Habib Umar: Mayoritas Tionghoa Dukung Foke
Posted by KabarNet pada 31/07/2012
Jakarta – KabarNet: Peta politik Pilgub DKI Jakarta di putaran kedua kian memanas. Hal itu dipicu oleh sentimen isu SARA yang membuat kedua pasangan calon saling berhadap-hadapan.
Berbagai sumber menegaskan munculnya isu-isu berlatar SARA tidak lepas dari kebijakan politik PDIP dan Garindra, yang secara sengaja menghadirkan Ahok sebagai pendamping Jokowi. “Kalau sejak awal Megawati dan Prabowo punya kearifan lokal, di mana tidak mengusung Ahok, maka Jokowi bisa diterima oleh warga Jakarta yang mayoritas muslim. Namun kemunculan Ahok sengaja untuk sentimen SARA dan membuat ummat Islam gerah,” ungkap salah satu politisi senior PDIP.
Masih menurut sumber politisi PDIP yang enggan menyebutkan namanya. Menurutnya, latar belakang Ahok adalah politisi kristen dan berdarah Tionghoa yang dikenal sangat pro pada kepentingan asing. “Ahok itu sudah lama berhimpun dengan agen-agen zionis dan barat. Sikapnya sangat berbeda dengan mayoritas Tionghoa yang dikenal berjiwa nasionlis dan hidup harmoni dengan warga Jakarta”.
Di tempat terpisah, Ketua Gerakan Cinta Negeri (GENTARI), Habib Umar Alhamid, dalam pertemuan terbatas tokoh lintas agama, menyampaikan keprihatinannya soal isu-isu SARA yang sengaja dimunculkan oleh kubu Jokowi – Ahok.

Habib Umar Alhamid
Habib Umar Alhamid yang juga dikenal sebagai pendukung gerakan “Poros Tengah” di tahun 1999, menuding adanya tangan-tangan jahat yang ikut menciptakan isu SARA sebagai tujuan membuat kondisi Jakarta menjadi tidak kondusif.
“Kalau saya pribadi, melihat bahwa Megawati dan Prabowo telah terjebak dalam rekayasa politik kelompok terkait dengan menghadirkan Ahok sebagai figur yang bukan berasal dari putra daerah. Hal itulah yang sejak awal tidak dipikirkan oleh petinggi PDIP dan Gerindra,” kata Habib kepada KabarNet, Senin (30/07/2012).
Habib Umar bahkan memproyeksi dengan kemunculan isu SARA, membuat ummat Islam dan sebagian besar warga keturunan Tionghoa akan berbalik memenangkan pasangan Foke – Nara. “Mayoritas warga Tionghoa itu punya sikap yang sejalan dengan warga Jakarta. Mereka punya kearifan lokal untuk bersikap bijak dan berusaha mempertahankan harmoni dari keragaman yang sudah terbangun lama dalam kehidupan masyarakat Jakarta”, terangnya.
Ketika ditanya lebih lanjut tentang perbedaan Ahok yang cenderung berkiblat pada kepentingan asing (zionis-yahudi dan Barat), Habib Umar mengatakan, “Sudah jelas Ahok itu beda dengan kebanyakan misi politik sebagian besar warga Tionghoa”, ungkapnya.
Habib Umar Alhamid menjelaskan ciri-ciri kelompok Tionghoa yang berpihak pada kepentingan zionis-Yahudi, dapat kita lihat pada kasus Burma, Tibet dan Taiwan. “Di sana, warga Tionghoa menempatkan diri menjadi relasi kepentingan hegemoni global. Sikap itu sangat berbeda dengan warga Tionghoa di Indonesia yang pro pada kepentingan nasional. Sebut saja Kwik Kian Gie, itu sosok Tionghoa yang nasionalis, makanya keluar dari PDIP karena tidak sejalan dengan watak Megawati,” jelasnya lagi.
Gerakan Cinta Negeri, merencanakan dalam waktu dekat akan melakukan konsolidasi dari berbagai golongan, etnis serta kaum religi. “Kami sedang menyiapkan Gerakan Kearifan Lokal, agar Pilgub DKI tidak terjebak dalam konflik isu SARA,” tegas Habib Umar menutup pembicaraannya. [KbrNet/Andi]







































kutukata berkata
Habib Umar Alhamid menjelaskan ciri-ciri kelompok Tionghoa yang berpihak pada kepentingan zionis-Yahudi, dapat kita lihat pada kasus Burma, Tibet dan Taiwan. “Di sana, warga Tionghoa menempatkan diri menjadi relasi kepentingan hegemoni global. Sikap itu sangat berbeda dengan warga Tionghoa di Indonesia yang pro pada kepentingan nasional. Sebut saja Kwik Kian Gie, itu sosok Tionghoa yang nasionalis, makanya keluar dari PDIP karena tidak sejalan dengan watak Megawati,”
jelasnya lagi.
KESIMPULAN :
Watak Megawati tidak pro kepentingan nasional !!! Jangan kuatir, anaknya akan maju di Pilpres 2014. Mau diapakan dan dikemanakan Indonesia !!!
ujang tasik berkata
dari dulu megawati itu doyannya jual aset negara kepada asing…contohnya ngejual indosat ke singapura..trus, singapura dah untung, dia jual ke orang arab…makanya, pilih-pilih cari pemimpin…
Anonymous berkata
pak habib,dalam agama selama pemimpin itu baik dan amanah kita terima aja,
Maria Sitompoel berkata
Makanya ga usah dipilih yang akan menjual aset negara, dan menjadi kaki tangan pengusaha asing.
Mario Sitompoel berkata
Betul Bib…
Revolusioner berkata
foke musang berbulu musang………
ahok domba berbulu harimau……..
Anonymous berkata
waaaaah artikel nya ga mutu banget, ga bikin yg baca jadi pinter…!!! coba kalo berpolitik yg cerdas dooong, strategi yg ga mutu jng dipake, karena Indonesia sekarang beda dengan Indonesia tahun 70-80 an, semua masyarakat menikmati arus informasi dari berbagai media, jadi jelas masyarakat sudah tidak bisa di akali dengan info atau berita ga mutu seperti diatas, apalagi yg komen negatif pasti sudah menipu diri sendiri…;p saya ga kenal Jokowi maupun Ahok tp kalo liat track record mereka berdua luarbiasa dan boleh diberi kesempatan dan yg jelas Pilkada DKI ga ada hubungannya dengan CIA, Zionis yahudi, bantuan dari Canada atau apapun yg di luarnegeri sana, coba dong bikin berita yg mencerdaskan masyarakat, supaya tambah hari tambah pinter dan dapat bersaing di era global…..
Orang betawi berkata
Kayaknya yg milih jokowi ahok kebanyakan karena stress sama macet di jakarta, kalau saya lihat yg bikin macet jakarta malah orang solo, soalnya pas lebaran di jakarta sepi dan lancar malah di solo nya macet.. Hehehe… Ane bingung juga bang
Fakta Realita berkata
7. Anonymous berkata
31/07/2012 pada 20:56
waaaaah artikel nya ga mutu banget, ga bikin yg baca jadi pinter…!!! coba kalo berpolitik yg cerdas dooong, strategi yg ga mutu jng dipake, karena Indonesia sekarang beda dengan Indonesia tahun 70-80 an, semua masyarakat menikmati arus informasi dari berbagai media, jadi jelas masyarakat sudah tidak bisa di akali dengan info atau berita ga mutu seperti diatas, apalagi yg komen negatif pasti sudah menipu diri sendiri…;p saya ga kenal Jokowi maupun Ahok tp kalo liat track record mereka berdua luarbiasa dan boleh diberi kesempatan dan yg jelas Pilkada DKI ga ada hubungannya dengan CIA, Zionis yahudi, bantuan dari Canada atau apapun yg di luarnegeri sana, coba dong bikin berita yg mencerdaskan masyarakat, supaya tambah hari tambah pinter dan dapat bersaing di era global…..
#
@Admin Kabarnet
Makanya, cari dan muatlah berita yang memuji-muji Zhong Wan Xie (A Hok) dan Jokowi setinggi langit, katakan bhw A Hok dan Jokowi track record mereka luarbiasa dan boleh diberi kesempatan. Trus jangan lupa, cari dan muatlah berita yang men-jelek2kan Fauzy Bowo & Nachrowi Romli (Foke-Nara), jangan beritakan sedikitpun kebaikan yg pernah dibuat Foke.
Pasti nanti berita anda dipuji sbg berita yg bermutu banget, bikin yg baca jadi pinter, berpolitik dg cerdas. Dan Kabarnet pasti akan dibilang the best.
Coba aja.
Mau lebih hebat lagi?
Buatlah artikel yg mengkerdilkan nilai2 Islam, me-muji2 kaum penista agama Islam, berpihak kepada kaum liberal SEPILIS, wah… media Anda akan di-puji2 sbg media “berbobot” yg “demokratis”, “pluralis” dan “independen”. Nanti situs anda pasti dikasih dana oleh keluarga gusdur, bahkan akan dikucuri dana tak terbatas oleh yayasan2 internasional bentukan zionis-yahudi spt The Asia Foundation dsb. Jadi anda ga perlu cape2 cari iklan banyak2 spt sekarang. Khan enak.
Ga percaya? Coba aja.
Zhong Wan Xie berkata
Masak ga ngerti2 seh? Maksudnya itu:
Jokowi = YES!
A Hok (Zhong Wan Xie ) = NO!!!
Jokowi+Kecoak = YES!!
Jokowi+Tikus = YES!!
Jokowi+Anjing = YES!!
Jokowi+Ahok = NO!!!
Masih ga paham juga??!!
muhamad berkata
pak haji sebaiknya urus dulu umatnya jangan campur aduk agama dengan politik entar kacau lagi negeri ini dan pak haji sebaiknya bertobat dan kembali pada jalan yang benaer jangan fitnah orang kasihan dia karena belum tentu dia seperti yang pak haji ngomong itu