Warga Betawi Kian Tersingkir
Posted by KabarNet pada 30/07/2012
Pencalonan Jokowi-Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta menimbulkan berbagai polemik di kalangan masyarakat hingga merambat ke permasalahan SARA. Pasangan yang didukung PDI Perjuangan (PDI-P) dan Gerindra ini, selain merupakan Cagub dan Cawagub dari kota seberang, juga menjadi pasangan calon pemimpin yang sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan warga Betawi sebagai penduduk asli Jakarta. Apakah di kota besar Metropolitan Jakarta ini sudah tidak ada lagi sosok pemimpin hingga Ketua Umum Gerindra, Prabowo tiba-tiba mengusung Zhong Wan Xie (Ahok) sebagai Cawagub mendampingi Handoko Joko Widodo alias Jokowi?
Langkah politik Prabowo ini terkesan tidak memperdulikan unsur kearifan lokal. Betapa tidak, Ia yang di berbagai tayangan media terlihat selalu mencitrakan dirinya dekat dengan rakyat, seolah-olah sangat paham dengan situasi rakyat, ternyata tidak memahami situasi dan kondisi warga Betawi sebagai penduduk asli Jakarta. Usulan Prabowo tentang sosok Ahok sebagai pendamping Jokowi pada pemilukada DKI kali ini sangat tidak realistis. Ahok yang notabene bukan warga Jakarta, disandingkan dengan Jokowi yang juga bukan warga Jakarta. Dimanakah letak sensitivitas Prabowo dalam mengambil keputusan? Wajar kalau akhirnya sebagian besar masyarakat menilai bahwa Prabowo terkesan sengaja ingin mengajukan sosok dari “komunitas 9 naga”.
Lama kelamaan nasib warga Betawi akhirnya akan menjadi seperti suku Aborigin di Australia dan suku Indian di Amerika, yang menjadi warga kelas dua di wilayah asli mereka sendiri dan kehilangan hak-hak sosial kehidupannya. Suara dari masyarakat Betawi bisa tak terdengar lagi sebagai warga penduduk asli Jakarta. Dalam beberapa tahun terakhir sangat jelas terlihat bahwa Jakarta justru dikuasai oleh warga pendatang. Baik dalam kepemimpinan daerah maupun di dunia usaha, hampir seluruhnya dikuasai oleh orang-orang yang bukan warga Betawi. Namun kenapa gejala ini harus lebih diperparah lagi dengan memilih figur calon pemimpin yang amat jauh karakteristiknya dengan yang dimiliki masyarakat Betawi yang religius dan sangat peduli akan urusan agama.
Sosok pemimpin Jakarta harus orang yang paham betul tentang situasi penduduk warga Betawi yang mayoritas muslim, sehingga sosok sekuler liberalis–yang belum apa-apa sudah merendahkan agama–sangat tidak pantas dijadikan pemimpin Jakarta. Ciri khas masyarakat Betawi yang agamis jangan sampai terkikis oleh kemoderenan metropolitan. Calon pemimpin Jakarta harus bisa merangkul tokoh masyarakat Betawi yang mewakili daerahnya, bisa merangkul tokoh ulama yang bisa mewakili suara masyarakat Jakarta. Karakteristik seperti itu tidak tampak pada sosok seorang Ahok yang belum terpilih saja sudah berkicau tentang kelemahan ayat kitab suci ketimbang ayat konstitusi. Bila calon pemimpin Jakarta tidak punya sensitivitas tentang lingkungan yang akan dipimpinnya, bagaimana ia berharap roda pemerintahannya bisa berjalan baik?
Penduduk Jakarta bukan hanya rakyat miskin saja, karena faktanya kemiskinan tersebar secara merata di seluruh wilayah Negara ini. Oleh karenanya, untuk memajukan Jakarta, jangan seolah mengedepankan pembelaan terhadap nasib rakyat miskin semata yang hanya dimanfaatkan sebagai topeng saat kampanye. Rakyat miskin jangan hanya dijanjikan sekolah gratis, biaya kesehatan gratis, sumbangan tetap pemerintah, yang selalu jadi nyanyian kampanye. Mereka juga butuh solusi alternatif untuk menjalankan roda kehidupannya agar tidak selalu bergantung pada pemerintah.
Dalam kemajuan kota Jakarta juga terdapat hal-hal lain yang perlu diperhatikan seperti suara warga muslim Betawi yang tidak melihat aksi atau kepedulian pasangan Jokowi-Ahok dalam urusan mereka. Tokoh masyarakat Betawi baik dari pemerintahan atau keagamaan juga perlu diajak berkomunikasi akan arah kepemimpinan Jakarta kelak. Jika hal ini luput dari perhatian, bagaimana caranya meraih dukungan moril dari rakyat Betawi yang dianggap kecil oleh pimpinan di tempat mereka sendiri.
Upaya pengkerdilan sistematis terhadap masyarakat Betawi juga tampak pada perpecahan yang timbul sejak munculnya berbagai macam ormas Betawi. Terlihat betapa ormas-ormas ini entah disengaja atau tidak, dibentuk untuk memecah belah masyarakat Betawi, dan bukan untuk mempersatukan. Bila warga asli sudah terpecah-belah dan sering berseteru, maka akan mudah dimasuki dan dikuasai oleh pihak-pihak dengan kepentingan tertentu.
Masyarakat Betawi harus ikut berperan-serta dengan warga pendatang untuk bersama-sama menggerakkan roda perekonomian, sehingga tidak serta merta didominasi oleh kekuatan bisnis yang tidak mengikutsertakan usahawan Betawi seperti yang tampak saat ini. Tentunya calon pemimpin Jakarta juga harus mampu melihat hal ini sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah yang akan dipimpinnya, dengan membuka kesempatan bagi pengusaha pribumi untuk ikut berusaha bersama.
Namun kenyataan yang saat ini terlihat di Jakarta adalah justru sebaliknya. Sektor usaha banyak sekali dikuasai oleh ‘komunitas 9 naga’. Sebagai bukti, pembangunan di Jakarta terlihat dengan kasat mata sudah dikuasai oleh komunitas ini hingga mampu menggeser tempat pedagang-pedagang kecil berdagang untuk digantikan dengan pasar modern yang dianggap sebagai bentuk kemajuan kota metropolitan. Lihatlah sekeliling kota Jakarta yang penuh dengan proyek pemukiman, baik real estate ataupun apartemen, belum lagi mal-mal besar bertebaran, dimanakah tempat bagi masyarakat kecil? Jika keadaan ini terus berlanjut, lama kelamaan warga betawi yang notabene penduduk asli jakarta akan bermukim di pinggiran bahkan di luar kota jakarta, sangat ironis. Lahan di Jakarta yang kian sempit dipenuhi dengan pembangunan proyek-proyek yang hanya menguntungkan kelompok pebisnis tertentu dan semakin mencekik leher rakyat Betawi.
Pajak dari kelompok pebisnis macam inilah yang nantinya dipakai pemerintah untuk menjinakkan rakyat kecil dengan menyuap masyarakat lewat bantuan sekolah gratis, kesehatan gratis, sumbangan tetap dan sebagainya. Padahal, keuntungan berlipat ganda yang didapatkan para pengusaha ini dari proyek-proyek pemerintah yang mereka kuasai jauh lebih besar dari setoran yang mereka berikan kepada pemda. Kerusakan yang ditimbulkan oleh proyek-proyek mereka juga tak kalah besar, sehingga oleh karenanya, warga Jakarta tidak boleh terbuai dan menutup mata dengan fakta-fakta ini.
Belum lagi proyek peremajaan pasar tradisional yang banyak dikuasai pemodal / cukong besar yang berakibat terkikisnya kesempatan pedagang pribumi untuk bangkit memulai usaha mereka. Tingginya nilai jual tempat usaha (kios, ruko dan sejenisnya) makin membelit leher pengusaha pribumi, hingga makin terjepitlah nasib rakyat kecil.
Sudah sewajarnya pemerintah Jakarta sebagai pusat bisnis dan pemerintahan lebih memperhatikan nasib penduduk asli Jakarta dengan membuka peluang dan kesempatan yang lebih besar bagi mereka di berbagai bidang. Jangan sampai gesekan-gesekan kecil, kecemburuan sosial akibat tidak adanya kearifan lokal, membuat masyarakat Betawi harus mengasah golok untuk mempertahankan haknya.
Salim MD
[KbrNet/Slm]







































kutukata berkata
Jakarta ibukota negara, milik semua anak bangsa.
Gubernur DKI Jakarta harus buka praktek 24 jam. Kalau perlu ada dua, DKI-1 yang praktek siang hari dan DKI-1 yang praktek malam hari.
kehidupan Jakarta malam hari bisa menentukan nasib Jakarta. Raja malam hari, mulai bertebaran di jalanan sampai gedung, yang mempengaruhi perputaran uang.
Bakul Nasi berkata
Orang betawi atau yang lahir di betawi yg kmren nyoblos Dayat Didik gara2 nte tuuh suara terpecaah…..nanggung dosanye klo ahok terpilih
Indonesia Raya berkata
Sudah saatnya Indonesia bangkit!!!
Tnp hrz terkotak2 oleh sentimen SARA krn kemajuan Jakarta sbg Ibukota negara adlh kebanggaan bersama.
Kita dr daerah lain sm2 berharap & berdoa siapapun pemimpin yg terplh nanti bnr2 memiliki kemampuan menata Jakarta menjd lbh baik.
Saya pcy masyarakat Indonesia saat sdh lbh cerdas tdk hny dlm mengkritisi kinerja pemerintah tp jg trt andil memberikan sumbangsih demi Indonesia yg lbh baik, maju & sejahtera.
Hidup Indonesia…!!!
tohir berkata
MUDAH-MUDAHAN SEKARANG ISLAM KUAT, SARA ITU TETAP PENTING, BAGAIMANAPUN TIDAK BISA DISALAHKAN BAGI ORANG YANG KOMENTAR TENTANG SARA. TETAP AGAMA HARUS JADI NOMOR SATU DALAM PEMILIHAN. KARENA ISLAM KUAT MAKA AGAMA LAIN TENANG, LIHAT NEGARA-NEGARA NON MUSLIM JIKA DIPIMPIN OLEH NON MUSLIM ISLAM SANGAT SENGSARA. INGAT PILIH AGAMA DULU SETIDAKNYA. SEMOGA ISLAM KUAT.
Anonymous berkata
Yang maha penting KEMAMPUAN, TIDAK KKN, PUNYA SEJARAH JADI PEMIMPIN YANG SUKSES untuk calon pemimpin Jakarta.
Tidak perduli suku apa dan agama apa !
Jangan berpikiran picik seperti katak dalam tempurung.
Anonymous berkata
Mana katanya , Tanyakan pada Ahlinya
Hasilnya 0 BESAR
Udah orang betawi jadi pengikut aja
Anonymous berkata
warga asli betawi yang bodoh…..
ngapain memilih pasangan jokowi dalam pilkada DKI…..
masih ada kesempatan bagi orang2 betawi untuk merobah segalanya diputaran ke 2 pilkada DKI…
APAKAH ORANG2 BETAWI MAU SEPERTI SUKU ABORIGIN DAN SUKU INDIAN ????????
kunci jawabannya ada pada masyarakat betawi sendiri…
Indonesia Raya berkata
Kita sungguh beruntung menjd Warga Negara Indonesia, sebuah bangsa yg besar & kaya.
Tdk hny kaya krn keberagaman hayati namun jg kaya akan keberagaman etnik serta budaya.
Dan sekali lg kita beruntung memiliki dwitunggal Soekarno-Hatta yg meletakkan Pancasila sbg dsr negara.
Jika Garuda tetap ada dlm dada kita, tentu semboyan Bhinneka Tunggal Ika tetap terpatri di hati.
Sejak dahulu dan smp kpn pun perbedaan itu akan sll ada, tp jgn jdkan alasan memecah belah bangsa ini.
Mimpi saya, suatu hr nanti kita dpt bergandengan tgn bersama menyatukan perbedaan menjd kekuatan membgn negeri ini.
Jika mimpi ini dpt tercapai bkn hal mustahil Indonesia kembali berjaya sbg macan Asia.
Mimpi itu dimulai dr kerendahan hati setiap kita mengesampingkan ego pribadi atau kelompok, kemauan, ketulusan, kerja keras serta doa demi kejayaan Nusantara.
Ayo kibarkan kembali merah putihmu dan tunjukkan pada dunia…
INDONESIA BISA!!!
Cina Benteng anti sosial berkata
Foke memang tidak banyak memberikan perubahan untuk jakarta, tapi lebih berbahaya lagi ahok yang ingin merubah jakarta menjadi kota liberal, melegalkan homo, banci, dan tidak untuk suara adjan berkumandang, negri ini merdeka mayoritas diperjuangkan para pahlawan muslim, biarlah ajan tidak bisa berkumandang di daerah berbasis cina benteng, tapi jangan rampas hak kumandang adjhan diseluruh kota jakarta.
# jakarta tanpa ahok
Maria Sitompoel berkata
sAYA GA YAKIN SI jOKOWI-ahok terpilih, BELUM LAGI JADI PEMIMPIN SUDAH MENGHINA AYAT SUCI AL-QUR’AN.
ji'ih jawaranye betawi berkata
Kayanye emang musti ngasah golok nih!!!
Ferdi berkata
Jakarta diambang “perang” karena nyata-nyata golongan kafir dan munafik ingin menguasai Jakarta yang notabene tanah airnya orang Betawi. Mari sama-sama boikot golongan kafir dan munafik karena hukumnya bagaimanapun memilih pemimpin yang bukan Islam adalah haram.
paryono berkata
siapapun yang pimpin DKI 1 yang penting Amanah kepada warga nya,hidup jakarta utk kita semua
Anonymous berkata
Lihat wahai saudaraku, Dinegeri muslim tidak ada non muslim yg teraniaya tapi sebaliknya saudara muslim kita yg minoritas dibantaii,,orang kafir menunggu kita jatuh untuk dihabisiii,waspadaaa
gino berkata
Jangan pada suka menghasut untuk membenci sesama umat ga baik, apalagi jadi provokator untuk membenci seseorang.
Zhong Wan Xie berkata
Masak ga ngerti2 seh? Maksudnya itu:
Jokowi = YES!
A Hok (Zhong Wan Xie ) = NO!!!
Jokowi+Kecoak = YES!!
Jokowi+Tikus = YES!!
Jokowi+Anjing = YES!!
Jokowi+Ahok = NO!!!
Masih ga paham juga??!!
A Hok一个钩子 berkata
我不知道这些人想什么
我是基督徒
我应该改变我的信仰,
因为这个州长选举吗?
为什么有这么多人不喜欢我吗?
为什么有这么多人恨我吗?
是因为我的小眼睛呢?
是因为我不吃猪肉?
我应该改变亩宗教?
我要放大我的眼睛?
我不应该吃猪肉吗?
和所有的,因为这个州长选举?
Haiiiiyaaaa….. owe benal-benal tidak tau apa maunya olang-olang ini laaaa….
Owe ini olang Klisten laaa…
Apa owe musti ganti agama gala-gala pilkada laaa…?
Haiyyaaa… kenapa semua olang tidak suka sama owe laaa….?
Kenapa banyak olang benci sama owe laaa….?
Apa itu kalena mata owe yg sipit ini laaaa…?
Apa itu kalena owe doyan makan babi laaa…?
Telus bagimana laaaa…?
Apa olwe halus ganti agama laaa,…?
Apa owe halus opelasi mata bial tidak sipit laaa…?
Apa owe dilalang makan babi kesukaan owe laaa…?
telus semua itu gala-gala owe ikut pilkada laaa…?
Haiyyyaaa…. dalipada dilalang makan babi lebih baik owe jadi olang biasa saja laaaa…..
我不知道这些人想什么
我是基督徒
我应该改变我的信仰,
因为这个州长选举吗?
为什么有这么多人不喜欢我吗?
为什么有这么多人恨我吗?
是因为我的小眼睛呢?
是因为我不吃猪肉?
我应该改变亩宗教?
我要放大我的眼睛?
我不应该吃猪肉吗?
和所有的,因为这个州长选举?
denmas berkata
Penulis ngawur, semrawut, provokatif….omong opo to mas? Omongan sampahmu itu lho, yg bakalan membuat jakarta banjir darah…hidup itu seleksi alam, tidak peduli betawi/tdk, muslim/ non muslim, yg kuat dia yg akan menang…yg rajin dia yg berkuasa, bukan hanay berkhayal, malas, & sok jagoan.