KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

Upah Naik, Investor Hengkang, 10 Ribu Buruh Nganggur!

Posted by KabarNet pada 29/11/2012

Jakarta – KabarNet: Isu tentang wacana hengkangnya sejumlah perusahan raksasa dari Indonesia semakin santer. Para investor asing dan pengusaha besar di Indonesia sedang melirik Myanmar, Vietnam dan Laos sebagai negara tujuan untuk mengalihkan modal dan aset mereka dari Indonesia sebagai reaksi logis atas kenaikan upah yang dituntut serikat buruh.

Pihak pengusaha berpendapat, pemerintah lah yang berkewajiban untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat (dalam hal ini buruh), yakni dengan menciptakan ‘iklim ekonomi yang tidak berbiaya tinggi’. Bukannya mengalihkan kewajiban tersebut kepada pihak pengusaha yang akan membebani perusahaan, dan ujung-ujungnya berdampak terhadap kelangsungan hidup perusahaan dan buruh itu sendiri.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Pengupahan dan Jaminan Sosial, Hariyadi Sukamdani, memaparkan, setidaknya terdapat 10 ribu buruh yang terancam akan kehilangan pekerjaan akibat kebijakan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta. Itu baru di Jakarta saja, kalau menular ke perusahaan-perusahaan lain di seluruh Indonesia angkanya bisa mencapai ratusan ribu, bahkan jutaan buruh yang terancam kehilangan pekerjaan. Kalau hal itu sampai terjadi akan merupakan malapetaka ekonomi bagi rakyat Indonesia.

“Soalnya, hingga saat ini, sudah ada sebanyak 100 perusahaan garmen yang menyatakan mau tutup akibat kebijakan tersebut,” ujar Hariyadi, Selasa, (27/11/2012).

Jumlah buruh tersebut, katanya, baru dari industri garmen. Di luar itu, masih ada pengusaha sepatu yang juga sudah menyampaikan niat untuk menutup usaha dan memindahkannya ke negara Asia lain lantaran tak sanggup memikul beban kenaikan biaya produksi akibat naiknya upah pegawai.

Perusahaan yang sudah menyampaikan niatan untuk menutup usahanya tersebut rata-rata merupakan usaha padat karya di Kawasan Berikat Nusantara. Perusahaan tersebut, kata Hariyadi, rata-rata bergerak di bidang usaha garmen yang dikembangkan oleh pengusaha Korea dan Jepang. Bahkan, menurut dia, Duta Besar Korea dan Jepang sudah menyampaikan keluhan mereka atas kebijakan kenaikan UMP ini pada Kadin dan Apindo.

Ia mengaku tidak tahu soal adanya rapat yang digelar oleh pemerintah untuk membahas kenaikan UMP ini di Istana Merdeka. Menurut dia, apabila pengusaha diundang untuk membahas, mereka juga tidak bersedia hadir karena pendapat mereka selama ini juga tidak dihargai pemerintah. “Ini akibat kebijakan populis pemerintah sendiri. UKM bisa remuk, padat karya juga tutup,” kata dia. [KbrNet/adl]

9 Tanggapan to “Upah Naik, Investor Hengkang, 10 Ribu Buruh Nganggur!”

  1. ahok berkata

    nah lo… makanya klu buat kebijakan pikir-pikir dulu dong pak jokowi… otak di pake, jng dengkulnya.. ya pak.

  2. Pengusaha berkata

    @Ahok

    Setujuuuuu…
    kalo semua perush rame2 pindah ke myanmar, vietnam dan laos, trs gmn nasib para buruh?

    memang pemerintah brengsek cuman mau enaknya aja. Ga mikir.

  3. juhaiman berkata

    He… he… itulah kebodohan pemimpin kita.
    Upah buruh kita dengan cina tidak jauh jauh amat sekitar 2 jutaan….
    Tetapi buruh cina dapat subsidi dari pemerintahnya , subsidi perumahan , subsidi pendidikan, subsidi kesehatan … sehingga mungkin mereka bisa nabung sekitar 500 ribuan per bulan.
    Buruh kita ??? BORO BORO .. duit upah 2 jutaan cuma sisa di SEPTIC TANK saja ……..
    Indonesia sudah lebih KAPITALIS DARI biangnya ( AS ) … tapi bodo …….pastilah modal akan lari kalu buruh di indonesia mahal ……
    Tinggal sekarang buruh gigit jari …..

  4. Rakyat biasa berkata

    hah.. investor asing pindah..? bagus dong .. peluang bangsa sendiri untuk berusaha di negri sendiri semakin terbuka lebar

  5. @ Saudara Muslim

    Allaahu Akbar, Alhamdulillaah, akhirnya PBB mengakui bangsa Palestina sebagai negara yg merdeka dan berdaulat

  6. harusnya pemerintah yang segera turun tangan, cari solusi yang sama-sama menguntungkan, kalo gak bisa..MUNDUR AJA, cuman ngabisin duit rakyat aja.

  7. Simalakama emang…

  8. WOI berkata

    Ketika pengusaha asing pada kabur, pengusahan nasional bis berkiprah, waaaahhhh ….. muantaaap !!!

  9. cemen bin culun bin katro tapi gak pernah ngarep pengen kaya instan ketemu sama khodam ayat 1000 dinar berkata

    @Rakyat Biasa & WOI bagaimana bisa berkiprah mas bro??? Tanpa didukung sama kemampuan dan modal. Kalau bukanya cuma warung makan semua sapa yang mau beli masyarakatnya aja pada gak punya penghasilan. Kan gak bisa di pungkiri dari jaman dulu tuh bangsa kita bangsa buruh. Sekolah, Kuliah tinggi2 cuma ujung2nya kerja, bukan menciptakan lapangan kerja. Slalu takut ama kedepan, mau buka usaha kecil aja mikirnya berkali2, bangsa laen maju udah ampe mana tau, kita masih aja mikir. JUJUR mas bro berdua pasti punya pikiran kayak gitu, gak usah bilang enggak. Itu udah pikiran standar masyarakat kita mas bro, banyak berfikir, sedikit bertindak. Akhirnya ya jadi buruh aja.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: