Kapasitas Belum Teruji, Jokowi Jualan Citra
Posted by KabarNet pada 27/08/2012
Jakarta – KabarNet: Persoalan siapa yang layak menjadi gubernur DKI Jakarta, seharusnya tidak dilihat hanya sebatas citra semata. Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Saleh Daulay menilai, pemimpin Jakarta harus orang berpengalaman.
Dia menyindir Cagub Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai masih belum paham dengan kondisi Jakarta. Walau sejauh ini citra yang ditampilkan seolah-olah Jokowi akan mampu mengatasi masalah Ibukota yang multi kompleks.
“Menyikapi soal pencitraan ini, warga Jakarta jangan sampai tertipu. Apalagi, persoalan Jakarta adalah persoalan yang tidak mudah diselesaikan. Kalau hanya sekedar janji ini dan itu dan belum terbukti, tidak boleh dipercaya begitu saja,” kata Saleh, (21/8/2012).
Karena kandidat tinggal dua lagi, Saleh menilai warga Jakarta jangan hanya mencoba-coba. Ia mengingatkan Jakarta bukan tempat ajang uji coba, jika saat ini warga salah dalam memilih pemimpinnya maka dampaknya akan berimbas pada 5 tahun, 10, bahkan puluhan tahun ke depan.
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini berpendapat, hanya sosok berpengalaman yang layak untuk memimpin Jakarta. Sementara, yang baru hanya bisa memberikan janji dan belum bisa dibuktikan dengan nyata. “Dari sisi penguasaan terhadap masalah Jakarta, saya kira Jokowi masih kurang, terlebih disaat memimpin Kota Solo, ia juga masih banyak kekurangan. Selain itu masalahnya, memang Jakarta memiliki persoalan yang sangat rumit. Siapa pun Gubernurnya tidak mungkin mampu menuntaskan masalah DKI dalam 2 atau 3 tahun. Apalagi yang baru belajar mengenal Jakarta,” jelasnya.
Karena itu, sebaiknya warga DKI lebih fokus pada mempelajari program-program yang diusung para kandidat dibandingkan iklan politik, isu-isu murahan, apalagi pengkultusan terhadap salah satu kandidat. Setelah membaca program-programnya, lalu warga Jakarta bisa menilai mana yang paling rasional untuk dikerjakan dan mana yang hanya sekedar retorika politik dan janji-janji manis. [KbrNet/Inilah.com/adl]







































Anonymous berkata
Masalahnya untuk saat ini Jokowi adalah yg terbagus dari kandidat2 lain nya.
Jadi otomatis rakyat (bukan partai) akan memilih Jokowi yg jelas2 bebas korupsi, pemerintahannya di Solo bersih dan banyak hasil nyatanya, bukan bualan semata.
Lihat di Youtube dengan judul MEWUJUDKAN JAKARTA BARU serie 1 sampai 3.
Disitu bisa terlihat bagaimana detailnya master plan dari Jokowi. Sangat detail rencana2nya dan masuk akal semua.
Kandidat2 lain nya cuman janji2 dan tidak punya master plan yg detail.
PILIHLAH KANDIDAT YG MEMPUNYAI VISI YG JELAS, BEBAS KKN, MASTER PLAN YG DETAIL, BERDIRI INDEPENDENT DAN TIDAK YES MEN.
Bakul Nasi berkata
Jakarta kebanyakan org jawa….liat aj jumlah org yg mudik kmren,,ya itulah yg pada milih jokowi….
Tan Panama berkata
Jakarta memang kota BMKG (Banjir, Macet, Kebakaran dan Gusur).
Jakarta memang kota BMKG (Banjir, Macet, Kebakaran dan Gusur).
Jakarta memang kota BMKG (Banjir, Macet, Kebakaran dan Gusur).
Jakarta memang kota BMKG (Banjir, Macet, Kebakaran dan Gusur).
Anonymous berkata
kan kalo nyang udah ada udah jelas gak becusnya, jadi kite harus salah milih 2 kali gituuuuu!!!
Haidar (@Hafizalfian) berkata
Udahlah ga usah banyak komentar ente juga jadi provokator. Ga usah jadi pengamat. semua sudah diamati kok.Jangan bawa2 Muhammadiyah. Ntar Jokowi menang Muhammadiyah kena getahnya.
Liansyah berkata
Kabarnet tidak pernah adil dalam memberitakan tentang JOKOWI,,,,,selalu menyudutkan JOKOWI,,,seakan-akan JOKOWI orang Goblok yang tidak tau apa2,,,tapi liat nanti,,,Kabarnet jangan butalah kalian dengan yang pernah ia perbuat dan dukungan dari masyarakat untuk dia,,,Allahu Akbar,,,tunjukkan kekuasaanmua kepada orang2 munafik,,,,,,,,,,HIDUP JOKOWI,,,
Anonymous berkata
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=420202381360070&set=a.420202378026737.89796.100001109367388&type=1&theater
Tuhan YME berkata
COPAS:
KHUSUS MUSLIM:
Allah SubhanaHu Wa Ta’ala berfirman di dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Al-Qur’an – Surah Al-Maidah (5) Ayat 51:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
#
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Al-Qur’an – Surah Al-Maidah (5), Ayat 57:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu (Yahudi dan Nasrani), dan orang-orang yang KAFIR (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.
#
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ
Al-Qur’an – Surah Aal Imran (3), Ayat 118:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang DI LUAR KALANGANMU (non-muslim) (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.
صدق الله العظيم
Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya
*
Silahkan memilih,
apakah ingin mendapatkan keridhoan Allah SWT dengan menjadi muslim bertaqwa yang mentaati perintah dan larangan Allah di atas,
ATAU…
memilih untuk menjadi muslim PEMBANGKANG yang MELANGGAR perintah dan larangan Allah di atas, dengan resiko dosa melanggar perintah dan larangan Allah dg konsekwensi adzab di dunia dan akhirat..
*
Bebas memilih
Pilihan ditangan Anda
Tak ada paksaan kok
Krn Allah tak butuh ketaatan manusia
Justru manusia yg butuh kpd Ridho Allah SWT.
Wassalamu Alaikum WR WB
Anonymous berkata
melihat dengan mata kambing pun bisa…pake hati dong menilai…
Anonymous berkata
Bung!jakarta kota mudah ditaklukan kalau yg memimpin memakmurkan rakyat kecil-yg merasa memimpin jakarta berat banget,karena meraka yg piner2 terbiasa ngantongin uang rakyat…