KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

Densus 88 Tembak Mati Seorang PNS

Posted by KabarNet pada 04/11/2012

Poso – KabarNet: Warga Poso marah, gara-gara seorang tokoh Islam setempat, Ustadz Yasin, ditangkap Densus 88 Antiteror Polri. Emosi warga makin tersulut setelah Kholid, seorang PNS yang bertugas sebagai Polisi Hutan tewas ditembak aparat densus 88.

Kholid ditembak Satuan Densus 88 Antiteror saat berlangsung penggerebekan di Desa Kayamaya, Kecamatan Poso Kota, SulawesiTengah, Sabtu (3/11/2012. Kholid dituduh sebagai pembuat peta di kawasan Gunung Biru, Dusun Tamanjeka, Kecamatan Poso Pesisir. Lokasi itu diduga dijadikan tempat pelatihan militer.

Atas penggerebekan yang menewaskan Kholid ini, warga Poso marah kepada polisi. Puluhan massa yang marah melakukan pemblokiran dan mencabuti rambu-rambu serta membakar semua fasilitas milik pemerintahan yang berada di jalan Trans Sulawei. Sebuah Pos Polisi Lalu Lintas di depan Pasar Sentral Poso bahkan dibakar massa. Mereka juga melempari polisi dengan bom pipa paralon.

Aksi pemblokiran tersebut berlangsung di Kelurahan Kayamanya, Poso Kota, salah satu tempat yang menjadi sasaran operasi gabungan Detasemen Khusus 88 Anti-Teror dan TNI. Jalur transportasi trans Sulawesi yang menghubungkan sejumlah daerah dari dan ke Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, lumpuh karena aksi pemblokiran jalan oleh warga pasca penembakan. Pemblokiran jalan tersebut dilakukan warga dengan cara memasang palang kayu dan aksi membakar ban bekas di jalan raya. Melihat hal itu seluruh aktifitas pertokoan dan pasar langsung ditutup oleh warga menghindari peluru nyasar.

Warga bereaksi keras! Karena mereka mengenal Ustadz Yasin selama ini merupakan tokoh masyarakat yang membaur. Tuduhan sebagai “teroris” kepada Ustadz Yasin dan Kholid, bagi warga Poso bak mendengar petir keras di siang bolong yang tengah terik oleh mentari.

Tak hanya itu, keluarga korban dan masyarakat di Poso tambah marah lantaran pemberitaan media yang menyebut korban tewas adalah terduga teroris. Pemberitaan Metro TV yang tidak jujur dengan mengungkapkan terjadi baku tembak saat penangkapan ustadz Yasin dan penembakan Kholid oleh Densus 88 di Poso. Padahal menurut warga sekitar yang menyaksikan, sama sekali tidak ada perlawanan, sebab Kholid baru saja pulang shalat Subuh, seperti halnya Ustadz Yasin.

Seperti diberitakan voa-islam.com, Warga Jalan Sabang Desa Kayamanya Kota Poso yang menyaksikan terjadinya penangkapan tersebut rupanya merasa geram dengan pemberitaan yang sama sekali tidak benar itu.

Sekitar pukul 10.30 WITA atas inisiatif seorang warga guna meluruskan berita tersebut maka diundanglah wartawan Metro TV yang bernama Bayu Prayudhanto untuk meluruskan berita sebenarnya dengan mewawancarai warga yang melihat kejadian dan meminta keterangan dari keluarga Kholid dan keluarga Ustadz Yasin.

Namun, masyarakat yang tengah geram atas tindakan sewenang-wenang Densus 88 dan pemberitaan tidak jujur tersebut kemudian melampiaskan kemarahannya pada Bayu. Massa dengan serentak tiba-tiba datang untuk menghakimi Bayu. Beruntung sebagian warga yang lain mencoba menenangkan dan menyelamatkan Bayu. Akibat aksi warga yang marah terhadap pemberitaan tak jujur Metro TV tersebut, Kamera yang dibawa oleh Bayu hancur demikian juga dengan mikrofon.

Namun demikian Bayu tidak mengalami luka karena dilindungi oleh warga lainnya yang berada di tempat kejadian. “Kamera dan mikrofon wartawan Metro TV hancur dibanting warga yang marah,” ujar Yudi warga setempat yang menyaksikan kejadian itu, Sabtu (3/11/2012).

Sementara Bayu dengan dikawal warga tengah mendampingi keluarga korban penembakan Densus 88 bersama anggota Majelis Ta’lim Masjid Al Muhajirin yang mendatangi Polres Poso guna meminta pemulangan jenazah Kholid yang dibunuh oleh Densus 88.

Pihak kepolisian berencana membawa jenazah Kholid ke Jakarta. Bahkan jenazah Kholid sudah sampai di Rumah Sakit Bhayangkara, Palu. Namun pihak keluarga korban menolak. Keluarga Kholid dan ratusan umat Islam mendatangi Polres Kota Poso. Saat ditemui, keluarga meminta jenazah Kholid tidak diberangkatkan ke Jakarta, keluarga meminta untuk dipulangkan saja.

Usaha keluarga Kholid dan masyarakat muslim Poso yang menuntut agar jenazah korban pembunuhan oleh Densus 88 dikembalikan akhirnya membuahkan hasil. Setelah diperiksa selama empat jam di RS Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah di Kota Palu, jenazah Kholid akhirnya diambil keluarga dan dibawa ke desa Kayamanya kota Poso Sulawesi Tengah, pada Sabtu (03/11/2012) pukul 18.30 WITA.

Kondisi jenazah Kholid sangat mengenaskan karena terdapat luka tembak di atas kepala dan tembus ke dagu dengan kondisi dada sobek hingga ke perut. “Ada bekas tembakkan di ubun-ubun tembus di dagu, dada dibelah sampai bagian perutnya,” ujar Farhan salah seorang warga Kayamanya, Poso yang turut menyaksikan jenazah Kholid, pada Sabtu (03/11/2012).

Perlu diketahui, Kholid adalah seorang PNS sebagai Polisi Kehutanan. Ia memiliki seorang istri yang tengah hamil dan seorang anak. Korban diketahui adalah seorang pegawai negeri sipil di Dinas Kehutanan Poso. Korban juga adalah putera dari salah seorang mantan anggota DPRD Poso. Keluarga Kholid tinggal di Jalan Pulau Sabang Desa Kayamanya Kota Poso. Ia bersama ustadz Yasin ditangkap usai melaksanakan shalat Shubuh. Keluarga korban dan masyarakat di Poso marah akibat pemberitaan media yang menyebut korban tewas adalah terduga teroris. [KbrNet/Slm/Voa-Islam]

10 Tanggapan to “Densus 88 Tembak Mati Seorang PNS”

  1. Anonymous berkata

    DENSUS 88 ANJING BIADAB!!!

  2. Anonymous berkata

    DENSUS 88 THE REAL TERORIST!!!GO TO HELL!FUCK OFF!

  3. Tan Panama berkata

    teror kata oleh metroTV lebih kejam daripada firnah. harus diberi reward oleh PWI, atau kumpulan jurnalistik yang ada.

  4. ujang tasik berkata

    mari kita sadar, kita sebagai umat islam dijadikan target operasi oleh densus yang didanai oleh amerika…perlu diketahui, di tubuh densus banyak non muslimnya…jadi wajar jika umat islam terus dizalaimi…mari kita lawan…allooohu akbar! densus seharusnya dibubarkan saja….aneh di negara mayoritas muslim, pemerintah menganak tirikan agama mayoritas dan umatnya!

  5. banyak anggota polisi & TNI yg mati dibantai oleh OPM di papua
    tapi malah dibiarin
    nah orng baru diduga teroris, langsung tembak mati

  6. Anonymous berkata

    Siapa yang membentuk DENSUS…… AMERIKA kan jadi perilakunya kayak yahudi……..yang biadab itu

  7. Anonymous berkata

    Berita Peristiwa Poso yang kami ketahui sebagai penduduk sulteng, lebih banyak bohongnya dari benarnya, jangan jangan pemberitanya memang antek yahudi amerika…,

  8. taUbat berkata

    JURNALIS BIMA GALANG DANA SOLIDARITAS UNTUK KELUARGA KORBAN PENEMBAKAN DENSUS 88

    Selasa, 8 Januari 2013 09:14:39

    BIMA (Arrahmah.com) – Para Pekerja media di Bima, Nusa Tenggara Barat gelar aksi solidaritas kepada keluarga korban penembakan brutal Detasemen Khusus 88 (Densus 88) yakni Ustadz Bachtiar berupa penggalangan dana.

    Menurut pengakuan salah satu awak media, dari Harian Umum Bima Ekspres, Sofyan Asy’ari, aksi penggalangan dana dilakukan para jurnalis secara spontan.

    “Saya tidak memiliki hubungan darah dengan keluarga almarhum Ust. Bachtiar,” kata Sofyan. “Namun saya prihatin dengan kondisi keluarganya. Apalagi melihat tiga anaknya yang masih kecil, mereka sudah menjadi yatim,” tutur Sofyan menjelaskan kepada koresponden an-najah.net yang dilansir pula digrp wartawan Muslim.

    Sofyan berinisiatif menggalang dana tersebut tiba-tiba, tidak terencana sebelumnya. Pertama kalinya, ia hanya menginformasikan ke salah seorang kawan wartawannya, kemudian pesan singkat (sms) itu menyebar sampai masuk grup wartawan.

    “Saya nggak sangka mendapat sambutan dari kawan-kawan. Alhamdulillah, hingga malam ini (malam ini, 7/1, pukul, 21.00 WIB), sudah terkumpul, 2.500.000.00,” ungkapnya dengan gembira.

    SMS solidaritas yang juga sempat masuk ke Grup WhatsUp AJIMUSA (Aliansi Jurnalis Muslim Nusantara) itu berbunyi, “Ayo dukung Solidaritas Wartawan Bima untuk Keluarga Ust. Bachtiar korban penembakkan “Densus 88″. Hubungi Sofyan Asy’ari, Harian Umum Bimeks (081917505553).”

    “Harapan saya, semoga meringankan beban keluarga korban,” ungkap Sofyan.
    Semoga Allah memudahkan urusannya, dan menerima amalan para donatur diterima disisi Allah swt.

    Keluarga tolak tuduhan teroris

    Sementara itu, pihak keluarga meminta Polisi untuk mengembalikan jenazah yang dituding sebagai terduga teroris bernama Bahtiar kepada keluarganya di Bima, Nusa Tenggara Barat. Keluarga juga menolak keras tuduhan teroris pada pria yang bekerja sebagai penjual roti itu.

    Rumah keluarga Bahtiar di RT 14 RW 1 Kampung Bugis, Bima, didatangi warga, Ahad (6/1) seperti dilansir metrotvnews. Mereka mengaku kaget dan tak percaya pria empat anak itu disebut sebagai jaringan teroris buruan polisi.

    Keluarga shock atas tuduhan itu. Apalagi, pria berusia 35 tahun itu dikenal sebagai sosok yang santun dan mudah bersosialisasi dengan masyarakat. Gelagatnya sama sekali tak mencurigakan.

    Meski demikian, Nuraini, istri Bahtiar, merelakan kematiannya. Ia hanya ingin polisi segera mengembalikan jenazah suaminya dan menolak otopsi. Hingga kini, jenazah Bahtiar berada di RS Polri Kramatjati, Jakarta.

    Nuraini menuturkan penyergapan berlangsung saat suaminya hendak menagih utang ke seorang pelanggan di Dompu. Suaminya dicegat dan diberondong peluru hingga tewas. Nuraini yakin polisi salah sasaran.

    (bilal/arrahmah.com)

  9. taUbat berkata

    BACHTIAR DITEMBAK DENSUS 88, MOTOR PINJAMAN DAN UANG 10 JUTA RAIB

    Rabu, 09 Jan 2013

    DOMPU (voa-islam.com) – Ibu Nur Aini, istri dari Bachtiar, merasa geram lantaran suaminya menjadi korban penembakan Densus 88 di Dompu pada Sabtu (5/1/2013).

    Ia membantah sama sekali pernyataan Polri bahwa suaminya terlibat kasus terorisme di Poso, sebab selama ini suaminya tinggal menetap dan tak pernah pergi jauh.

    Sore ini, menurut Nur Aini, suaminya Bachtiar bekerja seperti biasa. Setelah berdagang roti dan kue kering, sang suami pergi menagih hutang dagangan.

    “Setahu saya dia pergi menagih hutang. Paginya dia jualan terus sorenya karena ada yang hutang, dia menagih hutang. Dia pergi jam 03.00 sore, terus dia pulang, lalu saya tanya mau ke mana sudah jam 05.00? terus saya tunggu-tunggu sampai sekarang tidak pulang-pulang,” tuturnya kepada voa-islam.com, Selasa (8/1/2013).

    …Saya sakit hati. Cuma pesan saya, saya punya motor itu mereka bawa, sama uang di sadel motor itu 10 juta lebih

    Hingga kini ia belum mendapatkan kabar secara resmi dari pihak kepolisian jika suaminya telah wafat, informasi yang ia dapat hanya dari berita di televisi jika sang suami ditembak mati oleh Densus 88.

    “Sampai sekarang belum dikasih kabar, saya cuma lihat dari berita aja di tv,” ujarnya.

    Hal itulah yang membuat Nur Aini sakit hati, bahkan yang lebih parahnya lagi, motor pinjaman dan uang sebesar 10 juta yang diletakkan di sadel motor itu raib dan belum dikembalikan.

    “Saya sakit hati. Cuma pesan saya, saya punya motor itu mereka bawa, sama uang di sadel motor itu 10 juta lebih. Itu uang hasil jualan dan uang arisan saya,” ungkapnya.

    Bahkan, yang menambah parah penderitaannya adalah, sang pemilik motor hingga kini terus menagihnya.

    “Sampai sekarang orangnya datang minta terus motornya. Uang disadel motor itu hasil jualan kue punya orang juga,”ucapnya sedih.

    Nur Aini kembali menegaskan jika suaminya hanya pedagang roti dan tidak terkait kasus terorisme di Poso. “Kerjaannya cuma jual kue kering, donat sama roti, itu saja sehari-harinya. Pak Bachtiar itu tidak pernah kemana-mana,” jelasnya.

    …Belum tahu gimana nasib anak-anak saya dan keluarga ini karena tidak ada yang cari uang

    Ia pun meminta kepada aparat kepolisian, agar segera mengembalikan jenazah suaminya beserta motor dan uang yang dibawanya.

    “Kembalikan jenazahnya cepat! Kita mau kuburkan di sini, sama motor dan uang di sadelnya kurang lebih 10 juta,” tegasnya.

    Pasca ditinggal wafat suaminya, Nur Aini masih bingung, bagaimana nanti ia menghidupi empat orang anaknya yang masih kecil-kecil.

    “Belum tahu gimana nasib anak-anak saya dan keluarga ini karena tidak ada yang cari uang,” tutupnya.

    [Ahmed Widad]

  10. taUbat berkata

    KECEWA PADA DENSUS 88, KELUARGA TERDUGA TERORIS MENGADU KE DPR

    Rabu, 30 Januari 2013 14:01:49

    merdeka.com – Belasan keluarga terduga teroris mengadu ke Komisi III DPR. Di hadapan anggota Dewan, mereka meluapkan emosi dan kekecewaannya kepada Densus 88 yang enggan menyerahkan jenazah anggota keluarganya.

    “Jenazah sudah 25 hari, saya minta pulang anak saya. Dipulangkan di kampung halaman saya di Bima. Saat ini masih ditahan di RS Polri (Kramat Jati, Jakarta Timur),” kata Fatimah, orangtua Anas Wirian di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/1).

    Anas Wirian merupakan teroris yang ditembak mati Densus 88 di Bima Nusa Tenggara Barat pada 5 Januari lalu. Saat kejadian, Anas sedang mengendarai motornya, namun tidak disangka anggota Densus 88 yang sudah mengikuti sejak awal melepaskan peluru panas dari arah belakang.

    Fatimah mengaku sangat terguncang mendengar kematian Anas. Terlebih hingga saat ini, dirinya tidak diperbolehkan membawa pulang jenazah Anas ke kampung halaman untuk dimakamkan.

    Menurut Fatimah, alasan Densus 88 tidak mengizinkan tidak masuk akal. Satuan antiteror itu mengatakan kepada Fatimah kalau tidak cukup biaya menerbangkan jenazah ke Bima.

    Perwakilan yang lain, M Hariadi Nasution menuturkan proses autopsi yang dilakukan terhadap jenazah teroris sangat tidak manusiawi.

    Saat RDP juga diputar cara autopsi jenazah teroris. Melihat tayangan ‘mengerikan’ itu, tidak sedikit anggota Dewan yang menundukkan kepala. Mereka hanya bisa geleng-geleng kepala menyaksikannya.

    Rencananya, hari ini perwakilan Komisi III akan mengunjungi RS Polri untuk negosiasi, supaya jenazah teroris bisa dibawa pulang.

    “Hari ini ke RS Polri, surat kita sampaikan ke pimpinan DPR, supaya jenazah diserahkan kembali ke keluarga,” kata pimpinan rapat Almuzammil Yusuf.

    Selain Fatimah, hadir juga keluarga terduga teroris Eri Rianto alias (Ahmad Kholil) alias Abu Kholid, dan Abdul Kodir yang ditembak di teras Masjid Nur Al-Afiah Makassar, Jumat (4/1).

    Ya’cob Billiocta

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: