Partai-Partai Islam Terancam Punah
Posted by KabarNet pada 07/08/2012
Jakarta – Partai-partai Islam harus berani keluar dari koalisi Setgab SBY jika ingin bertahan pada 2014, sebab kini parpol parpol Islam itu terancam punah akibat masuk setgab yang korup.
Nasib dan masa depan partai-partai Islam, untuk sebagian, bagai telur di ujung tanduk. Partai-partai Islam diprediksi belum bisa berbuat banyak dalam pemilu 2014. Bahkan, diyakini tidak akan mampu lolos Parliamentary Threshold (PT) atau ambang batas parlemen 3,5% seperti yang sudah ditetapkan. Adakah alternatif solusinya?
Pandangan pesimistis atas partai-partai Islam itu tidak terlepas dari performance partai lslam sendiri yang memudar akhir-akhir ini. Parpol berbasis massa Islam seperti Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Bulan Bintang (PBB) memang menghadapi paceklik dukungan publik.
Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti mengatakan, pada 2014 partai Islam masih akan terus berada di bawah partai nasionalis. “Electoral threshold 3,5% saya yakin partai islam tidak akan lebih dari 3%. Tidak ada partai islam yang muncul. Lebih banyak muncul sebagai partai bayang-bayang. Tidak terlihat sebagai partai solusi terhadap persoalan bangsa. Bahkan terindikasi sebagai partai yang kurang Islami,” jelas Ray.
Sejauh ini partai Islam hanya terlihat waktu acara-acara kegiatan agama seperti Maulid Nabi maupun Lebaran atau ketika ada isu-isu seperti persoalan Palestina. Dalam kancah politik nasional, partai Islam juga dinilainya tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan, partai Islam justru dikendalikan oleh Partai Demokrat. Sebut saja PKB, PPP maupun PKS.
Partai Islam seluruhnya masuk dalam koalisi kebangsaan di bawah Demokrat. Kalau sukses maka terbaca sebagai kesuksesan Demokrat. Maka menjadi musibah besar kalau partai Islam masuk dalam koalisi kebangsaan sementara dari hari ke hari, legitimasi dan aseptabilitas parpol Islam itu terus menurun.
Kini, jelang Pemilihan Umum Partai Politik dan Presiden 2014, partai-partai islam terancam tinggal sejarah karena elektabilitas yang menurun tajam jdibandingkan hasil yang diraih pada pemilu 1999, 2004 dan 2009.
Ada beberapa alternatif untuk mencegah lenyapnya parpol Islam dari politik nasional. Pertama, koalisi antar partai politik Islam adalah langkah strategis yang wajib ditempuh apabila partai-partai Islam ingin tetap bertahan. Sejak era pemilu reformasi 1999 hingga sekarang, sudah sekitar 30 partai politik (parpol) berlandaskan Islam yang tinggal sejarah.
Kedua, semua parpol Islam dalam Setgab Koalisi SBY mundur ramai-ramai untuk memperlihatkan jati diri mereka sebagai kekuatan kritis yang mandiri, tidak numpang hidup pada koalisi Demokrat yang berkuasa.
Langkah ini agak beriesiko politik yakni kehilangan jabatan dalam kabinet, dan BUMN, namun akan memicu respon masyarakat yang kecewa kepada pemerintah koalisi Demokrat. Hal itu juga untuk membangkitkan spirit ke-Islaman dan revitalisasi Islam politik itu sendiri sebagai kekuatan oposisi atau minimal kekuatan kritis.
Ketiga, Parpol Islam membangun platform, visi-misi dan agenda yang kredibel ditunjang dengan figur pimpinan atau capres yang kredibel meski dari luar parpol Islam itu sendiri sekalipun. Jika ada capres kredibel yang akseptabel di mata rakyat, parpol Islam bisa percaya diri dan bermartabat. “Memang tidak sepenuhnya partai politik berlandaskan Islam itu seketika langsung tinggal nama, tapi pelan-pelan menghilang lalu benar-benar tinggal nama,” ujar Ray Rangkuti.
Publik mencatat pada medio 1999, tidak semua partai berideologi Pancasila. Pada saat itu, masih ada parpol yang menyebutkan asas Al-quran dan Hadits sebagai ideologi. Kemudian, partai politik tersebut lebih dikenal sebagai Partai Islam. Pada pemilu 2004, jenis partai Islam yang berideologikan Al Quran dan Hadist semakin menyusut, lebih jauh lagi pada pemilu 2009 tidak terlihat tajinya.
Pada akhirnya, parpol Islam harus segera berbenah dengan kader mumpuni dan sosok kredibel, dengan visi-misi dan agenda yang membumi, visioner dan menyentuh jiwa kaum Muslim, abangan dan priyayi maupun Non-Muslim. Kalau demikian, maka parpol Islam akan mampu menegakkan ‘Islam rahmatan Lil alamin’. [KbrNet/RimaNews]
Entri ini dituliskan pada 07/08/2012 pada 04:22 dan disimpan dalam Kabar Umat, Nasional, Politik. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.







































Anonymous berkata
Selama peronel2nya cenderung menylesaikan masalah ϑengan kebencian san kekerasan hal itu tidaklah mustahil
bramsonata berkata
anda semua seharusnya paham dan mengerti sejak awalnya partai Islam didirikan. tidak lain dan tidak bukan HANYA MENCARI FULUS.
belum ada di Indonesia ini partai yg mampu menandingi partai Islam yg militan, misalnya partai IM Mesir. Pendiri partai Islam di Indonesia
secara kultur masih dalam kondisi “kelaparan harta” belum kenyang harta, sehingga eksistensi Islam dimanfaatkan untuk mencari
kekuasaan dan fulus, sebab trauma dan dendam kemlaratan dijajah masih melekat sampai sekarang, dan ini akan berlangsung panjang
untuk kembali normal, seperti tidak pernah dijajah, yakni berkisar 300tahun lagi, namun saat ini sudah banyak manusia yg durhaka
kepada TUHAN-nya Islam, karena apa? melimpahnya harta/fulus dan k e m a k s i a t a n. menurut saya saat sekarang ini, saya merasa
nikmat hidup bersama Islam, gangguan gangguannya masih sangat k e c i l dan tak berarti apapun, seperti didgigit nyamuk.
Raden Wijaya berkata
syariat islam memeng tdk cocok diterapakan di bumi Nusantara ini yg multi etnis dan agama
kenapa harus dipaksakan!, hukum alam memang adil semua pasti akan punah kalo melawan alam dan memaksakan suatu kehendak!