Ruhut Sitompul vs “Mak Lampir Ember Bocor”
Posted by KabarNet pada 29/12/2012
Jakarta – KabarNet: Di dalam tubuh Partai Demokrat sedang terjadi pertarungan internal antara Politisi vocal Ruhut Sitompul yang sedang berusaha disingkirkan oleh para loyalis sang ketua umum, Anas Urbaningrum. Bahkan Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR-RI, Nurhayati Ali, secara terang-terangan mengakui fraksinya sedang mempertimbangkan mencopot Ruhut dari Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Namun Ruhut enggan menanggapi wacana pencopotan dirinya. Ruhut malah menganggap Nurhayati Ali sebagai “Mak Lampir Yang Embernya Bocor”! “Kalau dia ngomong anggap aja ember bocor!! Namanya Mak Lampir… tidak benar!!” cetus Ruhut, di Jakarta, Kamis (27/12/2012).
Ruhut menuding wacana evaluasi terhadap dirinya dari komisi yang membidangi hukum itu dalam rangka melindungi Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, dari kritikan-kritikannya terkait kasus dugaan korupsi yang melibatkan Anas.
“Apa dia (Nurhayati Ali, red.) takut saya mengganggu Gede Pasek yang dipasang di Komisi III untuk lindungi Anas,” sindir Ruhut tajam.
Ruhut tidak khawatir jika dirinya betul-betul dipindahkan dari Komisi III DPR. Ia bahkan bertekad tidak akan pernah diam dan berhenti untuk terus meminta Anas Urbaningrum mundur dari jabatannya sebagai ketua umum demi menyelamatkan partai binaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
“Saya tak rugi, yang rugi Demokrat, selaku pengikut Tuhan aku ini tetap Kepala… bukan Ekor. Jadi, di manapun saya ditempatkan, saya tetap berlian yang bersinar,” tegasnya.
Fraksi Partai Demokrat memang sedang mewacanakan untuk melakukan evaluasi terhadap Ruhut Sitompul dari anggota Komisi III DPR. Wacana itu diungkapkan langsung oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, Nurhayati Ali.
Tidak tanggung-tanggung, Fraksi Partai Demokrat di DPR bahkan punya rencana untuk menggeser Ruhut dari Komisi III DPR yang selama ini membesarkan namanya. Tentu rencana ini semakin memojokkan Ruhut di internal partai setelah sebelumnya DPP Partai Demokrat resmi mencopot Ruhut dari jabatan sebagai Ketua Departemen Kominfo. Sebelumnya, Ruhut juga sudah dicopot sebagai anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR. ”Kami sedang mempertimbangkan menggeser dari komisi III,” ungkap Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, Nurhayati Ali.
Ruhut Sitompul selama ini dikenal sebagai satu-satunya anggota Partai Demokrat yang berani dengan lantang secara terang-terangan meminta Andi Mallarangeng dan Anas Urbaningrum mengundurkan diri dari jabatannya. Andi akhirnya terpaksa mundur sebagai Menpora setelah ucapan Ruhut terbukti kebenarannya, bahwa dia (Andi Mallarangeng) memang terlibat kasus korupsi Hambalang. Sementara Anas masih keukeuh menduduki posisinya sebagai ketua umum.
Walau begitu, Ruhut masih tetap ngotot meminta Anas untuk mundur. Bagi Ruhut, Partai Demokrat hanya bisa selamat kalau Anas mundur.
Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, Nurhayati Ali, dalam refleksi akhir tahun, Rabu (26/12/2012) juga mengakui bahwa Partai Demokrat juga telah mengirimkan surat ke setiap anggota untuk menjaga sikapnya. “Kami akan menindak kader yang pernyataannya tak loyal pada partai,” katanya.
Belakangan ini memang tersiar berita bahwa gerak Ruhut Sitompul di Partai Demokrat kini makin dibatasi, tidak hanya di kepengurusan partai, bahkan juga di fraksi di DPR. Hal itu lantaran kevokalan Ruhut dalam menuntut sejumlah kader elit Demokrat yang terlibat korupsi untuk mundur. Dua nama yang paling sering diminta mundur oleh Ruhut adalah Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, dan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng. Satu dari orang yang dituntut mundur oleh Ruhut akhirnya ternyata betul-betul oleh KPK ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Hambalang, yaitu Andi Mallarangeng. Terlepas dari kepribadiannya yang kontroversial, namun lagi-lagi kevokalan Ruhut Sitompul terbukti kebenarannya. [KbrNet/adl]







































Anonymous berkata
Gaya si Voltak ini memang sangat diperlukan untuk mengacak-acak Partai Demokrat
wong bersih berkata
lebih bijaksana kalo gaya si Voltak ini memang sangat diperlukan untuk mensterilkan Partai Demokrat dari para koruptor, kelompok yang mementingkan kepentingan kelompok tertentu di internal Partai Demokrat
Polisi berkata
Meski kontroversial, terbukti Ruhut adlh orng yg berpikir paling rasional di Demokrat.
jauh2 hari Ruhut sdh teriak2 agar nama2 yg di-sebut2 oleh Nazaruddin spy mundur. Trnyata betul khan? Yg dituding Nazar akhirnya satu2 masuk penjara KPK. Angelina Sondakh sdh jd terdakwa. Ga lama lg Andi Malarangeng yg sdh ditetapkan sbg tersangka pasti masuk bui KPK. Berikutnya pasti Anas dan BAJINGAN2 yg ada di Banggar DPR.
kita tunggu aja.
Salut buat si Poltak Ruhut Sitompul, ternyata kau yg paling “waras” di Demokrat.
Lovely Maria Eva berkata
bang poltak, karena lebih GAHAR akhirnya dikeluarkan, mengenaskan…. tapi itulah politik, AIB adalah salah satu yang harus ditutupi dengan menjilat “KOTORAN IMPERILISME”
tan panama berkata
PARTAI POLITIK DIIBARATKAN KENDARAAN
Partai Politik (parpol) dijadikan kendaraan untuk meraih ambisi, di era reformasi parpol jadi syarat utama untuk meraup Berhala Reformasi 3K (Kaya, Kuasa, Kuat) melalui pesta demokrasi lima tahunan. Berikut parpol pemenang Pemilu 2009, sesuai nomer urut pemilu 2009, jika memang sebagai kendaraan politik :
1. PARTAI HATI NURANI (Hanura) :
Biasa bergerak, beroperasi dengan sistem komando. Remnya terkenal pakem. Bisa menyelonong sendiri, seolah tanpa kendali. Mengandalkan pandangan ke depan, tanpa memperhatikan kaca spion. Full tank, siap kemana saja. Tidak mau repot ke pelosok, membuka jalur perintis, mengandalkan peta lama. Susah bermanuver di medan nyata.
5. RAKYAT PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA (Gerindra) :
Suara mesin nyaris tak terdengar, khusus medan di bawah bayang-bayang atau membutuhkan zona aman yang nyaman. Bukan kendaraan yang multi guna. Bahkan khusus di jalan raya. Tidak bisa untuk angkutan umum, atau hanya melayani jalur khusus.
8. PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) :
Bulit up atau rakitan dalam negeri tidak jelas. Suku cadangnya terbatas, tetapi di jual bebas di pasaran. Tujuan dan rute tergantung keinginan dan kepentingan penumpang. Sopir berfungsi sekedar mufakat. Calon penumpang bebas memilih kendaraan yang diminati. Menang merk, atau karena kendaraan yang siap pakai. Asal jangan sebagai kendaraan bak terbuka.
9. PARTAI AMANAT NASIONAL (PAN) :
Tergantung desain besarnya, cetak biru dari kemanfaatan atau fungsi kendaraan khusus ini. Setiap saat bisa turun mesin, ganti sopir di tengah jalan. Kapasitas mesin disesuaikan dengan medan yang akan ditempuh. Mesinnya bisa kanibal dari berbagai tipe. Kendaraan spesialis Reformis, setelah itu hanya masalah waktu.
13. PARTAI KEBANGKITAN BANGSA (PKB) :
Mesin diesel, bertenaga badak. Rute yang akan dijalani tergantung yang merawat dan meruwat mesin. Bisa diajak ke alam bebas, bisa diajak pamer kekuatan, bisa diajak lari santai. Sopir/penumpang fanatik betah dengan kendaraan ini. Dalam lalu lintas politik, kendaraan ini sulit diajak kompromi demi aman sampai tujuan.
23. PARTAI GOLONGAN KARYA (Golkar) :
Pengalaman menang perang di era Orde Baru, 6 kali pemilu mengantar Soeharto jadi RI-1. Pabrik menteri, gubernur sampai lurah/kades. Kebanyakan sopir, mulai sopir keluarga sampai sopir tembak, yang merasa bisa jadi RI-1. Pabrik koruptor sampai tingkat kabupaten/kota. Tidak sabar antri, semakin banyak saingan, walhasil kader politisi sipil atau dari mantan petinggi militer mendirikan parpol. Wadah berbagai kepentingan, ada yang jarak pendek atau kutu loncat atau jarak jauh.
24. PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (PPP) :
Kendaraan jarak jauh sejak zaman Orde baru, tahan banting. Pernah punya sopir handal. Sekarang kekurangan sopir berkarakter, khususnya untuk membawa penumpang dengan tujuan akhirat saja. Penumpang tidak banyak protes. Walau di rute basah, pesaingnya nampak lebih cerdas. Kendaraan ini tidak cocok di medan bebas, yang menghalalkan segala cara. Menghadapai pasal hukum yang dipakai, siapa kuat akan memang, kendaraan ini jangan sekedar coba-coba dilagakan.
28. PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN (PDI-P) :
Kendaraan tua yang ganti merk dan logo, sudah balik nama menjadi hak milik keluarga. Sopir betah duduk di kursi pengemudi, sambil menyiapkan sopir pengganti. Ban serep pun harus bermerk atau ada inisal “BK”. Kader atau penumpang terbaik hanya disiapkan untuk mendorong jika kendaraan mogok, ngadat atau kesalip kendaraan lain. Kendaraan khusus mengantar yang punya.
31. PARTAI DEMOKRAT (PD) :
Umur teknis kendaraan ini memang dirancang bangun untuk dua periode. Banyak penumpang gelap yang hanya menggerogoti dari dalam. Antar penumpang rebutan kursi sopir. Sesama penumpang pun tega sikut-sikutan. Petugas yang mengutip pajak penumpang (Bendaharawan Umum) membuat kendaraan rapuh di dalam. Terkadang saat melaju, roda belakang mau menyalip roda depan. Sopir terakhir hanya mempertahankan kendaraan agar sampai finish 2014.
——————