Jokowi Pemimpin Fenomenal Dambaan Rakyat
Posted by KabarNet pada 12/09/2012
Jakarta – KabarNet: Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi yang penuh dengan keteladanan. Kepemimpinannya di Indonesia sangat langka dan patut dijadikan contoh dalam memimpin bangsa ini. Pemimpin Indonesia saat ini termasuk pejabat negara, bupati, gubernur, para Menteri termasuk kepempimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini kebanyakan omong kosong belaka, jarang terlihat wujud riil dari program yang terkait dengan kepentingan rakyat. Kita lihat banyak pejabat negara yang hidup dalam hedonisme dan kemewahan dari hasil uang rakyat dan uang negara yang digunakan untuk kepentingan diri sendiri.
Joko Widodo menjadi sosok teladan yang patut ditiru pejabat publik lainnya di Indonesia, bukan malah tindakan Jokowi yang memiliki integritas tinggi dan moralitas yang baik terhadap rakyatnya, itu sebaliknya dicibir pejabat lainnya, bahkan sampai dihina, dibodoh-bodohkan, apalagi dikatakan untuk pencitraan. Misal, tindakan Jokowi menggunakan mobil dinas dari hasil karya anak bangsa Ini adalah contoh nyata, bahwa dia mencintai produk Indonesia, bukan munafik seperti pejabat negara lainnya. Jokowi menunjukkan integritasnya bahwa setiap pernyataan yang muuncul dari seorang pejabat negara harus sama dengan aksi nyata di lapangan.
Sosok Jokowi ini dapat membawa perubahan bagi bangsa Indonesia, di tengah para pemimpin bangsa yang hidup dalam hedonisme dan materialisme. Sifat-sifat dan karakter kepemimpinan Jokowi harus dijadikan contoh bagi para pemimpin bangsa Indonersia lainnya. Kepemimpinan model Jokowi ini sangat didambakan seluruh masyarakat Indonesia, sekaligus memunculkan harapan bahwa ternyata di Indonesia masih ada sosok pemimpin yang bisa dipercaya untuk memangku jabatan secara amanah dan jujur. Kini Jokowi menjadi tokoh dambaan rakyat yang mengharap perubahan.
Jokowi seorang birokrat yang kreatif, responsif, merakyat dan tentu saja disenangi masyarakat. Bagi masyarakat kota Solo sendiri, kredibilitas dan kapabilitas Jokowi sudah tidak mereka ragukan lagi. Sebab Jokowi sudah kedua kalinya dipilih sebagai Walikota Solo. Yang signifikan dari keterpilihannya yaitu suara rakyat Solo yang diberikan kepada Jokowi dalam Pilkada periode kedua, nyaris sempurna. Yaitu mencapai 96%.
Sorotan terhadap Jokowi cukup fenomenal. Sorotan lebih banyak bersifat apresiasi. Bukan hujatan. Sorotan tidak lagi menyindir para pejabat pemerintah yang gemar melakukan korupsi tetapi sekadar mengatakan, tirulah cara Walikota Solo.
Dampak dari apresiasi itu, Jokowi sangat layak menduduki jabatan yang lebih tinggi semisal menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Seninya, walau pun Jokowi diuji, disanjung dan dianggap sebagai sosok yang mampu merestorasi Jakarta sebagai ibukota NKRI, tetapi Jokowi tetap merendah. Jokowi adalah potret pemimpin masa kini yang tidak membayar media untuk pencitraannya.
Tapi apa pun sorotan dan apresiasi terhadap Jokowi, substansinya, adalah rakyat Indonesia saat ini merasakan adanya kekosongan pemimpin yang bisa diteladani. Apresiasi terhadap Jokowi merupakan potret paradoksal dari banyak kejadian di tanah air.
Lihat saja di Papua, Papua Barat, Sampang dan Kaimantan Tengah, rumah para pemimpin (Gubernur dan Bupati) di daerah itu dibakar massa secara beramai-ramai. Tragisnya tidak ada yang membela para pemimpin itu. Aparatur kepolisian yang seharusnya menjaga ketertiban masyarakat, tidak mampu mencegah emosi massa yang berbondong-bondong membakar rumah para pemimpin di daerah itu.
Sorotan terhadap Jokowi terjadi di saat para pemimpin formal baik yang ada di eksekutif, legislatif dan yudikatif, terus berlomba melakukan korupsi, pembohongan kepada publik dan memprioritaskan kepentingan pribadi. Pemimpin yang ada di tingkat nasional mulai dari Presiden, tidak lagi dianggap sebagai tokoh yang bisa diteladani.
Semakin banyak Indonesia memiliki tokoh fenomenal seperti Jokowi, semakin baik bagi masa depan bangsa. Sebab kelak, ketika Indonesia harus mencari dan memilih pemimpin, tidak akan ada kesulitan. Indonesia bisa memilih pemimpin yang terbaik di antara yang terbaik. Bukan yang terbaik di antara yang terburuk. Indonesia perlu stok pemimpin yang kreatif dan dicintai rakyat seperti Jokowi.
Benar apa yang dikatakan oleh Syahrul Kirom, salah seorang mahasiswa alumnus Program Master Filsafat, UGM, bahwa bangsa Indonesia saat ini memang telah mengalami krisis kepemimpinan, krisis teladan yang baik dan miskin moral para pejabat negaranya. Mereka banyak menggunakan fasilitas negera, untuk kehidupan yang mewah demi memenuhi hawa nafsu dan keinginannya. Kebanyakan pejabat negara tidak mampu mengontrol diri dan terjerumus ke gaya hidup mewah. Sikap sederhana mulai hilang dalam nalar pikiran pejabat publik.
Krisis moral itu muncul akibat kejahatan yang dilakukan pemimpin bangsa. Mereka memahami bahwa kejahatan seperti korupsi, perampokan dan peristiwa amoral lainnya telah dianggap biasa. Hati nurani manusia seolah-olah tidak digunakan, hati nurani telah mati. Padahal tindakan manusia itu telah menyalahi kodrat dan tatanan normatif dengan nilai-nilai kemanusiaan. Krisis moral melanda pemimpin bangsa seperti praktik ketidakjujuran atau kebohongan publik dan praktik korupsi, melainkan juga sebagai upaya mengikis sikap opurtunis, krisis kepercayaan yang sesungguhnya telah menghancurkan peradaban bangsa Indonesia.
Praktik korupsi sampai sekarang ini masih terus berjalan, mulai dari dilakukan menteri, gubernur, bupati, walikota, anggota DPR/DPRD, pejabat birokrasi, pejabat perbankan, kepabeanan dan pegawai pajak beramai ramai melakukan korupsi. Itu menunjukkan adanya dominasi pertimbangan yang tidak etis di kalangan pejabat. Degradasi moral telah melanda pemimpin bangsa, karena mereka tidak mampu menjalankan prinsip-prinsip kejujuran dan tidak memiliki integritas moral yang tinggi.
Krisis keteladanan, pejabat negara biasanya hanya berpidato secara normatif melalui pernyataan-pernyataan yang tanpa makna. Pejabat publik tidak pernah turun ke lapangan melihat kondisi nyata penderitaan dan kemiskinan rakyat.
Jokowi adalah walikota Solo yang telah memberikan contoh dalam kinerja untuk turun langsung di hadapan rakyatnya dan berdialog untuk mendengarkan keluh kesah rakyatnya, sehingga bisa membuat kebijakan yang langsung menyentuh kepentingan mereka.
Dalam konteks persoalan bangsa Indonesia, tentang kekuasaan yang sudah semestinya digunakan untuk mengabdi kepada rakyat Indonesia. Ini sebenarnya panggilan hati nurani pemimpin. Akan tetapi, hati nurani telah diputarbalikkan. Manusia sering kali menyalahgunakan kekuasaan hanya untuk kepentingan diri sendiri dan kelompoknya. Hal ini tentunya melanggar dari suara hati, dengan begitu hati nurani berperan dalam menuntut bagaimana manusia berpikir dalam mengambil tindakan yang baik dan buruk. Hati nurani adalah sumber kewajiban yang menuntut manusia ke jalan kebenaran dan kebaikan.
Perilaku baik dalam bentuk kesederhanaan, kejujuran, kedisiplinan telah dicontohkan oleh Jokowi sebagai pejabat publik yang penuh dengan nilai-nilai moralitas, memperhatikan betul nasib rakyatnya demi kesejahteraan dan kemakmuran seluruh kepentingan rakyat Indonesia. Dengan demikian, cara dan sistem kinerja yang contohkan Jokowi ini adalah upaya membangun moralitas dan kesederhanaan dari seorang pejabat pejabat. Sangat baik jika apa yang dilakukan Jokowi dalam menjalankan kinerjanya bisa diwujudkan oleh pejabat negara lainnya.
Semoga saja dengan munculnya pejabat atau pemimpin daerah seperti Jokowi, dapat menyadarkan semua pihak untuk melakukan restrospeksi. Harapan yang lebih tinggi, semoga saja pemimpin sekaliber Jokowi dapat lahir di berbagai tempat di Indonesia. [KbrNet/Slm]







































Alex berkata
Tumben kab@rnet nulis ttg kelebihan Jokowi.?
Tulisan2 dibawah bnyk menyerang jokowi.
Tp bagus lah…
Jadilah media objektf dan mencerahkan.,
Lucu berkata
Nah tulisan atau berita yang bener begini, memang pantas dipublish oleh Kabarnet, jangan yg sifat provokatif, seruan2 ga bener dan arogan, yg dipublish.
sentot berkata
Sampai hampir gak percaya baca Kabarnet kali ini tentang Jokowi.
Biasanya kan berisi berita negative tentang Jokowi.
Semoga berita Kabarnet lebih akurat dan tidak memihak kemanapun, apa adanya.
Terima kasih
pentol@yahoo.com berkata
saya setuju dengan Alex nih, kok dengarene ini kabar.net tulis berita selembut sutera, biasanya beritanya setajam S-I-L-E-T !
wawang berkata
pencitraan doang tuh!
Korban Mereka Berdua berkata
adduuh… senangnya para simpatisan A Hok – Jokowi mbaca berita ini.
Ya gitu Kabarnet, muatlah berita2 “menyenangkan ttg Engko A Hok & Jokowi” yg “diinginkan” oleh para simpatisan mereka. (sekalipun itu bohong dn berlebihan). Pasti nnti kabarnet di-puji2.
khan memang beda:
1- ada fakta yg diberitakan.
2- ada berita “yg diinginkan”
Lha para cecunguk A Hok & Jokowi itu pengen yg nomor 2.
Ga percaya?
Ayo coba Kabarnet muat berita yg mengungkap fakta keburukan dan kegagalan A Hok & Jokowi. Pasti Kabarnet dihujat habis. Coba aja
gesa fm komonitas berkata
Sebelum baca komentar teman-teman, saya baca s/d habis tulisan di atas…., pikir saya juga sama, ada apa kok tumben kabarnet punya tulisan tentang Jokowi yg bagus ini. eeee ternyata baca komentar pertama sama,” tumben kabar net”. ya begitu dong…., berimbang lah.
Anonymous berkata
To “Korban Mereka Berdua”: Buktikan kata2 anda tsb, jangan berkata kata penuh dengan fitnah keji tanpa bukti. Apakah perbuatan keji anda itu hasil dari didikan orang tua anda ? Sangat memalukan kamu itu !
Yang betul: beritakan apa adanya sesuai dengan fakta dilapangan. Kalau baik ya diberitakan baik dan sebaliknya. Titik.
xi..xi..xi.. berkata
====
Yang betul: beritakan apa adanya sesuai dengan fakta dilapangan. Kalau baik ya diberitakan baik dan sebaliknya.
====
xi..xi..xi..
kl itu yg dilakukan, pasti Ahokers berkaing kaing menggonggong.
xi..xi..xii…
Buruh Jakarta berkata
Siapa yang memimpin taakan ada perubahan selama Sistem yang sama masih berjalan,,belajarlah kepemimpinan dari Nabi Muhammad SAW, ,,
#Tidak untuk FOKE dan JOKO
ismyatul berkata
kayanya dlu brta ini udah d posting ma admin, tp ya mgkin dmi membahagiakan jokower dan Ahokers terpaksa admin, muji dkit lah gpp ga rugi, di banding d blg berat sbelah ha ha
Kalempong Jokowi berkata
Jokowi dan ahok akan lebih sukses jika banyak2 mengkonsumsi kalempong jawi
bambang antara berkata
Insyaalloh semuanya sudah diatur kita hanya menjalani saja. Dalam keyakinan jawa calon pemimpin itu sudah ditentukan oleh yang maha kuasa, semoga Pak Jokowi sudah mendapat wahyu keprabon, kalau belum … ya tak usah kecewa kan Pak Jokowi tetap menjadi Pemimpin bagi Warga Solo Hadiningrat.. salam