MIUMI Minta Umat Tidak Gegabah Hakimi PKS
Posted by KabarNet pada 02/02/2013
Kasus dugaan korupsi yang menimpa Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) menjadi sorotan Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI). Sekjen MIUMI, Bachtiar Nasir, LC, berharap umat Islam jangan mudah menyimpulkan apalagi ditunggangi media. Ia berpendapat masalah LHI dikhawatirkan memiliki target yang lebih besar, khususnya berkaitan dengan dakwah di Indonesia. ”Ujung ujungnya akan mengkerdilkan kepentingan-kepentingan Islam selanjutnya,” jelasnya kepada usai pengajian rutin di Al-Quran Learning (AQL) Islamic Center, Kamis (31/01/2013), seperti dikutip hidayatullah.com.
MIUMI mengaku tidak akan meragukan kredibilitas KPK. Bachtiar bahkan menilai KPK sudah menjalankan fungsinya dengan baik. Bachtiar mengibaratkan PKS hanya sebagai tebu dan KPK adalah mesin tebu. Ia menjelaskan tebu tidak mungkin berjalan sendiri ke mesin penggilingnya. ”Pasti ada yang membawa tebu itu ke mesin penggiling. Si pembawa inilah yang sebenarnya memiliki kepentingan atas pencitraan PKS dan pengalihan isu lainnya,” tambah Bachtiar.
Bachtiar menjelaskan, di mata MIUMI, sosok LHI adalah orang yang baik. LHI, dinilai telah berdakwah di parlemen maupun secara pribadi di masyarakat. ”Dia orang yang sangat lembut. Dia bisa menyambung komunikasi generasi muda dan tua di PKS,” jelasnya.
Karenanya Bachtiar menilai, isu korupsi terhadap LHI terlepas benar atau salahnya jelas akan berimbas kepada wajah Islam di Indonesia. Karenanya, ia meminta umat jangan gegabah dengan provokasi kelompok manapun yang mengekspose berita ini secara berlebihan. ”Bukan hanya PKS yang dirugikan, tapi kita semua umat Islam harus ikut merasa dirugikan,” tambahnya lagi.
Ia mengingatkan agar umat Islam harus segera bersatu, jangan sampai sampai kita mengekspose aib saudara kita secara berlebihan. Sebelum ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr Din Syamsuddin mengatakan, penangkapan dan penetapan tersangka LHI oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan berdampak pada citra partai Islam. [KbrNet/hidayatullah]
Entri ini dituliskan pada 02/02/2013 pada 06:10 dan disimpan dalam Kabar Umat, Moralitas, Opini, Tokoh. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.







































alizawawi berkata
yang merugikan umat islam, dan umat islam harus merasa dirugikan itu bukan pemberitaan media massa tetapi sumber beritanya yang membuat malu umat islam. Korupsi juga bukanlah aib, tetapi kejahatan. Jadi tidak termasuk yang dianjurkan dalam hadits untuk ditutup-tutupi …
taUbat berkata
Ada apakah umat islam di Indonesia, kemarin geliat santer Densus 88 kini naga2nya mulai merambah ke KPK ……
Ujian demi ujian kian hebat, semoga Islam tak dapat dikerdilkan walau dengan kekutan apapun
Amin
asiko berkata
ini orang mencampuradukan antara agama dengan kejahatan…udah jelas masih aja ngeles….
taUbat berkata
MIUMI NASIHATI PKS AGAR LANTANG PERJUANGKAN ASPIRASI UMAT ISLAM
Rabu, 06 Feb 2013
JAKARTA (voa-islam.com) – Setelah menasihati Ketua DPR Marzuki Ali, Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) kini giliran Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dinasihati MIUMI. Dalam kunjungan ke DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Senin (5/1), MIUMI menasihati PKS agar lantang memperjuangkan aspirasi umat, dan serius mengevaluasi dan berbenah diri.
Dalam kunjungan MIUMI ke DPP PKS, rombongan Ustadz Bachtiar Nasir (Sekjen MIUMI) diterima langsung oleh Presiden PKS Anis Matta. Dalam tausyiahnya, MIUMI mengingatkan PKS agar tidak neko-neko (aneh-aneh) dan tetap lantang memperjuangkan aspirasi umat. PKS juga diminta kembali membangun komunikasi dengan gerakan-gerakan Islam lainnya. PKS diminta agar kembali memperjuangkan penegakan syariah (Islam).
Sekjen MIUMI, Bachtiar Nasir mengatakan, dirinya tidak akan berpihak pada PKS maupun KPK. Kedua elemen ini menurut Bachtiar memiliki peran penting dalam perbaikan masyarakat.
Menurut Bachtiar, kasus yang menimpa mantan presiden PKS, Lutfhi Hasan Ishak (LHI) adalah masalah personal. Karenanya, ia berharap umat Islam tidak mengkambing-hitamkan institusinya. “Siapapun tidak akan pernah lolos dari kesalahan dan kekeliruan, karena itu PKS harus menjadikan kasus tersebut sebagai pelajaran penting,” ujarnya kepada Anis.
Agenda PKS
Dalam pertemuan itu, Anis Matta menilai kedatangan MIUMI dengan tausyiahnya merupakan suplemen penting bagi motivasi dan proses konsolidasi internal PKS. Anis Matta tidak menafikan banyaknya intrik dalam dunia perpolitikan di tanah air. Baginya, mengkondisikan mental kader PKS menjadi lebih penting daripada meladeni fenomena kasus LHI tersebut.
“Menghabiskan waktu pada kasus tersebut akan menjadi kontra produktif dengan program dakwah PKS,” tegasnya. Ia juga menyakinkan bahwa akan menyerahkan penuh permasalahan LHI kepada mekanisme hukum di Indonesia.
Baginya saat ini, setelah selesai dengan konsolidasi internal Anis Matta akan menyambangi komunikasi lintas gerakan dengan kelompok-kelompok Islam lainnya.
Pasca musibah politik yang menimpa PKS, Anis Matta akan memprioritaskan penyelamatan moral kadernya. “Menyelamatkan moral kader dan menyolidkan kepercayaan kader adalah program terdekat kami saat ini,” ujar Anis Matta. Untuk ini, Anis Matta berencana melakukan perjalanan silahturahim dengan kader-kader PKS di daerah. Mulai dari Jawa Barat, Medan, Surabaya, Makassar, Solo dan Jogjakarta.
Setelah perjalanan itu, ia mengaku berencana mengadakan “Tabligh Akbar PKS” di Masjid Agung Al-Azhar Jakarta. Penyelenggaraan acara di masjid ini menurutnya karena ada kenangan tersendiri ketika PK pertama kali dideklarasikan.
Dalam pertemuan dengan wakil MIUMI, Anis menjelaskan perlunya memahami dinamika politik saat ini. Baginya, tidak mudah menghadapi semua dinamika ini. Karena perang ideologi ini juga disinyalir disetir skala international, ujarnya.
PKS menilai, memanasnya suhu politik menjelang 2014 telah membuat partainya mengambil ancang-ancang dengan sangat serius. Terlebih setelah kasus tuduhan korupsi yang menimpa mantan presiden PKS Luthfi Hasan Ishak (LHI).
Anis memprediksi, akan ada banyak berita besar di Indonesia setelah kasus yang menimpa rekannya LHI. Saat ini menurutnya, 10 partai yang lolos ke Pemilu 2014 berasal dari kalangan Islamis dan Nasionalis. “Jadi kelompok sosialis dan kalangan kiri itu sudah tidak laku, makanya mereka akan melakukan apa saja untuk merusak citra kalangan nasionalis dan Islamis,” ujarnya.
Anis juga menjelaskan pentingnya kembali melakukan konsolidasi dan membangun sinergi antar gerakan dakwah.”Kita harus bisa belajar mengambil pelajaran dari perjalanan semua gerakan yang ada,” ujarnya.
Karenanya ia optimis jika umat bisa diberikan pemahaman atas duduk masalah dakwah di Indonesia dengan komprehensif sambil mencari jalan keluarnya dengan sinergi berdasarkan kepentingan keumatan.
Mengenai slogan PKS “Bersih dan Peduli”, Anis menjawab, “Slogan kampanye sudah tidak penting saat ini, yang harus dilakukan adalah menyolidkan kader lalu berkonsolidasi dengan elemen umat,” tambahnya.
Ketika ditanya voa-islam soal tobat nasional yang diserukan Anis Matta? Bachtiar Nasir mengatakan, itu urusan internal PKS. Ia hanya berharap, kasus yang menimpa PKS menjadi pelajaran besar yang sangat berharga. “Jangan lagi terlena dengan pola sebelumnya, yang tidak lazim dianggap lazim. Soal tobat itu, tentu bukan hanya kadernya, tapi juga para qiyadahnya.”
Bagaimana soal Kepemimpinan 2014 siapakah The Rising Star yang bakal diusung umat Islam di negeri ini? MIUMI mengaku bingung dengan realita politik yang ada, dimana umat Islam belum punya calonnya sendiri, ditambah lagi sistem yang tidak mendukung. Nyatanya, kekuatan Islam dipentas politik tidak begitu jelas, floating alias mengambang. [desastian]