Anak Pejabat dan Supir Angkot
Posted by KabarNet pada 13/02/2013
Jakarta – KabarNet: Enaknya jadi anak pejabat. Kendati sudah menabrak dan merenggut dua nyawa manusia, tidak akan pernah ditahan oleh penegak hukum. Paling tidak itulah yang dinikmati Rasyid Rajasa.
Rasyid terlibat kecelakaan saat mengemudikan mobil BMW X5 B 272 HR, dengan kecepatan tinggi di Tol Jagorawi Km 3,500, sekitar Cililitan, Jakarta Timur. Mobil yang dikemudikan Rasyid menghantam mobil Luxio. Dalam kecelakaan tersebut dua orang meninggal dunia. Memang Rasyid sudah menjadi tersangka, tapi diistimewakan. Rasyid dijerat dengan pasal 283, 287 dan 310 UU Lalu Lintas No 22 tahun 2009. Pasal 310 masalah karena lalainya mengakibatkan orang meninggal dunia dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.
Anak bungsu Menko Perekonomian Hatta Rajasa ini tidak hanya mendapat perlakuan istimewa dari polisi dalam menghadapi proses hukum tabrakan BMW maut. Ia juga mendapat perlakuan khusus dari kejaksaan. Saat pelimpahan berkas tahap kedua dari Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Rasyid tidak ditahan. Dengan kata lain, selama menjalani proses hukum Rasyid tidak pernah merasakan dinginnya sel, layaknya tersangka lain.
Lain halnya dengan peristiwa kecelakaan yang terjadi pada hari Rabu 6 Februari 2013 lalu, saat seorang mahasiswi bernama Annisa yang nekat melompat dari angkot U-10, di Jembatan Asemka, Jakbar. Annisa melompat diduga karena merasa khawatir akan diculik atau menjadi korban kejahatan. Annisa akhirnya meninggal dunia pada Ahad 10 Februari 2013, di Rumah Sakit Umum Koja.
Semakin kentara kesenjangan hukum jika membandingkan penanganan kasus kecelakaan maut anak Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Rasyid Rajasa dengan kasus loncatnya mahasiswi Universitas Indonesia Annisa Azward dari angkot.
Bayangkan saja, supir angkot yang diketahui bernama Jamal itu langsung ditahan oleh Polisi di Polres Jakarta Barat dan ditetapkan sebagai tersangka. Jamal dijerat dengan Pasal 283 Jo Pasal 310 ayat (3) UU No: 22 tahun 2009 tentang UULAJ. Polisi menyebut Jamal lalai karena tak menutup pintu angkot rute Kota-Pademangan tersebut. Akibatnya mahasiswi UI Annisa azward meninggal dunia.
Luar biasa hebatnya hukum di negeri ini. Sopir angkot yang notabene adalah warga tak mampu, oleh polisi langsung dijadikan tersangka dan ditahan karena dinilai lalai. Bandingkan dengan anak menteri yang lalai pula, ia hanya wajib lapor saja tanpa ada penahanan. Padahal kasus yang melibatkan Rasyid Rajasa lebih berat dibandingkan supir angkot yang hingga kini tidak terbukti melakukan tindak kriminal. Diskriminasi hukum yang jelas dan nyata kembali dipertontonkan kepada rakyat tanpa rasa malu.
Jelas sudah, keadilan di Indonesia itu hanya milik orang kaya dan kuat, orang miskin jangan berharap bisa mendapatkan keadilan. Bisa jadi hukuman supir anggkot tersebut kelak akan lebih berat dibanding anak pak Menteri yang menewaskan dua orang. Aparat penegak hukum sepertinya sudah benar-benar tak peduli lagi dengan keadilan warga negara. Mereka hanya bisa garang saat berhadapan dengan orang kecil, tetapi seketika nyali menciut saat berurusan dengan para penggede. Segala macam kritik masyarakat hanya masuk kuping kanan, lalu keluar kuping kiri.
Sikap Polri sangat tidak profesional dalam menangani kasus BMW Maut. Tersangka Rasyid anak Hatta Rajasa terlalu mendapat berbagai keistimewaan dari kepolisian, hanya karena dia adik menantu Presiden SBY. Hingga saat ini polisi belum juga menahan Rasyid Rajasa. Polisi tidak boleh bertindak diskriminatif terhadap pelaku yang kasusnya serupa dengan anak bungsu Menko Perekonomian Hatta Rajasa itu. Polisi wajib bertindak adil dan tidak mengistimewakan kasus kecelakaan yang melibatkan anak pejabat negara. Hal ini tentu berbeda dengan apa yang menimpa seorang masyarakat kecil dalam kasus yang sama. Ironis!.. [KbrNet/Slm]







































Iwan Yuliyanto berkata
Benar-benar diskriminatif. Ironis sekali.
Hamba Allah99 berkata
memang udah bangsat umumnya para pejabat dan memang keparat umumnya para aparat di indonesia ini gak tau diri dan kurang ajar, tiap sen gaji kelen bikin makan tiap bulan dari uang rakyat coy.
karena uang gak berkah makanya keturunanya kelakuanya macem pengecut, beraninya cuman berlindung dibalik ketiak mamak bapaknya aza.
makanya jangan mau sama anak pejabat, bau ketiak bapak mamaknya.
gitu aza kok repot.
Gak usah iri deh... berkata
apa yang salah dengan anak pejabat? hehe…Yang salah, kita2 dilahirkan sebagai bukan anak pejabat. Anak2 kalian di sekolah gimana?….gak usah munafiklah….kalo kalian anak raja, ya pantas mendapat perlakuan anak raja kan…Makanya, didiklah anak kalian supaya jadi pejabat dll…supaya anaknya kelak dihormati hehe…
Anonymous berkata
Diriwayatkan oleh Aisyah ra, suatu ketika bangsa Quraisy merasa bingung dengan urusan seorang wanita bangsawan dari suku Makhzum yang telah mencuri. Akhirnya mereka berunding siapakah yang berani memintakan maaf atau ampunan kepada Rasulullah? Lalu ada yang mengusulkan, “Tidak ada, kecuali Usamah bin Zaid, orang yang dicintai oleh Rasulullah.”
Kemudian majulah Usamah ra menghadap Rasulullah dengan maksud meminta dispensasi hukuman untuk wanita bangsawan itu. Mendengar hal tersebut, wajah Rasulullah seketika berubah. Lalu beliau berkata kepada Usamah, ”Beranikah engkau memberi syafaat atau pembelaan dalam suatu hukum had yang telah ditetapkan oleh Allah SWT?”
Kemudian Rasulullah berdiri dan berkhutbah, “Sesungguhnya yang membinasakan umat sebelum kamu dahulu (adalah) apabila ada seorang bangsawan mencuri, dibiarkan. Namun jika ada orang rendahan mencuri, maka hukum had dikenakan padanya. Demi Allah, andaikan Fatimah putri Muhammmad mencuri, aku potong tangannya,” (HR Bukhari-Muslim).
situuu berkata
Pengadilan DUNIA bisa kau (PEJABAT) Kelabui… tapi pengadilan AKHERAT.. Tetap akan kau ‘NIKMATI’
Paulus Nabi Palsu berkata
@ Gak usah iri deh…
hehehe… ngakak gue baca komen lo. Elo sadar atau tidak kalo elo sedang mempertontonkan kebodohan elo sendiri disini.
lo kate : apa yang salah dengan anak pejabat? hehe…Yang salah, kita2 dilahirkan sebagai bukan anak pejabat
–> elo sadar kagak kalo komen elo tsb secara tidak langsung menghujat Allah SWT yg telah menciptakan elo dari seekor sperma yg berlomba lomba dgn jutaan sperma lain bersaing antara hidup dan mati agar menjadi yg pertama sekali masuk kedalam sel telur dan Allah SWT telah menganugerahkan nikmatnya dgn menetapkan elo sebagai pemenangnya diantara jutaan sperma lainya yg mati setelah melalui persaingan yg sangat ketat hanya semata mata DEMI AGAR DAPAT NONGOL DI DUNIA SBG SYARAT MENUJU KE SURGA ATAU NERAKA.
kesimpulanya : dasar sperma durhako gak tau diri udeh diciptakan kok malah nyalahin Allah Swt.
lo kate : Anak2 kalian di sekolah gimana?….gak usah munafiklah….
–> oh… maksud lo, anak elo disekolah mendapat perlakuan tidak adil, dizalimi, dikerjai temen2xnya yg anak pejabat, elo diem aza ya, pasrah aza ya dan elo memakluminya karna anak elo bukan anak pejabat gitu? hehehe… kacian amat anak lo.
lo kate : kalo kalian anak raja, ya pantas mendapat perlakuan anak raja kan…Makanya, didiklah anak kalian supaya jadi pejabat dll…supaya anaknya kelak dihormati hehe…
–> hehehe… oh gitu ya, berarti misalken seandainya jikalau salah satu korban meninggal dunia kecelakaan mobil luxio tersebut anak kesayangan elo, yg sudah elo besarkan dari semenjak bau kencur dengan penuh kasih sayang, berarti elo bisa memaklumi pelaku pembunuhnya ya karena yg menabrak adalah anak pejabat yg harus mendapat perlakuan istimewa secara hukum dan musti dihormati, bener opo betul? hehehe…
goblok kok dipiara.
Gitu aza kok repot
Ferry berkata
Dasar bangsat,pejabat sma aparat,aplagi hukum negri kita semuanya bangsat,indonesia ga bkal bener lo pejabat n apartya kelakuanya tetap bgni.
Gak usah iri deh... berkata
@Paulus Nabi Palsu,
emang bener2 nabi palsu …..goblok kok malah diplihara….
Kalo baca utuh aja kale….jangan dipenggal-penggal
Yg ingin gw sampaikan adalah banyak juga bukan anak pejabat yang sok jago, sok preman dan sok suci…kaya paling bener aja.
Lalu gak ada yg salah dgn status anak pejabat….yang salah karena semua sirik aja karena doi anak pejabat…
Yang salah hukum dinegeri ini …kok bisa diskriminasi….
jadi cetaklah anak2 loe jadi pejabat dan berpendidikan.
Kalo loe deket dgn Allah, loe pasti lebih di berkahi, dibanding orang yg durhaka ke Allah…
Jadi jelas gak ada yg salah dgn anak pejabat, yang salah loe2 pade yg dilahirkan bukan anak pejabat. Makanya dulu loe dikasih kesempatan sekolah yg bener….usaha yg bener, supaya bener tuh otak. Semua memang dilahirkan sama atas ketentuan Allah, tapi hasil beda karena didikan, usaha dan pengorbanan yg beda…Makanya kalo loe punya anak, sekolahin tuh yg bener, didik yg bener, jangan kaya bapaknya jadi Nabi Palsu wkakaka…..
Ronin berkata
Inilah negara yang dipimpin oleh rezim KEBO !
KEBOhongan—KEBOdohan—KEBOrosan……..
Sebaiknya simbol negara bukan burung garuda lagi, tapi diganti aja sama KEBO….!!!!!!!!!
Thaifah Manshurah berkata
wajar saja para penegak hukum selalu diskriminasi kpd rakyat kecil
kenapa?
karena HUKUM yg berlaku di Indonesia (istilahnya hukum positif) adalah hukum warisan penjajah belanda
misalkan KUHP (kitab undang2 hukum pidana)
nama aslinya WETBOEK VAN STRAFRECHT VOOR NEDERLANDS INDISCHE
dulu ketika penjajah belanda masih menjajah bangsa Indonesia, mereka juga menerapkan hukum WETBOEK…….
begitu bangsa indonesia merdeka, hukum peninggalan belanda masih diterapkan
hanya saja bahasa yg dipake diganti
ato dg kata lain hukum2 bikinan belanda cukup diterjemahkan ke dlm bahasa Indonesia
http://www.facebook.com/notes/advokat-suci-wulansari-sh/problematika-penerapan-kitab-undang-undang-hukumpidana-indonesia-wetboek-van-str/152390534804106
Anonymous berkata
kalo rasyid tidak ditahan karena alasan menjalani terapi,bagaimana dengan supir angkot yang harus menafkahi keluarganya???
Anonymous berkata
gue pernah gebukin anak pejabat bro…. yg belagu dijalanan… dan Alhamdulillah sampai sekarang Allah melindungi gue…. padahal tu anak pejabat ampe rontok giginya.. hahaha puas banget… tangan gue jadi peradilan untuk kebelaguan anak pejabat… hehehehe…..