Rusuh Sumbawa, Ribuan Pengungsi Belum Bisa Pulang
Posted by KabarNet pada 27/01/2013

Sumbawa Besar – KabarNet: Dampak kerusuhan di Sumbawa Besar masih tersisa dan dirasakan oleh masyarakat, meski ketegangan sudah berangsur-angsur mereda. Bupati Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) Jamaludin Malik mengatakan, ada ribuan pengungsi akibat kerusuhan tersebut masih belum bisa pulang, namun sekitar 1.200 pengungsi, sudah kembali ke rumahnya masing-masing.
“Secara keseluruhan jumlah pengungsi akibat kerusuhan di Sumbawa Besar, Ibu Kota Kabupaten Sumbawa 22 Januari 2013 sebanyak 3.700 orang, sekitar 1.200 orang sudah kembali ke rumahnya masing-masing,” katanya di Sumbawa Besar, Minggu (27/1/2013).
Sebanyak 3.700 orang pengungsi itu ditampung di sejumlah tempat, di antaranya yakni di tenda Kompi B, Yonif 742 Sumbawa sebanyak 1.800 orang, dan di Kodim 1.607 sebanyak 800 orang, serta di Mapolres Sumbawa.
Ia mengatakan, pihaknya akan terus berupaya memulangkan para pengungsi. Para pengungsi yang ingin pulang dijamin keamanannya dan mendapat kawalan polisi serta anggota TNI.
Sebelumnya konflik Sumbawa terjadi akibat isu adanya pemerkosaan seorang mahasiswi semester lima Universitas Samawa, Arniyati yang adalah warga Labuan Badas Sumbawa oleh seorang polisi asal Bali. Arniyati sendiri ternyata meninggal karena kecelakaan motor saat berboncengan dengan pacarnya yang adalah polisi, Brigadir I Gede Eka Swarjana.
Peristiwa itu terjadi pada 19 Januari 2013, sekitar pukul 23.00 waktu setempat keduanya pulang dari tempat hiburan malam di kawasan pantai Batu Gong. Sekitar 15 kilometer dari Kota Sumbawa Besar, Arniyati dan Eka mengalami kecelakaan. Dan nyawa Arniyati tidak tertolong meski sempat dilarikan ke RSU Sumbawa. Sedangkan Eka mengalami patah tulang iga sebelah kanan.
Kabar meninggalnya Arniyati ternyata membuat sekelompok mahasiswa melakukan protes dan berunjuk rasa ke Mapolres Sumbawa untuk mengusut kasus tersebut. Kemudian aksi merambat ke pengerusakan puluhan rumah warga asal Bali dan sejumlah bangunan dibakar serta toko-toko dijarah. Akibatnya ratusan warga terpaksa diungsikan ke Mapolres Sumbawa dan Markas Kodim Sumbawa. [ton]
Kasus kerusuhan di Sumbawa Besar terjadi pada 22 Januari 2013. Kerusuhan ini mengakibatkan 478 unit rumah dirusak dan dibakar massa termasuk hotel,
Kerugian ditaksir mencapai Rp15 miliar belum termasuk nilai barang yang dijarah. Kini situasi di Sumbawa Besar, Ibu Kota Kabupaten Sumbawa berangsur-angsur pulih, warga sudah mulai membersihkan rumah mereka dan toko-toko sudah mulai buka walapun suasana mencekam masih terasa. [KbrNet/adl – Source: Inilah.com/KBN-ANTARA]







































Anonymous berkata
Beginilah akibat main hakim oleh massa.
Biasanya ada pengompornya.
Dasar manusia2 goblok yg merugikan rakyat.
Semoga rakyat makin cerdas dan tidak mudah dihasut krn faktor suku dan agama.
Ronin berkata
Hati-hati adu domba…….ini terjadi di Lampung dan Sumbawa, dimana Umat Muslim pada umumnya
diadu dengan masyarakat asal Bali. Ingat kasus Bom Bali !.Yang rusak itu image masyarakat
muslim Indonesia.
Kalau mereka bentrok pasti ada yang senang bertepuk tangan, yang rugi udah tentu bisa dipastikan
yaitu selalu UMAT ISLAM Indonesia.makanya jangan gampang panasan dikomporin para Jahanam………