Ariel, Napi Mesum Disambut bak Pahlawan
Posted by KabarNet pada 24/07/2012
Jakarta – KabarNet: Salah satu bukti bahwa industri media di Indonesia dikuasai oleh kaum liberal SEPILIS yang anti dengan nilai-nilai Islam adalah liputan besar-besaran terhadap narapidana Ariel mantan vokalis grup Peterpan saat dia bebas bersyarat dari hukuman penjara. Betapa tidak, di negeri dengan populasi muslim terbesar di dunia ini, hari bebasnya seorang narapidana kasus pemeran video tak senonoh dan amoral semacam Ariel disambut secara besar-besaran bak menyambut seorang pahlawan yang baru pulang dari medan perang. Ia disambut dan dielu-elukan oleh sekelompok remaja dan anak-anak dibawah umur yang diduga kuat sengaja dimobilisasi untuk menyambut sang napi mesum.
Wakil ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Dr. Asrorun Ni’am Sholeh mengatakan bahwa respon terhadap pembebasan terpidana tindak pidana pornografi Nazriel Irham alias Ariel dari Rutan Kebon Waru – Bandung dinilainya sangat berlebihan dan terkesan sengaja didesain oleh pihak-pihak tertentu untuk dijadikan pahlawan.
“Lebay, jelas sekali direkayasa oleh pihak-pihak tertentu, didesain dengan berlebihan, dengan penyambutan bak tokoh pahlawan yang pulang dari medan perang. Seolah ia sebagai orang yang berjasa,” kata Dr. Ni’am di Jakarta, seperti dikutip arrahmah.com, Senin, (23/7/2012).
Pesta penyambutan kebebasan Ariel, lanjut Ni’am, sudah melebihi batas kewajaran yang dialamatkan kepada seorang narapidana kasus amoral, sehingga melebihi orang-orang yang sebenarnya berjasa kepada negara.
“Seolah ia orang mulia, lebih mulia dari atlet-atlet kita yang mengharumkan nama bangsa di kancah internasional, (lebih) dari anak-anak siswa nasional kita yang pulang dari kejuaraan internasional dengan berbagai prestasi, bahkan (lebih) dari kontingen Garuda yang mengharumkan nama bangsa dalam misi perdamaian dunia,” ujar Dr. Ni’am.
Padahal menurutnya, Ariel tak layak disanjung. Sebab, berdasarkan fakta Ariel dihukum karena tindak pidana kejahatan yang meruntuhkan harga diri bangsa. Dan tidak hanya berskala nasional, akan tetapi juga menjadi isu internasional yang memalukan. Bahkan Presiden RI dalam pidato resmi pada peringatan Hari Anak Nasional 2010, dua tahun lalu menyatakan rasa malu atas kasus tersebut.
“Apa yang seperti ini layak disambut bak pahlawan? Bukankah ini fakta nyata desain dari pihak-pihak yang telah, sedang, dan akan mengambil untung dari industri pornografi. Untuk itu, harus waspada terhadap konsolidasi dan gerakan pendukung pornografi,” jelas Dr. Ni’am.
Ia pun menengarai desain penyambutan tersebut memang disengaja didesain oleh pihak-pihak yang mengambil untung dari industri pornografi. “Desain tersebut sangat kelihatan, sebagaimana adanya gerakan ‘Free for Ariel’ pada saat kasus ini disidangkan,” lontar Dr. Ni’am.
Sementara itu menurut Ni’am, realitas yang ada memperlihatkan dari kasus pornografi ini telah menyebabkan demoralisasi anak-anak dan memicu kekerasan seksual kepada anak. “Baik sebagai pelaku maupun korban,” ujarnya.
Dr. Ni’am mengkritisi tindakan mobilisasi anak-anak dan remaja dalam rangka menyambut kebebasan Ariel jelas bertentangan dengan prinsip perlindungan anak. Langkah tersebut menurutnya, merupakan eksploitasi sistemik untuk kepentingan pembangunan opini dan mendongkrak popularitas.
Padahal, lanjut Ni’am, semua orang tahu bahwa yang bersangkutan dihukum karena melakukan tindak pidana pornografi, yang akibat perbuatannya telah menyebabkan terdegradasinya moral anak Indonesia. “Bahkan, pasca kasus tersebut, muncul banyak aduan kasus pencabulan yang dipicu oleh video tersebut,” bebernya.
Dr. Ni’am pun menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai adanya gerakan sistemik dan terdesain dari pengusaha hitam yang berusaha mengambil keuntungan dari industri pornografi. “Yang membangun image seolah-olah pelaku kejahatan pornografi sebagai idola, tokoh, dan sebagainya, yang justru akan mengancam prinsip perlindungan anak,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, Ariel resmi mendapatkan Pembebasan Bersyarat (PB) hari Senin (23/7/2012). Sejak pukul 09.15 dengan mengenakan kaos putih dia meninggalkan Rutan Kebon Waru, Bandung.
Inilah kisah nyata tentang lembaran-lembaran hitam yang terjadi di negeri dengan populasi muslim terbesar di dunia ini. Pada saat ormas semacam Front Pembela Islam (FPI) berunjuk rasa menentang kedatangan bintang porno Miyabi, dan menolak terbitnya majalah porno Playboy, para ‘penjahat moral’ yang menguasai media mengecam FPI karena dinilai melanggar HAM dan kebebasan. Namun saat bebasnya seorang napi amoral yang dihukum karena tebukti berbuat tidak senonoh bagaikan binatang dengan dua orang wanita yang salah satunya sudah bersuami, kemudian merekam serta menyebarluaskan video adegan mesumnya, justru dibela dan diperlakukan bagaikan pahlawan besar yang baru pulang dari medan perang.
Apa hendak dikata, Indonesia walaupun sebuah negara yang berpenduduk mayoritas muslim, namun industri media dinegeri ini masih dikuasai oleh kelompok liberal SEPILIS anti Islam yang pro kepada para ‘penjahat agama’ dan ‘penjahat moral’. [KbrNet/adl]







































Wahyu Wardoyo berkata
semakin meyakinkan jika masyarakat kita(generasi muda) sedang “sakit kronis” mental., yaa mgk jg krn melihat kelakuan pejabat jg politisi di neg ini yg dah ndak karuan (korup, skandal suap, skandal sex )dll.
Hamba Allah berkata
@All
Gak useh heran… ini semue adalah tanda tanda gejala akhir zaman udeh semakin deket, yang hakikatnya baik sekarang dinilai buruk, nah yang hakikatnya buruk sekarang dinilai baik, udeh pade kabalik sekarang.
kayak sekarang tuh yg lagi anget2x tai ayam, proses legalisasi hubungan ‘edan’ sejenis, baik gay maupun lesbi yg telah ‘direstui’ oleh makhluk edan yg bernama HAM yg jelas2x bertentangan dengan nilai nilai agama baik dari agamapun juga serta bertentangan dengan moralitas dan akal sehat, masak jeruk mau minum jeruk.
emang zaman udeh edan, mari kita lindungi minimal diri kita dan keluarga kita dari yang para makhluk yg bernama SEPILIS ntar kena penyakit SEPILIS betulan
hehehe….gitu aza kok repot
Syafarudin.S berkata
Semua serba terkait…. Buruh Media perlu kerjaan buat prusahaanya utk disiarkan. Bayangkan kalo ga’ ada berita, mau diamakani apa anak bini drumah. Mari belajar bijak dalam melihat sebuah masalah. Tau darimana orang itu dosa atau tdk dosa kalo semua keputusan ditangan Allah SWT… yang penting dgn ramainya berita ariel / arul atau aral…. keluarga kita sendiri drumah : Isteri dan anak udah bisa ngaji belum…….
Vie berkata
Semua orang juga tahu pak klo tindakan asusila yg dillakukan Ariel jelas dosa.. memang ada agama yg menghalalkan hubungan seperti itu diluar Nikah? saya rasa tdk ada..jadi pak Syafarudin.S ga boleh pura2 tdk tahu klo itu dosa apa ga…yang jelas klo Ariel punya malu dia harus mengundurkan diri dari dunia hiburan dan bnr2 taubat… klo dia ttp tdk mau ya kita sbgai org yg waras jangan mengidolakan sosok Ariel…
Syaugi Mahdi Bsa berkata
Pak Syafaruddin, tak kasih tau yaaa…memang semua keputusan ditangan Allah SWT tapi kalo berzina itu yaaaa jelas2 dosa lah masa’ nggak tau zziihhhhh…Khan Allah sendiri yang berfirman didlm Al-Quran yg intinya : . Jauhi Zina…Jauhi Zina! Kita aja disuruh menjauhi zina bagaimana kalo yg melakukan????
Na’uzubillahiminzaalik!
Enak bener kalo nggak tau bhw zina itu dosa apa nggakl, banyak orang yg berzina donk….coba dipikir-pikir lagi ya pak
jajaka edan berkata
Suatu kewajiban orang muslim.. melakukan amar ma’ruf nahi munkar, prilaku ariel adalah jelas merupakan kemungkaran, kalau kita biarkan kemungkaran itu, maka siap2lah menerima azab dari Allah SWT. apakah mau kita di azab…?
Azkeeya Qayla berkata
Bukti bahwa masyarakat muslim di Indonesia menjadikan Islam hanya sebagai agama (ritual) saja. Belum menjadikan Islam sebagai Pedoman Hidup dalam seluruh aspek berkehidupan.
Ram berkata
makanya……… kalo ngedidik itu ya ngedidik bukan mengajar.. inilah yang terjadi pada generasi muda mudi….
fakta sangat dan sangat sedikit guru yang mengerti mendidik kalo mengajar ya.. ketika kkg begitu sehingga moral jiwa para pelajar tidak terbuka bahkan tertutup yang kiranya mampu ditipu.. sampai – sampai pahlawan yang sebenarnya hilang oleh pahlawan palsu seperti ariel….
seharusnya kalo mau sadar… kelakuan ariel dan korban (tapi suka) itu mati dirajam… dan dirajam di muka umum agar dapati efek jera bagi yang lain sehingga tidak ada lagi yang mau melakukannya bahkan rahmat Allah akan turun…..
bebasnya ariel akan menurunkan kembali azab ke muka bumi ini……..
begitulah hasil cetakan pra pendidik dan pemutus kebijakan yang notabenenya orang – orang bodoh dan tolol serta dongo yang mementingkan diri sendiri,, semoga Azab Allah ditimpakan bagi orang yang tidak mau berfikir. MATI LAH KAU (GO TO HELL) jika tidak menggunakan hati dan akal.
makanya para wanita hati – hati didik generasi muda anda jangan pernah ditipu oleh rayuan kamuplase yang mengantarkan kepada kebodohan yang amat sangat…….
fakta setan ariel sedang mengajarkan ummat ini dalam perzinahan…. semoga Allah menghinakannya kelak setelah mati jika tidak kembali…!