NU: Mayoritas Muslim Tak Layak Dipimpin Non-Muslim
Posted by KabarNet pada 19/09/2012
Jakarta – KabarNet: Hasil survei yang dilakukan ketika diselenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdhatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon beberapa hari lalu menunjukkan bahwa 91% ulama-ulama NU, baik setingkat Rois maupun Katib Syuriah di tingkat wilayah seluruh Indonesia menyatakan tidak layak jika masyarakat yang memiliki penduduk mayoritas Muslim dipimpin oleh figur non-Muslim. Hal tersebut mengemuka menanggapi isu menjelang Pemilukada DKI putaran ke dua yang pada salah satu pasangan Cagub/Cawagub terdapat figur non-muslim.
Sikap para kiyai / alim ulama NU tersebut sekaligus mementahkan pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Agil Siroj, bahwa boleh memilih pemimpin dari kalangan non Muslim. Sebuah pernyataan yang dinilai “ngawur” dan menuai hujan kecaman dari para kiyai / alim ulama NU.
Koordinator Program Cross Cultural Communication and Human Relation in Action (CCC-HURIA) Umar Halim mengatakan, banyak ulama yang ada di PBNU menolak pernyataan itu, dan menegaskan bahwa pernyataan Said Agil itu adalah dalam kapasitas dirinya secara pribadi, dan bukan merupakan sikap resmi PBNU.
“Jadi, pernyataan Said Agil selaku Ketua Umum itu sebagai pribadi dan tidak bisa mewakili ‘ulama NU secara keseluruhan meskipun beliau adalah Ketua Umum Tanfidiziyah PBNU. Hujjah dia (Said) masih tidak diterima oleh ulama-ulama NU seluruh Indonesia, apalagi tidak masuk spesifikasi dalam sidang Munas dan Konbes NU di Cirebon,” jelasnya, di Jakarta, Rabu, (19/9/2012).
Umar melanjutkan, dari hasil survei yang dilakukan ketika Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon beberapa hari lalu menunjukkan bahwa 91% ulama-ulama NU, baik setingkat Rois maupun Katib Syuriah di tingkat wilayah seluruh Indonesia menyatakan tidak layak jika masyarakat yang memiliki penduduk mayoritas Muslim dipimpin oleh figur non-Muslim. “Hal ini berlaku tidak hanya di tingkat pusat dan provinsi saja, namun juga berlaku di tingkat kotamadya hingga kabupaten,” ucapnya.
Ia menjelaskan beberapa alasan para ulama NU dalam mengambil sikap tersebut:
Pertama, karena ajaran Islam telah mengajarkan dan menyatakan demikian dan menyalahi nash agama ketika memilih pemimpin tidak dari umat Islam.
Kedua, yang dipimpin adalah mayoritas umat muslim yang beragama Islam.
“Jadi bagaimana bisa seorang tokoh dapat mengerti dan memahami kebutuhan masyarakat mayoritas sementara dia dari golongan yang kecil. Kemudian alasan yang paling ekstrim yaitu di mana beberapa responden menyatakan bahwa ada misi agama ketika tokoh dari kalangan minoritas memimpin kelompok mayoritas. Pernyataan tersebut tentu berdasarkan atas pengalaman beberapa ulama yang hidup di daerah yang menjadi minoritas,” jelasnya.
Ia juga mengatakan, setelah unsur agama sudah terpenuhi, syarat selanjutnya yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin untuk dipilih adalah figur yang memiliki akhlak bagus, visi dan misi yang membela masyarakat serta tokoh yang sigap dalam menangani masalah yang dihadapi masyarakat. “Hasil penelitian ini bisa dijadikan acuan bagi masyarakat muslim ketika memilih seorang pemimpin. Karena, statemen seorang pemimpin tidak selalu mutlak menjadi keputusan organisasi, berbeda halnya jika statemen yang diucapkan berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat dengan pengurus-pengurus lainnya,” tandasnya. [KbrNet/adl]
Entri ini dituliskan pada 19/09/2012 pada 23:40 dan disimpan dalam Kabar Umat, Kajian Islam, PILKADA, Politik. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.







































Tuhan YME berkata
COPAS:
KHUSUS MUSLIM
Allah SubhanaHu Wa Ta’ala berfirman di dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Al-Qur’an – Surah Al-Maidah (5) Ayat 51:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
#
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Al-Qur’an – Surah Al-Maidah (5), Ayat 57:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu (Yahudi dan Nasrani), dan orang-orang yang KAFIR (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.
#
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ
Al-Qur’an – Surah Aal Imran (3), Ayat 118:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang DI LUAR KALANGANMU (non-muslim) (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya..
صدق الله العظيم
Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya
*
Silahkan memilih,
apakah ingin mendapatkan keridhoan Allah SWT dengan menjadi muslim bertaqwa yang mentaati perintah dan larangan Allah di atas,
ATAU…
memilih untuk menjadi muslim PEMBANGKANG yang MELANGGAR perintah dan larangan Allah di atas, dengan resiko dosa melanggar perintah dan larangan Allah dg konsekwensi adzab di dunia dan akhirat.
*
Pilkada DKI adalah antara calon Muslim vs Kafir
Bebas memilih..
Pilihan ditangan Anda
Tak ada paksaan kok
Krn Allah tak butuh ketaatan manusia
Justru manusia yg butuh kpd Ridho Allah SWT.
Wassalamu Alaikum WR WB
Anonymous berkata
Meneruskan Broadcast org :News dari temanku, dia tinggal di kosambi. Kmrn ketua RT nya kasih kartu suara ke rumahnya. Trs blg nanti tgl 20 pilih Foke-Nara ya. Ortu tmnku blg mana bs begitu, kan hak suara itu milik masing2. Ketua RTnya jwb: tolong saya pak, krn saya sudah ditekan dari atasan. Makanya surat suara sudah dicoblos smua utk pasangan Foke-Nara. Saya sudah anjurkan tmnku utk lapor ke Banwaslu (Badan Pengawas Pemilu), hanya dia takut nanti akan diteror oleh pihak2 terkait.
So, guys pls BM berita ini sampai pihak berwenang mengetahui. Krn mgkn saja berita ini bisa terjadi di wilayah kalian.
Pilih dgn hati buat kemajuan Jakarta (y)
Barusan teman saya yang tinggal di grogol balas message broadcast di atas bilang di daerah dia ketua RTnya juga melakukan hal yang sama, ini kampanye yang sangat tidak fair.
Perlu diketahui, di RT ada saudara sy minta kartu pemilih malah sdr sy ditanyain pak RTnya bilang “kamu pilih siapa?” Setelah ditanyain begitu akhirnya sdr sy tdk jd minta kartu pemilih. Dan perlu diketahui jg sampai detik ini 19/9/2012 jam 12siang belum mendapat yg namanya undangan atau kartu pemilih! Sungguh luar biasa kecurangan Pihak Foke, karna mereka tau jelambar adalah basis jokowi!
Didaerah krendang sm garuda jg kt nya RT ny jg blg srh plih
Anonymous berkata
ingin memprofokasi masyarakat indonesia???gampang…gunakan isyu agama dan sara..pasti beres..mengapa begitu?memang di setting begitu…kenapa dahulu tidak?tanyakan pada rumput yang bergoyang…
teroris cinta berkata
teroris dunia maya —->>> kabarnet.wordpress.com
ngga tau berkata
Emang dunia ini cuma milik muslim doank…
FATIMAH berkata
SIAPA BILANG ALLAH GAK BUTUH MANUSIA?? BUKTINYA DIA MAKSA2KITA NYEMBAH DIA 5KALI SEHARI TERUS NGANCAM2 PAKEK NERAKA JAHANAM. KALO KITA NURUTIN PERINTAHNYA SEMUA PASTI KITA JADI TERORIS!! TERUS DIJANJIIN JANAH SURGE FIRDAUS YG CUMA AD SUNGAI2 AMA 72HOURI PERAWAN. GAK TERTARIK DEH NIH RUMAHKU DEKET SUNGAI .
Investigasi berkata
Marilah kita gunakan pikiran yang rasional dan cerdas, Siapapun yang menjadi pemimpinpin kita yang dapat memajukan kesejahteraan kita, patut kita harus pilih, terlepas apa agamanya, sukunya, dan warna kulitnya.
Masalah agama adalah urusan pribadi manusianya dengan Tuhannya, jadi jangan kita bawa2 masalah agama terhadap kepemimpinan Eksekutif, Legislatif, Yudikatif (Pemerintahan).
Pernakah anda2 semua merenung, siapa yang memimpin negara RI ini sejak Merdeka sampai sekarang ?
Apa, dan bagaimana sekarang negara dan masyarakat Indonesia yang dipinpin oleh pemimpin yang anda maksud. ?
Mari kita ubah pola pikir kita menjadi Bangsa Indonesia yang maju agar lahir Indonesia Baru yang kita dambakan.
Semoga.
Anonymous berkata
HOAAÄΧ CUUÌH!!!! INI NKRI BUNG NEGERI DEMOKRATIS,HARMONIS,PENUH KEBERAGAMAN N PANCASILAIS BKN ANARKIS,AROGAN,EXTREMIS,RADIKALIS.INI NKRI BUNG BKN PALESTIN,AFGHANISTAN.
markuz chandra berkata
sy pikir orang orang yang komentar d sini sudah ke hilangan jati diri dan agamanya, saya mersa malu sebagai pelayan ummat dan anak tuhan, ketika membaca tulisan tulisan saudara sy sesama nasrani seperti itu kata nya harus mempunyai rasa sayang,sesama manusia untuk membawa misi kristus dan gereja mengajak domba domba yg tersesat, atas nama bapa d surga ajaklah mereka yg tersesat, amiiin
markuz chandra berkata
haleluya…….hidup ahok
imam mahdi berkata
kabarnet tai kucing komentar sara di diamkan ga adil luh……..boycot kabarnet