SBY Resah, Ratusan Kepala Daerah Terpidana Korupsi
Posted by KabarNet pada 28/01/2013
Jakarta KabarNet: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menyoroti maraknya kepala daerah yang terlibat tindak pidana korupsi. Menurutnya, korupsi mengakibatkan banyak agenda kerja pemerintah terbengkalai.
“Sekian ratus bupati, walikota, sekian ratus mereka diperiksa atau mereka dinyatakan sebagian tersangka dan akan begini terus, hampir pasti kinerja pemerintah tidak akan berlangsung baik,” tegas SBY dalam sambutannya pada Rapat Kerja Pemerintah 2013 dengan tema ‘Indonesia Bisa Lebih Baik Lagi’ di Jakarta Convention Center (JCC), Senin (28/1/2013).
Kementerian Dalam Negeri sudah secara resmi merilis sebanyak 281 Kepala Daerah terjerat masalah hukum. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Reydonnyzar Moenoek mengatakan sekitar 70% dari 281 kepala daerah terjerat pidana korupsi. Selain terjerat korupsi, kepala daerah terjerat tindak pidana umum, contohnya pemalsuan ijazah.
Kebanyakan dari kasus mereka sudah berkekuatan hukum tetap. Untuk itu, lanjut Presiden perlu ada kesepahaman bersama bahwa masalah korupsi adalah masalah bersama. Agar diselesaikan secara bersama-sama. “Semangat kita sama, kita ingin sistem negara makin bersih, mari lakukan dengan bertanggung jawab,” tandas SBY.
Dalam rapat kerja tersebut Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad juga hadir. Kehadiran Samad sebagai panelis. Disamping Ketua KPK, Jaksa Agung Basrief Arief dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Timur Pradopo juga hadir sebagai panelis.
Mereka sengaja diundang untuk hadir sebagai panelis agar para kepala daerah yang ikut dalam rapat kerja bisa bertanya mengenai hukum dan korupsi. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto bertindak sebagai moderator diskusi.
Dalam raker tersebut, Presiden SBY mengungkapkan keprihatinannya lantaran masih banyaknya kepala daerah yang tersangkut kasus hukum dan korupsi. Selain itu, banyak pejabat daerah yang ragu-ragu untuk mengambil kebijakan karena takut dianggap korupsi.
“Dalam diskusi panel, Ketua BPK, Ketua KPK, BPKP, Jaksa Agung, Kapolri, dimoderatori Menkopolhukam. Gunakan untuk berinteraksi dengan para penelis,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya.
Arahan SBY Menjelang Pemilu 2014
Terkait agenda Pemilu 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menyampaikan pesan khusus kepada kepala daerah baik gubernur, wali kota dan bupati. Dalam kesempatan itu SBY meminta para kepala daerah untuk menjaga sikap menjelang Pemilihan Umum 2014. Tugas politik dan tugas negara, menurutnya, harus diatur dengan baik dan bijak.
“Sebagian menjalankan dua misi, untuk negara dan pemerintahan, sebagian dari saudara mengemban tugas-tugas politik. Arahan saya prioritaskan tugas negara, atur waktu,” ujar SBY.
SBY menilai tahun politik 2013 dan 2014 akan menguras tenaga. Ia mengingatkan untuk tetap mengedepankan tugas dan amanah, tidak lantas terlena dengan situasi politik. “Tetap bekerja penuh dan menjaga kinerja meskipun dua tahun ini tahun politik,” tandasnya.
Dalam rapat kerja tersebut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga diagendakan untuk memberikan pembekalan kepada para Gubernur se-Indonesia. Selain para kepala daerah, pembekalan juga diberikan kepada pimpinan Polri dan TNI, pimpinan lembaga tinggi negara. Beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu II juga hadir. [KbrNet/adl – Source: Inilah.com/KBN-Antara]







































Anonymous berkata
Nasihat Seorang Rakyat Untuk Presidennya
Sederhana saja & PASTI berhasil,Hilangkan dahulu korupsi tersebut dari diri sendiri,seluruh keluarga&seluruh kerabat bapak presiden. Tegakkan hukum walau itu keluarga atau kerabat sendiri. Semoga bapak sby membaca ini&juga semoga ALLOH memberi petunjuk&menjaga bapak presiden beserta keluarga
tan panama berkata
ayo korupsi …
Ronin berkata
Pak BEYE resah karena yang korupsi dipidana ya ?. Mangkanya Pak, kalau mau korusi jangan sampai
ketauan, yang lihay dong.
Mereka yang dipidana karena korupsi itu sedang SIAL aja,ketahuan !.dan tidak bisa dilindungi.
KATAKA TIDAK PADA………..PAK HAKIM ……!!!!!!!!!!!(kata ANGELINA JOLIE)