KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

Penembak Osama bin Laden Hidup Telantar

Posted by KabarNet pada 17/02/2013

Washington – Kisah pembunuhan pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden seolah tak ada habisnya. Setelah dibuat buku, film, dan lain-lain, kini para anggota Navy SEAL yang terlibat dalam operasi itu satu per satu menjadi selebriti di media massa.

Wawancara dengan televisi seolah tak ada habisnya dan belum lama ini, Majalah Esquire menerbitkan wawancara dengan seorang anggota Navy SEAL. Dalam Esquire yang terbit Senin (11/2/2013) itu, anggota pasukan khusus Angkatan Laut AS itu memaparkan bagaimana ia menembak mati Bin Laden. “Saya melihat bin Laden sedang berdiri,” kata si jagoan Navy Seal saat memasuki kamar tidur pemimpin Al Qaidah itu di lantai tiga.

“Ia kelihatan bingung. Ini lebih besar dari bayangan saya …Bagi saya, bagaikan sekejap melihat KTP dia, dan saya yakin ini benar-benar bin Ladin. Dalam hitungan detik, saya menembaknya, dua kali di jidatnya. Dor! Dor! Tembakan kedua membuatnya roboh. Ia menggelepar di lantai di depan tempat tidurnya dan sekali lagi saya menembaknya, Dor!”

“Ia tewas. Tak bergerak. Lidahnya melet. Saya menyaksikan dia menghembuskan napas terakhir, seperti bernapas secara refleks. Dan saya ingat saat melihat dia menghirup udara terakhir. Inikah sesuatu yang terbaik yang pernah saya lakukan, atau inikah yang terburuk yang pernah saya lakukan? Ini nyata dan ini Osama. Sialan,” kata si penembak.

Pewawancara dalam artikel ini adalah Direktur Eksekutif Center for Investigative Reporting Phil Bronstein yang bekejasama dengan Esquire, mengkonfirmasikan si jagoan penembak itu memang salah satu dari enam anggota US Navy Seal yang ditugaskan membidik Osama di kompleks perumahan Abbottabad, Pakistan.

Ironisnya kompleks ini terletak di depan markas tentara Pakistan di kota itu. Phil Bronstein sudah menemui anggota Navy Seal lainnya dan mereka mengkonfirmasikan menit-menit penembakan Usamah.

Merasa Ditelantarkan
Namun kini, si jago tembak itu merasa ditelantarkan oleh pemerintah Amerika Serikat, yang tak lagi menyantuninya selayaknya seorang pahlawan. Ia keluar dari kesatuan Navy Seal dan berupaya hidup sebagai anggota masyarakat biasa, setelah menjalani masa dinas militer selama 16 tahun lebih dari yang semestinya 20 tahun. “Tak ada pensiun, tak ada santunan kesehatan dan tak perlindungan bagi diri dan keluarganya,” tulis Esquire mendeskripsikan saat sang jagoan berehenti menjadi anggota US Navy Seal.

Pembaca artikel ini ada yang pro dan yang kontra terhadap sikap sang jagoan. Mereka yang kontra menyatakan sang jagoan masuk tentara atas kehendaknya sendiri, menjalani tugas selama 16 tahun, lalu keluar juga atas kemauan sendiri.

Kalau ia keluar setelah menjalani masa tugas selama 20 tahun seperti yang ditentukan militer AS, ia berhak mendapat pensiun. Lagi pula, kata mereka yang membaca Esquire, artikel setebal 27 halaman ini, tak menampilkan detail rinci dan deskripsi yang meyakinkan. Sulit pula membuktikan kebenarannya di lapangan, karena operasi penembakan Usamah itu rahasia. [KbrNet/Inilah.com]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: