KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

Mr X Korban Penembakan Densus 88 Terungkap

Posted by KabarNet pada 21/02/2013

Jakarta – Akhirnya misteri siapa Mr. X yang telah menjadi korban penembakan Densus 88 di Dompu, Nusa Tenggara Barat (5/1/2013), terungkap. Hal itu terungkap setelah keluarga korban mengecek sendiri ke RS Bhayangkara Jakarta, mayat yang telah di tembak Densus tersebut. “Betul itu mayat Sirajuddin,” ujar Baharuddin paman korban yang datang jauh-jauh dari Dompu, Selasa (19/2) di RS Bhayangkara, Kramat Jati Jakarta.

Mengetahui bahwa mayat itu Sirajuddin alias Eja. Ayah korban, Zigrak, seketika syok tak kuasa menahan kesedihan. Beberapa pendamping dari pihak keluarga pun berusaha menenangkan ayah korban. Baharuddin, paman Eja, sangat kecewa terhadap perilaku Densus 88 terhadap keponakannya itu. Menurutnya, Densus tak ubahnya pembunuh bayaran. “Kami sangat kecewa, mereka itu sama saja seperti pembunuh bayaran bukan aparat negara,” sesalnya.

Ia menambahkan, seharusnya jika Eja di curigai sebagai bagian dari terorisme, pihak kepolisian harusnya bisa membuktikan tuduhan mereka, jangan asal membunuh orang. “Mereka harus membuktikan keterlibatan Sirajuddin bukan malah membunuhnya,” imbuhnya.

Sirajuddin Bukan Teroris
Disaat hadir di audiensi ke Komisi III DPR-RI, bersama Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Selasa, (19/2) di Gedung Nusantara II DPR-RI, Senayan, Jakarta, Baharuddin, paman Eja menceritakan kronologi meninggalnya Eja hingga keberadaan mereka di Jakarta mencari mayat Eja.

Sirajuddin alias Eja lahir di Dompu 7 Agustus 2013. Ia tinggal di Dusun Murobaka Desa Bakajaya, Kecamatan Moja Kabupaten Dompu. “Eja putus sekolah sejak SMA, dan saat itulah membantu orang tuanya dengan bekerja sebagai pelayan warung bakso di Desa O’o,” ungkap Baharuddin.

Tanggal 27 Desember 2012 keluar dari tempat pekerjaannya sebagai pelayan Bakso dan masih bertemu dengan pak Jul salah satu warga desa O’o pada tanggal 29 Desember 2012. “Eja bahkan masih sempat pulang kerumah tanggal 3 Januari 2013 dan menemui bapaknya,” lanjutnya.

Namun, pada tanggal 5 Januari 2013, ujar Baharuddin, terjadi penembakan di terminal Dompu pada jam 5 pagi, sejak itulah kami tidak mengetahu kabar Eja. “Rumor dari masyarakat bahwa korbannya adalah Eja,” jelasnya.

Baharuddin menampik tuduhan kalau Eja pernah ke Poso atau pernah melakukan hal-hal ditempat lain. “Saya tegaskan itu tidak benar dan sangat keliru, bagaimana mau ke Poso ke Bima saja ia tidak pernah,” urainya.

Tanggal 26 Januari 2013, datang Briptu Ruslan Syah, Buser Polres Dompu, menyampaikan informasi kepada Kepala Dusun Murobaka. “Ia mengatakan korban penembakan di belakang terminal Dompu adalah Sirajuddin, Pelayan bakso di desa O’o,” kutipnya.

Keluarga Sirajuddin yang ingin mengetahui keberadaan mayat Sirajuddin pun sangat dipersulit oleh pihak Polres Dompu. Malah dengan santainya Kapolres Dompu mengatakan itu bukan urusannya. “Itu bukan urusan saya, karena itu urusan Densus 88, begitu kata Pak Kapolres,” kutip Baharuddin. “Saya berkata, kenapa bukan urusan Bapak? Ini kan wilayah kekuasaan hukum Bapak,” kesalnya.

Keluarga pun juga sempat dijanjikan akan diberikan informasi tentang keberadaan mayat Sirajuddin dari pihak DPRD Dompu. Namun, itu semua hanya isapan jempol dan janjinya tidak terbukti. “DPRD janjikan 2 x 24 jam kami akan tau informasi keberadaan mayat Eja, namun hingga saat ini (audiensi ke Komisi 3 DPR-RI) tidak ada kepastian sama sekali,” pungkasnya menarik nafas. [KbrNet/globalmuslim/ mediaumat]

11 Tanggapan to “Mr X Korban Penembakan Densus 88 Terungkap”

  1. Anonymous berkata

    Densus 88 bekerjanya mirip seperti Petrus ( Penembak Misterius ) di tahun 1980an …. Katanya Negara Berdasar Hukum..Lha koq Densus 88 ..Berani Main Hakim Sendiri..dengan Langsung Mengeksekusi” Tembak Mati “seseorang …Tanpa Mengadilinya terlebih dahulu ? Hukum Negara mana yang diterapkan oleh Densus 88 itu…..??? Harus dilakukan Clash Action terhadap tindakan sewenang wenang Aparat Negara terhadap Warga Negara tersebut….Semua Ahli Hukum Muslim ahrusnya protes keras terhadap tindakan Densus 88 tersebut kemana FPI..MUI…FUI…dan Pengacara Pengacara Muslim…tidak terdengar suaranya ? Ap karena tidak ada uangnya jadi tidak perlu merasa menegakkan Keadilan di bumi Indonesia ini…?

  2. Jungkir Balik Dunia berkata

    Polisi pasti ada alasan dan bukti2. KPK aja, yg notabene, penyidiknya polisi, kerjanya sangat mencengangkan. Bayangkan saja, KPK bisa membongkar 10 rumah2 joko susilo, yang tetangga dan RT sekitarnya saja tidak tahu. Dulu, imam samudra cs, tak disangka orang adalah teroris…..jadi knp harus bersak prasangka jelek….kita liat saja siapa dia melalui bukti2 yang dirilis densus 88 nanti

  3. ghost buster berkata

    http://foto.news.viva.co.id/read/9250-latihan-survival–cobra-gold-2013-

  4. @Jungkir Balik Dunia
    sok tau luh
    polisi gak punya bukti
    kalo punya bukti kan bisa dikirim surat penangkapan, trus bisa ditangkap
    bukan asal tembak mati
    trus bilangnya ada aksi tembak-menembak
    padahal yg ditembak gak bersenjata dan gak melakukan perlawanan

    nanti pembuktiannya di pangadilan akherat
    bukan pengadilan di dunia, terlebih lagi di Indonesia
    pengadilannya rusak, busuk, hancur

  5. Jungkir Balik Dunia berkata

    @Thaifah Manshurah. haha…kalo nunggu dikirim surat penangkapannya, polisi udah banyak yang mati ditembaki para teroris tau…. Noh, brp banyak polisi yg sudah mati ditembak teroris, bahkan di Cirebon aja, teroris berani masuk saat Sholat Jumat, buat boom bunuh diri. Mau kejadian gitu dulu loh?. Aneh…..gak usah membela yang jahat berkedok agama deh….Habiskan teroris…..RI bukan negara timteng, yang banyak terorisnya.

  6. @jungkir balik
    kalo gitu polisi tembak mati trus baru bikin keterangan pers
    trus bikin cerita alias rekayasa

    lha orang sekelas amrozy cs aja bisa ditangkap hidup2
    sedangkan yg kelas abal2 kok langsung tembak mati..!?!?

    banyak orang2 yg gak bersenjata tapi langsung tembak mati
    contohnya 2 orang yg berada di masjid rumah sakit di makasar sedang menunggu sholat jum’at tiba2 langsung tembak mati
    padahal yg bersangkutan gak bersenjata dan gak melakukan perlawanan
    ibrohim di temanggung, ditembak oleh densus 88 selama lebih dr 15 jam nonstop oleh ratusan polisi
    padahal yg bersangkutan gak bersenjata sama sekali

    sedangkan di papua, polisi dan TNI banyak yg mati dibantai
    tapi gak pernah diburu oleh densus88
    gak pernah disebut teroris
    _____
    masjid dibom di cirebon gak ada polisi yg mati
    inget itu
    yg mati cuma yg ngebomnya doang
    orang yg ngebom di masjid itu cuma korban jebakan intelijen
    miriplah seperti kasus NII KW IX dan komjih yg ternyata bikinan intelijen
    ___

    OPM dan RMS gak disebut teroris
    karena dibelakang mereka ada amerika serikat dan asutralia

  7. @jungkir balik

    “Polisi pasti ada alasan dan bukti2. ”
    bukti apaan
    pernah gak polisi membuktikannya di pengadilan
    orang2 yg baru terduga, langsung tembak mati
    bahkan diantara mereka sudah berbulan-bulan mayatnya masih disimpan di rumah sakit polri kramat jati
    gak diketahui siapa namanya, alamanya dimana, bukti keterlibatannya dimana,

    pokoknya tebak mati bilangnya di media masa
    ada aksi tembak-menembak

    ____
    sedangkan POLISI dan TNI banyak mati dibantai OPM
    tapi OPM gak disebut teroris
    dan gak pernah diburu densus 88

  8. noname berkata

    Bung Thaifa anda tahu masalah yg sesungguhnya terjadi di papua?

  9. ibu prihatin berkata

    Masalahnya penembak di papua itu bukan org islam, jd pasti bukan teroris, no name.

  10. informan berkata

    jangan lupa disetiap waktu [[-khususnya setelah sholat, safar, hujan deras, antara adzan dan iqamah atau diwaktu dan tempat do'a mustajabah-]] mendoakan agar seluruh anggota DENSUS 88 dilaknat Allah, dipersempit hidupnya sama yang Maha Kuasa, diberi sakit setroke, gila dan sebagainya sebagaimana diamerika banyak TENTARA yang bunuh diri.
    “Ya Allah laknatlah Densus 88 beserta antek-anteknya, jadikan mereka gila dan sengsara hidupnya.. Ya Allah istajib du’aa ana… amiin.”

  11. noname berkata

    @Ibu Prihatin soal papua bukan soal agama dan jng di kait2 kan dng agama!!! ngawur

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: