Kami Bisa Aman Jika Pindah Agama Budha!
Posted by KabarNet pada 05/08/2012
Jakarta – KabarNet: Muhammad Rafiq salah satu pengungsi Rohingya yang sudah berada di Indonesia selama 9 bulan membenarkan telah terjadi pembantaian masyarakat Muslim Rohingya oleh Militer Myanmar dan Masyarakat Budhis Rakhine
“Budhis memakai seragam military masuk menyerang masyarakat Muslim,” Kata Rafiq sambil menahan sedih saat mengutarakan testimoninya pada dialog interaktif dan buka puasa bertajuk “Rohingya terlunta” Wajah Kaum Minoritas Yang Tertindas, yang diselenggarakan oleh Internatinal Conference of Islamic Scholars (ICIS), Jakarta (4\8).
Lanjut Rofiq, masyarakat Muslim di Arakan mengalami tindak kekejaman seperti pembakaran rumah dengan Molotov, pembunuhan di dalam rumah-rumah termasuk kepada anak-anak. “Anak-anak dipotong kaki dan tangannya oleh Budhis di dalam rumah” ungkapnya yang menjelaskan dengan bahasa Indonesia terbata-bata.
Penyerangan atas sentimen agama begitu kuat, bahkan, menurutnya muslim Rohingya hanya dapat menghindari kekerasan jika mereka mau mengkonversi keyakinan agama mereka. “Kalau kita pindah agama menjadi Budha, baru kita bisa aman” tutur Rofiq.
Rafiq juga menyatakan telah terjadi pembakaran masjid-masjid di wilayah arakan tersebut oleh Militer dan masyarakat Budhis Myanmar. Dia tak ragu mengatakan kekejian itu dilakukan oleh oknum Buddha yang tidak menyukai keberadaan Muslim di wilayah utara negara tersebut. Namun kata dia, prilaku bar-bar itu semakin menjadi lantaran militer dan aparat setempat melegalkan pembantaian terhadap muslim tersebut. ”Buddha dan militer yang mendatangi rumah-rumah kami saat tengah malam,” cerita Rofiq dalam logat melayu yang tak lancar. Dia melanjutkan, setiap tengah malam warga selalu dihantui dengan aksi sweeping warga Rakhine.
Dibantu militer, sweeping tersebut hanya menargetkan etnis Muslim Rohingya. Mereka, terang Rofiq, menggeledah setiap rumah, merampas perhiasan dan harta benda, serta kebutuhan pangan lainnya. Aksi perkosaan juga tak jarang dilakukan oleh oknum tersebut.
Ia juga menuturkan, aksi mutilasi organ tubuh juga dilakukan. Pembunuhan yang dipaksa juga menjadi permainan oknum-oknum tersebut. Pembakaran rumah ibadah, dan pengosongan pemukiman agar bersih dari etnis Muslim Rohingya, jadi tragedi yang pasti sulit dilupakan olehnya. ”Mereka (oknum) memaksa untuk membunuh saudaranya sendiri, lalu memaksa menguburnya di halaman rumah,” ujar dia.
Dia tidak tahu apa yang menjadi penyebab kelompoknya menjadi sasaran keji itu. Yang dia yakini, hanya kebencian yang tampak dari muka-muka bengis yang berencana menghabisi kelompoknya. ”Mereka membawa senjata, membawa botol berisi minyak, yang diatasnya terdapat kain, lalu membakar dan melemparkan ke rumah-rumah kami,” terang dia. [KbrNet/arrahmah/ROL]
Entri ini dituliskan pada 05/08/2012 pada 04:53 dan disimpan dalam Aqidah, Kabar Umat, Pembunuhan. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.







































Anonymous berkata
ih serem amat,,, tapi itu di myanmar kn??
dono berkata
Di rohingkya Muslim minoritas,budha mayoritas,KEJAM MELEBIHI IBLIS!
Di Indonesia Muslim mayoritas,budha minoritas AMAN SENTOSA!
Kalo gtu,skli2 dibalik aja kondisinya!biar nyaho tu anjing2 budhis!
Bakul Nasi berkata
Wahaai para budhies indonesia…..tampilkan peran anda di kancah dunia untuk menghentikan kebiadaban penganut budha myanmar!!!
Muslim berkata
Jelas sudah,
masuk surga itu tidak mudah,,
mudah2an saudara2 muslim yg meninggal dalam keadaan beriman..
Mereka kaum budha ialah kaum zahiliyah yang masih menyembah berhala, jadi sifat binatang mereka ya tidak akan pernah hilang..bersabar dan berjuang..
Neweyes berkata
Berhati-hatilah dalam berkesimpulan.
YAKINLAH BAHWA ITU BUKAN DILAKUKAN OLEH SEORANG YANG BENAR-2 MENJALANKAN AGAMANYA, MELAINKAN OLEH MEREKA YANG TELAH TERCUCI OTAKNYA OLEH SETAN DAJJAL YANG MEMANG TIDAK SENANG PADA KEBENARAN.
SIAPKAH DAJJAL DI SINI ?
Iblis berwujud manusia yang konon akan muncul diakhir jaman untuk menguji ketakwaan manusia. Sang Dajjal diisukan bermata satu dan berkerut dahikan K-A-F-A-R-A (KAFIR) di dahinya yang bisa dibaca oleh orang takwa yang melihatnya. Ia terlahir dari penyembah berhala dijaman jahiliyah yang kemudian tertawan dengan ikatan yang teramat kuat di sebuah pulau kosong tak berpenghuni. Sang Dajjal akan hidup dan berkuasa hingga 40 hari lamanya, yakni 1 hari lamanya sama dengan setahun atau 360 hari, Satu hari kedua akan berkuasa selama 1 bulan lamanya. Sedangkan sisa harinya akan sama seperti hari-2 biasa lamanya. Sang Dajjal akan berkelana dari satu kampung ke kampung lain dengan kelebihannya, yakni kemampuan mempengaruhi kesuburan tanah, yakni melalui hujan dan panas. JIka menurut padanya untuk hengkang dari ketakwaan, manusia akan hidup dalam kelimpahan dan sebaliknya. Sang Dajjal akan menawarkan dingin sebagai neraka dan panas sebagai surga. BIsa di duga kemampuan menundukkan panas dan dingin ini berhubungan dengan kemampuan teknologi untuk menciptakan hujan dan badai buatan sehingga di suatu tempat bisa diturunkan hujan lebat yang menyuburkan tanah dan menhembuskan angin yang mengusir awan-2 yang mengemaraukan tanah. Siapa yang punya kemampuan menciptakan teknologi seperti itu ?
Namun kabar baiknya, seperti pion hitam dan putih di atas papan catur, konon sang Dajjal yang diibaratkan sebagai Raja Hitam dengan bala tentaranya akan dihadapi oleh duet Raja dan Ratu putih, yang akan dimunculkan juga diakhir jaman. Dajjal dengan segenap kekuatannya kabarnya tetap akan binasa. Di era inilah segala penderitaan manusia akan lenyap dalam keadilan dan kebenaran yang hakiki.
Jadi berbagai kebiadaban yang sempat terjadi di berbagai belahan dunia saat ini sepertinya bagaikan proyek-2 kecil mereka untuk menyambut kedatangan snag Dajjal dan sekaligus mengantisipasi kemunculan penghalangnya, yakni duet Raja dan Ratu dari bidak putih. Kalau difikir, untuk apa Nuklir yang berdaya ledak ribuan kali bom atom Hirosima diciptakan mereka saat ini ? Untuk sekedar gagah-gagahankah ? Menjaga kedamaiankah ? Atau mungkin malah sebaliknya ? Yang masuk akal adalah hanyalah bila dimaksudkan untuk mencegah lolosnya duet sang Raja dan Ratu bidak putih !
Jadi kata kuncinya tetap keimanan dan ketakwaan.
yang perduli berkata
Yang suka bicara di DAAI TV tuh… ngomong dong sekarang… Apa yang telah dilakukan untuk menangani masalah BUDHA disana ? Kok disini bicaranya baik, damai, mengajarkan kasih dll… Tapi kok di Myanmar, malah membunuh, merampok, memperkosa… Harimau berbulu tikus
adi berkata
Makanya jangan baca berita dari satu sudut pandang saja….seolah-olah Budhist membantai muslim di myanmar….tau kagak kalo Bangladesh yang mayoritas muslim itupun menolak kedatangan orang Rohingya? yang sebenarnya terjadi adalah mereka membunuh satu sama lain, bukan satu pihak sepenuhnya menyerang pihak lain….kedua duanya menjadi korban dari kebencian dan seharusnya kita ikut memadamkan, bukan malah menyiram minyak apalagi mempolitisi berita semacam ini…saya bukan Budhist, hanya menggunakan akal sehat saya untuk meliat sesuatu secara utuh. silahkan cek sendiri bahwa kedua pihak jadi korban, bukan satu pihak saja:
http://www.rightnow.io/breaking-news/myanmar_bn_1339135562880.html
Anonymous berkata
semoga aja negara myanmar sadar
ari berkata
hati hati hoax, banyak oknum yang tidak suka melihat kedamaian dan suka mengadu domba. http://grevada.com/islam/kumpulan-foto-hoax-pembantaian-muslim-di-burma-myanmar/
Anonymous berkata
Adi 7, di mana-mana, orang minoritas memiliki keakraban lebih dibanding masyarakat lain. Pernyataan Anda ini kok ngawur !!!
Anonymous berkata
Barat telah berhasil membuat dunia benci kepada Islam. Propaganda dan fitnah yang mereka sebar dengan sepenuh kekuatan sudah semakin fulgar. Kekhawatirkan saya sebenarnya adalah adanya kemungkinan adanya genosida terhadap kaum muslimin seperti yang terjadi terhadap komunis pada masa PD II. Anda tahu bagaimana sebuah komunitas Vietnam dieksekusi secara membabi buta tanpa ada yang mau tahu beritanya karena propaganda barat akan penghancuran Komunis telah merasuk keseluruh dunia …
Fatimah berkata
Saya turut prihatin terhadap apa yg terjadi dg umat muslim di myanmar. Akan tetapi saya pengen mengajak teman2x sekalian unk berfikir lebih jernih. Didalam agama Budha mengajarkan Cinta kasih dan kedamaian. Akan tetapi agama Budha di Myanmar melakukan diluar ajaran berarti itu adalah kelakuan oknumnya bukan agamanya. Begitu juga dg agama Muslim yg mengajarkan hal hal kebaikan, akan tetapi ada juga umat muslim yg mengatas namakan jihat unk melakukan pengeboman dan hal hal yg jahat, itu juga oknumnya bukan agamanya. Jadi tolong kita lebih berfikir positif bahwa semua agama di muka bumi ini mengajarkan kebaikan.
Jayasena Dipankhara berkata
Pertanyaannya Myanmar bukan negara Buddhist, Myanmar hanya negara yang bermayoritas Buddhist. Myanmar merupakan negara sosialis. Di Myanmar banyak bhikkhu dibunuh dan ditindas. Maslah di myanmar itu awalnya kan masalah kedatangan imigran gelap dari Bangladesh. Di negara mana pun yang namanya Imigran gelap itu adalah masalah, maka itu disebut ILEGAL. Maaf nih, TKI aja ILEGAL dianggap masalah, kalau bukan masalah kenapa Malaysia memulangkan TKI Ilegal Indonesia???
Endang setiowati berkata
Sayang sekali padahal sepanjang sejarah agama buddha tidak pernah terjadi pertumpahan darah. Buddha sangat damai, buddha tdk pernah mengajarkan kekerasan.