Pasar Turi Ludes Dilalap Si Jago Merah
Posted by KabarNet pada 17/09/2012
Surabaya – KabarNet: : Di tengah keheningan malam, si jago merah mengamuk di kompleks Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur, Ahad (16/9). Seluruh kios di pasar itu ludes dilalap si jago merah. Sedikitnya 30 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api.
Semburan api terlihat pukul 21.00 Namun hingga pukul 23.30 WIB, api belum bisa dipadamkan. Tim pemadam kebakaran dan warga sekitar pasar masih berusaha memadamkan api.
Sumber di lokasi mengatakan, titik api mulai terlihat di lantai tiga tepat di Kantor PD Pasar Turi. Sementara, pedagang tidak bisa menyelamatkan barang dagangan karena api cepat menyebar. Berdasar data yang dikumpulkan di lokasi kejadian, titik kebakaran berada di tengah-tengah bangunan. Hal itu membuat petugas pemadam kebakaran (PMK) sulit merangsek ke titik api. Belum lagi banyaknya warga dan pedagang yang datang ke lokasi.
Warga yang panik meminta petugas PMK untuk melakukan pembasahan di salah satu rumah warga. Pemukiman Dupak Margesari ini dibelah perlintasan kereta api. ”Cepetan, ini lo rumahe warga. Kepengin rumahe warga entek ta,” teriak seorang warga yang terlihat panik. Warga yang lain juga berusaha menyelamatkan harta bendanya karena khawarir api menjalar ke kampungnya.
Sementara, para pedagang yang mengevakuasi barang-barang dagangannya terlihat tak sedikit yang menangis histeris. “Ayo cepat…cepat,” teriak pedagang. Bahkan, ada pula yang kehilangan anggota keluarganya. Zainal misalnya. Anak pedagang sepatu itu berusaha menerobos hiruk pikuk para pedagang yang sedang menyelamatkan dagangannya. Ia terlihat memanggil-manggil nama ibunya yang terpisah dengannya saat mengevakuasi sepatu-sepatu dagangannya. “Saya mencari Ummi saya,” katanya.
Alhasil, beberapa petugas pemadam malah tertahan di luar pasar. “Entah apa penyebab kebakaran ini. Yang pasti, api tiba-tiba membesar dari tengah-tengah stan,” ungkap Lukman, pemilik stan di lantai satu.
Lukman adalah salah seorang pedagang di kompleks Pasar Turi lama. Warga Jalan Perak Barat, Surabaya, tersebut mengungkapkan bahwa tiga stan miliknya ludes dilalap si jago merah. “Semua stan saya habis,” ujar lelaki itu dengan suara panik.
Besarnya kobaran api membakar ratusan stan. Kobaran api semakin besar karena embusan angin cukup kencang. Upaya pemadaman dilakukan dengan mengerahkan puluhan mobil PMK. Bantuan juga datang dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Pemkot Surabaya.
Pantauan terakhir KabaNet, hingga pukul 01.00, Senin (17/6) dini hari, kebakaran yang melanda Pasar Turi, Surabaya, Jawa Timur, belum juga padam. Petugas masih sibuk memadamkan api yang membakar pasar sejak Ahad malam itu.
Kobaran api masih terjadi, terutama di lantai dasar Pasar Turi. Semua bagian kompleks ludes terbakar. Sementara ribuan kios dan lapak tidak bisa diselamatkan. Barang-barang yang berada di kios juga terbuat dari bahan yang mudah terbakar.
Selain di di Pasar Turi lama, proses evakuasi juga dilakukan di Pasar Turi Baru yang letaknya hanya berseberangan. Para pedagang mengaku kecewa dengan pemerintah Kota Surabaya. Pasalnya pemerintah Surabaya hanya mengumbar janji merenovasi kondisi pasar. “Dengan kebakaran ini kami menjadi trauma. Sudah beberapa tahun pemerintah berjanji merenovasi pasar, tapi sampai sekarang belum juga terlaksana,” kata Haji Sahil, salah satu pedagang di lokasi kebakaran.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Maryanto belum bisa memastikan penyebab kebakaran yang melanda Pasar Turi Lama, Minggu malam. ”Kami belum bisa memastikan karena belum ada penyelidikan. Nanti kalau sudah padam, baru petugas mencari penyebabnya,” ujarnya di lokasi kejadian, Senin dini hari. [KbrNet/Slm]







































Kopral berkata
Maaf bukan nuduh.. tapi boleh jadi disabotase oleh PGS (Pusat Grosir Surabaya) ‘saingan’ Pasar Turi yg lokasinya tepat berseberangan dgn Pasar Turi. Sebab Pasar Turi akan dibangun lagi, Stand2 nya sudah mulai dijual. Yg beli rebutan. Kalo ‘Pasar Turi Baru’ sampai berdiri maka PGS akan tersaing. Tapi ini sekedar dugaan.
Tan Panama berkata
Pertanda zaman edan :
Teror kata lebih kejam daripada fitnah.
Menghujat atau menjilat
MetroTV hidup dari bencana,
Pertanda zaman edan :
Teror kata lebih kejam daripada fitnah.
Menghujat atau menjilat
MetroTV hidup dari bencana,
Pertanda zaman edan :
Teror kata lebih kejam daripada fitnah.
Menghujat atau menjilat
MetroTV hidup dari bencana,
Pertanda zaman edan :
Teror kata lebih kejam daripada fitnah.
Menghujat atau menjilat
MetroTV hidup dari bencana,
Pertanda zaman edan :
Teror kata lebih kejam daripada fitnah.
Menghujat atau menjilat
MetroTV hidup dari bencana,
teroris cinta berkata
si jago merah ini suka lalapan kok ya pasar turi,lalapan enak daun singkong,sambel terasi..