KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

Orangtua Miskin, Bayi Meninggal Telantar di Rumah Sakit

Posted by KabarNet pada 20/02/2013

Zara Naveen semasa hidup

Zara Naveen semasa hidup

Depok – KabarNet: Lagi tragedi kemanusian terjadi. Setelah kasus bayi Dera meninggal karena tidak segera ditangai rumah sakit, hal serupa juga terjadi di Depok, Jawa Barat. 

Tidak memiliki uang untuk bayar rumah sakit, balita Zara Naveen 3,5, putri pertama pasangan Prapti, 23, dan Herman Hidayat, 30, menghembuskan napas terakhir akibat penyakit jantung  dideritanya. 

Derita Prapti berawal ketika dia melihat balitanya sakit dan terus menerus menangis. Untuk meredakan tangis buah hatinya itu, wanita muda ini lalu memanggil tukang urut untuk mengurut sang bayi yang dikira kecapean. “Setelah melihat keadaan tubuh bayi sudah biru, saya merasa tidak bisa sembuh hanya diurut dan harus dirujuk ke rumah sakit,”ujar Yuli, 43, tukang urut bayi di lokasi pemakaman bayi di TPU Wakaf RW 12, Beji Kota Depok, Selasa (20/12) pukul 17.00.

Yuli mengatakan 15 Januari 2013 gejala sakit Zara sudah timbul. Oleh orangtuanya segera dibawa ke Puskesmas Beji namun tidak sanggup dan dirujuk ke RSUD Sawangan. Oleh dokter di RSUD Sawangan, Zara didiagnosa menderita penyakit Jantung, sehingga saat itu juga dari RSUD Sawangan dirujuk ke rumah sakit khusus jantung, di Jalan Slipi Raya, Jakarta Barat.

Oleh pihak rumah sakit langsung dikasih tindakan dan dikasih kamar kelas tiga di Lantai 6. Namun sebelum dikasih kamar salah satu petugas kasir rumah sakit setempat meminta uang jaminan. “Orang tua sang bayi memberikan uang satu juta sebagai uang jaminan dan termasuk uang tebus obat,”katanya.

Pihak rumah sakit minta agar segera melunasi uang jaminan sebesar Rp 60 juta. Menurut Prapti, waktu itu dia membayar dengan kartu Jamkesda Kota Depok yang dibantu pengurusannya oleh seorang relawan . “Kartu Jamkesda itu bernilai 100 juta, tapi pada saat semua Jamkesda sudah diurus termasuk kartu sudah keluar pihak rumah sakit tetap tidak mau operasi anak saya yang sudah terluka parah sakit jantung dan inspeksi perut hingga akhirnya meninggal dunia siang hari,” ujar ibu korban dengan mata berkaca-kaca usai pemakaman putri pertamanya, seperti dikutip poskotanews.com.

Dalam pernikahan yang baru setahun, suaminya hanya bekerja serabutan buruh kasar tidak mempunyai penghasilan tetap. “Pihak rumah sakit lebih penting ke urusan uang dari pada rasa kemanusiaan untuk menolong nyawa orang,”tandasnya dengan nada kesal.

Ketua RT 03/12 Gang Kamboja, Beji, Zai S, 47, mengatakan keluarga korban baru menetap setahun di rumah mertuanya. Kehidupan pasangan pengantin baru tersebut sangat sulit, hanya ditopang penghasilan suaminya yang tidak menentu dari pekerjaannya serabutan. “Kami ikut prihatin atas kematian anak pertamanya keluarga herman. Warga dan pihak keluarga mensolatkan korban di Musalah Majlis Tanwirul Qulup, dan dimakamkan di TPU wakaf RW 1/12,”demikian. [KbrNet/Slm]

Source – Berita & Foto: Pos Kota

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: