Detik-Detik Terakhir Imam Kartosoewiryo
Posted by KabarNet pada 06/09/2012
Misteri Eksekusi Mati Imam Kartosoewiryo Terkuak
Jakarta – KabarNet: Misteri terkait kematian pejuang Islam dan bangsa Imam DI/TII Sekarmadji Marijan Kartosoewiryo akhirnya terkuak. Setidaknya bagaimana proses eksekusi dan lokasi pekuburannya dapat masyarakat ketahui sekarang.

Selama 50 tahun, pemerintah Soekarno dan Soeharto menyembunyikan lokasi eksekusi sang Imam untuk mencegah balas dendam dan reaksi para pengikutnya yang militan.
Selama ini Kartosoewiryo dipercaya masyarakat dieksekusi dan dikubur di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Bahkan ada makam yang disebut sebagai makam sang imam di sana. Ternyata salah besar.
Adalah sejarawan dan budayawan Fadli Zon yang membuka misteri yang tersimpan 50 tahun lalu itu. Lewat buku ‘Hari terakhir Kartosoewiryo: 81 Foto Eksekusi mati Imam DI/TII’, terungkap Kartosoewiryo dieksekusi mati dan dikuburkan di Pulau Ubi, Kepulauan Seribu.
Buku foto ini merangkai perjalanan akhir sang imam. Mulai makanan terakhir yang dimakannya, perjalanannya ke pulau, hingga ditembak mati tentara dan disalatkan serta dimakamkan. “Sebuah fakta yang terkubur selama 50 Tahun, Kartosoewiryo dieksekusi September 1962,” kata Fadli dalam undangan peluncuran bukunya yang digelar di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Rabu (4/9), seperti dikutip muslimdaily.
Kartosoewiryo memproklamirkan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) 7 Agustus 1949 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Soekarno kemudian mengirimkan tentara dari Divisi Siliwangi dan satuan-satuan lain untuk menumpas gerakan Kartosoewiryo. Peperangan gerilya di belantara Jawa Barat berlangsung lama. Baru tahun 1962 gerakan ini dipatahkan. Kartosoewiryo ditangkap tentara Siliwangi saat bersembunyi dalam gubuk di Gunung Rakutak, Jawa Barat tanggal 4 Juni 1962.
Soekarno menjatuhkan hukuman mati pada Kartosuwiryo. Sebenarnya, Kartosoewiryo adalah sahabat karibnya. Dulu Soekarno, Muso dan Kartosoewiryo sama-sama ngekos di rumah Tjokroaminoto di Surabaya. Tapi ketiganya akhirnya memilih ideologi dan jalan yang berbeda. Soekarno menjadi nasionalis, Muso menjadi komunis, sedangkan Kartosuwiryo menjadi Islamis. Nasib Kartosoewiryo pun berakhir diterjang timah panas regu tembak tentara Soekarno, mantan sahabatnya sendiri.
4 Permintaan Terakhir Kartosoewiryo Sebelum Eksekusi
Ditolak grasinya oleh Presiden Soekarno, Imam Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DII/TII) Sekarmadji Maridjan Kartosoewiryo meminta empat hal pada Soekarno sebelum eksekusi. “Ada permintaan terakhir bapak. Ada empat,” kata anak bungsu Kartosoewiryo, Sardjono, saat diskusi buku Hari-hari terakhir Kartosoewiryo di TIM, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Rabu (5/9).
Permintaan tersebut adalah bertemu dengan perwira-perwira terdekat Kartosoewiryo. Permintaan ini ditolak karena dikhawatirkan akan menimbulkan dampak politik. Permintaan kedua, eksekusi mati disaksikan perwakilan keluarga. Namun permintaan ini juga ditolak.
Permintaan yang ketiga, jenazah dikembalikan pada pihak keluarga. Ini pun juga ditolak oleh Soekarno. Baru permintaan yang keempat dikabulkan oleh Soekarno. “Permintaan keempat, agar dipertemukan dengan pihak keluarga untuk terakhir kalinya. Permintaan ini yang dikabulkan,” kata Sardjono Kartosoewiryo.
Sebelum dieksekusi, sang imam besar pun dipertemukan terlebih dahulu dengan keluarganya untuk terakhir kali. Mereka makan bersama dan mengobrol untuk terakhir kali di rumah tahanan militer, Jakarta. Setelah makan bersama, Kartosoewiryo kemudian dibawa ke Pulau Ubi dan ditembak mati regu penembak.
Imam Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DII/TII) Sekarmadji Maridjan Kartosoewiryo mengakhiri perjuangannya dan ditangkap bulan Juni 1962 oleh tentara Republik Indonesia. Dia kemudian diadili secara kilat dan dijatuhi hukuman mati. [KbrNet/Slm - Foto: Buku Fadli Zon]

Makan siang terakhir bersama keluarga

Imam Kartosoewiryo

Kartosoewiryo menyeberang pindah ke kapal LCM (landing craft mechanized) untuk menuju Pulau Ubi tempat eksekusi dilaksanakan.

Dokter mengancingkan baju setelah memeriksa Kartosoewiryo.

Dengan mata ditutup dengan kain putih, Kartosoewiryo dituntun menuju tempat eksekusi.

Dengan mata ditutup dengan kain putih, Kartosoewiryo dituntun menuju tempat eksekusi.

Dengan mata ditutup dengan kain putih, Kartosoewiryo diikat di tempat eksekusi.

Proses eksekusi siap dilakukan.

Komandan regu tembak, melakukan tembakan terakhir.

Setelah pemeriksaan jenazah selesai, proses eksekusi selesai dilaksanakan .







































Nur berkata
Masya Allah … lengkap y dokumentasinya.
Paulus nabi palsu berkata
Subhanallah, semoga Allah memberikan mati syahid kepada beliau. Insya Allah, jika perjuangan beliau ikhlas semata mata karena Allah Ta’ala maka kebahagian yg hakiki dan abadi akan dianugerahkan kepada beliau. Dan semoga laknat Allah ditimpakan kepada orang orang yg menentang Allah dan RasulNya.
Patah tumbuh hilang berganti, hilang satu tumbuh seribu.
hehehe…. gitu aza kok repot
Vie berkata
Semoga Allah memberikan surga buat alm…Sedih dan perihatin meliat photo2 tsb…Hukum di Indonesia tajam buat org@ spti SM Kartosuwiryo tp tumpul buat org2 kyk Suharto…
Bakul Nasi berkata
Pemberontak,Pembangkang,Pembuat Makar dan Kudeta Berdarah atas Kedaulatan NKRI maka harus DIHUKUM MATI……Soekarno berjuang bukan utk Tanah Jawa saja tp untuk NKRI dari Sabang smp Merauke,Muslim dan Non Muslim.
Pajagan berkata
Anak buak SM. Kartosuwiryo banyak membunuh rakyat Jawa Barat, Rumah2 banyak yang di bakar ???? Syahid
Anonymous berkata
apakah perlu menghujat kedua pihak,soekarno dan kartosoewiryo,sedangkan kita tidak tau mana yang benar,kecuali dari cerita-cerita berbagai sumber berita,sejarah bisa diputar balikkan , anggap sebagai pengalaman sejarah bangsa indonesia
Shiddiq berkata
Sesuatu yang jarang diunkapkan para ahli sejarah hingga kini dengan maksud mungkin untuk membiarkan wajah perjuangan NII tetap hitam di mata umat Islam, sehingga sampai sekarang pun DI/TII sering dipandang sebagai gerombolan yang suka membakar perkampungan rakyat, merampok serta membuat sengsara rakyat banyak. Sesungguhnya DI/TII telah diinfiltrasi oleh penyusup yang dibayar oleh agen Belanda, maka sering sukar dibedakan dalam peristiwa-peristiwa dan gerombolan yang disebut-sebut, mana yang termasuk gerakan DI yang asli (murni) dan mana yang sebenarnya gerakan penjahat yang memfitnah.
Pada waktu dilancarkan serbuan menumpas TII oleh AH.Nasution yang disebut PAGAR BETIS (PAsukan GAbungan Rakyat BErantas Tentara ISlam), rakyat dijadikan umpan terlebih dahulu, Sedangkan DI/TII diperintahkan oleh SMK untuk tidak menembak rakyat tidak berdosa yang selama ini telah banyak membantu perjuangan DI/TII, namun bila rakyat akan mundur, niscaya akan ditembak oleh TNI.
Akhirnya SMK tertangkap 4 Juni 1962, diadili secara kilat 14-16 Agustus 1962, dieksekusi mati 12 September 1962. Konon, untuk berubah dari tuntutan hukuman mati, SMK diminta supaya bersedia mencabut mencabut baiatnya dan membatalkan proklamasi DI (NII) yang diproklamirkannya 7 Agustus 1949 (12 Syawal 1368H). Tapi tawaran tsb beliau tolak dan rela mati ditembus peluru oleh regu tembak. Itulah sikap pejuang yang jantan dan istiqomah, konsekuen dan konsisten dalam membela pendiriannya. Beliau ulama mujahid, intelektual dan militer sekaligus, yang telah menyirami bumi ini dengan tetesan darahnya, dia mati untuk menyongsong kehidupan abadi. Insya Allah syahid, sekalipun jasad beliau telah tiada, tetapi jiwa dan perjuangannya akan tetap hidup, itulah makna dari QS.2:154
Abubakar Ashiddiq ra pernah berkata : “Ihrish ‘alal maut, tuhab lakal hayat” (Songsonglah kematian, niscaya akan kau dapatkan kehidupan)
Sitti Aisyah berkata
Proklamasi membedakan dengan tajam antara pahlawan dan penghianat.
Mengapa sejarah mengagung-agungkan seorang tokoh
dan seakan-akan membunuh tokoh lain?
Barangkali benar juga sejarah itu tidak adil.
Mengapa sejarah mencatat suatu peristiwa
atau mengagung-agungkan seorang tokoh,
tetapi melupakan peristiwa lain
dan seakan-akan membunuh tokoh lain?
(Kutipan : Dr.Taufik Abdullah-Refleksi Tempo, Agustus 1987)
Adapun teks Proklamasi NII yang diproklamirkan SMK
di Gunung Cupu, Tasikmalaya, Jawa Barat sbb :
Bismillahirrohmanirrahim.
Asyhaduan lailaha ilallah, wa asyhaduanna Muhammadarrasulullah.
Kami umat Islam bangsa Indonesia menyatakan berdirinya Negara Islam Indonesia.
Maka hukum yang berlaku atas Negara Islam Indonesia itu adalah hukum Islam.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Madinah Indonesia, 12 Syawal 1368H (7 Agustus 1949M)
Atas nama umat Islam bangsa Indonesia
Imam Negara Islam Indonesia :
Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo
Sempurna !!!
leon berkata
setuju buat aisyah n anonymous…tidak setuju dengan si otak nasi bakul..kebanyakan makan lo jadi ngawur omongan lo…knowledge aja rendah pake komentar….
baguscokie berkata
Mumpung lagi ramai berita tentang foto2 detik2 terakhir Imam Kartosuwiryo.
Smoga tulisan ini ada hubungannya.
Islam TIDAK PERNAH Memberontak kepada NKRI
Tidak bisa dipungkiri kalau kita baca buku sejarah atau ke museum, maka Islam digambarkan sebagai agama yang pernah memberontak kepada NKRI
Sejak SD saya sering bertanya tanya , benarkah demikian ??
“Siapa pun tak kan bisa menolak fakta bahwa perjuangan umat Islam-lah yang menjadikan negara ini merdeka dan mampu mempertahankannya. Semangat jihad-lah yang membuat bangsa dan negara ini kuat menghadapi berbagai gempuran para musuhnya. Tapi apakah hal ini ditulis dengan benar dan apa adanya dalam sejarah kita? Sama sekali tidak! ( Letnan Jenderal (Purn) Zaini Azhar Maulani )”
Rakyat Indonesia selalu dicekoki tuduhan seakan-akan gerakan Islam identik dengan pemberontakan sebagaimana yang selama ini dituduhkan kepada NII. Padahal kehadiran dan deklarasi NII sebenarnya tidak pada posisi ada negara di dalam negara karena Republik Indonesia berdasarkan Perjanjian Renville hanya berada di Jateng, Yogyakarta dan Sebagian Sumatera .
Kesepakatan yang diambil dari Perjanjian Renville adalah sebagai berikut :
Disetujuinya pelaksanaan gencatan senjata
Disetujuinya sebuah garis demarkasi yang memisahkan wilayah Indonesia dan daerah pendudukan Belanda.
TNI harus ditarik mundur dari daerah-daerah kantongnya di wilayah pendudukan di Jawa Barat dan Jawa Timur ke daerah Indonesia di Yogyakarta. Dan pada bulan Februari 1948, Divisi Siliwangi hijrah ke Jawa Tengah.
Tidak semua pejuang Republik yang tergabung dalam berbagai laskar, seperti Barisan Bambu Runcing dan Laskar Hizbullah/Sabillilah di bawah pimpinan Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, mematuhi hasil Persetujuan Renville tersebut. Mereka terus melakukan perlawanan bersenjata terhadap tentara Belanda. Hingga pada 7 Agustus 1949, di wilayah yang masih dikuasai Belanda waktu itu, Kartosuwiryo menyatakan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII).
Jadi Lebih tepat dikatakan kehadiran NII adalah sebuah negara yang sejajar jika disandingkan dengan RI. Lain halnya dengan negara Pasundan yang benar-benar merupakan produk Belanda. Orang-orang nasionalis tidak bisa sependapat dalam perkara ini, tetapi kebenaran sejarah tidak bisa ditutupi terus-menerus.”
Inilah Peta Indonesia Pada Tahun 1948
Usaha untuk mengungkapkan manipulasi sejarah adalah sangat berat. Satu di antara fakta sejarah yang dimanipulasi, adalah untuk mengungkap kebenaran tuduhan teks proklamasi dan UUD Negara Islam Indonesia adalah jiplakan dari proklamasi Soekarno-Hatta.Yang sebenamya terjadi justru kebalikannya.
Ketika Hiroshima dan Nagasaki di bom (6 – 9 Mei 1945) S.M. Kartosuwiryo sudah tahu melalui berita radio, sehingga ia berusaha memanfaatkan peluang ini untuk sosialisasi proklamasi Negara Islam Indonesia. Ia datang ke Jakarta bersama pasukan Hisbullah dan mengumpulkan massa guna mensosialisasikan kemungkinan berdirinya Negara Islam Indonesia, dan rancangan konsep proklamasi Negara Islam lndonesia kepada masyarakat. Sebagai seorang tokoh nasional yang pernah ditawari sebagai menteri pertahanan muda yang kemudian ditolaknya, melakukan hal ini tentu bukan perkara sulit. Salah satu di antara massa yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Sukarni dan Ahmad Subarjo.
Mengetahui banyaknya dukungan terhadap sosialisasi ini, mereka menculik Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok agar mempercepat proklamasi RI sehingga Negara Islam Indonesia tidak jadi tegak. Bahkan dalam bukunya, Holk H. Dengel menyebutkan tanggal 14 Agustus 1945 Negara Islam Indonesia telah di proklamirkan, tetapi yang sebenarnya baru sosialisasi saja. Ketika di Rengasdengklok Soekamo menanyakan kepada Ahmad Soebardjo, sebagaimana ditulis Mr. Ahmad Soebardjo dalam bukunya “Lahirnya Republik Indonesia”.
Pertanyaan Soekarno itu adalah: “Masih ingatkah saudara, teks dari bab Pembukaan Undang-Undang Dasar kita ?”
“Ya saya ingat, saya menjawab,”Tetapi tidak lengkap seluruhnya”.
“Tidak mengapa,” Soekarno bilang, “Kita hanya memerlukan kalimat-kalimatyang menyangkut Proklamasi dan bukan seluruh teksnya”.
Soekarno kemudian mengambil secarik kertas dan menuliskan sesuai dengan apa yang saya ucapkan sebagai berikut : “Kami rakyat Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan”.
Jika kesaksian Ahmad Soebardjo ini benar, jelas tidak masuk akal, karena kita tahu bahwa UUD 1945 baru disahkan dan disetujui tanggal 18 Agustus 1945 setelah proklamasi. Sehingga pertanyaan yang benar semestinya adalah, “Masih ingatkah saudara akan sosialisasi proklamasi Negara Islam Indonesia?” Maka wajarlah jika naskah Proklamasi RI yang asli terdapat banyak coretan. Jelaslah bahwa ternyata Soekarno-Hatta yang menjiplak konsep naskah proklamasi Negara Islam Indonesia, dan bukan sebaliknya. Memang sedikit sejarawan yang mengetahui mengenai kebenaran sejarah ini. Di antara yang sedikit itu adalah Ahmad Mansyur Suryanegara, beliau pernah mengatakan bahwa S.M. Kartosuwiryo pernah datang ke Jakarta pada awal Agustus 1945 bersama pasukan Hizbullah dan Sabilillah.
“Sebenarnya, sebelum hari-hari menjelang proklamasi RI tanggal 17 Agustus 1945, Kartosuwiryo telah lebih dahulu menebar aroma deklarasi kemerdekaan Islam, ketika kedatangannya pada awal bulan Agustus setelah mengetahui bahwa perseteruan antara Jepang dan Amerika memuncak dan menjadi bumerang bagi Jepang. Ia datang ke Jakarta bersama dengan beberapa orang pasukan laskar Hisbullah, dan segera bertemu dengan beberapa elit pergerakan atau kaum nasionalis untuk memperbincangkan peluang yang mesti diambil guna mengakhiri dan sekaligus mengubah determinisme sejarah rakyat Indonesia. Untuk memahami mengapa pada tanggal 16 Agustus pagi Hatta dan Soekamo tidak dapat
ditemukan di Jakarta, kiranya Historical enquiry berikut ini perlu diajukan : Mengapa Soekarno dan Hatta mesti menghindar begitu jauh ke Rengasdengklok padahal Jepang memang sangat menyetujui persiapan kemerdekaan Indonesia? Mengapa ketika Soebardjo ditanya Soekarno, apakah kamu ingat pembukaan Piagam Jakarta ? Mengapa jawaban yang diberikan dimulai dengan kami bangsa Indonesia …? Bukankah itu sesungguhnya adalah rancangan Proklamasi yang sudah dipersiapkan Kartosuwiryo pada tanggal 13 dan 14 Agustus 1945 kepada mereka ? Pada malam harinya mereka telah dibawa oleh para pemimpin pemuda, yaitu Soekarni dan Ahmad Soebardjo, ke garnisun PETA di Rengasdengklok,sebuah kota kecil yang terletak di sebelah barat kota Karawang, dengan dalih melindungi mereka bilamana meletus suatu pemberontakan PETA dan HEIHO. Ternyata tidak terjadi suatu pemberontakan pun, sehingga Soekamo dan Hatta segera menyadari bahwa kejadian ini merupakan suatu usaha memaksa mereka supaya menyatakan kemerdekaan di luar rencana pihak Jepang, tujuan ini mereka tolak. Laksamana Maida mengirim kabar bahwa jika mereka dikembalikan dengan selamat maka dia dapat mengatur agar pihak Jepang tidak menghiraukan bilamana kemerdekaan dicanangkan. Mereka mempersiapkan naskah proklamasi hanya berdasarkan ingatan tentang konsep proklamasi Islam yang dipersiapkan SM. Kartosuwiryo pada awal bulan Agustus 1945. Maka, seingat Soekarni dan Ahmad
Soebardjo, naskah itu didasarkan pada bayang-bayang konsep proklamasi dari S.M. Kartosuwiryo, bukan pada konsep pembukaan UUD 1945 yang dibuat oleh BPUPKI atau PPKI.” (Al Chaidar, Pengantar Pemikiran Politik Proklamator Negara Isalam Indonesia S.M. Kartosoewirjo, hal. 65, Pen. Darul Falah, Jakarta).
http://cokiehti.wordpress.com/2009/12/07/islam-tidak-pernah-memberontak-kepada-nkri/
baguscokie berkata
Islam TIDAK PERNAH Memberontak kepada NKRI
Tidak bisa dipungkiri kalau kita baca buku sejarah atau ke museum, maka Islam digambarkan sebagai agama yang pernah memberontak kepada NKRI
Sejak SD saya sering bertanya tanya , benarkah demikian ??
“Siapa pun tak kan bisa menolak fakta bahwa perjuangan umat Islam-lah yang menjadikan negara ini merdeka dan mampu mempertahankannya. Semangat jihad-lah yang membuat bangsa dan negara ini kuat menghadapi berbagai gempuran para musuhnya. Tapi apakah hal ini ditulis dengan benar dan apa adanya dalam sejarah kita? Sama sekali tidak! ( Letnan Jenderal (Purn) Zaini Azhar Maulani )”
Rakyat Indonesia selalu dicekoki tuduhan seakan-akan gerakan Islam identik dengan pemberontakan sebagaimana yang selama ini dituduhkan kepada NII. Padahal kehadiran dan deklarasi NII sebenarnya tidak pada posisi ada negara di dalam negara karena Republik Indonesia berdasarkan Perjanjian Renville hanya berada di Jateng, Yogyakarta dan Sebagian Sumatera .
Kesepakatan yang diambil dari Perjanjian Renville adalah sebagai berikut :
Disetujuinya pelaksanaan gencatan senjata
Disetujuinya sebuah garis demarkasi yang memisahkan wilayah Indonesia dan daerah pendudukan Belanda.
TNI harus ditarik mundur dari daerah-daerah kantongnya di wilayah pendudukan di Jawa Barat dan Jawa Timur ke daerah Indonesia di Yogyakarta. Dan pada bulan Februari 1948, Divisi Siliwangi hijrah ke Jawa Tengah.
Tidak semua pejuang Republik yang tergabung dalam berbagai laskar, seperti Barisan Bambu Runcing dan Laskar Hizbullah/Sabillilah di bawah pimpinan Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, mematuhi hasil Persetujuan Renville tersebut. Mereka terus melakukan perlawanan bersenjata terhadap tentara Belanda. Hingga pada 7 Agustus 1949, di wilayah yang masih dikuasai Belanda waktu itu, Kartosuwiryo menyatakan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII).
Jadi Lebih tepat dikatakan kehadiran NII adalah sebuah negara yang sejajar jika disandingkan dengan RI. Lain halnya dengan negara Pasundan yang benar-benar merupakan produk Belanda. Orang-orang nasionalis tidak bisa sependapat dalam perkara ini, tetapi kebenaran sejarah tidak bisa ditutupi terus-menerus.”
Inilah Peta Indonesia Pada Tahun 1948
Usaha untuk mengungkapkan manipulasi sejarah adalah sangat berat. Satu di antara fakta sejarah yang dimanipulasi, adalah untuk mengungkap kebenaran tuduhan teks proklamasi dan UUD Negara Islam Indonesia adalah jiplakan dari proklamasi Soekarno-Hatta.Yang sebenamya terjadi justru kebalikannya.
Ketika Hiroshima dan Nagasaki di bom (6 – 9 Mei 1945) S.M. Kartosuwiryo sudah tahu melalui berita radio, sehingga ia berusaha memanfaatkan peluang ini untuk sosialisasi proklamasi Negara Islam Indonesia. Ia datang ke Jakarta bersama pasukan Hisbullah dan mengumpulkan massa guna mensosialisasikan kemungkinan berdirinya Negara Islam Indonesia, dan rancangan konsep proklamasi Negara Islam lndonesia kepada masyarakat. Sebagai seorang tokoh nasional yang pernah ditawari sebagai menteri pertahanan muda yang kemudian ditolaknya, melakukan hal ini tentu bukan perkara sulit. Salah satu di antara massa yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Sukarni dan Ahmad Subarjo.
Mengetahui banyaknya dukungan terhadap sosialisasi ini, mereka menculik Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok agar mempercepat proklamasi RI sehingga Negara Islam Indonesia tidak jadi tegak. Bahkan dalam bukunya, Holk H. Dengel menyebutkan tanggal 14 Agustus 1945 Negara Islam Indonesia telah di proklamirkan, tetapi yang sebenarnya baru sosialisasi saja. Ketika di Rengasdengklok Soekamo menanyakan kepada Ahmad Soebardjo, sebagaimana ditulis Mr. Ahmad Soebardjo dalam bukunya “Lahirnya Republik Indonesia”.
Pertanyaan Soekarno itu adalah: “Masih ingatkah saudara, teks dari bab Pembukaan Undang-Undang Dasar kita ?”
“Ya saya ingat, saya menjawab,”Tetapi tidak lengkap seluruhnya”.
“Tidak mengapa,” Soekarno bilang, “Kita hanya memerlukan kalimat-kalimatyang menyangkut Proklamasi dan bukan seluruh teksnya”.
Soekarno kemudian mengambil secarik kertas dan menuliskan sesuai dengan apa yang saya ucapkan sebagai berikut : “Kami rakyat Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan”.
Jika kesaksian Ahmad Soebardjo ini benar, jelas tidak masuk akal, karena kita tahu bahwa UUD 1945 baru disahkan dan disetujui tanggal 18 Agustus 1945 setelah proklamasi. Sehingga pertanyaan yang benar semestinya adalah, “Masih ingatkah saudara akan sosialisasi proklamasi Negara Islam Indonesia?” Maka wajarlah jika naskah Proklamasi RI yang asli terdapat banyak coretan. Jelaslah bahwa ternyata Soekarno-Hatta yang menjiplak konsep naskah proklamasi Negara Islam Indonesia, dan bukan sebaliknya. Memang sedikit sejarawan yang mengetahui mengenai kebenaran sejarah ini. Di antara yang sedikit itu adalah Ahmad Mansyur Suryanegara, beliau pernah mengatakan bahwa S.M. Kartosuwiryo pernah datang ke Jakarta pada awal Agustus 1945 bersama pasukan Hizbullah dan Sabilillah.
“Sebenarnya, sebelum hari-hari menjelang proklamasi RI tanggal 17 Agustus 1945, Kartosuwiryo telah lebih dahulu menebar aroma deklarasi kemerdekaan Islam, ketika kedatangannya pada awal bulan Agustus setelah mengetahui bahwa perseteruan antara Jepang dan Amerika memuncak dan menjadi bumerang bagi Jepang. Ia datang ke Jakarta bersama dengan beberapa orang pasukan laskar Hisbullah, dan segera bertemu dengan beberapa elit pergerakan atau kaum nasionalis untuk memperbincangkan peluang yang mesti diambil guna mengakhiri dan sekaligus mengubah determinisme sejarah rakyat Indonesia. Untuk memahami mengapa pada tanggal 16 Agustus pagi Hatta dan Soekamo tidak dapat
ditemukan di Jakarta, kiranya Historical enquiry berikut ini perlu diajukan : Mengapa Soekarno dan Hatta mesti menghindar begitu jauh ke Rengasdengklok padahal Jepang memang sangat menyetujui persiapan kemerdekaan Indonesia? Mengapa ketika Soebardjo ditanya Soekarno, apakah kamu ingat pembukaan Piagam Jakarta ? Mengapa jawaban yang diberikan dimulai dengan kami bangsa Indonesia …? Bukankah itu sesungguhnya adalah rancangan Proklamasi yang sudah dipersiapkan Kartosuwiryo pada tanggal 13 dan 14 Agustus 1945 kepada mereka ? Pada malam harinya mereka telah dibawa oleh para pemimpin pemuda, yaitu Soekarni dan Ahmad Soebardjo, ke garnisun PETA di Rengasdengklok,sebuah kota kecil yang terletak di sebelah barat kota Karawang, dengan dalih melindungi mereka bilamana meletus suatu pemberontakan PETA dan HEIHO. Ternyata tidak terjadi suatu pemberontakan pun, sehingga Soekamo dan Hatta segera menyadari bahwa kejadian ini merupakan suatu usaha memaksa mereka supaya menyatakan kemerdekaan di luar rencana pihak Jepang, tujuan ini mereka tolak. Laksamana Maida mengirim kabar bahwa jika mereka dikembalikan dengan selamat maka dia dapat mengatur agar pihak Jepang tidak menghiraukan bilamana kemerdekaan dicanangkan. Mereka mempersiapkan naskah proklamasi hanya berdasarkan ingatan tentang konsep proklamasi Islam yang dipersiapkan SM. Kartosuwiryo pada awal bulan Agustus 1945. Maka, seingat Soekarni dan Ahmad
Soebardjo, naskah itu didasarkan pada bayang-bayang konsep proklamasi dari S.M. Kartosuwiryo, bukan pada konsep pembukaan UUD 1945 yang dibuat oleh BPUPKI atau PPKI.” (Al Chaidar, Pengantar Pemikiran Politik Proklamator Negara Isalam Indonesia S.M. Kartosoewirjo, hal. 65, Pen. Darul Falah, Jakarta).
Anonymous berkata
Soekarno Boneka Belanda?
Anonymous berkata
ya Alloh tunjuki kpd kami yg haq itu haq,dan berikan kami kekuatan untuk mengikuti nya.dan tunjukilah kpd kami yg bathil itu bathil dan berikan kpd kami kekuatan untuk menjauhinya.
bindy ucok berkata
apkah NII kayak FPI saat ini? brutal gitu maksudky.
Herman berkata
Sukarno , Kartosuwiryo, berguru kepada orang yang sama HOS Cokroamintono, Namun dalam perjalanan justru Sukarnolah ingkar janji, sukarno ingkar janji juga terhadap aceh, maka Memberontaklah Kartosuwiryo, diikuti oleh Tengku Daud Beureuh, Kahar Muzakar…., Isu tentang DI/TII membakar, membunuh, omong kosong, tanya saja para sejarawan yang masih hidup….
Anonymous berkata
sejarah kelam Indonesia
Anonymous berkata
Sedih…
akan adakah manusia seperti beliau lagi …?
cerdas, istiqomah, dan zuhud
abitthoriq berkata
Syurga yg layak untuk Mu wahai Syuhada
Anonymous berkata
selamat makan
Dharma berkata
Pembuat makar memang pantas di hukum MATI, PENGHIANAT BANGSA PANTAS TEWAS DI DOR TNI. Indonesia bukan milik umat islam saja bung.
masmin berkata
Bagaimanapun Kartosuwiryo adalah pahlawan yang sangat berjasa pada bangsa ini dan NII atau DI/TII adalah bagian dari Revolusi Besar ummat Islam yang bergelora saat itu. Sejarahnya adalah realitas kehidupan bangsa yang harus diungkap secara benar dan ini hanya bisa dilakukan penelitian oleh orang yang independen (bukan penguasa). Biarkanlah sejarah itu apa adanya. Kita sebagai bangsa dan ummat islam Indonesia hanya bisa mengambil pelajaran dan meneruskan perjuangannya yang benar.
masmin berkata
Bagaimanapun Kartosuwirjo adalah pahlawan yang sangat berjasa pada negeri ini. Negara Islam Indonsia atau DI/TII yang di disosialisasikan 14 Agustus 1945di Jakarta dan proklamirkan 7 Agustus 1949 di Tasikmalaya beserta ummat Islam dan tokoh-tokoh revolusioner adalah revolusi besar ummat islam dan bangsa Indonesia yang mesti diungkap secara jujur, apa adanya. Biarlah kita mengambil pelajaran dan meneruskan perjuangan siapapun yang benar.
Goes berkata
Coba lihat kronologis sejarahnya ! Berdasarkan Perjanjian Renville bahwa wilayah kekuasaan Republik Indonesia Serikat hanya meliputi Yogjakarta dan 7 keresidenan disekitarnya. Wilayah RIS begitu sempit. Sementara Jawa Barat adalah wilayah tidak bertuan, waktu itu negara boneka Belanda yang bernama Negara Pasundan sedang dipersiapkan di jawa sebelah barat. Namun, ummat Islam dan Rakyat Jawa Barat lebih dulu mengadakan konfrensi dan memproklamirkan Negara Islam Indonesia. Secara politik, NII adalah negara yang sah secara de fackto dan Dejure. Karena Sifatnya yang revolusi rakyat maka NII disambut oleh wilayah lain Jawa Tengah, Sulawesi, Aceh dan Kalimantan. Ini bukan revolusi biasa dan harus diungkap bung! Kalau NII hanya mementingkam Pribadi tak mungkin di sambut luar biasa oleh daerah dan pulau lain. Jadi singkatnya SIAPA yang MAKAR pada saat itu? Jelas Republik Indonesia Yang MAKAR, MEMPERKOSA, MENJAJAH, MENCAPLOK Wilayah Kedaulatan NII saat itu (Tahun 1949-1962). Tidak heran ummat islam yang simpatik sampai saat ini akan senantiasa mengingatnya dan meneruskan perjuangannya. Revolusi waktu itu sifatnya Fisik karena situasi dan kondisi.
jure.
Zein berkata
S ingin berziarah ke Makam Kartosuwiryo, membacakan do’a dan menabur bunga.
Zein berkata
Betul, jika pusaran makam Kartosuwiryo diketahui di tengah-tengah bangsa Indonesia maka akan banyak berjuta-juta ummat islam indonesia yang berziarah ke makamnya.
Anonymous berkata
wallahi….!!!! demi Allah….komentar anda diatas membuktikan status anda kafir atau mu’min&orang yg cerdas atau goblok…..wassalam…..
korek berkata
wei PAJAGAN… udah ngobrol belum sama orang punya rumah yang dibakarnya, sama siapa?
Anonymous berkata
BIARLAH SAUDARAKU BERKOMENTAR…AL HAQU MIN ROBB…..MANUSIA BISA DITIPU TAPI ALLAH TIDAK……….ALLAH MENGADAKAN WAKILNYA DI BUMI/KHALIFAH……….WAHAI SAUDARAKU TERUSLAH BERJUANG DEMI TEGAKNYA CITA CITA PARA RASUL/KHALIFAH/MUJAHID/UMAT ISLAM..ISLAM DIATAS SEGALA DIEN….ISLAM RAHMATANLIL ALAMIN…….WASPADA SELALU MUSUH ISLAM…KAFIR/MUNAFIQ/KOMUNIS/NASIONALIS/KAVITALIS……TIDAK AKAN SENANG PADA KEBANGKITAN ISLAM………ALLAH SEDANG MEMPERJALANKAN SEJARAH UNTUK MEMBUAT BANGUNAN AGUNG ISLAM YANG DIDAMBA MILYARAN UMAT MANUSIA…ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN/PENUH KEADILAN DAN KESEJAHTERAAN….
Anonymous berkata
Semoga allah Memberikan tempat yang terbaik kepada beliau ..Aminn!!
Anonymous berkata
Berikan Laknat Kepada Pemerintahan “RI” yang terlah Membunuh peminpin Islam…
MOH. NUR AT-TAUFIQ berkata
HEY MUKMININN…..PERHATIKANLAH…TAHUN 1962 BELIAU SUDAH MELAKUKAN JIHAD FI SABILILLAH…APA YG SUDAH KALIAN LAKUKAN SEKARANG?..DEMI ALLAH, BUMI INI BUMI ALLAH…BUKAN BUMI NEGARA MANAPUN…APALAGI INDONESIA YG HINA INI…, MAKA LAYAKLAH KALIAN PERJUANGKAN NEGARA ISLAM BUKAN CUMA DI INDONESIA..TAPI DI SELURUH PERMUKAAN BUMI….AAMIIN..AAMIIN..YA RABBAL ALAMIN…
Wiro212 berkata
SEJARAH=HISTORY, SEJARAH HANYA MILIK PENGUASA. BERUNTUNG INTERNET SUDAH GAMPANG DIAKSES, BAYANKAN JAMAN TAHUN ’90, yang kita tahu cuma PSPB!!! Itupun sumbernya hanya dari pemerintah. Ketika ada buku yang mengupas kebenaran, langsung disita, penulis ditangkap. Rakyat jadi buta akan sejarah bangsa sendiri. Coba saja kita lihat G30S/PKI, Letnan Untung adalah anak didik dari Suharto, tp Suharto pernah ngomong kalo dia tidak kenal sm letnan untung, pdhl dipernikahan Letnan Untung, Suharto hadir.
pasifo98 berkata
Reblogged this on pasifo98.
Yanto berkata
Enakan Baca Madilog gan,,hehehee…Bravo Tan Malaka
Anonymous berkata
berharap muncul kembali pemimpin seperti sang imam…
DITII berkata
Pak Imam berjuang bukan demi harta dan kekuasaan, tp beliau berjuang demi tegaknya khilafah islamiyah di bumi ini, jika beliau berjuang demi harta dan kekuasaan kenapa harus tinggal di hutan/gunung dengan segala kekeurangan, TII berjuang demi tegaknya islam dan berjuang untuk syahid maka jelas tidak ada ketakutan dalam diri mereka, karena takut dan ketaatan mereka hanya untuk Alloh, Rasul, dan ulil amri, tapi TNI berjuang hanya untuk penghidupan yang layak dan kesejahteraan setelah mereka merdeka, maka wajar mereka bertempur untuk selamat (takut mati) dan pangkat serta hal duniawi lainnya. jadi jelas dengan perjuangan seperti ini tidak akan/sulit menang, tp jika berperang karena Alloh maka tidak akan takut mati, jangankan Belanda, Negara sekaliber Amerika pun takut jika mendengar gaung jihad Islam, makanya mereka kaum kafir, nasionalis dan lain2 takut jika Islam jaya mereka kehilangan kekuasaan, Tapi Islam berjuang untuk menegakkan Dien yang benar bukan cari untung atau kekauasaan/jabatan, maka jelas terdapat jurang pemisah antara yang haq dan batil, kita ikut bertempur/memberikan kontribusi atau tidak, ada atau tidak ada kita didalam perjuangan Alloh Islam tidak akan pernah mati, karena Alloh lah yang memeliharannya langsung,
Kesimpulan : Islam akan tetap jaya dan akan kembali futuh dengan ada atau tidak adanya kita dalam perjuangan/Jihad dijalan Alloh tersebut,,,,
Anonymous berkata
semoga Allah senantiasa menempatkan orang-orang yg mencintai-Nya ke maqom yg Tinggi.Amiin
Yaa Allah, tunjukilah umat bangsa Indonesia jalan kebenaran, Jalan yg Engkau redho`i serta berikanlah kpd kami petunjuk kebenaran sejarah yg sesungguhnya shg kami dapat menempatkan orang yg benar ditempat yg benar bukan sebaliknya.
Anonymous berkata
tunggu saatnya
Iman Kamal Udin berkata
Mati 1 Tumbuh 1000 yang seperti beliau . . .
generasi mudanya. . . .
HAMBA ALLAH berkata
YA ALLAH… bERIKAN KAMI KEKUATAN UNTUK MEMPERTAHN KAN YANG HAQ AMIIN…
djay berkata
60:12
ABU ZAHRA berkata
INNALILLAHI WA INNALILLAHI RAJIUUN….SEMOGA ENGKAU DI MASUKKAN ALLAH SWT KE DALAM GOLONGAN PARA SYUHADA……SELAMAT JALAN YA PANGLIMA ALLAH.
only4bunda berkata
jiwaku bergetar
Anonymous berkata
Ya masalah”Allah Itu Maha Besar”"”
Anonymous berkata
subhanallah…
perjuangan anda belum berakhir akhi…
Dias berkata
Itulah kehebatan soekarno dn soeharto sejarah DI TII di Jungkir balikan masih banyak pelaku sejarah DI TII yg msh hidup sy pernah menanyakan pejuangan DI TII di bawah komando sang Imam Kartosuwiryo,jauh beda sama buku2 yg di terbitkan di jaman soeharto perjuangan sang Imam bener2 memperjuangkan Syariat Islam,jangankan merampok dn membakar rumah mencabut singkong sajah tanpa meminta dulu dilarang,yg suka merampok dn membakar rumah itu tentara merah yg sengaja disusupkan oleh Soekarno untuk memperlemah perjuangan DI TII dari dlm
sayur asem sebascom berkata
sukarno itu abu jahal atau bapak kebodohan diajak ke jalan yang benar kok gak mau
ikhwan berkata
huuuh. .
ternyata kaya gt .
Celoteh Liana Yoitantular berkata
mereka….dia ,tak akan mati.krn jiwa yg memperjuangkan akal sehat,maka jiwanya tak akan mati…..!!padahal dia terus hidup……
Nada berkata
Sampai kpnpun perjuanganmu akn slalu hdp
Ghani Verro berkata
kalo benar imam kartosuwiryo banyak membnuh rakyat dan melakkukan kerusuhan,kenapa rakyat mau memberikan logistik dan dan memberikan hartanya dan perlindungan secara sukarela untuk DI/TII? kebenaran sejarah yang tertulis perlu dikaji kembali, …benar kutipan yang menyatakan “sejarah hanya milik penguasa” tapi fakta dan kenyataan kita tau mana yang benar dan mana yang salah, kita tau siapa yang berkhianat dan setia pada Indonesia? Soekarno telah berkhianat denngan perjanjian renville nya, meja bundar dan linggar jati…sedangkan sang Imam memperkuat indonesia dengan proklamasi berdirinya Negara Islam Indonesia…
kanou berkata
terlalu banyak versi mana yg bisa dipercaya?
Adul berkata
Benar2 kejam RI itu,orang mau menjalankan agama yahng HAQ,dia malah menbunuhnya,perlu kita ingat,hukum selain hukum Al-qur’an dan As-sunnah adalah hukum ro’yu{ pikiran} dan di tolak oleh Allah,HIDUP NII,mati saja nkri