Guru Besar UI: Posko Banjir Milik Parpol, Menjijikan!
Posted by KabarNet pada 20/01/2013

Guru Besar UI, Prof Dr. Iberamsyah
Jakarta – KabarNet: Dasar partai politik, apa saja dimanfaatkan untuk mencapai tujuan busuk politiknya. Termasuk momentum bencana banjir yang sedang melanda daerah Jakarta juga tak luput dimanfaatkan untuk meraih dukungan masyarakat korban banjir menjelang Pemilu 2014. Namun cara-cara kotor semacam itu justru dinilai negatif oleh masyarakat lantaran dianggap riya’, cari muka, pamer, dan sama sekali tidak ikhlas.
Guru besar ilmu politik Universitas Indonesia, Prof DR. Ibramsjah, juga mengkritik keras bermunculannya posko-posko berlogo partai politik (parpol) yang berlomba-lomba cari muka untuk menyalurkan bantuan di wilayah bencana banjir.
Menurutnya, perbuatan riya’ dan pamer itu malah akan menjauhkan simpati publik pada parpol. “Kalau mau membantu… bantu saja. Tak perlu dengan membuka posko yang disertai simbol-simbol partai,” kata Prof Ibramsjah, Jum’at (18/1/2013).
Ia menyatakan, masyarakat sudah cerdas menilai perilaku politik partai. Bantuan parpol yang disertai simbol-simbol partai tidak akan efektif mendongkrak elektabilitas parpol.
Menurutnya, parpol sebaiknya memberikan bantuan dengan ikhlas tanpa motivasi pamer atau mengharap imbalan dipilih saat Pemilu 2014. “Kalau membantu dengan atribut politik itu namanya riya. Tidak ikhlas dan menjijikan,” tandasnya.
Memberi bantuan tanpa menyertai atribut politik justru memberi keuntungan bagi parpol. Sebab, Ibramsjah percaya masyarakat yang menerima bantuan akan mencari tahu sendiri dari mana bantuan yang mereka terima berasal. “Masyarakat sudah pintar. Mereka akan cari tahu sendiri sumber bantuan yang didapatkan,” kata Ibramsjah.
Ibramsjah mengatakan eksploitasi parpol pada para korban bencana dengan cara memanfaatkan momentum bencana banjir menunjukan parpol tak memiliki konsep membangun masyarakat. Mereka harusnya membantu persoalan masyarakat tanpa harus menunggu bencana. “Parpol tak punya sistem membangun masyarakat.” pungkasnya. [KbrNet/adl – Source: ROL]







































Anonymous berkata
Yang penting niatnya prof..
Anonymous berkata
kalo niatnya tulus… ga usah pake pamer2 atribut parpol segala.
toh para korban banjir itu tau siapa yg kasih bantuan.
Rakyat sudah cerdas!
dasar parpol2 bajingan semua.
Anonymous berkata
Pihak pertama;parpol yang membantu dan meringankan beban korban banjir.
pihak kedua;pihak yang hanya bisa menghujat orang2 yg membantu korban banjir, sedangkan dirinya sendiri duduk manis dirumah ber_AC.
Siapa yang benar ?????
Saya yakin masyarakat sudah cerdas dalam menilai hal tsb….
(Arek Madura,Al-Furqan).
Anonymous berkata
kalo anjing2 parpol perampok uang rakyat itu dilarang pamer atribut politik, kira2 masih mau kasih bantuan ga yah???
(tor dinna, matte dissah)
ali zawawi berkata
kok kagak disebut nama partainya… Ini bisa menjadi fitnah.
cokro berkata
Ikhlas gak harus pake bendera..
se7 prof.. lanjutkan !!!
Ariefin berkata
Biarkn Mrka (Parpol) membantu dg mngatas namakan Partai,
Mmbuka Posko Banjir dg atribut2 Partai, dsb. .
Pada Knyataannya, para korban mmng mmbutuhkan bntuan2 itu,
dan Korban mrasa terbantu.
Yg Penting, ada Bantuan kpd Korban !!
Daripda hnya mngkritik tnp Tindakan !!
Bersatulah SaudaraKu . .
Anonymous berkata
prof. sudahkah anda berkontribusi untuk korban banjir ?
barangkali anda masih bisa tertidur pulas di malam hari sementara korban banjir susah untuk tidur..biarkan saja bantuan itu mengalir, daripada kontribusi kita hanya NATO !!
Anonymous berkata
prof. sudahkah anda berkontribusi untuk korban banjir ?
barangkali anda masih bisa tertidur pulas di malam hari sementara korban banjir susah untuk tidur..biarkan saja bantuan itu mengalir, daripada kontribusi yang sifatnya NATO !!
bangjasmin berkata
Banjir Pasti Berlalu
Mas Hudi berkata
RIA , PAMER ADALAH PERBUATAN TIDAK TERPUJI, LAKNAT ALLAH AKAN BERTAMBAH-TAMBAH.
Duafa nusa » smg berkata
Bencana > derita > perut > kemanusiaan. Memang gak etis klu bantuan ntk kampanye tp klu rakyat dah cerdas gak masalah krn urusan hidup mati umat manusia yg membutuhkan(emergency). Lalu klu ormas, instansi, usahawan/PT, polri, TNI bantu pa hrs lepas atribut…..?????!!!! Sempit tuh prof akalnya, jgn2 cemburu dia!!!!!!! dasar N A T O atau justru. prof. bebal ya…???!!!!!.
Anonymous berkata
Etika No 1:
Ormas, instansi, usahawan/PT, polri, TNI , dan seluruh makhluk di muka bumi (asalkan bukan anjing parpol dan politikus) BOLEH kasih bantuan dgn memajang atribut.
Kenapa?
—>Karena mrk bukan anjing parpol dn politikus.
Etika No 2:
Anjing Parpol dan Politikus TIDAK BOLEH kasih bantuan dgn pamer atribut.
Kenapa?
–> Karena mereka PUNYA TUJUAN POLITIK.
Etika No 3:
Baca dan hafalkan berulang kali Etika No 1 dan 2 di atas.
Kenapa?
–> Biar terlihat sedikit cerdas.
Ronin berkata
Masyarakat udah engga goblok lagi bisa ditipu PARPOL ! ! !.Mau pamer ke , mau riya ke,
engga ngaruh. . . . ….Kita tahu darimana uang yang diperoleh parpol itu, Paling juga duit
hasil PEMALAKAN !. KORUPSI anggaran….. engga ada yang halal…………
GO TO HELL WITH YOUR AIDS………..