KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

AS Cawe-Cawe, Mendikte Urusan Dalam Negeri RI

Posted by KabarNet pada 18/01/2013

Jakarta – KabarNet: Inilah bukti bahwa dalam urusan dalam negeri pun, Pemerintah Indonesia selalu “disetir” oleh negara-negara Barat. Seperti misalnya Amerika Serikat, ternyata ikut “cawe-cawe” menentukan kebijakan dalam negeri Indonesia. Bahkan saat pemerintah berniat membantu para petani udang dengan memberikan subsidi ala kadarnya pun dipersoalkan oleh Amerika Serikat.

Ironisnya, Pemerintah RI kelihatannya menurut saja diatur-atur oleh negara asing. Pemerintah Indonesia bahkan terlihat ketakutan dan tergopoh-gopoh membuat pernyataan bahwa tidak akan melakukan ‘tindakan subsidi’ seperti yang didiktekan oleh asosiasi pengusaha udang Amerika atau ‘Coalition of Gulf Shrimp Industries’ (COGSI).

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan sudah mempelajari tudingan AS soal dugaan subsidi dari produk udang ekspor Indonesia.

“Ada beberapa asosiasi lainnya di Amerika yang cukup sepadan pandangannya dengan pandangan kita dan ini kita akan coba lakukan dengan pengusaha, asosiasi dan pemerintah AS dalam waktu dekat,” ujar Gita, Rabu (16/1/2013).

Senada, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan tuduhan subsidi ini baru datang dari COGSI yang memberikan petisi kepada pemerintah AS. Namun, secara resmi AS belum mengirimkan surat kepada Indonesia terkait masalah ini.

Masalah ini, kata Bayu juga belum sampai ke WTO. Ia mengatakan tambak udang di Indonesia justru masih perlu didukung. “Tambak udang masih kurang, kita perlu lebih besar lagi mendukung mereka,” katanya.

Indonesia, kata Bayu juga sudah siap memberikan jawaban terhadap tuduhan dari pengusaha COGSI ini. Jika masalah ini bisa diselesaikan hingga tingkatan antar pengusaha maka masalah ini tidak perlu dilanjutkan lagi hingga tingkat WTO.

Selain Indonesia, AS juga menuduh Cina, Ekuador, India, Malaysia, Thailand, dan Vietnam melakukan subsidi terhadap produk udang yang diekspor.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutadjo yakin tuduhan subsidi ini tidak akan berdampak pada ekspor udang Indonesia.

Selain itu, revitalisasi tambak udang untuk meningkatkan produksi juga akan terus dilakukan. Ditargetkan, tambak-tambak udang yang direvitalisasi akan panen pada bulan Februari mendatang.

Sekalipun ada semacam kesepakatan internasional yang mengatur masalah subsidi perdagangan, namun pemerintah Indonesia harus memprioritaskan kepentingan dalam negeri, dalam hal ini kepentingan para petani udang. Kalau sebuah perjanjian internasional ternyata hanya akan merugikan kepentingan rakyat Indonesia, maka tak seharusnya pemerintah menandatangani perjanjian itu, dan mestinya lebih mengedepankan kepentingan rakyat Indonesia diatas kepentingan negara-negara asing yang menjebak pemerintah RI dalam sebuah kesepakatan yang jelas-jelas merugikan negara kita.

Sampai kapan negara Indonesia tercinta ini harus didikte dan diatur-atur oleh negara asing tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk dan demi  rakyat Indonesia? [KbrNet/adl – Source: ROL]

8 Tanggapan to “AS Cawe-Cawe, Mendikte Urusan Dalam Negeri RI”

  1. Amerika itu adalah negara para cowboy yg kemana mana selalu menenteng ‘pistol’ walaupun ke toilet sekalipun.

    Gambaran tersebut mencerminkan ‘karakter asli’ bangsa Amerika yg memang gemar mengancam, meneror, memaksa dan memperkosa hak asasi bangsa lain melalui demokrasi, hak asasi, liberalisme dan isme2x lainya yg semuanya itu demi menjaga supremasi dan hegemoni Amerika di dunia.

    Campur tangan Pemerintah Amerika kepada indonesia ini bukanlah hal yg baru melainkan sudah menjadi hobi mereka untuk mengobok2x kewibawaan pemerintah indonesia dan hal ini juga dilakukan Pemerintah Amerika kepada negara lain semata mata untuk menjaga kepentingan segelintir orang (Para Kapitalis) Amerika dan merugikan kepentingan orang banyak (wong cilik).

    Sesuai dengan kebijakan politik luar negaeri Amerika yang AGGRESIF melalui STICK AND CARROT POLICY maka Amerika dengan bebas menekan dan mengancam negara lain sekaligus menjadikan pemerintah boneka alias JONGOS sehingga mudah diatur dan dikendalikan (CARROT) dan jika melawan dan tidak mau diatur maka diberi STICK (sanksi, isolasi, invasi, velvet operation, false flag).

    Satu satunya solusi menghadapi keculasan Pemerintah Amerika ini dengan Jihad dan perlawanan karena mereka tidak mengenal bahasa diplomasi tetapi dengan peperangan dan kekerasan. Namun Jihad dan perlawanan disini bukan hanya fisik tetapi yg paling penting KEMANDIRIAN, KEPERCAYAAN PADA KEMAMPUAN DAN POTENSI DIRI SENDIRI TIDAK BERGANTUNG KEPADA BANGSA LAIN, MEMAJUKAN IPTEK DAN MENINGKATKAN MORAL DAN KEIMANAN.

    Seperti Ungkapan Bung Karno yang tanpa ragu-ragu dan penuh kepercayaan diri kepada Uncle Sam (USA) :

    ” America Go To Hell ”

    Hehehe… gitu aza kok repot.

  2. Anonymous berkata

    AMERIKA SERIKAT ADALAH NEGARA MAJU mungkin kalau di atur amerika indonesia bisa maju,, kata si pemimpin yang goblok….

  3. tan panama berkata

    Makanya Bung Karno anti nekolim, keluar dari PBB, berdikari ….

  4. Jebplan SD berkata

    Sekali lagi diingatkan bahwa keberanian A dan sekutunya dalam menyetir negara-2 lain adalah selain yang sudah diungkapkan oleh rekan-2 di atas juga dan yang paling dominan adalah UTANG LUAR NEGERI. Sekuat apapun kekuatan suatu negara, sehebat apapun kemampuan diplomasi suatu negara dan setinggi apapun kewibawaan (pengaruh) suatu negara ketika negara tersebut PUNYA UTANG LUAR NEGERI BESAR pada organisasi-2 keuangan dunia dimana ternyata pemegang saham atau donatur-2 utamanya adalah mereka, maka jangan harap pemerintah negara tersebut bisa mengucap ‘NO !” pada mereka, apalagi “GO TO HELL !” kayak BUng Karno.

    Why ???

    Karena hutang luar negeri pada gilirannya malah menempatkan posisi negara pada TIDAK PUNYA KEMAMPUAN UNTUK MENAWAR ATAUPUN MENOLAK APAPUN YANG DIINGINKAN NEGARA-2 KREDITUR (PEMBERI HUTANG). Bagaimana negara bisa menawar atau menolak kalau akhirnya malah ditekan, sementara kemampuan untuk melunasi sekaligus belum ada.

    Maka dari itu di Pemilu mendatang, carilah pemimpin negara yang punya tawaran politik STRATEGI PELUNASAN HUTANG LUAR NEGERI SECARA CEPAT sebagai agenda politik utamanya, karena sadar atau tidak semua problematika yang sekarang dirasakan oleh rakyat Indonesia justru berawal dari kelemahan posisi negara akibat Hutang Luar Negeri.

    HUtang Luar Negeri, antara manfaat dan mudaratnya tidak sebanding. Jadi mulailah dibuat program pelunasan hutang luar negeri secara cepat dan peningkatan kemandirian negara dengan menggali berbagai potensi kemampuan Indonesia sebagai negara terkaya di dunia sejatinya.

  5. Emang yahudi ada di mana2,mrk dg capitalnya, kecerdasanya melakukan kepicikan menindas umat manusia luar rasnya. Amerika adalah anthek zionis/ tangan kanan zionis. Cuma kapan RI 1 pny keberanian ntk tdk tergantung/dikendalikan AS dan mau mandiri berdikari bangsanya ntk mensejahterakan rakyatnya…., Itu yg saya mimpikan.

  6. Jebolan SD berkata

    Apalagi jika hutang luar negeri itu tidak dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya alias malah dikorupsi …… OALAAAAH bangsaku ini udah jatuh ketiban tangga pula. Bisa jadi memang sudah satu paket dari sananya antara memupuk ketagihan bikin utang luar negeri dengan korupsi, agar negara peminjam makin tidak mampu bayar utangnya. Kalau sudah begitu si renternir tinggal ngatur-2 seenak udel nya saja dan para peminjam ini cuma bisa tertunduk malu sambil berkata “YES MAY LORD” Kalo sudah begitu, maka hIlanglah sudah jati diri bangsa tercinta ini. OH INDONESIAKU !

  7. Anonymous berkata

    oalah yo yo….. katanya orang indonesia udah pinter pinter???
    tapi kenapa negara yang sudah MERDEKA tetap mau diatur negara barat..(AS)
    ayo para petinggi dinegri ini……….jadikan negara SINGA nya dunia..
    kita semua tahu america dulu dibuat mati kutu waktu kepemimpinan ir.soekarno

  8. HIKMAH berkata

    Mau tahu rahasianya ???

    Pertama :
    Jangan pernah punya hutang luar negeri yang susah dibayar cepat.
    Karena kalau punya hutang luar negeri yang sulit dilunasi, negara lain (pemberi hutang) punya kecenderungan ikut campur urusan dalam negeri, bahkan ikut mengatur sesuai kepentingannya.

    Kedua :
    Tidak harus menjadi anggota organisasi yang bisa diatur oleh negara lain.
    Karena salah-2 bukan manfaat yang didapat, melainkan batasan-2 yang tidak menguntungkan negara sendiri.

    Ketiga :
    Negara dipimpin oleh orang yang didukung seluruh atau sebagian besar rakyatnya.
    Karena suara terbanyak cenderung mewakili kepentingan bersama seluruh rakyat.

    Keempat :
    Negara harus tegas menunjukkan jati dirinya sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat baik secara de juro maupun de fakto.

    Kelima :
    Negara harus mengetahui potensi kemampuan dan kelemahan dirinya dan menjadikan kelemahan diri itu sebagai acuan untuk meju dengan sedapat mungkin memanfaatkan potensi kemampuan diri yang dimiliki alias tidak terlalu mengandalkan apalagi sampai menjadikan ketergantungan dengan pihak lain.

    Keenam :
    Bergaul dengan negara lain dalam kerangka pergaulan yang sederajat dan saling menguntungkan, jadi bukan menjadi jongos yang setiap saat cuma bisa berkata “Yes my Lord” dalam ketidakmandirian dan ketidakberdayaan.

    Ketujuh :
    Negara harus menjadikan bebas KKN sebagai ukuran kelayakan warga negaranya untuk hidup di negara tersebut.

    Kedelapan :
    Negara harus menjadikan pendidikan dan informasi sebagai jembatan yang mengantarkan warganya untuk menjadi bangsa yang maju.

    Kesembulan :
    Negara wajib melindungi seluruh rakyatnya tanpa kecuali, termasuk dari tangan-2 jahil yang berusaha memelintir hukum negara untuk kepentingan asing.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: