Emir Moeis Tersangka Kasus PLTU Tarahan
Posted by KabarNet pada 25/07/2012
Jakarta – KabarNet: KPK ternyata tidak hanya mencegah Emir Moeis dalam kasus PLTU Tarahan. Tapi Emir juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Hal ini diketahui dari surat permintaan cegah KPK yang ditujukan untuk Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM. Di surat itu Emir diketahui diminta dicegah karena sudah berstatus tersangka.
Politisi PDI Perjuangan itu diduga terlibat dalam korupsi Proyek Pembangunan PLTU Tarahan Lampung tahun 2004. Menurut sumber di KPK, Emir Moeis ditetapkan sebagai tersangka sejak Jumat 20 Juli 2012, setelah pimpinan KPK setuju untuk meningkatkan status bagi Emir.
KPK mencegah politisi PDIP Emir Moeis bukan karena alasan sembarangan. Dia diduga bermain dengan petinggi PLN dalam pembangunan PLTU Tarahan pada 2004. Berdasarkan penelusuran, proyek itu dimenangkan oleh perusahaan Alstom yang sebelumnya mengalahkan Mitsubishi dalam proses tender. Ada kejanggalan dalam pemenangan tender proyek dengan total nilai 268 US dollar ini. Ada tiga perusahaan yang menjadi pelaksana proyeknya: Marubeni Corp, Mistui Mike, dan Alstom Power.
Dalam surat perintah penyidikan KPK bernomor Sprin. Dik-36/01/07/2012 tertanggal 20 Juli 2012, disebutkan bahwa Emir Moeis diduga menerima hadiah terkait proyek pembangunan PLTU senilai miliaran rupiah itu. Diduga, praktik terlarang itu dilakukan Emir saat menjadi anggota DPR periode 1999-2004 dan periode 2004-2009.
Proyek ini dimenangkan oleh perusahaan asal Amerika Serikat berinisial Als. Hadiah diterima Emir karena dia telah membantu perusahaan itu terpilih menjadi pemenang tender. Hal ini terkait dengan kedekatan Emir Moeis dengan petinggi PLN saat itu. Seperti dirilis VIVAnews.
Perkara ini lebih mengarah pada bagaimana Alstom menang tender. Perusahaan itu awalnya mengajukan harga yang lebih tinggi dari Mitsubishi. Namun pihak panitia tender tetap menerima dua perusahaan ini untuk diikutkan dalam evaluasi tahap selanjutnya. Di evaluasi kedua, Mistsubishi masih unggul, dan begitu juga di evaluasi ketiga. Baru di evaluasi keempat Alstom yang mematok angka US$ 118 juta dan Mitsubishi US$ 121 juta. PLN merekomendasikan Alstom sebagai pemenang proyek dengan harga penawaran termurah.
Kabar yang beredar, dalam proses tender itu memang sudah diseting sejak awal. Hal tersebut terjadi karena ada peran Emir yang duduk sebagai panitia anggaran di DPR dengan salah seorang petinggi PLN. Sang petinggi PLN itu merupakan teman dekat Emir. Keduanya satu almamater di ITB dan hanya beda selisih satu tahun angkatan.
Emir Moeis membantah terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap di Lampung pada 2004. “Saya tidak tahu. Saya kan di Komisi Keuangan, itu bukan domain saya,” kata Emir Moeis di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 24 Juli 2012. [KbrNet/DTK/VIVA]







































Maria Sitompoel berkata
Hampir merata oknum2 di DPR RI, merancah uang rakyat.