Said Agil vs Salim Selon (Ronde-6)
Posted by KabarNet pada 15/10/2012
Jakarta – KabarNet: Tak henti-hentinya Ketua Umum Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengeluarkan pernyataan yang menggelitik hati umat Islam. Kali ini Said Aqil siradj mempertegas kembali ucapannya, bahwa orang kafir boleh jadi Gubernur, sebab ini pemilihan Gubernur, bukan pemilihan Imam Masjid yang mengharuskan figurnya beragama Islam.
“Ini pemilihan gubernur, bukan seperti pemilihan imam masjid. Kalau imam masjid memang harus Islam,” kata Aqil setelah penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) penanggulangan radikalisme antara PBNU dengan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII), di Semarang, Minggu (14/10/2012).
Atas pernyataan KH.Said Agil Siradj tersebut, Ketua FPI DKI Jakarta Habib Salim Selon Alattas kembali angkat bicara, menurutnya pernyataan Said Agil, yakni “Kafir boleh jadi Gubernur! ini pemilihan Gubernur, bukan pemilihan Imam Masjid!”, Habib Selon dengan santai menjawab, jika demikian, berarti orang kafir pun boleh saja menjadi Ketua Umum PBNU.
“Kalau begitu orang kafir boleh dong jadi Ketua Umum PBNU, bukan Ketua Masjid ini ??!!, pantas ada NU Cabang Katholik di Kalbar yang dipimpin Gubernur Kalbar Cornelis, sesuai pernyataan Said Aqil dalam acara MTQ Internasional NU di Pontianak beberapa bulan lalu”, kata Habib Selon kepada redaksi fpi.or.id, Senin (15/10/2012).
Di kesempatan yang sama, Habib Selon menyatakan, bahwa Said Aqil dinilai tidak memahami jabatan ex officio yang akan dijabat oleh Wakil Gubernur. “Kasihan Said Agil, dia tidak paham bahwa saat Si Kristen Ahok dilantik jadi Wagub DKI Jakarta, maka berdasarkan perundangan Si Kristen Ahok secara otomatis jadi KETUA PEMBINA sejumlah lembaga Islam di bawah Pempov DKI Jakarta, antara lain: Dewan Masjid Indonesai (DMI), Badan Pembina Perpustakaan Masjid Indonesia (BPPMI), Jakarta Islamic Center (JIC), Koordinasi Da’wah Islam (KODI), Badan Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (BAZIS), Lembaga Bahasa dan Ilmu Al-Qur’an (LBIQ), Lembaga Pengembangan Tilawatil Qu’an (LPTQ)”, katanya. “Kasihan Profesor kok tidak cerdas ??!!”, cetus Habib Selon sambil berlalu. [KbrNet/Slm]
Source: fpi.or.id
Entri ini dituliskan pada 15/10/2012 pada 15:51 dan disimpan dalam Info, Kabar Umat, Opini, PILKADA. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.







































wiropendekarmuslim berkata
Si agil memang Liberal otaknya,dia tidak menjadikan Alquran sbg pedoman hidupnya.
Sungguh si agil tak pantas menjabat sbg PBNU.
Amit-amit org kafir kok bersorbankan Islam!
Inilah si agil (Iblis) yg berwujud manusia!
Anonymous berkata
@Wiro mending ga usah komen deh… otak luh cekak…;D
Alwi Ali berkata
Wagub secara otomatis juga KETUA PEMBINA sejumlah lembaga Islam di bawah Pempov DKI Jakarta, antara lain: Dewan Masjid Indonesai (DMI), Badan Pembina Perpustakaan Masjid Indonesia (BPPMI), Jakarta Islamic Center (JIC), Koordinasi Da’wah Islam (KODI), Badan Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh (BAZIS), Lembaga Bahasa dan Ilmu Al-Qur’an (LBIQ), Lembaga Pengembangan Tilawatil Qu’an (LPTQ)
Trus yang salah si Ahok atau yang membuat undang-undang tersebut ?
juhaiman berkata
kalo sudah begini… ubah saja undang undangnya ……
Toh undang undanya buatan manusia ???
Untuk si profesor Su’ul , biarin saja , bukankah Tuhan yang meperlihatkan KEBODOHANNYA ? …
kasihan bangsa ini … salah memlih “PEMIMPIN NEGARA “…. salah memlih PEMIMPIN UMMAT ……….
Anonymous berkata
kagak mutu…jadul dul isunya.
Pentol (Bidang Urusan Celana Dalam) berkata
Undang -undang itu seperti celana dalam, wajib dimiliki dan dikenakan, tapi bukan untuk diperdebatkan, siapa yang pakai “celana dalam” itu dan siapa yang bertanggung jawab untuk mencucinya.
Anonymous berkata
Bukankah Agil membawa NU untuk nunut urip pada A Hok, NU kan punya Bank Nusuma dipegang oleh orang kafir juga, dia juga punya NU cabang Nasrani, dapat bantuan Bank Dunia Amirika, pokoke Urip.
Anonymous berkata
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yg mengatakan kafir (mengkafirkan) terhadap orang/golongan yg mengucap salam seperti salamku,sahadatnya seperti sahadatku, shalatnya seperti kiblatku,kitabnya seperti Qur’anku,,,maka sesungguhnya kekafiran itu akan kembali kepadanya,,,
Jadi hati hatilah dalam kafir mengkafirkan karena sesungguhnya yg berhak mengafirkan itu hanyalah ALLAH SWT.
Hidup berdampingan dengan perbedaan di bumi PANCASILA adalah yg terbaik bagi kita
Indonesia bukan negara islam jadi Jangan buang waktu dan tenaga untuk mencaricari kesalahan orang lain,.Kecuali anda ingin menghancurkan negeri ini
harmazul haramizah berkata
Orang-orang Indonesia berpikiran, berpandangan, berpendapat seolah-olah indonesia ini bukan Bumi Allah!!!!!! , Orang-orang Muslim karena mayoritas sehingga merasa di negara Islam!!!, Orang-orang kafir mengusung tegaknya Nevus Ordo Seclurum,/New world order!!!! Orang-orang Islam mengusung Khilafah Islamiyah!!!!…….So,…Yang BODOH adalah orang Muslim mengusung nevus ordo seclurum, dan orang kafir mendukung khilafah,, yang BENER Orang Fasik/Munafik mendukung nevus ordo seclurum, yang PINTER GW!!!!
Embah Kemmy berkata
sebenarnhya sudah jelas tertera di sila kesatu Pancasila….hanya ummat bodoh saja yang masih mempermasalahkannya, ketua sejumlah lembaga Islam tidak harus dijabat oleh seorang Gubernur….ketentuan darimana yg meng-ammanatkan demikian…..coba dicari di ayat2 kitab suci….?
amry syihab berkata
Alhamdulilah masi ade habib selon….jadi jelas mana yg islam sejati mane yg bukan, mana yg liberal mana yg syariah’ org bela islam pasti bela tanah air demi moral anak bangsa’ tp orang bela tanah air belum tentu bela islam, ana memang bukan FPI tp ana fisabilillah bwt FPI kpn aje antum butuh habib…maju terus ana doain wabhil ghoib…..