KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

ANAS Tuntut KPK Usut Dugaan Penggelapan Pajak SBY

Posted by KabarNet pada 14/02/2013

Jakarta – KabarNet: Laporan mengenai dugaan skandal pajak keluarga SBY mencuat ketika ditulis oleh surat kabar berbahasa asing, The Jakarta Post. Di situs harian itu dipaparkan sebagian dokumen pajak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan dua anaknya, Mayor TNI Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro “Ibas” Yudhoyono.

Dokumen itu menunjukkan pendapatan Yudhoyono pada 2011 mencapai Rp 1,37 miliar (US$ 143.000), ditambah Rp 107 juta pendapatan dari royalti. Dalam dokumen itu pula terungkap, pada 2011, SBY membuka rekening bank senilai berjumlah Rp 4,98 miliar dan USD 589.188.

Dalam dokumen tersebut juga mengungkapkan bahwa Agus Harimurti membuka empat rekening bank yang berbeda dan rekening deposito sebesar Rp 1,63 miliar. Tidak ada informasi dari mana penghasilan itu diperoleh. Agus telah terdaftar sebagai wajib pajak sejak tahun 2007, namun tidak menyampaikan SPT sampai tahun 2011.

Sementara Ibas, yang menggambarkan dirinya sebagai pejabat publik dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR, mengaku selalu konsisten memasukkan pelaporan pajak ke KPK sejak tahun 2009. “Saya selalu memenuhi kewajiban saya untuk memasukkan pelaporan pajak tahunan sesuai dengan aturan,” kata Ibas.

Ibas Yudhoyono, sampai 2010 memperoleh Rp 183 juta sebagai anggota parlemen dari Partai Demokrat. Ia juga memiliki investasi senilai Rp 900 juta dengan PT Yastra Capital, setoran tunai sebesar Rp 1,59 miliar dan setara kas sebesar Rp 1,57 miliar. Ibas tidak menyatakan setiap penghasilan tambahan, seperti pembayaran dividen, sumbangan, saham atau hasil investasi. Dia memiliki total aset sebesar Rp 6 miliar yang dilaporkan pada tahun 2010, termasuk sebuah mobil Audi Q5 SUV senilai Rp 1,16 miliar. Dalam laporan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terdapat aset Ibas senilai Rp 4,42 miliar di tahun 2009.

ANAS Desak KPK Usut Dugaan Penggelapan Pajak SBY
Puluhan orang menamakan diri mereka ANAS (Aliansi Anti SBY) berunjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka meminta KPK segera mengusut dugaan korupsi pajak dilakukan keluarga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Rombongan ANAS tiba di KPK pukul 12.45 WIB. Kelompok itu berjumlah kurang dari 100 orang. Mereka meneriakkan yel-yel dan slogan meminta lembaga anti rasuah itu segera mengusut dugaan penggelapan pajak dilakukan SBY dan keluarga. “Jika KPK tidak berani mengusut hal itu, maka berarti KPK pengecut !,” kata seorang orator bernama Roni saat berunjuk rasa di Jakarta, Rabu (13/2).

Rombongan itu cuma bertahan sekitar 15 sampai 20 menit, berorasi di bawah terik matahari. Setelah itu mereka membubarkan diri secara teratur. Soal dugaan penggelapan pajak ini, beberapa waktu lalu SBY pernah membantahnya. Menurut SBY, selama ini ia dan keluarganya patuh membayar pajak.

Sebelumnya, rombongan pengunjuk rasa dari Gerakan Mahasiswa Penyelamat Blok Mahakam dan Aliansi Rakyat Kalimantan Timur untuk Blok Mahakam, juga menyampaikan pendapat mereka di depan KPK. Mereka menuntut KPK mengusut dugaan persekongkolan rencana perpanjangan pengelolaan Blok Mahakam oleh Menteri ESDM Jero Wacik, Wakil Menteri ESDM Susilo Wiroutomo, dan Kepala Satuan Kerja Minyak dan Gas Rudi Rubiandini. [KbrNet/Merdeka.com]

2 Tanggapan to “ANAS Tuntut KPK Usut Dugaan Penggelapan Pajak SBY”

  1. Wong mau diriin kerajaan Nepotisme..yahdah pasti ga bener,, bapak anak istri sanak family, semua dilibatin bersama menikmati uang panas,,

  2. taUbat berkata

    ARAHAN SBY DAN ANAS JADI SPIRIT KADER DEMOKRAT

    Tribunnews.com – Minggu, 17 Februari 2013 20:45 WIB

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kisruh internal Partai Demokrat akhirnya diselesaikan dengan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas). Tidak ada isu Kongres Luar Biasa (KLB) yang dibicarakan dalam acara yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Minggu (17/2/2013).

    Dalam Rapimnas yang berlangsung dua jam tersebut, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan arahannya kepada DPD, DPC, DPP, fraksi Partai Demokrat DPR RI, serta unsur-unsur partai berlambang bintang Mercy tersebut.

    Hanya ada dua orang yang berbicara dalam Rapimnas tersebut, SBY dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Namun tidak ada yang enggan berbicara apa sebenarnya yang dibicarakan SBY dan Anas dalam Rapimnas tertutup selama dua jam tersebut.

    Roestanto, Ketua Plt DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung, mengatakan Rapimnas tersebut dijadikan motivasi dan vitamin bagi kader Demokrat dalam menyongsong Pemilu 2014.

    “Arahan Wanbin (Ketua Dewan Pembina) dan Ketum (Ketua Umum) menjadikan semangat kita menyongsong Pemilu 2014. Intinya pimpinan mengintruksikan kepada kadernya untuk tetap semangat berkerja,” kata Roestanto di arena Rapimnas Partai Demokrat.

    Anggota Komisi V DPR RI ini menolak menjelaskan lebih jauh apa isi arahan SBY dan Anas. Dikatakannya arahan SBY dan Anas hanya untuk komsumsi internal kader Demokrat. Namun, intinya kedua petinggi Partai Demokrat meminta para kader jangan patah semangat serta terus lakukan konsolidasi kebawah.

    “Saya rasa poinnya, kader sepakat untuk bersatu melakukan konsolidasi dan pembenahaan. Dengan begitu kedepan Partai Demokrat tetap jadi juara pada pemilu 2014 nanti,” ungkapnya.

    Adi Suhendi | sanusi

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: