SBY Tidak Senang WNI Berobat ke Luar Negeri Kecuali Ibu Ani
Posted by KabarNet pada 03/08/2012
Jakarta – KabarNet: Pernyataan sikap SBY terkait banyaknya warga Indonesia yang berobat ke luar negeri ini bisa dibilang aneh dan bertolak belakang. SBY mengaku tidak senang dengan maraknya warga negara Indonesia yang berobat ke rumah sakit di luar negeri.
“Terus terang tidak begitu gembira kalau bangsa Indonesia terutama golongan mampu berobat keluar negeri,” ujar SBY dalam jumpa pers di Kemenkes Jakarta, Rabu (1/8/2012).
Menurutnya, agar tak semakin banyak masyarakat yang berobat ke luar negeri, sejak 2004 pihaknya sudah mengutamakan pembangunan rumah sakit di daerah termasuk Puskesmas dan Posyandu. “Sementara hasilnya positif selama lima tahun, sekarang diteruskan. Disamping fasilitas kesehatan, kita juga memikirkan rumah sakit unggulan di seluruh Indonesia,” tuturnya.
SBY mengatakan dengan ditingkatkannya kualitas dan modernitas rumah sakit diharapan masyarakat bisa berobat di negeri sendiri. “Tidak kalah dengan berobat keluar negeri, bukan hanya swasta, milik negara ditingkatkan kualitasnya,” katanya.
Namun anehnya, pada 15 Juni 2012 lalu, Ibu Negara Ani Yudhoyono menjalani operasi syaraf leher di RS Allegheny General Hospital, 320 North East Avenue, Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat. Kabarnya tindakan medis itu dilakukan karena fasilitas yang dibutuhkan belum tersedia di dalam negeri. Selama menjalani perawatan, Ani Yudhoyono didampingi ketua tim dokter kepresidenan. Ini adalah bukti bahwa SBY pun ragu dengan kemampuan dokter dan rumah sakit di Indonesia.
Bahkan SBY pernah menyinggung soal orang Indonesia yang berobat ke luar negeri ketimbang di negaranya sendiri. “Kalau saudara kita gemarnya sedik-sedikit berobat ke luar negeri maka yang untung luar negeri bukan bangsa kita,” kata SBY saat meresmikan “Rumah Sakit Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam” di kawasan, Semanggi, Jakarta.
Tentu saja pernyataan Presiden SBY ini bertolak belakang dengan gaya hidupnya yang mengutamakan fasilitas kesehatan di luar negeri. Hendaknya SBY memberi contoh teladan yang dimulai dari keluarganya sendiri, jika ingin rakyat menuruti himbauannya. Banyaknya masyarakat Indonesia pergi ke luar negeri untuk berobat kan memang karena fasilitas disini ketinggalan. Belum lagi pelayanan yang tidak professional membuat mutu rumah sakit di Indonesia ketinggalan dari luar negeri. Keluhan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang warganya yang lebih senang berobat ke luar negeri sangat ironis. Hal ini merupakan cermin kegalauan dari sikap SBY sebagai presiden.
Jangan salahkan jika ada WNI yang mampu untuk memilih berobat ke luar negeri. Dalam konteks mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, adalah hak setiap WNI untuk menentukannya. Tidak boleh ada larangan bagi mereka untuk memilih mana yang terbaik bagi dirinya. [KbrNet/Slm]
Entri ini dituliskan pada 03/08/2012 pada 06:45 dan disimpan dalam Kabar Unik, Kesehatan, Penderitaan Rakyat. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.









































Nugroho berkata
Ah Bapak ini mungkin belum pernah merasakan bagaimana sulitnya berobat dinegeri sendiri, mau opname susah, obat mahal, para dokter yang seenaknya datang & sering tidak profesional dan banyak urusan yang seharusnya enggak perlu terjadi dalam urusan kesehatan ini
Anonymous berkata
SBY MUNAFIK!!!
Sang Pendosa berkata
Ha ha ha …. No Coment Pak SBY…
Doni berkata
perbaiki aja dulu pelayanan, fasilitas, teknologi rumah sakitnya di sini, otomoatis orang ngak bakaln keluar lagi berobat..
klo ngemeng doank semua juga bisa..
kapan actionnya…?
Paulus Nabi Palsu berkata
Hehehe… Dasar maling tereak maling! namanya jg SBY (Suka Bohong Ye)
No, ini bulan puasa jangan suka bohong, mending buka aza sono No!
aya aya wae lo No, dari dulu kok gak pinter pinter
hehehehe… gitu aza kok repot
Orang kecil berkata
Pak Presiden, kalo mau tau aslinya pelayanan kesehatan di dalam negri, nyamar aja jadi orang miskin yang sakit, trus datang ke satu rumah sakit, maka baru tau kalo berbelitnya urusan untuk bisa dapet sedikit pelayanan yang paling standar….
ENCEP berkata
rumah sakit di negri pinpinan SBY ini kayak bengkel aja, pasien sering diperlakukan kayak barang rusak yg harus diservice. Padahal mereka adalah manusia yg harus dihargai & dihormati. Krn hal ini termasuk terapi bagi pasien.
Masuk rumah sakit tidak ada bedanya dg masuk bengkel. Krn sering diperlakukan dg tdk manusiawi
kakakakak, presiden kita ternyata pandai jg melucu
Lupa Tulis Nama berkata
hammergod berkata
emang gede badan doang ni orang…otaknya “NOL”
LASKAR SEMUT PUTIH berkata
Laskar Semut Putih,,,,,!
Heeeyyyyy SBY,,,,! Ente ngomong nye di Jamban bukan di KEMENKES.
Dasar ngomong sama Berak,Sama! Ente Mabok ape Gila…..?
Anonymous berkata
Saya setuju dengan pendapat Orang Kecil , ide yg sangat cemerlang, tapi apa pak beye mau.? Kalo Ahmadinejad mungkin mau
Anonymous berkata
sisi gelap demokrasi : Orang yang bodoh, jika dipilih oleh 60% pemilih yg juga lebih bodoh..maka si gendut bodoh pun bisa jadi presiden, dua periode pula…hhh
Denbagus berkata
Lha Ibu negara waktu sakit kemarin berobatnya kemana, pakdhe????waahahhahhahaha …… jadi presiden koq tidak konsisten!!!
Anonymous berkata
itukan karena bapak seorang presiden, kalo bapak jadi rakyat kecil yg pake jamkesmas, saya mau tau dokter mana yg mau menangani bapak. LANJUTKAN PEMBODOHAN RAKYAT KECIL.