Pangdam IV Diponegoro: Jangan Coba-coba PKI Bangkit!
Posted by KabarNet pada 18/12/2012
Semarang – KabarNet: Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Hardiono Saroso menegaskan akan memberangus PKI bila bangkit kembali. Ia mensinyalir adanya indikasi geliat kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Laporan tersebut bersumber dari jaringan intelijen Kodam IV/Diponegoro yang melaporkan adanya sejumlah pertemuan yang telah digelar di sejumlah daerah di Jawa Tengah dan DIY oleh orang-orang eks-PKI. Laporan itu diungkapkan oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Hardiono Saroso usai memimpin upacara peringatan Hari Juang Kartika tahun 2012 di Lapangan Parade Makodam IV/Diponegoro, Sabtu, (15/12).
Pangdam menegaskan, apabila gerakan-gerakan komunisme tersebut benar-benar muncul, maka Prajurit Kodam IV tidak akan memberikan toleransi sekecil apapun. Keberadaan PKI akan ditumpas sampai habis apabila benar-benar terbukti melakukan gerakan komunis.
Menurut Pangdam, Kodam Diponegoro mengklaim sudah memiliki data-data kelompok-kelompok tertentu yang berusaha untuk menghidupkan kembali gerakan PKI. Dari data tersebut, ada orang-orang yang benar-benar eks PKI (orang lama) dan ada juga generasi penerusnya. “Kami sudah mengendus adanya indikasi munculnya PKI. Perlu dicatat, jangan coba-coba PKI bangkit di wilayah Jateng dan Jogja, pasti akan saya tumpas dan hancurkan. Hancurkan itu ngerti? Hancurkan ya tak pateni (saya bunuh),” tegas Pangdam.
Dia tidak akan segan menambak mati orang-orang yang berani menghidupkan kembali komunisme di Jawa Tengah. “Kalau ada, saya tidak akan segan-segan menembak kepalanya,” tegasnya lagi.
Indikasi geliat bangkitnya PKI di wilayah Propinsi Jateng dan DIY, konon sudah tercium oleh aparat TNI sejak beberapa pekan terakhir. Namun, menurut Saroso, sampai sejauh ini indikasi kemunculan PKI tersebut belum mengarah pada tindakan-tindakan komunisme.
Munculnya indikasi adanya PKI di Jawa Tengah dan DIY, menurut Pangdam dapat dideteksi dari adanya sejumlah kalangan yang menyatakan ingin meluruskan sejarah pemberontakan G30 S/PKI dalam sejarah Indonesia. “Baik di Jogja maupun Jawa Tengah semua ada indikasi itu,” katanya.
Menurutnya, sejarah pemberontakan G30S/PKI pada 1965 tak bisa diluruskan, karena memang telah terbukti kebiadabannya. “Bapak saya tentara [TNI] sehingga tahu persis kebiadaban PKI, sehingga kalau muncul lagi di Jateng dan DIY pasti akan saya hancurkan,” ungkapnya.
Pangdam memerintahkan, kepada seluruh prajurit Kodam IV/Diponegoro untuk terus memasang mata dan telinganya untuk mewaspadai setiap gerakan-gerakan oleh orang-orang yang hendak mengidupkan kembali PKI di Jateng dan DIY. Kepada masyarakat, Pangdam mengimbau supaya bersikap waspada, serta memegang teguh nilai-nilai Pancasila. “Jangan sampai terpengaruh terhadap ajaran komunis dan PKI,” katanya. [KbrNet/Slm]
Entri ini dituliskan pada 18/12/2012 pada 19:16 dan disimpan dalam Hukum, Kabar Umat, Nasional, Peristiwa. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.







































Alwi Ali berkata
JIL pemberi angin segar pada PKI atas nama HAM, sebelum menumpas PKI seharusnya JIL dulu yang dilibas.
anti NWO berkata
“Kalau ada, saya tidak akan segan-segan menembak kepalanya,”
tembak tuh si ribka ciptaning
orang komunis anggota DPR dr partai PDI-P
Maria Sitompul berkata
Awasi gelagat orang2 simpatisan PKI di semua lini. JIL harus diwaspadai…!!!
Tan Panama berkata
1948 dan 1965 PKI makar. Setelah itu kawanan parpolis se Indonesia menggerogoti bangsa dan negara secara sistematis, terbuka dan berkelanjutan. Dalam bentuk koalisi, oposisi setengah hati, kompetisi korupsi antar parpol, jual beli kursi eksekutif/legislatif.
parnadya berkata
Yang menjadi anggota DPR juga ada. bahkan ada yang bangga jadi anak PKI. Kalo mereka mulai bangkit dan menunjukkan kegiatannya untuk kebangkitan PKI ya dilibas saja…