Sumber Minyak Baru Indonesia Melebihi Brunei
Posted by KabarNet pada 19/08/2012
Nunukan – KabarNet: Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur memiliki sumber minyak mentah yang diperkirakan melebihi potensi milik Brunei Darussalam. Kepala Dinas Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Distamben dan SDM) Kabupaten Nunukan, Abdul Azis Muhammadiyah mengatakan, wilayah Kabupaten Nunukan yang terdiri dari pulau-pulau yang memiliki banyak cadangan sumber daya alam (SDA) berlimpah. Hanya sebagian di antaranya belum dikelola berhubung dianggap belum bisa menguntungkan secara ekonomi. Tetapi selain batubara, terdapat sumur minyak di Pulau Badik yang sudah disurvei oleh PT Star Energi dan disebutkan kandungan minyak di pulau yang dekat dengan Kota Tarakan itu diperkirakan melebihi sumur minyak yang dimiliki Brunei Darussalam.
“Pulau Badik ini berdekatan dengan Pulau Bunyu Kota Tarakan. Tapi masih wilayah Kabupaten Nunukan. Sesuai gambaran dari pihak PT Star Energi, kandungan minyaknya bisa mengalahkan minyak yang dimiliki Brunei,” ujar Kepala Distamben dan SDM, Kabupaten Nunukan, Abdul Azis Muhammadiyah, seperti dikutip Republika, Kamis (9/8/2012).
Kawasan sumur minyak tersebut telah eksplorasi oleh PT Star Energi sejak empat tahun lalu. Baru-baru ini perusahaan tersebut kembali melakukan kegiatan eksplorasi dengan menggunakan kapal dari Korea.
Menurut Abdul Azis, sumur minyak yang berada di Pulau Badik merupakan sumber yang jangka waktu pengelolaannya sangat lama. Tapi dia enggan menyebutkan jumlah kandungan minyak yang berada di pulau itu yang dikatakan mampu menyaingi sumur minyak di Brunei Darussalam.
Abdul Azis menambahkan, sampai saat ini sumber minyak di Nunukan tersebut belum berproduksi, sehingga belum tampak aktivitas dari perusahaan yang mengelola. Sesuai hasil survei PT Star Energi, sumber minyak terbesar di wilayah Nunukan itu berada di bawah laut, dengan jumlah kandungan minyak yang diprediksi mampu menyaingi sumur minyak di Brunei Darussalam. [KbrNet/adl]







































Anonymous berkata
Ada sumber mingak lagi atau tidak, buat rakyat gak ada bedanya.
Untuk pejabat tentunya beda banyak, karena ladang korupsi baru.
Lihat tuch Freeport, ladang emas terbesar didunia, tapi yg untuk rakyat keungungan nya paling cuman 0.01%.
me berkata
ayolah…….kasih kesempatan untuk putra-putri Indonesia, mengelola kekayaan alamnya….jgn hanya kontrak dg asing……