Ahmadiyah di bawah ini:
    “Ada pula bagimu sekalian suatu ajaran yg pnting, yaitu bahwa kau janganla hendknya meningglkan AlQuran sprti sbuah bku yg tlah dlpakan. Sebab, didlamnya terltak sumber kehidupanmu. Barangsiapa yg mmuliakan AlQuran akan mmproleh kmuliaan di lngit. Barangsiapa yg menjunjung tinggi AlQuran diats sgla hadits dan sgla sbda-sbda lainnya, akan dijunjung di lngit.
    Bagi umat manusia di atas permukaan bumi ini, kini tiada ada Kitab lain selain AlQuran dan bagi sluruh bani Adam tidak ada pedoman hidup kecuali AlQuran.

    ==> Keyakinan pengikut agama Ahmadiyah Qadyani akan Al Quran revisi versi mereka, maka sebenarnya mereka telah meninggalkan tafsir Al Quran yang penting bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Nabi Penutup, tiada kenabian baru setelah Beliau.
    Mereka menyisihkan penafsiran tersebut dikarenakan ada wahyu MGA, yang mereka anggap suci juga yang merevisi (“menyempurnakan”) kepercayaan Ummat Islam sebelumnya. Konsekwensi dari itu adalah mereka menyalahkan tafsir yang telah dimengerti/difahami oleh Ummat Islam sebelum MGA, yang artinya juga menyalahi (menganggap tidak sempurnanya) tafsir yang diajarkan oleh Nabi SAW….

    Sewajarnya Ahmadiyah adalah agama baru, dengan mengimani nabi/rasul baru…

    Wallahualam,

  57. Masnunk berkata

    @Dedi
    Mas….., sekarang kita menjumpai 2 kloter Ahmadiyah, (menurut @Irfan) yang pertama Ahmadiyah versi MUI & FPI dan yang kedua adalah Ahmadiyah versi Ahmadiyah (mungkin maksudnya versi MGA).
    Dari 2 paham Ahamdiyah ini semua mengklaim paling benar, dan mustahil itu terjadi. Logikanya yang paling memungkinkan adalah salah satu benar dari 2 kelompok itu atau dua-duanya salah.

    Dari 2 kelompok itu semua pasti meyakini bahwa MGA lebih mulia dibandingkan 4 sahabat Nabi SAW (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali).
    Jika melihat sejarah, perjuangan para sahabat-sahabat itu begitu gigih menegakkan panji-panji Islam tak sedikit-pun kenal menyerah, mereka manusia biasa yang tidak pernah menerima ilham, wangsit apalagi wahyu dan modalnya hanya “Samina wa atana” atau “kami mendengar dan kami patuh” dari perintah Nabi SAW.
    ————-
    Wahai Ahmadiyah coba renungkan dan bandingkan, antara 4 sahabat Nabi SAW dengan MGA? Apa yang sudah diperbuat oleh MGA semasa hidupnya demi bangsa, negara (India) dan agama ketika MGA hidup di masanya untuk melawan Kolonial Inggris ? yang dilakukan MGA saat itu justru melukai perasaan umat Islam, krn siapapun yang menentangnya (MGA) dianggab kafir.

    Perhatikan ayat dalam Tadzkiroh, halaman: 749
    “Kamu (MGA) adalah pemimpin yang diberkahi, LAKNAT ALLOH ATAS ORANG YANG KAFIR (mengingkarimu) (-) Kamu (MGA) adalah pemimpin yang diberkahi, LAKNAT ALLOH AS ORANG YANG KAFIR (mengingkarimu) (-) Kamu (MGA) adalah pemimpin yang diberkahi, LAKNAT ALLOH ATAS ORANG YANG KAFIR (mengingkarimu).”

    Masih cocok-kah dia disebut menyandang gelar Sang Imam Mahdi ?

  58. Masnunk berkata

    @Irfan
    Sepuluh point yang anda sebutkan seperti posting diatas adalah ajakan baik, konteksnya akan “berbeda” jika syarat dan ketentuannya adalah setiap orang yang berbaiat harus mengakui MGA sebagai Nabi.
    Dalam etimologi Islam, setiap orang yang menerima wahyu disebut Nabi, wahyu MGA yang tertuang dalam Tadzkirah pasti disebut wahyu suci, artinya Tadzkirah bisa disebut kitab suci atau Hadits Qudsi. Tahukah anda resikonya yang diterima jika Tadzikrah disebut kitab suci ?

    Sudah menjadi ke-umum-an Ahmadi, semua berdalih bahwa Tadzkirah adalah bukan Kitab Suci tapi hanya “semacam” Hadits Qudsi, yang menjadi konsekuensi jika disebut Hadits Qudsi maka kedudukannya berada di atas Hadits-nya Rasulullah SAW.
    Seorang yang mengaku muslim tidak akan pernah merendahkan Nabi SAW baik secara fisik (manusia) maupun secara religi (ke-nabi-an), apakah anda masih yakin dengan mengatakan MGA adalah Nabi ?

    Atas dasar tafsir Qur’an versi Ahmadiyah, Ahmadi selalu berdiplomasi setiap yang menentang MGA dianalogikan menentang Allah SWT dan Nabi SAW. Perhatikan arogansi ayat dalam Tadzkiroh, halaman : 749

    Nah…… andaikan MGA adalah nabi seperti yang anda sangka, coba anda tunjukkan bukti-bukti riil-nya. Simple-kan (sederhana) ? he he he he

  59. Mahmud berkata

    Masnunk berkata

    Dalam etimologi Islam, setiap orang yang menerima wahyu disebut Nabi,

    ===>> Ha ha ha etimologi Islam yang mana?
    Imam Syafi’i juga menerima wahyu dari Allah, apakah Imam Syafi’if disebut Nabi?

    Belajar dulu tentang etimologi Islam deh.

  60. Irfan berkata

    Seperti yang saya katakan di awal, Tadzkirah itu adalah kitab suci-nya “Ahmadiyah” versi MUI dan FPI, bukan “ahmadiyah” versi Ahmadiyah. Sedangkan, sebagaimana kutipan diatas, kitab suci “Ahmadiyah” versi ahmadiyah hanyalah AlQuranul Karim yang terdiri dari 114 surah dan 30 juz.

    Bagi “ahmadiyah” versi ahmadiyah, Tadzkirah hanyalah tak lebih dari sebuah buku diary yang berisi mimpi2, kasyaf2, wahyu (yang isinya hanya mendukung syariat Islam dan Al-Quran, karena AlQuran sudah sempurna, maka tidak akan ada lagi wahyu yang berisi syariat baru dan ajaran baru. Wahyu semacam ini (wahyu non syariat) adalah wahyu yang sama persis kedudukannya dengan wahyu yang diterima Nabi Isa akhr zaman—Lihat Mu’tamar NU di postingan sebelumnya), ilham dan pengalaman2 ruhani lainnya yang dialami oleh pendiri “ahmadiyah” versi Ahmadiyah, Hz. Mirza Ghulam Ahmad semasa hidup beliau, yang kemudian ditulis dalam buku-buku beliau. Lalu, 27 tahun kemudian setelah beliau wafat, para kerabat dan sahabat beliau berinisiatif untuk mengumpulkan pengalaman-pengalaman ruhani tersebut menjadi sebuah buku yang kemudian diberi nama Tadzkirah.

    Izinkan saya memberikan sebuah analogi:
    Pernahkah diantara kita yang bermimpi sedang membaca suatu ayat AlQuran di dalam mimpi kita? Atau pernahkah diantara kita ketika tidur, tiba2 terlintas begitu saja suatu ayatAlQuran, baik itu ayat yang utuh atau pengggalan ayat dari AlQuran atau bahkan gabungan dari beberapa ayat AlQuran? Atau pernahkan kita mimpi dan ternyata mimpi itu menjadi kenyataan? Atau, pernahkah kita merasa diberi tahu oleh Allah Swt tentang suatu peristiwa yang akan terjadi, entah itu bisa berupa firasat, melalui mimpi, kasyaf, dll?

    Saya yakin beberapa diantara kita pernah mengalami pengalaman-pengalaman ruhani tersebut. Mungkin sekali, 2 kali atau beberapa kali seumur hidup kita. Pendiri “Ahmadiyah” versi ahmadiyah, Hz. Mirza Ghulam Ahmad pun mengalami pengalaman-pengalaman ruhani seperti itu. Bukan cuma skali dua kali tapi bahkan, semata-mata karena karunia Allah Swt dan karena larut dalam kecintaan kepada Hz. Rasulullah Saw, beliau mengalami pengalaman2 ruhani tersebut beribu-ribu kali selama masa hidup beliau. Dan setiap kali beliau mengalami pengalaman ruhani tersebut, beliau tuliskan dan beliau masukkan dalam buku-buku beliau yang berjumlah kurang lebih 82 buah buku. Barulah pada tahun 1935, yaitu 27 tahun kemudian setelah beliau wafat, para kerabat dan sahabat beliau berinisiatif untuk mengumpulkan pengalaman-pengalaman ruhani beliau tersebut yang awalnya berserakan tercantum dalam buku-buku beliau, kemudian dikumpulkan ke dalam sebuah buku yang diberi nama Tadzkirah.

    Sama sekali tidak pernah terlintas dalam pikiran orang-orang “Ahmadiyah” versi ahmadiyah bahwa Tadzkirah itu adalah kitab suci! Bagi “ahmadiyah” versi ahmadiyah, Tadzkirah tidak memiliki kedudukan apapun sama sekali!

    Saya melihat postingan-postingan sebelumnya, ada yang bertanya, “Jauh lebih tinggi mana derajatnya, Tadzkirah atau Al-Quran??” Saya jawab: Orang yang bertanya tersebut berarti meragukan ketinggian derajat AlQuran. Sungguh, AlQuran merupakan satu-satunya kitab di dunia ini yang tiada bandingannya. Naudzubillah min dzalik apabila seseorang berusaha membandingkan derajat AlQuran dengan kitab-kitab lainnya.

    Bahkan, bagi “ahmadiyah” versi ahmadiyah, apabila Tadzkirah tidak ada pun tidaklah menjadi soal karena sekali lagi, Tadzkirah sama sekali tidak memiliki kedudukan apapun. Buktinya? Silahkan anda cek randomly kapan saja dan dimana saja muslim ahmadi berada, baik di Indonesia maupun di belahan dunia lainnya, maka saya jamin apabila anda menanyakan Tadzkirah kepada mereka, saya yakin seyakin yakinnya bahwa anda pasti tidak akan mendapatinya. Bahkan sebagian besar muslim ahmadi tidak pernah melihat wujud Tadzkirah itu sendiri. (Saya sendiri tidak memiliki Tadzkirah, bahkan saya pun baru melihat Tadzkirah sekitar tahun 2002-an, itu pun saya melihatnya dalam sebuah acara pameran). Tapi kalau anda bertanya AlQuran/Kitab suci kepada mereka, saya yakin seyakin yakinnya, tanpa pikir panjang, pasti mereka akan segera menyodorkan AlQuran yang berisi 114 surah dan 30 juz itu kepada anda. Dan kalo anda sebelumnya berburuk sangka dengan mengira bahwa kitab suci-nya “ahmadiyah” versi ahmadiyah berbeda, saya yakin, reaksi anda akan kaget, mengapa? Karena ternyata AlQuran yang menjadi pedoman “ahmadiyah” versi Ahmadiyah sama persis dengan AlQuran yang sehari-hari anda baca. Saya jamin itu! Anda tidak percaya atau menganggap saya omong kosong? Kalau begitu, silahkan anda buktikan sendiri!

    Mengapa demikian? Karena sekali lagi, satu-satunya kitab yang menjadi pedoman hidup “ahmadiyah” versi Ahmadiyah adalah AlQuranul Karim, yang dibawa oleh Rasulullah Saw. Tidak ada satu pun kitab yang menyamai dan bahkan menandinginya. Pendiri “ahmadiyah” versi ahmadiyah bersabda di salah satu buku beliau,

    “Kitab suci AlQuran merupakan sebuah mukjizat yang kapan pun tidak ada dan tidak akan pernah ada padanannya. Gerbang rahmat dan berkatnya selalu tetap terbuka serta tetap cemerlang dan nyata di setiap zaman sebagaimana keadaannya ketika di masa Rasulullah Saw”. (Malfuzhat, vol. III, hal. 57; AlQuran menurut Mirza Ghulam Ahmad, hal. 14)

    “Sungguh malang mereka yang memilih lainnya selain kitab ini, AlQuran. Sumber mata air dari kemakmuran dan keselamatan kalian adalah Kitab Suci AlQuran. Tidak ada kebutuhan keagamaan kalian yang tidak bisa dipenuhi oleh AlQuran. Pada hari penghisaban nanti, AlQuran akan meneguhkan atau menyangkal keimanan kalian. Tidak ada lagi di bawah langit ini kitab lain yang bisa memberikan keselamatan selain AlQuran.” (Ruhani Khazain vol. 19, hal 26-27; AlQuran Menurut Mirza Ghulam Ahmad, hal. 71)

    Akan tetapi, alangkah disayangkannya, buku Tadzkirah yang oleh “ahmadiyah” versi ahmadiyah tidak memiliki kedudukan apapun, justru kitab ini telah dijadikan kitab suci oleh “ahmadiyah” versi MUI dan FPI serta para pengikutnya sebagaimana yang mereka propagandakan selama ini. Naudzubillah min dzalik….

    Bahkan saya merasa heran, dari tadi @masnunk terus menerus mengemukakan tadzkirah…Anda memiliki Tadzkirah? Anda sering membuka-buka dan membaca Tadzkirah setiap hari? Mengalahkan AlQuran? Dalam bentuk soft-copy atau hard copy-nya? Kalo bentuk hard copy/cetak, tolong kasih tau saya anda beli dimana? Dengan begitu saya bisa cek kebenaran dari kutipan saudara? Kalo bentuk soft copy (dalam bahasa Indonesia ya?), tolong link-nya dishare disini supaya bisa saya download. Atau anda hanya mengcopas dari artikel orang lain? Atau dari buku Amin Jamaluddin?

    Tapi kalau anda tidak mau memberinya, buat saya tidak ada masalah. Saya tidak tertarik untuk mempelajari Tadzkirah, seperti anda. Saya hanya tertarik memperdalam dan mempelajari AlQuran saja, karena AlQuran-lah satu-satunya pedoman hidup saya.

    Saya sama sekali tidak punya Tadzkirah, sebagian besar teman-teman muslim ahmadi juga tidak punya. “Ahmadiyah” versi ahmadiyah tidak pernah sama sekali mencetak dan menyebarluaskan yang namanya Tadzkirah. Lagipula Tadzkirah setahu saya dalam bahasa Urdu. Makanya saya heran…anda dapat Tadzkirah berbahasa Indonesia dari mana? Apakah anda pengikut “ahmadiyah” versi MUI dan FPI? Yang kitab suci-nya Tadzkirah?

    Yang hanya saya miliki dan saya baca tiap hari adalah AlQuran yang saya beli di Gramedia Ramayana Bogor. AlQuran itu-lah yang saya baca. Isi kandungan dari AlQuran itu yang InsyaAllah menjadi pedoman hidup saya selama saya hidup.

  61. Masnunk berkata

    Mahmud berkata
    21/02/2013 pada 17:18

    Masnunk berkata

    Dalam etimologi Islam, setiap orang yang menerima wahyu disebut Nabi,

    Ha ha ha etimologi Islam yang mana?
    Imam Syafi’i juga menerima wahyu dari Allah, apakah Imam Syafi’if disebut Nabi?

    Belajar dulu tentang etimologi Islam deh.

    ==> Kalau anda bisa menunjukkan bahwa Imam Syafi’i menerima wahyu tolong disebutkan dan wahyu mana yang anda sebutkan ?
    Jangan-jangan ini bagian dari aqidah anda sebagai Pengikut Ahmadiyah.

    Sebelum saya belajar Islam tolong, sekali lagi wahyu mana yang anda sebutkan.
    Sepertinya anda mempunyai pemahaman yang sam dengan @Mahesa, yang mengartikan Hadits Qudsi adalah wahyu yang ditrima oleh sahabat Nabi.

    Perhatikan postingan @Dewa17 :
    Dewa 17 berkata
    19/02/2013 pada 13:51

    Saking menyimpangnya sampai-sampai Mahesa mengatakan bhw Sahabat Nabi SAW menerima Wahyu ALLAH SWT…..

  62. dedi berkata

    Irfan berkata
    21/02/2013 pada 17:25
    Saya sama sekali tidak punya Tadzkirah, sebagian besar teman-teman muslim ahmadi juga tidak punya.

    ==> Jujur? Toh, dari situs Alislam kalian ‘kan bisa dapat unduhan. Walau itu pun versi editan. Tolong teliti sebelum membeli….
    Jangan-jangan masuk Qadyani karena jalan-jalan trus diminta baiat, MasyaAllah, Istighfar…..

    Wallahualam,

  63. Masnunk berkata

    @Mahmud
    Sebagai pengikut Ahmadiyah tahukah anda, kenapa MUI memfatwakan Ahmadiyah sesat ?
    Sudahlah, ndak usah berdebat lagi sudah jelas perbedaan yang nyata antara Islam yang diajarkan Nabi SAW dengan Ahmadiyah yang diajarkan MGA.
    Kalau pemikiran anda seperti itu berarti anda tidak tahu beda antara Nabi dengan Rasul.

    Haaah ….. disuruh belajar Islam ? Islam yang mana Mud ?
    Ha ha ha ha ha, kacau kalau diteruskan.
    La haula wa la quwata ila billah………………….

  64. Masnunk berkata

    @Irfan
    Anda memposting (sebagian saja) :
    ……..Saya tidak tertarik untuk mempelajari Tadzkirah, seperti anda. Saya hanya tertarik memperdalam dan mempelajari AlQuran saja, karena AlQuran-lah satu-satunya pedoman hidup saya…..

    ===> Syukurlah kalau begitu, cuma kenapa @Irfan masih meng-insert (menyisipkan) keberadaan MGA ?
    Apakah penjelasan Qur’an dan Hadits belum cukup ?
    Dalam posting-posting sebelumnya saya selalu menanyakan peran nyata / jasa MGA semasa hidup terhadap bangsa, negara India dan agama, tetapi tidak satupun pengikut Ahmadiyah yang bisa secara kongkrit menjelaskan.
    Selama ini yang ditonjol-tonjolkan hanya MGA adalah Al Masih, Khalifah, Nabi, Imam Mahdi menurut tafsir sini tafsir situ, akhirnya dikomentari ERROR.
    Jujur saja cerita atau riwayat MGA semasa hidup tidak se-heroik sahabat-sahabat Nabi, ketika membela panji-panji Islam padahal semua sahabat itu bukan Nabi.

    Dari Imran bin Hushain, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
    “Sebaik-baik kalian (umat Islam) adalah yang hidup pada masaku (generasi shahabat), kemudian orang-orang sesudah mereka (tabi’in), lalu yang sesudahnya lagi (tabi’ut tabi’in).”
    ( HR. Bukhari & Muslim )

    Haruskah saya mengingkari / menyelisihi Hadits tsb diatas, dengan memposisikan MGA lebih baik dari para sahabat Nabi (Abu Bakar, Umar, Ali, Utsman dll) ?
    Faktanya, MGA bukan Isa dan MGA hidup lebih dari 1.000 tahun setelah Nabi SAW.
    Sekali lagi, bagaimana mungkin saya berkhianat dengan sabda Rasul SAW, @Irfan ?

  65. HMMH berkata

    LUAR BIASA !!!
    MAKIN MENARIK SAJA DISKUSI MENGENAI AHMADIYAH INI ………

    Sekian hari saya menjadi penonton alias penyimak yang baik makin banyak yang terlihat, terutama pengetahuan strategi berdiskusi Ahmadiyah saat maju, bertahan dan mundur sesaat untuk kembali menyusun kuda-kuda, agar pertanyaan WHO ARE YOU akan selalu terjawab SAMA-SAMA ISLAM.

    Sekali lagi, jika memang Ahmadiyah ini SAMA-SAMA ISLAM maka akan dengan mudah menjawab pertanyaan LOGIS 3S alias SANGAT SEDERHANA SEKALI berikut ini :

    1. YANG NAMANYA AL-MASIH ITU DIUTUS UNTUK SIAPA, UMAT ISLAM ATAU BUKAN ?
    2. YANG NAMANYA AL-MAHDI ITU DIUTUS UNTUK MENEGAKKAN APA, KEBENARAN ATAU BUKAN ?
    3. YANG NAMANYA RASUL ITU ALLAH SWT ITU DIUTUS KEPADA SUATU KAUM ATAU BUKAN ?
    4. YANG NAMANYA NABI ITU DITUGASKAN UNTUK MEMBELA SIAPA, YANG TERTINDAS ATAU SEBALIKNYA ?
    5. OLEH DAN KEPADA SIAPA MGA SEBAGAI AL-MASIH DARI INDIA DIUTUS DI ABAD 21, UMAT ISLAM ATAU BUKAN ?.

    UJI KONSISTENSI :
    RELAVANKAH JAWABAN ANDA DI NOMOR :

    NOMOR 1 DENGAN NOMOR 4 ?
    NOMOR 2 DENGAN KENYATAAN SAAT MGA MASIH HIDUP ?
    NOMOR 3 DENGAN PENGIKUT SASARAN MGA (AHMADIYAH) ?
    NOMOR 4 DENGAN PERBUATAN MGA SAAT MASIH HIDUP ?
    NOMOR 5 DENGAN NOMOR 1 ?

    JAWABAN ANDA AKAN MEMPERLIHATKAN ……… WHO ARE YOU !

    Kayaknya Ahmadi manapun akan berfikir 1000 kali untuk menjawab pertanyaan-2 SANGAT SEDERHANA SEKALI di atas …….

  66. HMMH berkata

    MAAF ADA SEDIKIT KEKELIRUAN,

    UJI KONSISTENSI yang pertama bukan NOMOR 1 DENGAN NOMOIR 4, melainkan NOMOR 1 DENGAN NOMO5 5.
    Selamat berfikir ribuan kali sebelum menjawab, kecuali jika WHO ARE YOU akan terjawab.

  67. Mahmud berkata

    Masnunk berkata:

    Kalau anda bisa menunjukkan bahwa Imam Syafi’i menerima wahyu tolong disebutkan dan wahyu mana yang anda sebutkan ?
    Jangan-jangan ini bagian dari aqidah anda sebagai Pengikut Ahmadiyah.

    ==>> Kalau saya bisa menunjukkan bahwa Imam Syafi’i menerima wahyu, apakah anda akan tetap dengan pendapat bahwa menurut etimologi Islam, setiap orang yang menerima wahyu disebut Nabi, atau berubah?

    Masnunk:
    Sebagai pengikut Ahmadiyah tahukah anda, kenapa MUI memfatwakan Ahmadiyah sesat ?

    ==>> Tanyakan kepada para ulama MUI, siapakah di antara mereka yang lebih mengetahui daripada Tuhan mereka tentang siapa yang sesat dari jalan-Nya?

    Karena menurut Al Quran: “Sesungguhnya Tuhan engkau Dia-lah Yang Lebih Mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya,” (Al Qalam 68:7).

    BANYAK BELAJAR ETIMOLOGI ISLAM DAN AL QURAN, SEBELUM MENUDUH AHMADIYAH SESAT.

  68. Mahmud berkata

    HMMH

    Sekali lagi, jika memang Ahmadiyah ini SAMA-SAMA ISLAM maka akan dengan mudah menjawab pertanyaan LOGIS 3S alias SANGAT SEDERHANA SEKALI berikut ini :

    1. YANG NAMANYA AL-MASIH ITU DIUTUS UNTUK SIAPA, UMAT ISLAM ATAU BUKAN ?
    2. YANG NAMANYA AL-MAHDI ITU DIUTUS UNTUK MENEGAKKAN APA, KEBENARAN ATAU BUKAN ?
    3. YANG NAMANYA RASUL ITU ALLAH SWT ITU DIUTUS KEPADA SUATU KAUM ATAU BUKAN ?
    4. YANG NAMANYA NABI ITU DITUGASKAN UNTUK MEMBELA SIAPA, YANG TERTINDAS ATAU SEBALIKNYA ?
    5. OLEH DAN KEPADA SIAPA MGA SEBAGAI AL-MASIH DARI INDIA DIUTUS DI ABAD 21, UMAT ISLAM ATAU BUKAN ?.

    ==>> Anda belum merespon komentar saya nomor 21, datang lagi dengan pertanyaan-pertanyaan yang sangat sederhana tetapi bukan tolok ukur untuk menentukan Islam tidaknya seseorang. Tetapi saya jawab:
    1. Nabi Isa Al Masih ibnu Maryam as diutus Allah kepada Bani Israil (Ash-Shaf 61:6) yang cerai-berai.
    2. Al Mahdi diutus Allah kepada sekalian umat manusia untuk menegakkan kebenaran syari’at Islam.
    3. Rasul-rasul (sebelum Rasulullah saw) diutus Allah swt kepada kaumnya masing-masing.
    4. Nabi itu ditugaskan Allah untuk membela dan memberi petunjuk kepada mereka yang tertindas.
    5. HMGA (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau’ud) as diutus Allah kepada sekalian manusia (termasuk umat-umat Islam dan non-Islam).

  69. Masnunk berkata

    @Mahmud
    Katanya Imam Syafii mendapat wahyu, mana buktinya kok ndak connect.
    Halooo …..halooo…. (nomer yang anda tuju sedang tidak aktif atau sedang berada diluar service area cobalah beberapa saat lagi nut… nut…)
    waah ….waah….. @Mahmud kok ya asal bunyi.
    Belajar Islam dimana Mud ? atau ikut saya mendengarkan Radio Rodja bagus kok Bro !

    Hati-hati Mud, pernyataan anda menanggapi @HMMH bisa menjebak diri sendiri alias senjata makan tuan.
    Ha ha ha ha ……

  70. Mahmud berkata

    Masnunk berkata

    Katanya Imam Syafii mendapat wahyu, mana buktinya

    ==>> Buktinya ada, tapi jawab dulu: Kalau terbukti menerima wahyu, apakah Imam Syafi’i seorang Nabi?

  71. HMMH berkata

    Baiklah bung Mahmud,

    Oleh karena anda menganggapnya ketiadaan komentar saya di NOMOR 21 sebagai HUTANG TANGGAPAN, maka sebelum saya mengomentari jawaban anda di NOMOR 68, maka saya akan menyempatkan diri untuk menanggapi komentar 21 anda sbb :

    Anda berkata :

    …………………….
    >> Allah Yang Maha Mengetahui, di dalam Al Quran, menjawab keraguan HMMH:
    Dan (ingatlah) ketika Isa Ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, menggenapi kitab yang turun sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya AHMAD” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. (Ash-Shaf 61:6).

    Ayat tersebut mengisyaratkan kepada umat Islam bahwa:
    1. NABI ISA IBNU MARYAM AS DIUTUS ALLAH KEPADA BANI ISRAIL (YAHUDI & NASRANI) MENGGENAPI KITAB TAURAT
    2. Nabi Isa Ibnu Maryam as MEMBAWA KIABAR gembira TENTANG SEORANG RASUL YANG AKAN DATANG SESUDAHKU (maksudnya setelah NABI ISA as WAFAT), namanya AHMAD.
    ……………………..

    _______________

    LIHAT kata-2 dalam cuplikan kalimat anda yang saya KAPITALKAN sebagai penegasan yang akan ditanggapi.

    Sebetulnya lahirnya pertanyaan-2 di nomor 68 adalah buntut dari komentar anda di atas yang menurut saya SECARA LOGIKA MEMANCING UJI KOMPETENSI ATAS KEIMANAN ANDA sebagai -> YANG MENGAKU SAMA-SAMA ISLAM.

    Kembali ke Lap Top !

    Dengan komentar di atas, anda sebagai Ahmadiyah jelas MENEGASKAN KEIMANAN anda bahwa NABI ISA AS DIUTUS ALLAH SWT UNTUK (MENYAMPAIKAN KITAB SUCI INJIL) KEPADA KAUM (BANI) ISRAIL yang dalam hal ini anda sebut YAHUDI DAN NASRANI, bukan ?

    Kemudian mengikuti pendirian anda soal kewafatan Nabi Isa AS, anda meyakini Nabi isa AS kemudian telah wafat, bukan ? Baiklah dalam komentar ini, anggaplah saya mengamini pendapat anda. Jadi soal sudah atau belum wafatnya anggaplah tidak menjadi persoalan.

    Nah, kemudian di KOMENTAR 68 POIN 5 anda berkata begini :
    ………………………
    5. HMGA (Khalifah Allah, Imam Mahdi & MASIH MAU’UD) as DIUTUS ALLAH KEPADA SEKALIAM MANUSIA (TERMASUK UMAT-UMAT ISLAM dan non-Islam).
    ………………………

    ——————————————————————————————————————————————————————————————–
    BAGAIMANA INI BUNG MAHMUD ???
    SAYA PERSILAHKAN KEPADA REKAN-2 LAIN UNTUK IKUT MENANGGAPI KOMENTAR BUNG MAHMUD INI.
    ——————————————————————————————————————————————————————————————–

    Kemudian di nomor 2 tanggapan anda, anda berkata :
    ……………………..
    2. Nabi Isa Ibnu Maryam as MEMBAWA KIABAR gembira TENTANG SEORANG RASUL YANG AKAN DATANG SESUDAHKU (maksudnya setelah NABI ISA as WAFAT), namanya AHMAD.
    ……………………..

    Pertanyaan logisnya :
    APAKAH STATUS AL-MASIH YANG HANYA SEBAGAI -> SEORANG PEMBAWA KABAR (ISYARAT) ALLAH SWT NABI ISA AS ADALAH ALMASIH YANG MENGABARKAN AKAN KEDATANGAN NABI MUHAMAD SAW.

    Tapi kenyataannya :
    20 ABAD KEMUDIAN -> MGA SEBAGAI PERWUJUDAN AL-MASIH (PERAN NABI ISA AS) MALAH MENGURUSI (MEMASARKAN AHMADIYAH KEPADA) UMAT ISLAM SEBAGAI UMATNYA NABI MUHAMMAD SAW. (BUKAN KETURUNAN BANI ISRAIL) YANG UMUMNYA JELAS-2 BERBEDA KEYAKINANNYA DENGAN UMAT ISLAM ATAU TIDAK MENGIMANI AJARAN NABI MUHAMMAD SAW (kecuali para mualaf atau segelintir yang taat pada Hukum Taurat).

    LOGIKANYA :
    SEBAGAI AL-MASIH SEHARUSNYA MGA MENGURUSI (MEMBENAHI KEIMANAN) KAUM BANI ISRAIL, BUKAN UMAT ISLAM !

    Itulah yang disebut sebagai -> UJI KONSISTENSI KEIMANAN <- anda sebagai YANG MENGAKU SAMA-SAMA ISLAM.
    Memang ini BUKAN TOLAK UKUR ATAU PENENTU KEISLAMAN SESEORANG SECARA MUTLAK, tapi ALLAH SWT TELAH MEMBERIKAN PETUNJUK DALAM KITAB SUCI AL-QURAN yang intinya bahwa BAGIAN DARI TANDA-2 ORANG YANG BERIMAN (ISLAM) ADALAH BERIMAN KEPADA KIITAB SUCI AL-QURAN (RUKUN IMAN KE-4) sebagai petunjuk-2 Allah SWT kepada hamba-2-Nya YANG BERIMAN.

    Demikian.

  72. Masnunk berkata

    Mahmud berkata
    22/02/2013 pada 00:41

    Masnunk berkata:
    Kalau anda bisa menunjukkan bahwa Imam Syafi’i menerima wahyu tolong disebutkan dan wahyu mana yang anda sebutkan ?
    Jangan-jangan ini bagian dari aqidah anda sebagai Pengikut Ahmadiyah.

    ==>> Kalau saya bisa menunjukkan bahwa Imam Syafi’i menerima wahyu, apakah anda akan tetap dengan pendapat bahwa menurut etimologi Islam, setiap orang yang menerima wahyu disebut Nabi, atau berubah?

    Masnunk:
    Sebagai pengikut Ahmadiyah tahukah anda, kenapa MUI memfatwakan Ahmadiyah sesat ?

    ==>> Tanyakan kepada para ulama MUI, siapakah di antara mereka yang lebih mengetahui daripada Tuhan mereka tentang siapa yang sesat dari jalan-Nya?

    Karena menurut Al Quran: “Sesungguhnya Tuhan engkau Dia-lah Yang Lebih Mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya,” (Al Qalam 68:7).

    ———–
    Masnunk menjawab :
    Kalau ada persepsi Imam Syafi’i ( termasuk para sahabat Nabi ) menerima wahyu, berarti ada ilmu pengetahuan baru dalam khasanah ke-Islam-an setelah kedatangan MGA (Masih Maud, Nabi, Imam Mahdi) yang tentu di-amin-i oleh Ahmadiyah.
    Kalau anda masih tanya apakah Imam Syafii seorang Nabi ?
    Saya jawab : “Imam Syafii BUKAN Nabi !”

    Ada sebuah contoh cerita :
    Pada suatu hari si Fulan sedang di hutan, kemudian mencari jalan keluar dari hutan dengan jalannya sendiri.
    Jalan yang ditempuh tidak mengikuti panduan yang selama ini dipakai kebanyakan orang.
    Suatu ketika si Fulan diingatkan bahwa jalan ditempuh sesat tapi tetap saja berjalan.
    Kemudian ketemu orang ditanya kenapa kamu tadi dikatakan tersesat ?

    Logika, kalau ditanya tentang ke-keliru-annya, “secara umum” akan jawab dengan berbagai kemungkinan :
    1. tidak tahu.
    2. tahu, karena ini dan itu dengan alasan ini dan itu maka Fulan tidak mengikuti cara itu (bukan berarti si Fulan, merasa disalahkan).
    3. tahu, tidak mau tahu

    Tetapi si Fulan menjawab (diluar point 1, 2 dan 3) :
    Karena menurut Al Quran: “Sesungguhnya Tuhan engkau Dia-lah Yang Lebih Mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya,”
    (Al Qalam 68:7).

    Ha ha ha ha ………

  73. HMMH berkata

    Maaf ralat :sedikit pertanyaan di atas sbb :

    AWALNYA :
    ………………………………….
    Pertanyaan logisnya :
    APAKAH STATUS AL-MASIH YANG HANYA SEBAGAI -> SEORANG PEMBAWA KABAR (ISYARAT) ALLAH SWT NABI ISA AS ADALAH ALMASIH YANG MENGABARKAN AKAN KEDATANGAN NABI MUHAMAD SAW.

    MENJADI :
    APAKAH STATUS AL-MASIH YANG SEJATINYA HANYA SEBAGAI SEORANG PEMBAWA KABAR (ISRAYAT) ALLAH SWT DI 20 ABAD YANG LALU ITU KEMUDIAN MALAH MENJADI PENGURUS ORANG-2 YANG DIBERIKAN KABAR ATAU ISYARAT TERSEBUT DALAM HAL INI UMAT ISLAM SEBAGAI UMAT NABI MUHAMMAD SAW ?

    Terima kasih.

  74. Masnunk berkata

    @HMMH
    Ha ha ha ha, saya sudah memprediksi dengan jawabannya maka Mahmud dinyatakan lulus uji In-konsisten-si.
    Subhanallaaah…………..

  75. HMMH berkata

    Ya, rekan …….. itu baru UJI KONSISTENSI yang pertama. Belum nomor 2-4, kalaulah pakai sistem gugur per nomor, wah dijamin gak bakalan nongol lagi di rubrik ini.

  76. ABD berkata

    Saya kemarin, tepat pukul 20.30 WIB menerima Wahyu yg isinya:
    - Sampaikan pd Orang yg suka pd Fitnah dan kekejian, bhw Mereka belum mengetahui penipuan-penipuan yg disebabkan oleh sesamanya, ketika mereka telah terjerumus sesungguhnya mereka akan buta Hati dan akalnya.
    - Telah banyak dilakukan kekejian dan fitnah yg besar dimuka bumi ini the agama yg selamat sehingga Mereka pantas mendapatkan dan mengangkat seorang Fasik dan Seorang Munafik jadi Imam Mereka.
    -Sesungguhnya Mereka akan terkatung-katung tanpa hak dan pengakuan sampai kiamat nanti seperti bangsa Israel sebagai siksaan dari tuhanmu sebab ketika mereka mempunyai kekuatan, mereka akan menindas dan berbuat aniaya terhadap selain kaum mereka

  77. Mahmud berkata

    Masnunk berkata:
    Dalam etimologi Islam, setiap orang yang menerima wahyu disebut Nabi,

    Masnunk berkata:
    Saya jawab : “Imam Syafii BUKAN Nabi !”

    Masnunk berkata:
    Ha ha ha ha, saya sudah memprediksi dengan jawabannya maka Masnunk dinyatakan lulus uji In-konsisten-si.

    HA HA HA HA HA TELANJANG BULAT

  78. Mahmud berkata

    Dalam Al Mathalabi Jamaliyah, Al Ustadz As-Sahani menulis bahwa Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafe’i menerima wahyu dari Tuhan:”Wahai Muhammad bin Idris, tegaklah di atas agama Muhammad dan janganlah sama sekali bergeser dari itu. Kalau tidak, kamu berdiri akan sesat dan menyesatkan orang-orang. Apakah kamu bukan imam orang-orang?”

  79. Masnunk berkata

    Mahmud berkata
    23/02/2013 pada 08:59

    Masnunk berkata:
    Dalam etimologi Islam, setiap orang yang menerima wahyu disebut Nabi,

    Masnunk berkata:
    Saya jawab : “Imam Syafii BUKAN Nabi !”

    Masnunk berkata:
    Ha ha ha ha, saya sudah memprediksi dengan jawabannya maka Masnunk dinyatakan lulus uji In-konsisten-si.

    HA HA HA HA HA TELANJANG BULAT

    —————–
    Komentar saya :
    Saya tidak pernah menulis, seperti yang dinyatakan @Mahmud seperti tersebut diatas yaitu (coba check):
    Masnunk berkata:
    Ha ha ha ha, saya sudah memprediksi dengan jawabannya maka Masnunk dinyatakan lulus uji In-konsisten-si.
    HA HA HA HA HA TELANJANG BULAT

    Mahmud “MEMFITNAH” dan menyebarkan berita “BOHONG”
    Anda seharusnya kalau “Copy Paste” hati-hati jangan grusa grusu, sebagai orang yang merasa berilmu seharusnya memberi sumber dan alasan kongkrit kenapa Imam Syafii anda sebut Nabi. Kemudian apa komentar terhadap pertanyaan anda (seperti pertanyaan @HMMH yang anda jawab).
    Kalau anda perhatikan, saya telah mengingatkan anda pada postingan anda sendiri soal pertanyaan @HMMH.

    Yakni :
    Hati-hati Mud, pernyataan anda menanggapi @HMMH bisa menjebak diri sendiri alias senjata makan tuan.
    Ha ha ha ha ……

    Saya rasa cukup-lah.
    Subhanallaaaaah……………………..

  80. Masnunk berkata

    Perbedaan Nabi dan Rasul ?

    Ibnu Abil ‘Izz al Hanafi mengatakan bahwa mereka telah menyebutkan perbedaan antara nabi dan rasul dan yang terbaik adalah bahwa orang yang diberikan berita oleh Allah swt dengan berita dari langit, jika dia diperintahkan untuk menyampaikannya kepada orang lain maka ia adalah nabi dan rasul.
    Sedangkan jika dia tidak diperintahkan untuk menyampaikan kepada orang lain maka ia adalah nabi dan bukan rasul.
    Rasul lebih khusus daripada nabi, setiap rasul adalah nabi dan tidak setiap nabi adalah rasul. (Syarh ath Thahawiyah fii ‘Aqidah as Salaf hal 296)

    Syeikh ‘Athiyah Saqar mengatakan bahwa nabi adalah seorang manusia yang diberikan wahyu kepadanya dengan suatu syariat untuk diamalkan akan tetapi dia tidak diperintahkan untuk menyampaikannya.
    Sedangkan Rasul adalah seorang manusia yang diberikan wahyu dengan suatu syariat untuk diamalkan dan dia diperintahkan untuk menyampaikannya. Setiap rasul adalah nabi dan tidak setiap nabi adalah rasul.

    Muhammad saw adalah seorang nabi dan rasul. Firman Allah swt :

    يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا

    Artinya : “Hai nabi, Sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gemgira dan pemberi peringatan.” (QS. Al Ahzab : 45)

    مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِّن رِّجَالِكُمْ وَلَكِن رَّسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

    Artinya : “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu., tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Ahzab : 40)

    Kedua ayat tersebut menggabung tentang sifat kenabian dan kerasulan (dalam diri Muhammad saw)

    Siapa Nabi Terakhir ?
    ” Bukanlah Muhammad itu bapak salah seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah Rasulullah dan PENUTUP Nabi-nabi”.
    (QS. AL Ahzab : 40)

  81. Mahmud berkata

    Ha ha ha ha, saya sudah memprediksi dengan jawabannya maka Masnunk dinyatakan lulus uji In-konsisten-si.
    HA HA HA HA HA TELANJANG BULAT

    Mahmud “MEMFITNAH” dan menyebarkan berita “BOHONG”

    ==>> Saya sengaja mengganti Mahmud menjadi Masnunk, karena yang lulus uji In-konsisten-si itu Masnunk, bukan Mahmud. Jadi bukan FITNAH, bukan BOHONG, tapi TELANJANG BULAT INKONSISTEN.

  82. Mahmud berkata

    HMMH:

    APAKAH STATUS AL-MASIH YANG SEJATINYA HANYA SEBAGAI SEORANG PEMBAWA KABAR (ISRAYAT) ALLAH SWT DI 20 ABAD YANG LALU ITU KEMUDIAN MALAH MENJADI PENGURUS ORANG-2 YANG DIBERIKAN KABAR ATAU ISYARAT TERSEBUT DALAM HAL INI UMAT ISLAM SEBAGAI UMAT NABI MUHAMMAD SAW ?

    ==>> Pola pikir anda masih terbelenggu dengan keyakinan bahwa Nabi Isa Al Masih Ibnu Maryam as masih hidup. Padahal, Al Quran & Hadits sudah jelas mengisyaratkan bahwa Nabi Isa as SUDAH WAFAT. Begitu pula ajaran Taurat dan Injil yang tidak sejalan dengan Al Quran sudah expired. Sedangkan Al Masih yang dijanjikan akan datang itu adalah perumpamaan Ibnu Maryam (Az-Zukhruf 43:57) yang diutus (Rasul) Allah sebagai Imam Mahdi (Al Jumu’ah 62:3) dan Khalifah Allah yang Dia jadikan atau pilih dari antara orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh (An-Nur 24:55).

    Karena Nabi Muhammad saw diutus Allah kepada semua manusia, maka Al Masih-nya Nabi Muhammad saw pun diutus Allah kepada semua manusia, termasuk umat Yahudi dan Nasrani. Begitu pula Al Masihnya Nabi Musa as diutus kepada Bani Israil.

  83. Mahmud berkata

    Karena Nabi Muhammad saw diutus Allah kepada semua manusia, maka Al Masih-nya Nabi Muhammad saw pun diutus Allah kepada semua manusia, termasuk umat Yahudi dan Nasrani. Begitu pula Al Masihnya Nabi Musa as diutus kepada Bani Israil.

    Maksudnya:
    Nabi Musa as diutus Allah kepada Bani Israil (umat Yahudi), Kitab Suci & Syari’at Taurat.
    Nabi Isa Al Masih as diutus Allah kepada Bani Israil (umat Nasrani), Kitab Suci Injil, Syari’at Taurat.

    Nabi Muhammad as diutus Allah kepada semua manusia (termasuk Bani Israil), Kitab Suci & Syari’at Islam (Al Quran).
    HMGA (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau’ud) as diutus Allah kepada semua manusia (termasuk Bani Israil), Syari’at Islam (Al Quran).

    Apakah HMMH bisa memahami?

  84. dedi berkata

    Mahmud berkata
    23/02/2013 pada 15:21
    HMGA (Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau’ud) as diutus Allah kepada semua manusia (termasuk Bani Israil), Syari’at Islam (Al Quran).

    ==> MGA menganggap Ummat Islam, Ummatnya Nabi SAW, tidak mengikuti tafsir versi MGA yaitu ada nabi baru sesudah Nabi SAW, sekaligus merevisi “Ajaran Islam” menjadi ajaran Ahmadiyah Qadyani….

    Nabi Isa AS, diutus kemudian adalah meluruskan ajaran Kristen/Nasrani, yang mempercayai Nabi Isa itu bagian dari Tuhan, anak Tuhan, serta trinitas-nya. Tidak terhadap kepercayaan Ummat Islam, bahwa kenabian berakhir pada Nabi Muhammad SAW serta tealh sempurnanya Agama Islam.

    Sabda Nabi SAW:
    “Tidak ada seorang nabi pun antara aku dan Isa dan sesungguhnya ia benar-benar akan turun (dari langit), apabila kamu telah melihatnya, maka ketahuilah; bahwa ia adalah seorang laki-laki berperawakan tubuh sedang, berkulit putih kemerah-merahan. Ia akan turun dengan memakai dua lapis pakaian yang dicelup dengan warna merah, kepalanya seakan-akan meneteskan air waulupun ia tidak basah.

    “Sekelompok dari ummatku akan tetap berperang dalam dalam kebenaran secara terang-terangan sampai hari kiamat,sehingga turunlah Isa bin Maryam ,maka berkatalah pemimpin mereka (Al Mahdi): “Kemarilah dan imamilah salat kami”. Ia menjawab;”Tidak, sesungguhnya sebagian kamu adalah sebagai pemimpin terhadap sebagian yang lain, sebagai suatu kemuliaan yang diberikan Allah kepada ummat ini (ummat Islam).

    “Tiba-tiba Isa sudah berada di antara mereka dan dikumandangkanlah salat,maka dikatakan kepadanya, majulah kamu (menjadi imam salat) wahai ruh Allah.” Ia menjawab:”Hendaklah yang maju itu pemimpin kamu dan hendaklah ia yang mengimami salat kamu”

    Wallahualam,

  85. ABD berkata

    Saya Dua hari yg lalu, tepat pukul 20.30 WIB menerima Wahyu yg isinya:
    - Sampaikan pd Orang yg suka pd Fitnah dan kekejian, bhw Mereka belum mengetahui penipuan-penipuan yg disebabkan oleh sesamanya, ketika mereka telah terjerumus sesungguhnya mereka akan buta Hati dan akalnya.
    - Telah banyak dilakukan kekejian dan fitnah yg besar dimuka bumi ini the agama yg selamat sehingga Mereka pantas mendapatkan dan mengangkat seorang Fasik dan Seorang Munafik jadi Imam Mereka.
    -Sesungguhnya Mereka akan terkatung-katung tanpa hak dan pengakuan sampai kiamat nanti seperti bangsa Israel sebagai siksaan dari tuhanmu sebab ketika mereka mempunyai kekuatan, mereka akan menindas dan berbuat aniaya terhadap selain kaum mereka

  86. HMMH berkata

    Bung Mahmud,

    TENTU SAJA, bungMahmud.
    Sampai kiamat pun umat Islam termasuk saya TIDAK AKAN PERNAH BISA MEMAHAMI KEYAKINAN ANDA SEBAGAI AHMADIYAH, yang meyakini ADANYA AL-MASIH UNTUK UMAT ISLAM SEBAGAI UMANYA NABI MUHAMMAD SAW YANG WAJIB MENGIMANI AL-QURAN SEBGAI PETUNJUK DARI ALLAH SWT.

    Mangapa tidak bisa ?

    Karena :

    PERTAMA :

    DI DALAM AL-QURAN ALLAH SWT BERFIRMAN DLAM SURAT AL-IMRAN AYAT 45, yang artinya :

    Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, NAMANYA AL MASIH ISA putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).

    Jelas bung Mahmud ??

    Silahkan anda tunjukkan pada saya dan seluruh pemirsa Situs Kobarnet :

    Dalam kitab suci Al-Quran, ADAKAH FIRMAN ALLAH SWT (ayat suci) LAINNYA YANG SECARA TEGAS (gamlang, tidak memamai perumpamaan/kiasan/metafora dan lain sebagainya) YANG MEMBERIKAN PETUNJUK KEPADA MANUSIA SEBAGAI HAMBA-2-NYA -> AKAN ADANYA NAMA AL-MASIH LAIN YANG DKARUNIAIKAN (DITETAPKAN) OLEH ALLAH SWT KEPADA HAMBA-HAMBA-NYA YANG LAIN -> SELAN YANG TELAH DIKARUNIAKAN ALLAH SWT SECARA LANGSUNG KEPADA NABI ISA AS IBNU MARYAM sebagaimana tercantum dalam SURAT AL-IMRAN AYAT 45 ???

    JIka anda tidak bisa menunjukkan, maka KE-ALMASIH-AN MGA dari India akan terus dipertanyakan DARI SIAPA ???

    KEDUA :

    Oleh karena dengan tegas Allah SWT menyebutkan AL MASIH ISA sebagai bagian dari nama yang dikaruniakan untuk hamba terpilih-Nya saat itu, yakni NABI ISA AS, maka AL MASIH dalam petunjuk Allah SWT dalam kitab suci AL-QURAN -> BUKANLAH KOSA KATA, NAMA, ISTILAH, SEBUTAN, PREDIKAT ATAU GELAR ALA MANUSIA yang bisa disandangkan kepada sesamanya. AL MASIH ISA ADLAH NAMA LENGKAP ASLI YANG DIBERIKAN ALLAH SWT KEPADA ANAK MARYAM (Ibunda Nabi Isa AS). Dengan kenyataan ini, maka BISA DIPASTIKAN BAHWA DI DUNIA INI TIDAK AKAN PERNAH ADA AL MASIH KARUNIA ALLAH SWT LAIN SELAIN YANG te;ah DISANDANGKAN ALLAH SWT KEPADA NABI ISA AS IBNU MARYAM YANG DIUTUS OLEH ALLAH SWT UNTUK MENYAMPAIKAN WAHYU-NYA YANG TERDAPAT DALAM KITAB SUCI INJIL KEPADA BANI (KAUM KETURUNAN) ISRAIL, yang menurut anda sendiri NOTABENE :

    - Terdiri dari KAUM YAHUDI DAN NASRANI
    - Belum mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW

    (kecuali yang memang taat 100% pada Taurat atau sudah mendapat Hidayah-Nya)

    KETIGA :

    Oleh karena HAKEKAT DILAHIRKAN DAN DIUTUSNYA NABI MUHAMMAD SAW SEBAGAI RASUL ALLAH SWT KE DUNIA sebagaimana yang diisyaratkan Allah SWT dalam kitab-2 suci sebelumnya, yakni TAURAT DAN INJIL dengan nama -> AHMAD -> yang artinya : YANG DIBERKATI, YANG DIMULIAKAN, YANG DITINGGIKAN DERAJATNYA oleh Allah SWT ADALAH UNTUK MENYAMPAIKAN PETUNJUK-2 ALLAH SWT YANG SUDAH SEMPURNA (BISA DIJADIKAN SATU-SATUNYA PEDOMAN KESELAMATAN HIDUP DUNIA DAN AKHERAT BAGI SELURUH MANUSIA HINGGA AKHIR JAMAN. Dengan diutus atau ditugaskannya Baginda Nabi Besar Muhammad SAW untuk menyampaikan petunjuk-2 Allah SWT YANG BERSIFAT SEMPURNA DAN LAYAK DIJADIKAN SATU-SATUNYA PEDOMAN HIDUP BAGI HAMBA-2-NYA YANG BERIMAN (AHLI SURGA) HINGGA AKHIR JAMAN, maka UMAT ISLAM SAMA SEKALI TIDAK DIBERIKAN PETUNJUK UNTUK MENGIKUTI DAN MEMPRAKTEKAN APA YANG PERNAH DISAMPAIKAN/DIAJARKAN OLEH NABI ISA AS SEMASA HIDUPNYA kepada kaumnua, selain sekedar diberikan petunjuk HANYA UNTUK SEKEDAR MENGIMANINYA saja. Jadi bahwa YANG AKAN DISAMBANGI OLEH NABI ISA AS UNTUK DIBERIKAN KESAKSIAN DI HARI KIAMAT ADALAH BUKAN UMAT ISLAM MELAINKAN PARA PENGIKUTNYA, yang mengikuti keyakinan Bani Israil. Bahkan dalam salah satu hadist nabi diisyaratkan bahwa DI HARI KIAMAT, YANG SAMPAI DETIK INI BELUM TERJADI, SELAIN BERSAKSI PADA KAUMNYA KELAK, NABI ISA AS AKAN MELAKUKAN SHOLAT SUBUH SEBAGAIMANA YANG BIASA DILAKUKAN OLEH UMAT NABI MUHAMMAD SAW, yakni di sebuah masjid di Timur. Nah, oleh karena yang akan disambangi oleh Nabi Isa AS kelak di hari kiamat adalah BUKAN UMAT ISLAM (walaupun Beliau berbaur dan turut melaksanakan syariat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, yakni sholat.

    Jadi bisa disimpulkan bahwa :

    Pertama ;
    AL-MASIH UTUSAN ALLAH SWT, yakni NABI ISA AS IBNU MARYAM SEBAGAIMANA YANG TERCANTUM DALAM KITA SUCI AL-QURAN -> SEHARUSNYA TIDAK DIUTUS UNTUK MENGURUSI, MEMBENAHI, MEMPERBAIKI KEIMANAN UMAT ISLAM -> SEBAGAI UMAT NABI MUHAMMAD SAW, MELAINKAN KAMU KETURUNAN BANI ISRAIL DAN YANG MEYAKINI KEYAKINANNYA HINGGA AKHIR JAMAN.

    Kedua :
    Dalam ajaran Islam TIDAK DIKENAL ADANYA UTUSAN ALLAH SWT LAINNYA YANG BERNAMA KARUNIA ILLAHI -> AL-MASIH -> SELAIN YANG TELAH DIKARUNIAKAN OLEH ALLAH SWT KEPADA NABI ISA AS IBNU MARYAM.

    Ketiga :
    Dajjal sebagai tpkoh yang diisyaratkan kemunculannya juga diakhir jaman bukan disebut AL-MASIH seperti Nabi Isa AS melainkan AL-MASIH AD-DAJJAL. Itupun tersirat di dalam Hadist Nabi.

    Sehingga pertanyaan akhirnya lagi, jika di dalam kitab suci Al-Quran tidak ada, maka kalau begitu MGA dari India itu AL-MASIH DARI DAN DIUTUS UNTUK SIAPA ? AHMADIYAH, mungkin saja wong cuma kaum ini yang meyakini! Tapi kalau UMAT ISLAM ? JELAS BUKAN, SALAH ALAMAT !!!

    Ajaran Islam hanya diberikan petunjuk kalau NABI ISA AS SEBAGAI AL-MASIH ITU DIUTUS OLEH ALLAH SWT KEPADA KAUMNYA, YAKNI BANI ISRAIL DAN DI HARI KIAMAT KELAK KEMBALI AKAN DIPERTEMUKAN DENGAN MEREKA UNTUK DIBERIKAN KESAKSIAN. (QS. An-Nisa 159)

  87. dedi berkata

    “Tidak ada seorang nabi pun antara aku dan Isa dan sesungguhnya ia benar-benar akan turun (dari langit), apabila kamu telah melihatnya, maka ketahuilah; bahwa ia adalah seorang laki-laki berperawakan tubuh sedang, berkulit putih kemerah-merahan. Ia akan turun dengan memakai dua lapis pakaian yang dicelup dengan warna merah, kepalanya seakan-akan meneteskan air waulupun ia tidak basah.”

    “Sekelompok dari ummatku akan tetap berperang dalam dalam kebenaran secara terang-terangan sampai hari kiamat,sehingga turunlah Isa bin Maryam ,maka berkatalah pemimpin mereka (Al Mahdi): “Kemarilah dan imamilah salat kami”. Ia menjawab;”Tidak, sesungguhnya sebagian kamu adalah sebagai pemimpin terhadap sebagian yang lain, sebagai suatu kemuliaan yang diberikan Allah kepada ummat ini (ummat Islam).”

    “Tiba-tiba Isa sudah berada di antara mereka dan dikumandangkanlah salat,maka dikatakan kepadanya, majulah kamu (menjadi imam salat) wahai ruh Allah.” Ia menjawab:”Hendaklah yang maju itu pemimpin kamu dan hendaklah ia yang mengimami salat kamu”.

  88. Masnunk berkata

    He he he @Mahmud ……. ndak connect, lain yang dikoreksi lain yang dijawab.
    Ya wis lah terserah…….

    @HMMH
    Saya mau tanya,
    “Dari 5 item pertanyaan yang @Mahmud jawab diatas, kira-kira @Mahmud lulus babak prakualifikasi ?”

  89. Mahmud berkata

    Masnunk berkata

    23/02/2013 pada 20:36
    He he he @Mahmud ……. ndak connect, lain yang dikoreksi lain yang dijawab.
    Ya wis lah terserah…….

    ===>> Oooooh anda ndak connect? Memang pantas komentar-komentar anda ERROR.

  90. Mahmud berkata

    HMMH berkata:
    Ajaran Islam hanya diberikan petunjuk kalau NABI ISA AS SEBAGAI AL-MASIH ITU DIUTUS OLEH ALLAH SWT KEPADA KAUMNYA, YAKNI BANI ISRAIL DAN DI HARI KIAMAT KELAK KEMBALI AKAN DIPERTEMUKAN DENGAN MEREKA UNTUK DIBERIKAN KESAKSIAN. (QS. An-Nisa 159).

    ===>> Bukankah anda sudah saya tanya, sejauh mana anda memahami hari kiamat?

  91. Mahmud berkata

    HMMH:
    Jadi bisa disimpulkan bahwa :

    Pertama ;
    AL-MASIH UTUSAN ALLAH SWT, yakni NABI ISA AS IBNU MARYAM SEBAGAIMANA YANG TERCANTUM DALAM KITA SUCI AL-QURAN -> SEHARUSNYA TIDAK DIUTUS UNTUK MENGURUSI, MEMBENAHI, MEMPERBAIKI KEIMANAN UMAT ISLAM -> SEBAGAI UMAT NABI MUHAMMAD SAW, MELAINKAN KAMU KETURUNAN BANI ISRAIL DAN YANG MEYAKINI KEYAKINANNYA HINGGA AKHIR JAMAN.

    ==>> Saya setuju bahwa Nabi Isa Al Masih Ibnu Maryam as yang TELAH WAFAT itu tidak diutus dan tidak harus mengurusi membenahi, memperbaiki keimanan umat Islam karena hal itu suatu hal yang MUSTAHIL dan Allah mengutus beliau as kepada Bani Israil, bukan kepada umat Islam.

    Kedua :
    Dalam ajaran Islam TIDAK DIKENAL ADANYA UTUSAN ALLAH SWT LAINNYA YANG BERNAMA KARUNIA ILLAHI -> AL-MASIH -> SELAIN YANG TELAH DIKARUNIAKAN OLEH ALLAH SWT KEPADA NABI ISA AS IBNU MARYAM.

    ==>> Pernyataan anda itu lebih tepat ditulis begini: Dalam ajaran Islam yang HMMH pahami TIDAK DIKENAL UTUSAN ALLAH AL MASIH dst. Sementara itu Al Quran & Hadits mengisyaratkan kebalikan dari apa yang anda pahami tentang ajaran Islam tersebut.

    Al Quran & Hadits mengisyaratkan bahwa Nabi Isa Al Masih Ibnu Maryam as TELAH WAFAT, kuburan beliau as dan ibunya, Siti Maryam, ditemukan di kawasan Hindustan, tepatnya di Kashmir.

    Al Quran & Hadits mengisyaratkan bahwa perumpamaan Nabi Isa Al Masih Ibnu Maryam as (Az-Zukhruf 43:57) akan diutus (Rasul) Allah sebagai Imam Mahdi (Al Jumu’ah 62:3 & HR Musnad Ahmad bin Hambal) dan sebagai Khalifah Allah (HR Sunan Ibnu Majah & Abu Daud) yang Dia pilih dari antara orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh (An-Nur 24:55). .Dengan demikian, maka di dalam ajaran Islam dikenal utusan Allah yang disebut Al Masih yang dijanjikan atau Masih Mau’ud atau The Promised Messiah.

    Ketiga :
    Dajjal sebagai tpkoh yang diisyaratkan kemunculannya juga diakhir jaman bukan disebut AL-MASIH seperti Nabi Isa AS melainkan AL-MASIH AD-DAJJAL. Itupun tersirat di dalam Hadist Nabil

    ==>> Yang dimaksud Al Masih Ad-Dajjal adalah orang-orang Kristen jaman sekarang yang berbohong karena meyakini bahwa Yesus adalah anak Tuhan, meyakini Trinitas atau meyakini Tuhan Yesus.

    Dengan demikian, maka untuk menjawab pertanyaan anda:
    Sehingga pertanyaan akhirnya lagi, jika di dalam kitab suci Al-Quran tidak ada, maka kalau begitu MGA dari India itu AL-MASIH DARI DAN DIUTUS UNTUK SIAPA ? AHMADIYAH, mungkin saja wong cuma kaum ini yang meyakini! Tapi kalau UMAT ISLAM ? JELAS BUKAN, SALAH ALAMAT !!!

    ==>> Karena ada dalam Al Quran & Hadits, maka HMGA sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi & Masih Mau’ud as JELAS diutus Allah kepada semua manusia (termasuk Bani Israil dan umat Islam yang sudah tercerai-berai menjadi 73 golongan itu), walaupun Al Quran (Az-Zukhruf 43:57) mengisyaratkan: “tiba-tiba kaum engkau bersorak-sorai memprotesnya”. Artinya umat Islam akan menentang Al Masih Muhammadi.

    Apakah HMMH sudah bisa memahami?

  92. Mahmud berkata

    Dedi berkata

    MGA menganggap Ummat Islam, Ummatnya Nabi SAW, tidak mengikuti tafsir versi MGA yaitu ada nabi baru sesudah Nabi SAW, sekaligus merevisi “Ajaran Islam” menjadi ajaran Ahmadiyah Qadyani….

    ==>> Tafsir HMGA as lebih valid ketimbang tafsir Ummat Islam yang sudah terpecah belah menjadi 72 golongan, karena HMGA as adalah Imam Mahdi (Imam yang mendapat petunjuk Allah).

    Sabda Nabi SAW:
    “Tidak ada seorang nabi pun antara aku dan Isa dan sesungguhnya IA BENAR-BENAR AKAN TURUN (dari langit), apabila kamu telah melihatnya, maka ketahuilah; bahwa ia adalah seorang laki-laki berperawakan tubuh sedang, berkulit putih kemerah-merahan. Ia akan turun dengan memakai dua lapis pakaian yang dicelup dengan warna merah, kepalanya seakan-akan meneteskan air waulupun ia tidak basah.

    ==>> Lihat kalimat huruf kapital IA BENAR-BENAR AKAN TURUN. Siapakah IA? Ia itu adalah Imam Mahdi as. Tafsir Dedi (dari langit), maksudnya IA (IMAM MAHDI) BENAR-BENAR AKAN TURUN dari Allah (Utusan Allah).

    “Sekelompok dari ummatku akan tetap berperang dalam dalam kebenaran secara terang-terangan sampai hari kiamat,sehingga turunlah Isa bin Maryam ,maka berkatalah pemimpin mereka (Al Mahdi): “Kemarilah dan imamilah salat kami”. Ia menjawab;”Tidak, sesungguhnya sebagian kamu adalah sebagai pemimpin terhadap sebagian yang lain, sebagai suatu kemuliaan yang diberikan Allah kepada ummat ini (ummat Islam).

    “Tiba-tiba Isa sudah berada di antara mereka dan dikumandangkanlah salat,maka dikatakan kepadanya, majulah kamu (menjadi imam salat) wahai ruh Allah.” Ia menjawab:”Hendaklah yang maju itu pemimpin kamu dan hendaklah ia yang mengimami salat kamu”

    ==>> Sabda Nabi SAW:
    “Hampir dekat saatnya orang yang hidup di antara kamu akan bertemu dengan Isa Ibnu Maryam, yang menjadi Imam Mahdi dan hakim yang adil.” (HR Musnad Ahmad bin Hambal).

    Maksudnya Imam Mahdi dan Isa Ibnu Maryam terdapat dalam satu wujud, yakn HMGA as dari Qadian, Hindustan yang membolehkan sesama anggota Jemaat Ahmadiyah satu-sama lain untuk menjadi Imam (Pemimpin) Shalat, tetapi beliau as melarang anggota Jemaat Ahmadiyah bermakmum kepada orang-orang yang menentang perintah Allah dan Rasulullah saw, khususnya Baiat kepada Allah di tangan Khalifatullah (Khalifah Allah), Al Mahdi (Al Fath 48:10 & An-Nisa 4:64 & HR Sunan Ibnu Majah).

  93. Irfan berkata

    hamba allah berkata
    20/02/2013 pada 08:35
    @mas irfan>wah udah brapa lama jadi pengikut ahmadiyah > ?
    Mas irfan berarti org yg udah tahu rasa duren nya )ibarat>krna udah merasakan bgmana ahmadiyah dan seluk beluknya bukan cuma katanxa orang lain.. Nah bgi2 lah apa yang mas tahu agar kita dsni dapet yang berimbang,,
    pertanyaan sya:
    1. Apakah mas bca alquran?
    2.apakah yg diajarkan dalam ahmadiyah i2 tadhkirah?
    3.apakah mas byar zakat?
    4.apakah mas sholat?
    5.apa yang mas bc dalam sholat?apakah tadhkirah?
    6.dari smw kmentar kawan2 kita yg diatas mana yang fakta dan mana yang cuma ‘katanya’,,tanpa bukti valid> Amalan.
    7.silahkan jawab mas

    @Irfan menjawab:
    Sebelumnya saya minta maaf ke @hambaAllah karena lama baru bisa menjawab. Saya tidak selalu Online tiap hari dan kadang-kadang saja ke warnet. Mohon maklum.
    Baiklah akan saya jawab pertanyaan anda satu persatu:
    1. Apakah mas bca alquran?
     InsyaAllah saya selalu mengusahakan diri saya untuk senantiasa membaca AlQuran setiap hari dan seperti umat Islam lainnya, saya pun berusaha sepenuhnya untuk mengamalkan apa isi kandungan AlQuran tersebut. Bukan hanya saya saja, tapi saya yakin, semua muslim Ahmadi pun melakukan hal yang sama. Ketika bai’at kepada Hz. Masih Mau’ud, kami harus berusaha untuk mengamalkan 10 syarat bai’at dan salah satu diantaranya adalah:
    6. Akan berhenti dari adat istiadat yang buruk dan dari menuruti hawa nafsu, dan benar-benar akan menjunjung perintah Qur’an Suci di atas dirinya. Firman Allah dan sabda Rasul-Nya, Muhammad s.a.w. itu akan jadi pedoman baginya dalam setiap langkahnya.
     AlQuran yang mana? Perlu saya tegaskan dan kemukakan disini, bahwa satu-satunya AlQuran yang setiap hari dibaca dan diamalkan oleh setiap muslim ahmadi adalah AlQuran yang sama dengan apa yang diturunkan kepada Rasulullah Saw dan AlQuran yang sama dengan yang anda baca setiap hari. Hal ini perlu sekali disampaikan karena banyak tuduhan yang tidak berdasar bahwa kitab suci-Nya “ahmadiyah” versi ahmadiyah bukanlah AlQuran.

    2.apakah yg diajarkan dalam ahmadiyah i2 tadhkirah?
     Sama sekali tidak pernah ada pengajaran tentang Tadzkirah di dalam “Ahmadiyah” versi ahmadiyah. Bahkan sebagian besar muslim ahmadi tidak pernah melihat dan memiliki Tadzkirah. Saya sampaikan bahwa bagi muslim ahmadi, Tazkirah tidak memiliki kedudukan apapun. Satu-satunya kitab suci yang menjadi pedoman muslim ahmadi adalah ALQURAN KARIM. Apa yang diajarkan hanyalah AlQuran dan hadits Rasulullah Saw.

    3.apakah mas byar zakat? 4.apakah mas sholat?

     Sebagai umat Islam yang mengamalkan sepenuhnya Rukun Islam dan Rukun Iman, tentu bagi setiap muslim ahmadi yang hartnya sudah mencapai hisab, ia wajib membayarkan zakatnya. Bukan hanya zakat, tapi setiap butir dari Rukun Islam dan Iman pun, muslim ahmadi berusaha untuk mengerjakannya di sepanjang hidupnya, termasuk shalat. Bukan hanya shalat lima waktu, tapi muslim ahmadi juga diajarkan untuk berusaha mengamalkan shalat-shalat sunah dan nafal lainnya. Bahkan hal tersebut dalam syarat bai’at kepada Hz. Masih Mau’ud di akhir zaman ini, yang harus berusaha kami amalkan, di point ke-3:

    Akan senantiasa mendirikan shalat lima waktu tanpa putus-putusnya sesuai dengan perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Muhammad s.a.w., dan dengan sekuat tenaga berikhtiar senantiasa akan mengerjakan shalat Tahajud, mengirim shalawat kepada junjungannya Yang Mulia Rasulullah Muhammad s.a.w. dan setiap hari akan membiasakan mengucapkan pujian dan sanjungan terhadap Allah Taala dengan mengingat karunia-karunia-Nya dengan hati yang penuh rasa kecintaan.
    *Untuk mlihat lebih lengkapnya point-point yang menjadi syarat bai’at yang senantiasa berusaha setiap muslim ahmadi amalkan selama hidupnya, silahkan baca di postingan2 sebelumnya

    5.apa yang mas bc dalam sholat?apakah tadhkirah?
     Saya sampaikan sekali lagi, Tadzkirah sama sekali tidak memiliki kedudukan apapun. Jadi, tidak ada istilah sama sekali tazkirah dibaca dalam ibadah/doa apalagi dalam shalat…sama sekali tidak ada dan tidak akan pernah ada.
    Bacaan yang saya dan juga selurah muslim ahmadi dimanapun dia berada baca ketika shalat adalah bacaan yang diajarkan oleh Rasulullah Saw dalam hadits2 beliau Saw. Dari mulai bacaan dan gerakan dari takbiratul ihram hingga salam, semuanya adalah berdasarkan apa yang telah diajarkan oleh beliau saw. Saya akui memang ada sedikit perbedaan dengan NU atau Muhammadiyah dalam hal gerakan dan bacaan, tapi perbedaan itu hanyalah perbedaan semata yang “dibenarkan” asalkan ada tuntunannya dari baginda Rasulullah Saw, seperti: Qunut atau tidak, mengangkat tangan di setiap gerakan shalat atau tidak.

    6.dari smw kmentar kawan2 kita yg diatas mana yang fakta dan mana yang cuma ‘katanya’,,tanpa bukti valid> Amalan.
     Bahwa ahmadiyah memiliki kitab suci baru (bukan Al-Quran, melainkan Tadzkirah), ajaran baru, nabi baru (bukan Rasulullah Saw), syahadat baru, tempat suci baru, menghapus Syariat Islam, “mencela” Rasulullah Saw..dan tuduhan-tuduhan lain….semua itu adalah merupakan tuduhan palsu semata yang hanya dilandaskan “katanya”. Silahkan apabila anda ingin membuktikan.
     Tapi saya tidak bisa menyalahkan orang-orang yang menuduh seperti itu karena mereka hanyalah orang-orang yang kurang informasi (mis-informasi) tentang apa itu ahmadiyah yang sebenarnya. Informasi-informasi berkaitan dengan Ahmadiyah yang mereka peroleh, saya yakin 100% dengan seyakin-yakinnya bahwa informsi semacam itu mereka dapat dari orang-orang yang memang membenci Ahmadiyah atau dari situs-situs/blog, media cetak atau elektronik yang isinya menghujat Ahmadiyah.
     Oleh karena itu, bagi siapapun yang ingin mengetahui apa itu sebenarnya ahmadiyah atau bagi orang-orang yang sudah terlanjur menerima informasi negatif tentang ahmadiyah, cobalah datang ke cabang-cabang ahmadiyah dimanapun anda berada (di indonesia sudah ada di semua provinsi), cobalah ikut bergaul bersama mereka, shalat di masjid mereka, baca buku mereka atau ikut acara2 mereka….niscaya anda akan mendapatkan informasi yang lebih berimbang. Bukankah Allah Taala sendiri berfirman:
    “Apabila datang seorang fasik kepadamu dengan membawa kabar/berita, maka selidikilah terlebih dahulu (jangan langsung ditolak)”

    Apabila anda sudah melakukan demikian, maka tidak ada paksaan anda untuk meyakininya atau setuju dengan Ahmadiyah. Laa ikraha fiddin.

  94. Irfan berkata

    dedi berkata
    21/02/2013 pada 05:59
    mahesa berkata
    20/02/2013 pada 19:03
    Kyakinan “Ahmadiyh” vrsi ahmadiyah trhdp Alquran bs trcrmin dri tulisan pendiri Ahmadiyah di bawah ini:
    “Ada pula bagimu sekalian suatu ajaran yg pnting, yaitu bahwa kau janganla hendknya meningglkan AlQuran sprti sbuah bku yg tlah dlpakan. Sebab, didlamnya terltak sumber kehidupanmu. Barangsiapa yg mmuliakan AlQuran akan mmproleh kmuliaan di lngit. Barangsiapa yg menjunjung tinggi AlQuran diats sgla hadits dan sgla sbda-sbda lainnya, akan dijunjung di lngit.
    Bagi umat manusia di atas permukaan bumi ini, kini tiada ada Kitab lain selain AlQuran dan bagi sluruh bani Adam tidak ada pedoman hidup kecuali AlQuran.
    ==> Keyakinan pengikut agama Ahmadiyah Qadyani akan Al Quran revisi versi mereka, maka sebenarnya mereka telah meninggalkan tafsir Al Quran yang penting bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Nabi Penutup, tiada kenabian baru setelah Beliau.
    @irfan menjawab:
    ==> Dengan pernyataan anda diatas (walaupun masih harus dikoreksi karena tidak sesuai sepenuhnya dengan apa yang diyakini “ahmadiyah” versi ahmadiyah), setidaknya anda sudah mengakui dengan jujur bahwa “ahmadiyah” versi ahmadiyah meyakini AlQuran sebagai kitab suci, walaupun anda tambahkan embel-embel “…revisi versi mereka” dibelakang kata “AlQuran”.
    Di seluruh dunia ini, AlQuran hanya satu, yaitu AlQuran yang dibawa oleh Rasulullah Saw yang berisi 114 surah dan 30 juz. AlQuran ini lah yang dijadikan pedoman hidup seluruh umat manusia di dunia ini sejak dahulu hingga hari kiamat nanti termasuk “Ahmadiyah” versi Ahmadiyah sangat meyakini hal tersebut.

    Apa anda meyakini ada “AlQuran” lain, selain yang dibawa oleh Rasulullah Saw?

    Berbeda apabila kita berbicara tentang “Tafsir AlQuran”. Sejak zaman Rasulullah Saw hingga saat ini, sudah banyak kitab-kitab tafsir AlQuran yang ada di tengah-tengah kita. Siapa yang tidak kenal Tafsir Jalalain, Tafsir Kabir, Tafsir Al-Manar, Tafsir Al-Kasyaf, Tafsir Ibnu Katsir, dll. Atau kalau di Indonesia, kita mengenal Tafsir Al-Misbah, Tafsir Al-Azhar-nya Dr. Hamka, dll

    Anda boleh setuju atau tidak dengan tafsir-tafsir tersebut. Tidak ada yang memaksa agar anda harus setuju dengan salah satu kitab tafsir. Silahkan anda teliti dan pelajari masing-masing kitab tafsir, dan anda putuskan mana yang anda yakini.

    Bahkan jika anda dikaruniai ilmu AlQuran dan memenuhi syarat sebagai mufasir serta anda dapat mempertanggungjawabkan tafsir anda, anda boleh saja membuat kitab tafsir anda sendiri, tentunya harus didukung oleh ayat-ayat AlQuran dan hadits-hadits Rasulullah Saw.

    Lalu, apakah karena anda setuju atau tidak setuju dengan salah satu kitab tafsir, saya boleh dan bisa mengatakan anda sesat atau kafir?

    “Ahmadiyah” versi Ahmadiyah (sekali lagi…saya terus mengulang-ulang menyebut “Ahmadiyah” versi Ahmadiyah untuk membedakannya dengan “ahmadiyah” versi MUI dan FPI. Karena yang berkembang dan beredar saat ini di masyakarat Indonesia adalah “Ahmadiyah” versi MUI dan FPI yang justru sama sekali tidak dikenal oleh “Ahmadiyah” versi ahmadiyah. Bahkan “ahmadiyah” versi ahmadiyah sangat setuju dengan seluruh umat Islam bahwa “Ahmadiyah” yang tengah dipropagandakan oleh MUI dan FPI itu adalah sesat menyesatkan!!)

    Meminjam istilah dari Tukul dan HMMG…kiat kembali ke LAPTOP

    “Ahmadiyah” versi ahmadiyah sangat menghormati dan menjunjung tinggi kitab-kitab Tafsir yang telah dibuat oleh para ulama salaf terdahulu dan sama sekali tidak pernah meninggalkan dan menyisihkan tafsir-tafsir yang sudah ada. Bukti kongritnya apa? Di dalam indeks Tafsir AlQuran yang dicetak oleh Ahmadiyah, jelas tertulis bahwa di dalam rujukan2nya, tercantum sekian banyak kitab tafsir dari para ulama salaf dan kitab-kitab lainnya, dari mulai Bahrul Muhith, Al-Kasyaf, Tafsir Kabir, Al-Manar, dll sebagai salah satu bahan rujukan dalam membuat tafsir tersebut. Silahkan anda cek sendiri.

    Tafsir AlQuran oleh “Ahmadiyah” versi ahmadiyah hanyalah satu dari sekian banyak khazanah ilmu tafsir yang ada saat ini. Anda atau siapapun boleh setuju atau tidak setuju dengan tafsir yang dikemukakan oleh Ahmadiyah. Dan itu sama sekali tidak membuat anda kafir atau murtad dan seseorang pun tidak berhak mengatakan anda kafir hanya karena anda setuju/tidak setuju dengan salah satu Kitab Tafsir. Sama halnya seperti misalnya anda setuju dengan Kitab Tafsir “A” tapi tidak setuju dengan Kitab Tafsir “B”. Tapi saya misalnya justru sebaliknya, setuju dengan Kitab Tafsir “B” tetapi tidak setuju dengan Kitab Tafsir “A”. Lalu, apakah kita harus saling mengkafirkan satu sama lain??

    Lalu, pertanyaan dan pernyataan yang sering timbul….Tafsir Ahmadiyah sama sekali menyimpang dari Islam karena tidak didukung dan tidak sesuai dengan pendapat ulama salaf dalam kitab-kitab mereka! Semua ulama salaf sepakat mengatakan bahwa Tidak akan ada lagi nabi jenis apapun yang datang ke dunia ini setelah Rasulullah Saw sampai hari kiamat, karena Rasulullah Saw adalah Khataman Nabiyyin, penutup dari segala nabi. Kalo memang tafsir Ahmadiyah bahwa ada lagi nabi (yang tidak membawa syariat baru dan ajaran baru) setelah nabi Muhammad Saw didukung oleh ulama-ulama salaf, tunjukkan buktinya!!!!

    Apabila yang dimaksud adalah nabi yang datang dengan membawa syariat baru, ajaran baru, kitab suci baru, syahadat baru, nabi baru, mengajarkan untuk meninggalkan AlQuran, shalat, dll….maka “Ahmadiyah” versi Ahmadiyah sepakat dan setuju dengan semua ulama salaf (dan juga sepakat dengan @Masnunk, @Dedi, @ArekJombang, dan umat Islam lainnya) bahwa kenabian seperti itu TIDAK MUNGKIN dan TIDAK AKAN ADA LAGI setelah Rasulullah Saw. Dengan tegas dan jelas, “Ahmadiyah” versi ahmadiyah berkeyakinan bahwa nabi semacam itu HARAM hukumnya datang ke dunia ini..dan tidak mungkin datang ke dunia ini sampai hari kiamat nanti! Karena Rasulullah Saw datang dengan membawa syariat yang paling sempurna hingga hari kiamat nanti, yaitu AlQuran. Perlu kiranya saya kutipkan lagi salah satu kutipan dari pendiri “Ahmadiyah” versi Ahmadiyah agar lebih jelas:

    “Tuduhan yang dilemparkan kepada saya adalah bahwa bentuk kenabian yang saya akui untuk diri saya menyebabkan saya keluar dari Islam. Dengan perkataan lain saya dituduh mempercayai bahwa saya adalah nabi yang berdiri sendiri, seorang nabi yang tak perlu mengikuti AlQuran suci dan bahwa kalimah (syahadat, pen) saya lain dan kiblat saya berubah. Juga saya disangkakan menghapus syariat dan memutuskan tali kesetiaan kepada Nabi Muhammad Saw. Tuduhan itu sama sekali palsu. Sesuatu pengakuan kenabian seperti itu adalah kufur. Ini Jelas!…”(Akhbar-e-Aam, 26 Mei 1908, hal. 7; Tabligh-e-Risalat, hal. 132)

    Selain itu, “Ahmadiyah” versi ahmadiyah sepakat dengan ulama-ulama salaf bahwa sesuai dengan nubuatan dan hadits Rasulullah Saw, Rasulullah Saw menubuatkan kedatangan Isa ibnu Maryam di akhir zaman nanti. Bukan hanya “Ahmadiyah” versi ahmadiyah yang meyakini hal tersbut, tapi saya rasa mayoritas umat Islam percaya dan meyakini hadits tersebut. Hanya segelintir orang saja yang tidak meyakini kedatangan Isa ibnu Maryam di akhir zaman nanti.

    Karena kita di Indonesia, kita ambil contoh yang paling dekat saja, yaitu Nahdlatul Ulama (NU). Sebagai salah satu ormas terbesar di Indonesia, ternyata NU pun berkeyakinan bahwa Isa Ibnu Maryam akan datang ke dunia ini lagi, sesuai degan nubuatan Rasulullah Saw. Hal yang sama diyakini pula oleh Ahmadiyah. Oleh karena itu, untuk lebih jelasnya, sekali lagi, saya akan mengutip hasil Mu’tamar Ulama-ulama NU se-Indonesia. Dengan melihat kutipan tersebut, anda akan akan tahu, keyakinan “Ahmadiyah” versi ahmadiyah tentang kenabian yang tidak membawa syariat, bahwa ada lagi nabi setelah Rasulullah Saw tetapi nabi itu tidak membawa syairat baru, melainkan hanya menguatkan dan mendukung syariat Rasulullah Saw, keyakinan “ahmadiyah” versi ahmadiyah akan tetap turunnya wahyu yang hanya akan mendukung syariat Hz. Rasulullah saw adalah SAMA PERSIS dengan apa yang NU yakini. Silahkan anda baca baik-baik dan perhatikan dengan hati yang bersih hasil Mu’tamar NU yang merupakan musyawarah Ulama-ulama NU se-Indonesia di bawah ini (saya sajikan secara utuh tanpa ada komentar ataupun penambahan apapun dari saya):

    احكام الفقهاء
    فى مقرّرات مؤتمرات نهضد العلماء
    Kumpulan Masalah-Masalah Diniyah
    Dalam Mu’tamar ke-1 s/d ke-15
    1345-1351 H/1926-1932 M

    Soal:
    “Bagaimana pendapat Mu’tamar tentang Nabi Isaa.s. setelah turun kembali ke dunia? Apakah tetap sebagai nabi dan rasul? Padahal Nabi Muhammad Shalallohu ‘alaihi wasallam adalah nabi terakhir dan apakah Madzhab yang empat itu akan tetap ada pada waktu itu?”
    Jawab:
    “Kita wajib berkeyakinan bahwa Nabi Isaa.s. itu akan diturunkan kembali pada Akhir Zaman nanti sebagai nabi dan rasul yang melaksanakan syari’at Nabi Muhammad Shalallohu ‘alaihi wasallam dan hal itu tidak berarti menghalangi Nabi Muhammad Shalallohu ‘alaihi wasallam sebagai nabi yang terakhir. Sebab, Nabi ‘Isaa.s. hanya akan melaksanakan syari’at Nabi Muhammad Shalallohu ‘alaihi wasallam, sedang madzhab empat pada waktu itu hapus (tidak berlaku).
    AllahSwt. berfirman (QS. Al-Ahzab: 40), “… akan tetapi Rasulullah dan penutup nabi-nabi”. Firman Allah tersebut tidak bertentangan dengan hadits yang menjelaskan tentang turunnya Isaa.s di Akhir Zaman, karena ia tidak akan datang dengan ajaran yang menghapuskan ajaran Nabi Muhammad Shalallohu ‘alaihi wasallam, namun justru akan menetapkannya dan mengamalkannya.
    Beliau ditanya mudah-mudahan Allah memberi manfaat terhadap ilmu beliau, dengan pernyataan, “Para ulama sepakat bahwa Isa akan melaksanakan hukum berdasarkan syariat kita (Islam), maka bagaimanakah cara pelaksanaan hukumnya? Apakah berdasarkan salah satu madzhab dari madzhab-madzhab yang ada ataukah berdasarkan ijtihad? Jawabnya adalah bahwa Isaa.s itu tersucikan dari ikut menjadi muqallid terhadap imam-imam mujtahid, bahkan ia lebih utama untuk berijtihad sendiri.
    Maka lihatlah wahai saudaraku! Apa yang ada di bawah pohon dan cabangnya, rantingnya serta buahnya, maka Anda akan mendapatkan semuanya bercabang dari inti syariat,…sampai keluarnya Imam Mahdi yang akan membatalkan amalan yang berdasarkan taklid pada madzhab-madzhab yang ada pada masanya seperti telah dijelaskan oleh para ahli kasysyaf,….sampai kemudian Isa a.s turun, maka bergantilah hukum ke yang lainnya dan bahwasanya ia mendapatkan wahyu untuk melaksana kan syariat MuhammadSaw melalui lisan Jibril a.s..

    Sumber: Solusi Problematika Hukum Islam, Keputusan Mu’tamar, Munas dan Konbes Nahdltul Ulama (1926-1999), Cet ke-1, thn. 2004, Pnrbit: Lajnah Ta’lif Wan Nasyr (LTN) NU dan Diantama Surbya, hal. 50-51

    See….
    Ternyata keyakinan “ahmadiyah” versi ahmadiyah didukung dan sama persis dengan apa yang diyakini oleh Nadlatul Ulama (NU)!!
    Setidaknya ada 3 point penting di dalam kutipan tersebut:

    POINT 1 di Paragaraf ke-1:

    “Kita wajib berkeyakinan bahwa Nabi Isaa.s. itu akan diturunkan kembali pada Akhir Zaman nanti sebagai nabi dan rasul yang melaksanakan syari’at Nabi Muhammad Shalallohu ‘alaihi wasallam….”
     Itu artinya NU meyakini ADA LAGI NABI SETELAH NABI MUHAMMAD SAW YANG HANYA AKAN MELAKSANAKAN SYARIAT BELIAU SAW atau dengan kata lain NABI YANG TIDAK MEMBAWA SYARIAT.
     NU dan “Ahmadiyah” versi Ahmadiyah sama-sama meyakini ADA LAGI NABI SETELAH NABI MUHAMMAD SAW YANG HANYA AKAN MELAKSANAKAN SYARIAT BELIAU SAW atau dengan kata lain NABI YANG TIDAK MEMBAWA SYARIAT.

    Tapi, bagaimana dengan kedudukan Rasulullah Saw sebagai nabi terakhir? Apakah tidak bertentangan?
    Jawabannya ada di poin kedua

    POINT 2 di Paragraf ke-1:
    “….dan hal itu tidak berarti menghalangi Nabi Muhammad Shalallohu ‘alaihi wasallam sebagai nabi yang terakhir. Sebab, Nabi ‘Isaa.s. hanya akan melaksanakan syari’at Nabi Muhammad Shalallohu ‘alaihi wasallam, sedang madzhab empat pada waktu itu hapus (tidak berlaku).”
     Itu artinya NU meyakini pula bahwa meskipun akan ada lagi nabi sesudah Nabi Muhammad Saw, hal itu sama sekali tidak bertentangan dengan ayat AlQuran QS. Al-Ahzab dan juga kedudukan Rasulullah SAW sebagai nabi yang terakhir, karena nabi tersebut hanya akan melaksanakan syariat Rasulullah SAW
     100% sama dengan apa yang diyakini oleh “Ahmadiyah” versi Ahmadiyah

    Pertanyaan yang timbul kemudian, kalo memang nabi isa akan turun dengan status beliau sebagai nabi yang hanya akan menjalankan syariat Rasulullah Saw, lalu apakah beliau akan menerima wahyu? Pintu wahyu kan sudah tertutup?
    Jawabannya ada di poin ketiga:

    POINT 3 di paragraf ke-4:
    “…..dan bahwasanya ia mendapatkan wahyu untuk melaksana kan syariat MuhammadSaw melalui lisan Jibril a.s..
     Itu artinya NU meyakini bahwa pintu wahyu masih terbuka, asalkan berupa wahyu untuk melaksanakan syariat Rasulullah Saw.
     NU dan “Ahmadiyah” versi ahmadiyah sama-sama meyakini bahwa pintu wahyu masih terbuka, asalkan berupa wahyu untuk melaksanakan syariat Rasulullah Saw dan tidak bertentangan dengan syariat beliau Saw.

    See…
    Jadi, ternyata pemahaman “ahmadiyah” versi ahmadiyah didukung dan diyakini pula oleh ulama-ulama NU di Indonesia (saya spesifikan hanya di Indonesia terlebih dahulu). Apakah anda akan mengatakan bahwa ulama-ulama NU itu sesat? Kafir? Menyimpang dari Islam? Sebagimana yang anda katakan kepada muslim ahmadi?

    Apa yang dapat anda simpulkan dari hasil Mu’tamar NU diatas? Apa anda mempunyai penafsiran sendiri dan berbeda dengan apa yang “Ahmadiyah” versi ahmdiyah dan NU yakini?

    Silahkan anda pelajari lebih teliti lagi dan dengan hati yang bersih sabda Rasulullah Saw tentang kedatangan Nabi Isa di akhir zaman dan hasil Mu’tamar NU diatas.
    Lalu, masihkah anda berpendirian bahwa Tidak ada nabi apapun yang akan datang setelah Rasulullah Saw? Termasuk nabi Isa yang kedatangannya Jelas-jelas di nubuatkan oleh Rasulullah Saw?

    dedi berkata
    21/02/2013 pada 05:59
    Sewajarnya Ahmadiyah adalah agama baru, dengan mengimani nabi/rasul baru…

    @irfan menjawab:
     Saya sangat setuju kalo pernyataan anda itu ditujukan kepada “ahmadiyah” versi MUI dan FPI. Karena mereka jelas-jelas mengimani nabi atau rasul baru yang membawa syariat baru, ajaran baru. Saya sangat mendukung sekali!! Bahkan, pendiri “ahmadiyah” versi ahmadiyah pun setuju dengan anda. Saya kutipkan lagi tulisan beliau:

    “Dan hakikat yang sebenarnya, saya berikan kesaksian sepenuhnya bahwa Nabi kita, Muhammad Saw adalah Khatamul Anbiyaa dan sesudah beliau Saw, tidak ada lagi nabi yang datang, yaitu nabi lama (Nabi Isa Israili, karena beliau sudah wafat dan tidak mungkin hidup kembali, pen) dan nabi baru (yang membawa ajaran baru, syariat baru, aqidah baru, dll, pen). Barangsiapa berkata sesudah Rasulullah Saw, bahwa “Aku adalah nabi dan rasul dalam makna hakiki, sedangkan dia berdusta dan meninggalkan AlQuran serta hukum-hukum syariat yang Mulia Saw, berarti dia kafir dan pendusta.” (Anjam-e-Atham, hal. 27-28)

    Bagaimana pun kerasnya keinginan dan usaha anda atau siapapun untuk menjadikan, mengeluarkan setiap setiap muslim ahmadi untuk keluar dari Islam dengan segala macam cara apapun, menyebarkan fitnah, melarang untuk ibadah (shalat, dll), melarang naik haji, bahkan hingga melakukan tindakan2 keji yang sama sekali dilarang oleh Allah sekalipun (membunuh, menganiaya, menghina, dll) …silahkan saja anda lakukan…tapi saya akan katakan…APAPUN YANG ANDA ATAU SIAPAPUN LAKUKAN, ITU SAMA SEKALI TIDAK AKAN MENGGOYAHKAN KEYAKINAN KAMI KEPADA ISLAM DAN RASULULLAH SAW.
    Ajaran yang diajarkan oleh pendiri “Ahmadiyah” versi ahmadiyah, Hz. Masih Mau’ud, Nabi isa as yang dijanjikan kedatangannya oleh Rasulullah Saw kepada saya dan kepada setiap muslim ahmadi lainnya adalah:

    “Dan ia (setiap Ahmadi) berjanji dan berikrar tidak akan memilih agama selain agama Islam serta ia akan mati di atas agama ini, yaitu agama fitrah dengan berpegang teguh kepada Kitab Allah Yang Maha-tahu dan mengamalkan setiap apa yang ditetapkan AlQuran, Sunnah/hadits dan Ijma’ Sahabat yang mulia; dan siapa yang meninggalkan tiga hal ini, sungguh ia telah meninggalkan dirinya dalam Api Neraka” (Ruhani Qhazain, Jilid XIX, Mawahibur-Rahman, hal. 315)

    Wallahualam,

  95. dedi berkata

    Mahmud berkata
    24/02/2013 pada 07:23
    Tafsir HMGA as lebih valid ketimbang tafsir Ummat Islam yang sudah terpecah belah menjadi 72 golongan, karena HMGA as adalah Imam Mahdi (Imam yang mendapat petunjuk Allah).

    Lihat kalimat huruf kapital IA BENAR-BENAR AKAN TURUN. Siapakah IA? Ia itu adalah Imam Mahdi as. Tafsir Dedi (dari langit), maksudnya IA (IMAM MAHDI) BENAR-BENAR AKAN TURUN dari Allah (Utusan Allah).

    ==> Tafsir MGA mulai kapan ya Pak? Bagaimana nasib Ummat Islam sebelum MGA, apa juga disalahkan oleh MGA? Konsekwensinya menyalahkan tafsir para ulama yang mukhlisin, para sahabat Nabi SAW, juga tafsir/penjelasan Nabi SAW sendiri, Masya Allah, Istigfar Pak….

    Baca yang jelas Pak, “tidak ada nabi antara Nabi SAW dan Nabi Isa AS”, MGA itu siapa? Nabi dan rasulnya Ahmadiyah Qadyani, jadi tidak cocok dengan hadist Nabi SAW…
    Baca yang jelas lagi Pak huruf kapitalnya, apa ada disebut Imam Mahdi, yang dimaksud adalah Nabi Isa AS.

    Orang Qadyani memang ada2 saja ngeles supaya MGA dianggap “Nabi Isa AS juga Imam Mahdi”, kalau sudah bernabikan MGA ya sudah jadikan agama Ahmadiyah Qadyani….gitu aja kok repot…

    Wallahualam,

  96. dedi berkata

    Kata-kata MGA:
    “Aku adalah nabi dan rasul dalam makna hakiki, sedangkan dia berdusta dan meninggalkan AlQuran serta hukum-hukum syariat yang Mulia Saw, berarti dia kafir dan pendusta.” (Anjam-e-Atham, hal. 27-28)

    ==> Nabi apa lagi ya, nabi dan rasul hakiki…. Kualifikasi baru dari agama Ahmadiyah Qadyani…
    Kami mengimani apa yang dikatakan Nabi Muhammad SAW, bahwa nabi baru MGA adalah bukan Nabi Isa yang diutus juga bukan Imam Mahdi, karena kenyataannya tidak sesuai seperti yang di sabdakan Nabi SAW
    Dengan itu Ummat Islam hidup dan matinya, Insya Allah…

    Pengikut agama Ahmadiyah Qadyani berkukuh untuk bernabi dan berasulkan MGA….sebagaimana yang disampaikan oleh MGAnya… Tugas nabi MGA menyebarkan ajaran MGA sebagai nabi dan rasul baru… kepada Ummat Islam dan lainnya…

    Tugas Nabi Isa AS adalah memperbaiki kepercayaan Nasrani tentang kepercayaan mereka, tidak kepada Ummat Islam…

    Wallahualam,

  97. Mahmud berkata

    Dedi berkata:
    Tafsir MGA mulai kapan ya Pak? Bagaimana nasib Ummat Islam sebelum MGA, apa juga disalahkan oleh MGA? Konsekwensinya menyalahkan tafsir para ulama yang mukhlisin, para sahabat Nabi SAW, juga tafsir/penjelasan Nabi SAW sendiri, Masya Allah, Istigfar Pak….

    ==>> HMGA tidak menyalahkan tafsir penjelasan Nabi SAW, para sahabat Nabi SAW dan para ulama mukhlisin, tetapi tafsir HMGA lebih valid daripada tafsir umat Islam yang sudah terpecah belah menjadi 72 golongan seperti ulama Dedi.

    Dedi berkata:
    Baca yang jelas Pak, “tidak ada nabi antara Nabi SAW dan Nabi Isa AS”, MGA itu siapa? Nabi dan rasulnya Ahmadiyah Qadyani, jadi tidak cocok dengan hadist Nabi SAW…
    Baca yang jelas lagi Pak huruf kapitalnya, apa ada disebut Imam Mahdi, yang dimaksud adalah Nabi Isa AS.

    ==>> Maksudnya TIDAK ADA NABI ANTARA NABI SAW dan NABI ISA AS (yang sudah wafat itu). Sedangkan yang dimaksud IA BENAR-BENAR AKAN TURUN DARI LANGIT itu adalah IMAM MAHDI/MASIH MAU’UD AS yang diutus Allah setelah Nabi SAW dan melaksanakan syari’at Islam.

    Masa, yang begitu aja kagak ngarti?

    Dedi berkata:
    Orang Qadyani memang ada2 saja ngeles supaya MGA dianggap “Nabi Isa AS juga Imam Mahdi”, kalau sudah bernabikan MGA ya sudah jadikan agama Ahmadiyah Qadyani….gitu aja kok repot…

    ==>> Kok ngaku umat Islam tapi maksa jadikan agama baru? Bukankah di dalam agama Islam itu tidak ada paksaan (laa iqra hafiddiin)?

  98. Mahmud berkata

    Dedi berkata:
    Kata-kata MGA:
    “Aku adalah nabi dan rasul dalam makna hakiki, sedangkan dia berdusta dan meninggalkan AlQuran serta hukum-hukum syariat yang Mulia Saw, berarti dia kafir dan pendusta.” (Anjam-e-Atham, hal. 27-28)

    ==> Nabi apa lagi ya, nabi dan rasul hakiki…. Kualifikasi baru dari agama Ahmadiyah Qadyani…
    Kami mengimani apa yang dikatakan Nabi Muhammad SAW, bahwa nabi baru MGA adalah bukan Nabi Isa yang diutus juga bukan Imam Mahdi, karena kenyataannya tidak sesuai seperti yang di sabdakan Nabi SAW
    Dengan itu Ummat Islam hidup dan matinya, Insya Allah…

    ===>>> Kalau belum membaca dan mengerti buku Anjam-e-Atham yang asli dalam Bahasa Urdu jangan mengikuti terjemahan dari orang-orang yang anti-Ahmadiyah, karena hasilnya akan seperti itu. Al Quran, Hadits dan kenyataan sudah membuktikan bahwa Allah telah mengutus HMGA as sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi, Masih Mau’ud as dan sebagai Nabi Ummati tepat pada tahun 1305 H (An-Nur 24:55 dalam kalimat “layastakhlifannahum”). Nabi kami tetap Nabi Muhammad Rasulullah saw. JELAS TUAN DEDI?

    Dedi berkata:
    Pengikut agama Ahmadiyah Qadyani berkukuh untuk bernabi dan berasulkan MGA….sebagaimana yang disampaikan oleh MGAnya… Tugas nabi MGA menyebarkan ajaran MGA sebagai nabi dan rasul baru… kepada Ummat Islam dan lainnya…

    ===>>> Maksa lagi bikin agama baru. HMGA as menyebarkan agama Islam yang sudah keliru ditafsirkan oleh umat Islam karena sudah terpecah-belah menjadi 72 golongan. Jadi ulama mereka menafsirkan sesuai keinginan para pemimpin mereka masing-masing yang bukan Imam Mahdi. JELAS TUAN DEDI?

    Dedi berkata:
    Tugas Nabi Isa AS adalah memperbaiki kepercayaan Nasrani tentang kepercayaan mereka, tidak kepada Ummat Islam…

    ===>>> Betul, tugas Nabi Isa AS (yang sudah wafat itu) adalah memperbaiki kepercayaan umat Nasrani yang keliru. Tetapi, tugas Masih Mau’ud as adalah memperbaiki kepercayaan keliru umat Islam yang sudah terpecah-belah menjadi 72 golongan itu. JELAS TUAN DEDI?

  99. Mahmud berkata

    Dedi berkata:
    Orang Qadyani memang ada2 saja ngeles supaya MGA dianggap “Nabi Isa AS juga Imam Mahdi”, kalau sudah bernabikan MGA ya sudah jadikan agama Ahmadiyah Qadyani….gitu aja kok repot…

    ==>> Kok ngaku umat Islam tapi maksa jadikan agama baru? Bukankah di dalam agama Islam itu tidak ada paksaan (laa iqra hafiddiin)?

    Nabi Muhammad saja menyatakan “Hampir dekat saatnya orang yang hidup di antara kamu akan bertemu dengan Isa Ibnu Maryam, yang menjadi Imam Mahdi dan hakim yang adil.” (HR Musnad Ahmad bin Hambal). Jadi, Masih Mau’ud (bukan Nabi Isa as yang sudah wafat itu) as itu adalah Imam Mahdi yang melaksanakan syari’at agama Islam. JELAS TUAN DEDI?

  100. Mahmud berkata

    @ HMMH & Masnunk

    Rupanya anda-anda sudah lebih memahami penjelasan saya ketimbang Dedi yang oon, karena anda-anda tidak muncul lagi. Begitu bukan?

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: