MUI Dukung Foke-Nara
Posted by KabarNet pada 20/09/2012
Ketua Majelis Ulama Indonesia, Ma’ruf Amin mengaku memang mendukung calon gubernur DKI incumbent Fauzi Bowo. Ketika dihubungi Tempo, Selasa kemarin 18 September 2012, Ma’ruf mengatakan, Foke adalah kandidat gubernur yang kuat agamanya, dekat dengan ulama, serta pernah menjadi ketua tanfidziyah Nahdatul Ulama wilayah DKI.
Kedua, Foke dianggap memiliki pendidikan yang cukup karena merupakan tamatan S3 dari jerman tentang perencanaan kota. Lalu, Bang Kumis juga dinilai berpengalaman mengabdi di DKI selama 30 tahun lebih. Ma’ruf juga menyebut, Foke telah menorehkan banyak prestasi.
Sehingga, kata Ma’ruf, sejumlah ketua MUI secara personal sudah bersepakat mendukung Foke. Dukungan itu diberikan dalam bentuk selebaran yang disebarkan ke berbagai wilayah Jakarta. “Itu tausiyah ulama dan habib untuk umat Islam DKI. Supaya tidak menimbulkan kegaduhan, maka lebih baik kami sampaikan secara tertulis,” kata Ma’ruf.
Meski tahu soal isi selebaran itu, Ma’ruf mengaku tidak tahu siapa penyebarnya. “Orang-orang yang sepakat biasanya kemudian menyebarkan,” kata dia.
Masalahnya, di lapangan, himbauan MUI untuk memilih Foke itu, digabung dengan selebaran lain yang isinya ‘seram’. Ada yang menyebut Jokowi beragama kristen. Ada yang menyebut daftar kegagalan Jokowi memimpin Solo, dan banyak lagi. “Kalau yang itu bukan dari kami. Masa ulama ngomongin orang,” kata Ma’ruf.
Umar Shihab, salah satu ketua MUI membenarkan, secara personal, ketua MUI membuat kesepakatan bersama di antara mereka untuk mendukung Bang Kumis. Kesepakatan itu dibuat setelah pemilukada putaran pertama menyisakan dua calon, yaitu Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama. “Dalam kesepakatan itu, kami mendukung Fauzi Bowo, memang betul. Tapi bukan berarti ikut kampanye.”
Selebaran yang ditemukan di Jakarta Timur, terdiri dari lima lembar. Lembar pertama hingga ketiga berjudul Tausiyah Ulama dan Para Habaib DKI Jakarta Kepada Umat Islam DKI Jakarta, berisi kutipan ayat-ayat Al-Qur’an dan alasan mendukung Foke. Ditambah, pencantuman nama-nama 14 orang, di antaranya ketua MUI, Ma’ruf Amin, Umar Shihab, dan Amidhan. Lembar keempat memuat biodata Jokowi dan Ahok. Adapun lembar kelima berisi artikel opini koran Kompas.
Umar membantah bahwa dia membuat selebaran untuk mendukung calon gubernur incumbent, Fauzi Bowo. “Kami mendukung, tapi tidak pernah membuat selebaran,” katanya saat dihubungi terpisah.
Umar menduga, selebaran dukungan untuk Foke itu dibuat oleh kalangan yang mengetahui adanya kesepakatan para ketua MUI. “Mungkin dibuat oleh teman-teman yang tahu bahwa kami setuju (dukung Foke),” ujar Umar. [KbrNet/Tempo/eramuslim]
Entri ini dituliskan pada 20/09/2012 pada 07:21 dan disimpan dalam Kabar Umat, Penderitaan Rakyat, PILKADA. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.







































Lucu berkata
untung gak ada fatwa haramnya….kalo ada ….bakal gak ada lagi wibawanya di depan umat….hehe….ada2 aja. Makanya agama jangan dipolitisir dehh…..
ahmadinbejad berkata
ini NKRI bung,negeri demokratis.BUKAN AGAMIS,ANARKIS,SEPARATIS,TERORIS,radikalis,extremis,jgn nilai orang dr agamanya,jabatanya,gelar,keturunanya.oke!
yuli berkata
Apabila kamu melihat seorang ulama bergaul erat dengan penguasa maka ketahuilah bahwa dia adalah pencuri. (HR. Ad-Dailami)
Ahmad Hasjim (@AhmadHasjim) berkata
Jangan mengata-ngatai para Ulama dengan kata-kata tidak sopan,,,jangan berburuk sangka dengan Ulama, semua pasti ada dasarnya yaitu kajian dari Al-Qur’an dan Hadist,apalagi MUI kumpulan Para ULAMA bukan cuma satu Ulama …KWALAT baru tau rasa, mendukung atau tidak mendukung jangan kaitkan dengan Ulama