NasDem Terancam Jadi Partai Gurem
Posted by KabarNet pada 23/01/2013
Jakarta – KabarNet: Pecahnya Partai Nasdem menjadi pembicaraan paling hangat dikalangan para politikus dan pengamat politik.
Para analis politik memprediksi, pasca-mundurnya Hary Tanoesudibjo (HT) yang diikuti oleh gerbong-gerbong pendukungnya dari 33 provinsi di seluruh Indonesia, Partai Nasional Demokrat (NasDem) diprediksi akan melempem dan terancam menjadi partai gurem. Citra NasDem yang sempat semarak karena lolos saringan KPU, kini berubah total menjadi antiklimaks dan lesu.
Ketua Dewan Majelis Nasional Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh menghadapi beban berat di internal partainya karena konsolidasi politik dan biaya menjadi lebih sulit. “Partai NasDem akan menjadi partai gurem ke depannya, belum apa-apa sudah konflik besar,” jelas Prof DR Iberamsjah, Pengamat Politik dan Guru Besar dari Universitas Indonesia (UI).
Prof Iberamsjah mengatakan partai politik (Parpol) gurem yang dimaksud adalah partai yang tak lolos verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Iberamsjah menyebut, hal itu lantaran ulah Ketua Dewan Majelis Nasional Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh yang bersikukuh ingin menjadi ketua umum dari partai tersebut.
Menurutnya, kepergian Bos kerajaan bisnis media MNC Group, Hary Tanoesudibjo, dari Partai NasDem menjadi pukulan berat bagi kubu Surya Paloh. Pasalnya, hal itu pasti akan diikuti oleh para pengikut setia Hary Tanoe di seluruh Indonesia yang pindah bendera. “Elite di NasDem pecah, akan banyak anggota NasDem yang ikut jejak Hary Tanoe. Karena banyak yang tak suka dengan kepemimpinan Surya Paloh,” jelasnya.
Hal itu, kemungkinan akan diikuti para ‘bajing loncat’ yang mencari kekuasaan atau kepentingan di dalam tubuh NasDem. Pasalnya, diketahui sumber pendanaan yang selama ini dimiliki NasDem, dikucurkan oleh Hary Tanoe.
“HT (Hary Tanoe, red.) itu kan pemodal besar, tentu banyak pelarian juga yang melihat NasDem kini hanya punya modal minim. Sekarang ini kan memang partai melirik kaum pemodal, eranya komersialisasi, dan NasDem memanfaatkan hal itu dari HT,” jelasnya.
Namun Ketua Dewan Pembina Partai NasDem Jawa Tengah, Siswadi, menyatakan mundurnya Harry Tanoe hanya akan mempengaruhi finansial partainya. “Kalau menurut pandangan kami, (mundurnya Hary Tanoe) tidak ada pengaruh terhadap partai. Paling-paling kalau ada pengaruhnya, ya, pengaruh finansial saja,” kata Siswadi. Ditambah lagi, kata Siswadi, figur Harry Tanoe juga tak memiliki pengalaman politik dan tak memiliki massa yang banyak.
Pengunduran diri Harry Tanoe ini adalah imbas dari konflik internal partai. Sudah lama santer beredar kabar kalau ada matahari kembar di tubuh NasDem, yakni Hary Tanoe dan Surya Paloh, mantan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar yang sudah menjadi rahasia umum bahwa ia mendirikan Nasdem lantaran sakit hati atas dua kali kekalahannya berturut-turut dari Jusuf Kalla dan Aburizal Bakrie dalam pemilihan ketua umum Partai Golkar.
Para analis politik seperti Indria Samego, Syamsuddin Haris dan Ibramsyah menilai, akibat krisis internal yang berlarut, Nasdem terancam kemelut dan menjadi partai gurem yang kalut. Karena sudah ribut, NasDem harus bekerja ekstra keras untuk konsolidasi agar lolos parliamentary threshold 3,5% dalam pemilu 2014.
”Sebab kalau gagal, Nasdem jadi parpol gurem dan karir politik Surya Paloh tenggelam,’’ pungkas Prof Iberamsjah. [KbrNet/adl – Source: Inilah.com/Berbagai sumber]







































Hikmah berkata
Belajar dari 6 kepemimpinan nasional sebelumnya, di Pemilu 2014 nanti, para pemilik suara yang sudah berpengalaman diobral janji ini pasti akan makin memperkecil kesalahannya dalam memilih siapa yang layak memimpin mereka 2014-2019 mendatang.
Para calon pemimpin dan wakil rakyat yang semata mengandalkan kekuatan uang dan politik (tidak benar-2 pro rakyat), apalagi gak bersih berpeluang dikomentari :
- Oh yang itu, cuma obral janji,
- Oh yang itu, cuma bagus kulitnya,
- Oh yang itu, cuma baik kalo ada maunya,
- Oh yang itu, cuma pesolek saja,
- Oh yang itu, cuma inget waktu pemilihan,
- Oh yang itu, cuma pamer derajat doang.
- Oh yang itu, cuma banyak bicara tapi sedikit bekerja,
- Oh yang itu, cuma membela diri and the genknya saja.
Dan yang beruntung adalah yang akan dikomentari sbb :
- Oh yang itu, bisa dipegang omongannya,
- Oh yang itu, memberi bukti bukan janji,
- Oh yang itu, emang tulus pengabdiannya,
- Oh yang itu, sedikit bicara banyak bekerja,
- Oh yang itu, pasti lurus orangnya,
- Oh yang itu, bener-2 merakyat orangnya,
- Oh yang itu, gak mentingin diri sendiri,
- Oh yang itu, benar-2 membela rakyat.
Kalau sudah begini, maka bisa kemungkinan YANG GUREM PUN BISA JADI IKAN GURAME, DAN SEBALIKNYA MALAH JADI SAPU-SAPU.
Hidup Demokrasi Pancasila 2014
doni berkata
gitulah kalau nafsu berkuasa yg dominan, lupa tujuan awal
menyedihkan
GUS DUR berkata
si PALOH ITU CUKUR AJA JENGGOTNYA BIAR JADI BANCI… GITU AJA KOK REPOT
GUS DUR berkata
HEI ADMIN, KENAPA KOMENT GUA NGGAK DI MUAT… DASAR BEGO LU
GUS DUR berkata
ADMIN NYA BEGOOOOOO……
GUS DUR berkata
KABARNET BEGO …..
fakhry berkata
politik itu cuma bagi-bagi jatah kekuasaan aja
Thaifah Manshurah berkata
sukurin
mampuslah kau bang bewok
kau punya tv(metro tv) dan koran(media indonesia)
kau pergunakan itu semua justru untuk “menyerang” ISLAM dan umat ISLAM
serta kau mati2-an membela bangsat yahudi
semoga ALLAH SWT membalas kejahatan yg kau lakukan
Maria Sitompoel berkata
INSYA ALLAH PARTAI NASDEM MENANG DALAM PEMILU 2014.
Ronin berkata
Enggak usah dimaki atawa dihujat partai NASDEM itu, Kalaw enggak suka ya tinggalinajah.
Enggak usah dipilih, kalo mau ikutin jejak sayah pilih aliran GOLPUT alias golongan PUTIH
artinya enggak ada yang dipilih alias abstain, Atawa GOLTEM, alias golongan hitam, yaitu
kita pilih semua !. COBLOS KUABEHHHH……..