KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

Siapakah Kompol Novel Baswedan?

Posted by KabarNet pada 07/10/2012

Jakarta – KabarNet: Suasana menegangkan terjadi di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, saat belasan polisi menggeruduk kantor lembaga anti korupsi. Banyak pihak yang menyayangkan aksi pengepungan gedung KPK oleh sejumlah aparat Polda Metro Jaya dan Polda Bengkulu di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat malam, 5 Oktober 2012. Momentum ini menjadi penting karena kejadian pengepungan ini berkaitan dengan kelanjutan pemberantasan kasus korupsi skala besar di negeri ini.

Masyarakat tak boleh diam melihat kejadian ini, karena bila kriminalisasi terhadap KPK ini berlanjut, maka tipis harapan kasus korupsi kelas kakap di Indonesia bisa diungkap dan pelakunya diganjar hukuman. Drama penggerebekan oleh pihak kepolisian yang bisa disaksikan langsung dengan mata kepala tersebut mengincar satu sosok penting KPK yang menjadi kunci pengungkapan beberapa kasus korupsi yang kita ketahui belakangan ini.

Bayangkan, mereka datang untuk menangkap salah satu penyidik terbaik KPK, Komisaris Pol. Novel Baswedan. Banyak yang melihat penyerbuan itu dipenuhi kejanggalan. Novel berperan penting dalam mengungkap kasus dugaan korupsi proyek simulator ujian Surat Izin Mengemudi Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.

Novel juga dikenal sebagai penyidik kasus korupsi Wisma Atlet yang menyeret mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin. Metode penyidikan dengan sistem whistle-blower yang dikembangkan Novel mendapat protes dari para legislator di komisi hukum DPR. Novel pula yang pernah menghalangi para anggota DPR yang ingin menjenguk Nazaruddin di Rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.

Pernah ada upaya penekanan yang dilakukan oleh pihak Nazaruddin dengan mendesak pimpinan KPK mengganti Novel. Hasilnya, bukan Novel yang diganti. Malah atasan Novel, Brigjen Pol Yurod Saleh, yang dikembalikan pimpinan KPK ke Mabes Polri.

Pengungkapan barang bukti kasus Nazaruddin itu kini telah merembet ke kasus lain. Novel pula yang akhirnya menahan mantan anggota DPR Angelina Sondakh (Angie) dalam kasus suap soal penganggaran di Kemenpora dan Kemendikbud. Kasusnya berkembang ke dugaan suap cek pelawat yang berhasil menjebloskan Nunun Nurbaeti, istri Mantan Wakapolri Adang Daradjatun, ke penjara. Novel pula yang menyidik kasus suap penganggaran pengadaan kitab suci Al-Qur’an dengan tersangka legislator Partai Golkar, Zulkarnaen Djabar. Saat itu Novel turut menggeledah ruang Zulkarnaen.

Novel beberapa kali berperan aktif dalam operasi penggeledahan atau pun  operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK. Dia merupakan penyidik yang berperan aktif dalam penangkapan Bupati Buol Amran Batalipu, yang saat itu tertangkap tangan menerima uang Rp 3 miliar dari Yani Anshori, manajer PT Hardaya Inti Plantations, yang mana proses operasi itu diwarnai dengan penghadangan oleh puluhan pendukung Amran. Novel yang saat itu mengendarai motor untuk melakukan pengejaran, bahkan sempat akan ditabrak oleh rombongan Bupati Amran Batalipu. Beruntung dia bisa menghindar, sedangkan motornya ringsek.

Puncaknya adalah, Novel menjadi ketua satuan tugas penyidikan kasus simulator SIM Korlantas Mabes Polri. Novel salah seorang penyidik KPK yang dengan keras menghadang upaya penghentian penggeledahan KPK di markas Korlantas bulan Juli lalu. Ketika itu Novel menunjukkan surat perintah pengadilan yang dimiliki KPK untuk menggeledah markas Korlantas, ketika ada petugas kepolisian dengan pangkat yang jauh lebih tinggi darinya yang sempat mempertanyakan izin KPK menggeledah. Ketika itu Novel menunjukkan surat perintah pengadilan yang dimiliki KPK untuk menggeledah markas Korlantas. Perdebatan pun terjadi. Ada informasi yang menyebutkan bahwa sejak itu nama Novel masuk dalam daftar incaran.

Pada Jumat tanggal 05 Oktober 2012, Novel adalah salah satu penyidik KPK yang melakukan pemeriksaan langsung kepada Irjen Djoko Susilo, tersangka kasus Simulator SIM. Seorang perwira menengah berpangkat Kompol memeriksa jenderal aktif berbintang dua. Atas adegan inilah, hubungan KPK – Polri kembali retak.

Juru Bicara KPK Johan Budi SP mengakui, Novel adalah salah satu penyidik dengan kategori par excellence yang dimiliki KPK. Suatu saat Johan pernah mengungkapkan kepada sejumlah media, ingin mempublikasikan sosok Novel karena kemampuannya sebagai penyidik yang selalu diandalkan KPK dalam menuntaskan kasus korupsi skala besar. Novel kini tengah menghadapi ancaman penangkapan dari instansi asalnya. Dia dituduh terlibat kasus penganiayaan semasa bertugas sebagai polisi di Bengkulu delapan tahun lalu.

Sampai kini belum diketahui, mengapa kasus yang telah lama berlalu dan kabarnya telah selesai secara etik tersebut diangkat kembali untuk menjerat penyidik terbaik KPK ini. Yang jelas, Kompol Novel sampai saat ini adalah penyidik dengan kategori par excellence di KPK.

Belakangan Novel dituduh telah melakukan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan kematian terhadap salah satu dari enam pencuri sarang burung walet. Tuduhan penganiayaan oleh Novel itu terjadi saat menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resort Bengkulu, Sumatera Selatan, pada tahun 2004.

Alasan yang dipakai Kepolisian Polda Bengkulu terkait kasus Novel mengherankan dan menimbulkan banyak pertanyaan. Bayangkan, Kasus tersebut sudah terjadi delapan tahun lalu ketika Novel menjabat Kepala Satuan reserse Kriminal Polda Bengkulu, tetapi baru dipersoalkan saat ini. Kejanggalan itu semakin kuat karena upaya penangkapan terjadi ketika Novel tengah menangani kasus dugaan korupsi proyek simulator di Korps Lalu Lintas Polri.

Lalu bagaimana dengan kesimpulan sidang etik Polri delapan tahun silam yang menyatakan Novel bukan pelakunya? Dan sebagai bentuk pertanggungjawaban seorang atasan terhadap perbuatan anak buahnya, Novel hanya mendapat teguran keras. Apakah sidang etik itu rekayasa atau memang atas dasar fakta?

Tindakan Polri yang mengundang pertanyaan itu, seharusnya dapat menjelaskan kepada publik berbagai kejanggalan dalam kasus yang dituduhkan kepada anggota Polri, Kompol Novel Baswedan. Langkah itu untuk mengklarifikasi penilaian adanya upaya kriminalisasi terhadap KPK. Jika tidak dapat menjelaskan secara logis, maka jangan salahkan apabila publik beranggapan bahwa apa yang dilakukan oleh Polri adalah bentuk kriminalisasi terhadap anggota KPK, disamping juga merupakan bentuk balas dendam terhadap KPK.

Mengapa yang dibidik hanya Novel? Jawaban logisnya adalah, karena Novel merupakan penyidik KPK yang membongkar kasus Simulator SIM. Dia bahkan lebih tahu seluk-beluk kasus korupsi tersebut dibanding para pimpinan KPK, sehingga keadaan ini dianggap membahayakan pihak kepolisian. Polri khawatir kasus ini merembet ke kasus-kasus lain yang mungkin melibatkan sejumlah petinggi Polri lainnya.

Polri seharusnya tidak perlu takut apabila pada akhirnya kasus ini akan melebar ke mana-mana, termasuk jika ada pejabat tinggi polri lainnya yang disinyalir terlibat, demi terwujudnya cita-cita Indonesia bebas korupsi. [KbrNet/Slm]

8 Tanggapan to “Siapakah Kompol Novel Baswedan?”

  1. jajaka edan berkata

    Kami sebagai rakyat yang tidak memiliki daya dan upaya, hanya bisa memohon kpd Allah SWT ,agar segera memberikan azab kepada manusia2 bejad di negeri ini..

  2. taUbat berkata

    KPK vs Polri

    SIAPAKAH NOVEL BASWEDAN

    Sabtu, 06/10/2012 – 16:43

    JAKARTA, (PRLM).- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto menyebut Novel Baswedan sebagai salah satu penyidik terbaik yang dimiliki KPK. Sepupu Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan itu bertugas menjadi penyidik KPK sekitar enam tahun. Novel menjadi Wakil Ketua Satgas kasus simulator yang ditangani KPK. Novel pernah bersitegang dengan kepolisian saat menggeledah Kantor Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri.

    Novel juga menjadi penyidik dalam kasus Muhammad Nazaruddin. Ia bahkan sempat dipanggil ke pengadilan atas permintaan pengacara Nazaruddin yang merasa keberatan dengan proses penyidikan di KPK. Novel datang memberi kesaksian di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor Jakarta). Novel pula yang menyidik kasus suap cek pelawat yang berhasil menjebloskan Nunun Nurbaeti, istri Mantan Wakapolri Adang Daradjatun, ke penjara.

    Meski bukan termasuk dalam 20 nama penyidik yang ditarik Polri, Novel adalah salah seorang penyidik yang menyatakan memilih menjadi pegawai KPK. Niat itu sudah dikabulkan KPK. “Dia sudah menjadi pegawai tetap KPK. Seharusnya semua institusi lain menghormati. Pak Novel adalah pegawai negeri yang statusnya sebagai pegawai KPK,” katanya.

    Sejak menangani kasus simulator, berbagai ancaman kerap diterima Novel dan keluarganya. Kakak kandungnya, Taufik Baswedan mengatakan, satu jam setelah berita penangkapan Novel, ia sempat berkomunikasi lewat BBM, lalu terputus. Novel sempat menelepon. Ia hanya bilang, “Jaga ibu.”

    Sepak terjang Novel yang gigih bekerja membongkar kasus korupsi di bawah naungan KPK, diduga kuat mengapa ia menjadi korban kriminalisasi. Novel yang terakhir berpangkat Kompol itu berani membongkar korupsi di institusi Polri. Untuk kali pertama, seorang perwira aktif diproses hukum karena kasus korupsi.

    Bambang mengatakan, KPK melakukan semua upaya untuk melindungi Novel dan keluarganya. Demikian pula dengan penyidik KPK yang lain. KPK membentuk tim hukum dan menyediakan pengacara untuk melindungi penyidiknya. (A-170/A-88)***

    ===========

    Alangkah baiknya Polri tidak bersikeras menangkap Novel Baswedan karena akan berhadapan dengan seluruh masyarakat Indonesia.

  3. Habiburokhman berkata

    WAKTU PENYIDIKAN PERKARA NOVEL BASWEDAN HARUSNYA SUDAH BERAKHIR JUNI 2004

    KIsruh KPK VS Polri yang memanas seiring dengan upaya Polri menangkap penyidik KPK Novel Baswedan terkait perkara dugaan pembunuhan sungguh sangat memperihatinkan. Setidaknya ada dua hal yang patut dipertanyakan dalam upaya penangkapan terhadap Novel Baswedan.

    Yang pertama adalah permasalahan tempos delictie (waktu terjadinya tindak pidana) yang dituduhkan yang sudah begitu lama berlalu yaitu tahun 2004. Mengapa diperlukan waktu hingga 8 tahun bagi Polri untuk membuat kesimpulan bahwa Novel diduga merupakan pelaku penembakan tersebut. Lantas apa saja yang yang dilakukan oleh Polda Bengkulu selama delapan tahun ini.

    Perlu diketahui bahwa berdasarkan Pasal 31 Peraturan Kapolri Nomor 12 Tahun 2009, batas waktu penyelesaian perkara terhitung sejak dikeluarkannya surat perintah penyidikan adalah 120 hari untuk penyidikan perkara sangat sulit, 90 hari untuk penyidikan perkara sulit,60 hari untuk penyidikan perkara sedang dan 60 hari untuk penyidikan perkara mudah.

    Untuk kasus Novel yang disebut Polri terjadi pada Februari 2004, maka waktu penyidikan maksimalnya adalah hingga bulan Juni tahun yang sama, itupun kalau kasus tersebut dikategorikan sebagai perkara yang sangat sulit.

    Yang Kedua, mengapa upaya penangkapan terhadap Novel dilakukan pada saat dia tengah menangani kasus dugaan korupsi simulator SIM. Hal ini penting untuk dipertanyakan guna memastikan bahwa upaya penangkapan terhadap Novel bukanlah merupakan bentuk balas dendam terhadap penetapan Irjen Joko Susilo sebagai tersangka.

    Terus terang bagi kami sangat sulit untuk tidak memahami bahwa upaya penangkapan terhadap Novel Baswedan adalah bentuk resistensi terhadap sikap KPK yang bersikukuh menyidik perkara Simulator SIM.

    Kami meminta Mabes Polri untuk dapat menjawab dan menjelaskan dua pertanyaan tersebut di atas secara transparan, jelas dan detail. Polri adalah lembaga negara dan karenanya mempunyai tanggung-jawab untuk dapat menjelaskan kepada publik tentang hal-hal apa yang mereka lakukan dalam penegakan hukum.

    Sejak Sabtu(6/10/12) dini hari tadi, kami telah dihubungi oleh banyak rekan-rekan advokat yang merasa prihatian atas upaya penagkapan Novel Baswdan. Jika diperlukan SPR siap mengkoordinir ratusan Advokat untuk memberi bantuan hukum baik kepada Novel Baswedan maupun kepada KPK.

    Tindakan KPK yang berani membongkar dugaan korupsi di lingkungan petinggi Polri patut diapresiasi karena sudah 100 % benar dan tepat. Kasus simulator SIM adalah kasus “ kakap” di lingkungan Polri pertama yang disidik oleh KPK sejak berdirinya KPK tahun 2002.

    Bagi kami advokat yang terbiasa melihat ketidak-adilan dan perilaku korup oknum penegak hukum, tindakan KPK menyidik kasus simulator SIM bagaikan segelas air sejuk penghilang dahaga.

    Selama ini memang keluhan masyarakat terhadap perilaku oknum-oknum polisi korup sudah demikian massif. Secara logika, memang langkah pertama untuk memberantas korupsi adalah melakukan pembersihan di level penegak hukum terlebih dahulu.

    Kami menyerukan kepada segenap pimpinan dan staff KPK untuk tidak ragu dalam menjalankan tugasnya memberantas korupsi . Selama kerja mereka serius dan konsisten memberantas korupsi maka KPK akan selalu mendapat dukungan dari masyarakat.

    Jakarta 6 Oktober 2012
    Serikat Pengacara Rakyat
    Juru Bicara,

    Habiburokhman,SH

  4. Pengharap Yang Khaq berkata

    Semoga Allah…. memberikan sholawat dan rahmat kepada Kanjeng Rosulullaah Muhammad SAW dan segera melaknat dan meng-adzab langsung di dunia para oknum polisi “hitam” di jajajran Organisasi POLRI, amieeeen…ya robbal’alamiiin!!!!!!!!!!!!!!!!

  5. ahmad sofandi berkata

    jika telah datang kebenaran maka hancurlah kebatilan”waqul ja’al haqo wazahaqal batillan kana dzahuqo” maju terus pak novel kami mendukung mu..la haula wala quwwata ila billahil aliyyil adzim

  6. Maria Sitompoel berkata

    Maju terus pa’ novel, yang Haq yang tegak dengan sendirinya dan yg mungkar akan lenyap pula dengan sendirinya. Amiin.

  7. Anonymous berkata

    yang dilakukan Novel Baswedan adalah langkah konkrit dalam pemberantasan korupsi dan merupakan harapan semua rakyat indonesia saat ini, bila kita berkata saya ingin Indonesia maju maka jawabannya adalah apa yg sedang dilakukan oleh Novel Baswedan tentunya kita semua rakyat indonesia mendukung sepenuhnya upaya tersebut guna menuju indonesia sejahtera dan beradab.

  8. Anonymous berkata

    nama nya juga manusia yang hanya ingi besar didunia ya begitu itu…mungkin balasannya di makan sama dunia ntar yaaaaaaa

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: