KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

Lutfi Hasan Beli Rumah Mewah Rp 5,5 Miliar

Posted by KabarNet pada 01/02/2013

Jakarta – KabarNet: Skandal suap terkait izin impor daging sapi yang kini menimpa Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq punya sejarah panjang. Semua bermula dari dua tahun lalu ketika aroma korupsi seputar pengadaan daging sapi impor ini mencuat. 

Tak sedikit pihak yang heran mengapa KPK langsung menetapkan Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka. Nama Luthfi memang selama ini cukup jauh dari pemberitaan mengenai korupsi, terutama yang berkaitan dengan parpol. Namun tak disangka-disangka, drama kilat 24 jam pada Selasa sampai Rabu malam kemarin, mengubah semuanya.

KPK menangkap Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq bukan tanpa alasan, semua itu berawal dari transaksi yang dilakukan dua direksi PT Indoguna Utama Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi kepada Ahmad Fathanah, Selasa (29/1) siang. Transaksi pemberian uang Rp 1 milliar untuk Fathanah itu dilakukan di kantor PT Indoguna di Jl Taruna, Pondok Bambu.

KPK sudah memantau terjadinya transaksi ini, bahkan sejak dari tahap pembicaraan awal. Penyidik menemukan adanya pembicaraan antara Fathanah dengan Luthfi Hasan mengenai ‘uang muka’ senilai Rp 1 milliar untuk mengakomodir kepentingan PT Indoguna sebagai perusahaan yang mengimpor kuota daging pada 2013 ini.

KPK memastikan proses serah terima uang itu merupakan peristiwa puncak dari rangkaian peristiwa sebelumnya. “Jangan hanya dilihat dari peristiwa hari Selasa saja. Peristiwa Selasa malam tertangkapnya 3 orang itu tentu sebelumnya diikuti oleh peristiwa lain,” kata Jubir KPK Johan Budi.

Setelah menerima uang panas itu, Ahmad Fathanah meluncur ke Hotel Le Meridien, Jakarta, tentunya dengan membawa uang tersebut. Di hotel itu, dia sudah ditunggu oleh seorang perempuan bertubuh semampai bernama Maharani. Entah apa yang hendak dilakukan, Fathanah mengajak Maharani ke dalam salah satu kamar.

Di saat itulah, sekitar pukul 20.20 WIB, Selasa, tim KPK melakukan penggrebekan. Penyidik lalu mengangkut Fathanah dan Maharani. Tim menemukan uang Rp 980 juta dalam kantong plastik besar yang ada di mobil Fathanah. Selain itu Rp 10 juta ada di kantong Fathanah dan Rp 10 juta dibawa oleh Maharani.

Di saat bersamaan tim KPK yang lain menciduk Arya Effendi dan Juard Effendi. Mereka dibawa ke kantor KPK. Belakangan Maharani dilepas. Dari pemeriksaan Selasa malam sampai Rabu sore, dan dipadu dengan rekaman peyadapan yang ada di KPK, penyidik menemukan bukti yang cukup untuk menyimpulkan uang Rp 1 milliar itu memang ditujukan untuk Luthfi Hasan Ishaaq. KPK dalam konferensi persnya menyatakan bahwa Luthfi turut dijadikan tersangka selain Juard, Arya dan Fathanah.

Luthfi ditetapkan sebagai tersangka, bukan terkait dengan kedudukannya sebagai anggota Komisi I yang membidangi informasi dan pertahanan. Namun sederhana saja, karena dia merupakan penyelenggara negara yang terbukti menerima uang melalui orang dekatnya. Lalu mengenai modus yang digunakan, KPK menduga Luthfi menggunakan pengaruhnya sebagai presiden PKS kepada partainya. Untuk diketahui, pengadaan impor daging ini dilakukan oleh Kementerian Pertanian, yang dipimpin oleh kader PKS Suswono. “KPK tidak menduga-duga terkait LHI ini. Kami yakin betul. Ya kami menduga dia menggunakan pengaruhnya itu,” kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.

Setelah pengumuman sebagai tersangka, sekitar pukul 23.00 WIB, tim KPK melakukan penjemputan Luthfi yang saat itu berada di kantor DPP PKS di Jl TB Simatupang Jakarta Selatan. KPK juga memiliki alasan tersendiri mengapa langsung menahan Luthfi. Bambang Widjojanto mengatakan, kasus suap impor daging ini merupakan perkara yang naik ke penyidikan karena proses tangkap tangan. Oleh karena itu, Luthfi yang merupakan bagian dari perkara ini, juga ikut ditangkap.

Johan Budi menambahkan, kasus ini bermula dari tangkap tangan dan KPK hanya punya waktu 1×24 jam untuk bisa memastikan dan memutuskan apakah melakukan tindak pidana atau tidak. ”Punya bukti atau tidak. Kalau tidak akan dilepas 1×24 jam, penyidik sudah punya 2 alat bukti yang cukup, tidak hanya tiga tersangka juga LHI pengumuman sebagai tersangka pun secara bersama-sama keempatnya. Coba komparasi kasus lain yang tangkap tangan, semua tersangka ditahan dalam waktu 1×24 jam,” tegasnya.

Rumah Mewah
Sebagai anggota DPR, Luthfi melaporkan jumlah harta kekayaannya ke KPK sebesar Rp 1,006 miliar, pada pelaporan November 2009. Dalam pelaporan saat itu, Luthfi hanya melaporkan kepemilikan tanah dan bangunan di Cipinang Muara, Jakarta Timur, senilai Rp 302,9 juta.

Saat ini Luthfi memiliki dan menempati rumah mewah di Jalan H Samili Nomor 27, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Rumah mewah dengan luas 500 meter persegi tersebut dibelinya dengan harga Rp 5,5 miliar dari pemilik sebelumnya bernama Dedi. “Pak Luthfi baru dua tahun beli rumah ini dari Dedi anaknya Haji Salam, waktu itu harganya Rp 5,5 miliar,” kata Raid pemilik warung Tegal yang lokasi warungnya berdampingan dengan rumah Luthfi, Kamis(31/1/2013).

Ia menceritakan, sebelum itu Luthfi tinggal bersama keluarganya dengan mengontrak sebuah rumah yang letaknya bersebelahan dengan rumah mewah yang ditempatinya sekarang. “Dulu dia ngontrak, tahunan. Rumah kontrakannya nih ada di belakang warteg yang punya Haji Barnawi. Sekarang rumahnya ditempatin sama anaknya,” kata Raid. seperti dikutip tribunnews.com. 

Ketua RT setempat, Rahmat, juga membenarkan rumah itu milik Luthfi Hasan Ishaq, yang juga anggota Komisi I DPR RI. Menurut Rahmat, sebelumnya rumah tersebut milik almarhum Haji Salam Gani. ”Benar, rumah itu sudah dijual kepada pak Luthfi beberapa tahun lalu. Tadinya punya almarhum Haji Salam Gani,” Kata Rahmat di kediamannya, Kamis 31 Januari 2013.

Rumah mewah bercat merah muda itu tampak lengang, dan hanya ada beberapa petugas penjaga rumah. Rumah Luthfi termasuk mewah diantara deretan rumah-rumah lain di sekelilingnya. Rumah itu berlantai dua dengan perpaduan cat tembok warna krem dan kaca-kaca yang besar menghiasi dinding rumah tersebut. Sedangkan pagar besi berwarna hitam 1,5 meter, membentengi rumah di atas lahan seluas 500 meter persegi.

Awal Mula Skandal Suap Daging Impor
Skandal suap terkait izin impor daging sapi yang menimpa Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq punya sejarah panjang. Semua bermula dua tahun lalu. Ketika aroma korupsi seputar pengadaan daging sapi impor ini mencuat.

Awalnya adalah Januari 2011. Ketika itu, Kementerian Pertanian mendadak mengurangi kuota impor daging sapi Indonesia. Dengan alasan untuk mendorong swasembada daging sapi lokal, Menteri Pertanian Suswono memotong kuota impor yang biasanya 120 ribu ton per tahun menjadi hanya 50 ribu ton pada 2011. Pada semester pertama 2011, impor bahkan dibatasi hanya 25 ribu ton. Cekaknya kuota impor meresahkan pengusaha. Apalagi ada kabar bahwa kuota ini dibagikan dengan tidak adil. Ada makelar yang bermain, juga pengusaha yang dekat dengan petinggi Kementerian.

Menurut sumber tempo.co, kisruh impor daging ini mencuat ke publik ketika Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan menahan 143 kontainer berisi daging impor di Jakarta International Container Terminal (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada pertengahan Januari 2011. Ternyata 2.750 ton daging impor itu bermasalah. Sebanyak 51 kontainer dalam pengawasan Badan Karantina Pertanian, sisanya di bawah penanganan kepabeanan.

Badan Karantina tidak meloloskan karena ada ketidaksesuaian keterangan di dalam surat izin impor meliputi negara asal, perbedaan jenis barang, dan kelebihan tonase. Bea dan Cukai belum mengizinkan daging-daging impor ke luar lantaran dokumen pemberitahuan impor barangnya belum lengkap.

Ketidaksesuaian dokumen ini terjadi karena pengusaha daging nekat mengimpor daging sapi dengan dokumen yang tenggatnya sangat pendek. Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi) Thomas Sembiring menjelaskan izin impor (Surat Persetujuan Pemasukan Daging) baru diterbitkan Kementerian Pertanian pada 15 Desember 2010 dengan tenggat dua pekan. Itu pun hanya untuk 15 ribu ton daging. Tenggat itu jelas tak masuk akal. Pengiriman daging biasanya makan waktu 3-5 pekan.

Tapi pengusaha nekat mengimpor karena biasanya surat izin impor bisa diperpanjang. Tak tahunya di tengah jalan, Dirjen Peternakan berganti dari Tjeppy D. Soedjana ke Prabowo Respatiyo. Dirjen yang baru tidak memperpanjang izin, dan tertahanlah ribuan ton daging itu di Tanjung Priok.

Kisruh impor daging ini membuat pengusaha berebut mencari celah untuk mendapatkan izin impor Kementerian Pertanian. Dari sinilah, skandal suap PKS bermula. Para makelar yang dekat dengan petinggi partai itu diklaim bisa mengusahakan izin impor dan kuota impor khusus untuk pengusaha.

Sebelumnya diberitakan, Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) menangkap empat orang di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (29/1) malam. Mereka yang ditangkap adalah Ahmad, Arya Effendi, Juard Effendi, dan seorang wanita bernama Maharani. Dengan barang bukti berupa uang sebesar Rp 1 milliar. Kemudian KPK menangkap Luthfi di kantor DPP PKS di Jl TB Simatupang pada Rabu (30/1) malam. Setelah menjalani pemeriksaan dan bermalam di lantai penyidikan KPK, Luthfi ditahan di rutan guntur. Mengenakan baju tahanan, Luthfi menyatakan mengundurkan diri dari posisinya sebagai presiden PKS pada Kamis (31/1).

Juard Effendy dan Arya Abdi Effendy menjadi tersangka dengan diduga melanggar pasal 5 ayat (1) atau pasal 13 UU Nomor 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Sedangkan Ahmad Fathanah dan Luthfi Hasan Ishaaq diduga melanggar Pasal 12 Huruf a atau b atau Pasal 5 Ayat (2) atau Pasal 11 UU No. 31/1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No. 20/2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP mengenai penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji terkait jabatannya. [KbrNet/DTC/Slm]

9 Tanggapan to “Lutfi Hasan Beli Rumah Mewah Rp 5,5 Miliar”

  1. Ronin berkata

    Solusinya gampang koq, nanti pemilu 2014 kita semarakkan saja revolusi GOLPUT !!!!!!!!!…………..
    SEkarang mau pilih partai mana hayo ????????, kayaknya engga ada yang pantas untuk
    dipilih, Kami sudah tidak berharap dari partai……………….KORUP SEMUA…………………….
    NASDEM aja baru nongol udah rese”.belum lagi kalau udah berkuasa.
    CAPE DEHHHHH…………………………………….

  2. Buat Jengkel aja berkata

    Makanya jangan bawa2 dan berkedok agama dalam berpolitik atau apa. Karena akibat oknum bisa mempermalukan agama tsb. Contoh waktu PKS, PDS dll, akhirnya kena getahnya…

  3. Anonymous berkata

    Partai Korupsi Sekarang ya….

  4. lupi bendot berkata

    do’a rakyat kecil terkabul, sebab selama ini tidak mampu beli daging sapi karena ulah maling-maling ini .
    padahal katanya sekolah agama sampai ke saudi arabia, tapi hasilnya malah jadi maling.

  5. lupi bendot berkata

    PENYAMUN KORUPTOR SARANG Nya….

  6. yolli berkata

    Bajingan yg membuat berits ini semoga dikutuk malaikat dan tentata allah lainnya

  7. Anonymous berkata

    semoga dpt adzab dari allah,,, amin ,,,

  8. Anonymous berkata

    smga dpt adzab dr allah

  9. Anonymous berkata

    kebenaran hakiki pasti akan menang Allahuakbar3x.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: