Qadhafi Terbunuh Ditembak Agen Prancis?
Posted by KabarNet pada 03/10/2012
Tripoli – KabarNet: Sebuah laporan kontroversial menyebutkan bahwa penyebab kematian mantan pemimpin Libya, Kolonel Mu’ammar Qadhafi, adalah karena dibunuh oleh agen Prancis, bukan oleh pemberontak Libya. “Pembunuhan tersebut berdasarkan perintah Nicolas Sarkozy.” tulis laporan tersebut seperti dikutip oleh Al-Arabiya News, Senin (1/10/2012).
Nicolas Sarkozy adalah mantan Presiden Prancis. Menurut pengakuan Mu’ammar Qadhafi semasa hidupnya, Sarkozy pernah menerima bantuan keuangan jutaan dolar dari Libya untuk mendukung pemilihan presiden Prancis 2007. Pengakuan Qadhafi ini, kalau terbukti benar, akan mengungkap skandal politik memalukan dalam sejarah pemilihan presiden Prancis.
Qadhadi terbunuh pada 20 Oktober 2011 dalam sebuah drama kekerasan di kampung halamannya, di Sirte, Libya.
Teka-teki siapa pembunuh Qadhafi diungkap koran Italia, Corriere della Serra. Dalam laporannya, harian ini menurunkan laporan setelah mengutip keterangan sumber di ibu kota Libya, Tripoli, bahwa orang asing telah membunuh Qadhafi dan pembunuhan itu dilakukan oleh agen Prancis.
Menurut sumber yang layak dipercaya di Libya, seorang pria Prancis menyusup dalam arena kerusuhan untuk menangkap Qadhafi tahun lalu. Selanjutnya, dia menembak Qadhadi tepat di bagian kepalanya.
Pelaku pembunuhan tersebut diidentifikasi sebagai seorang pria berusia 22 tahun. Dia turut dalam operasi penyergapan Qadhafi dengan menyusup diantara gerombolan pemberontak.
Versi berita tersebut juga dikuatkan oleh pernyataan Mantan Perdana Menteri sementara Libya, Mahmoud Jibril, yang mengatakan kepada televisi Mesir bahwa seorang agen asing membaur dengan brigade revolusi untuk membunuh Qadhafi.
Dorongan untuk menghabisi nyawa Qadhafi bermula dari munculnya pernyataan bekas orang kuat Libys itu secara terbuka tentang hubungannya dengan mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy. Dalam keterangannya, yang dikutip oleh berbagai media, Qadhafi mengatakan bahwa dirinya pernah memberikan bantuan dana jutaan dolar kepada Sarkozy untuk kampanye pemilihan presiden 2007.
Jika tuduhan terhadap insiden pembunuhan ini benar, maka ini merupakan sebuah skandal politik memalukan dalam sejarah pemilihan presiden Prancis yang bakal memancing keributan dari dalam maupun luar Prancis. [KbrNet/adl]






































