Penembak di Colorado Bukan Teroris, Sebab Non Muslim
Posted by KabarNet pada 21/07/2012
Amerika – KabarNet: Peristiwa tragis mewarnai pemutaran perdana film Batman “The Dark Knight Rises”. Seorang pria bermasker yang membawa senjata api menembaki kerumunan orang yang tengah mengantre untuk nonton film di gedung bioskop ‘Century 16′ di Aurora, Colorado, Amerika Serikat. Insiden ini menewaskan 14 orang dan melukai puluhan orang lainnya.
Kejadian tersebut terjadi di pinggiran kota Denver pada Jumat pagi (20/7), pelaku memicu kekacauan dengan melemparkan tabung gas ke auditorium dan menembaki penonton bioskop. “Sebanyak 55 orang lainnya, termasuk anak-anak, terluka dalam serangan pada pertunjukan “The Dark Knight Rises” di sebuah mal di pinggiran Aurora. Beberapa di antaranya dirawat karena efek gas air mata,” kata pejabat rumah sakit.
Polisi berhasil mengamankan pelaku. Ketika ditemukan, pelaku tengah mengenakan helm dan jaket antipeluru. Selain itu, pelaku juga mengenakan masker gas air mata dan membawa pistol dan senapan.
Beberapa media mengungkapkan bahwa tersangka bernama James Eagan Holme. Pejabat penegak hukum mengidentifikasi tersangka itu benar bernama James Holmes, warga Amerika berusia 24 tahun yang baru-baru ini terkena D.O. (drop out) dari studi neuroscience di universitas terdekat, dia bukan muslim. Mereka mengatakan tidak ada indikasi bahwa penembakan itu terkait dengan kelompok teroris.
Kepada polisi, Holmes juga mengaku menyimpan sejumlah bahan peledak di kediamannya, sebuah blok apartemen di bagian utara Aurora, kota kecil yang berjarak sekitar 11 kilometer dari jantung Kota Denver ke arah tenggara. Petugas pun langsung bergerak mengevakuasi seluruh penghuni apartemen. “Kami sudah menangani potensi ancaman seperti yang disampaikan si pelaku (penyerangan),” tegas Oates, kepala Kepolisian Aurora, sebagaimana dikutip New York Times.
Oates, mengatakan bahwa orang bodoh tersebut yaitu tersangka yang terjebak dalam apartemen Aurora dengan bahan peledak canggih. “Kami berusaha untuk menentukan bagaimana caranya untuk melucuti bahan peledak tersebut. Karena bahan peledak yang ia pegang mudah terbakar atau meledak. Kami bisa saja berada di sini selama berjam-jam atau berhari-hari untuk memutuskan caranya,” kata Oates.
Polisi menyatakan Holmes juga memasang perangkap di apartemennya termasuk bahan peledak canggih, sehingga membahayakan petugas dan personel penjinak bom yang menyerbu tempat tersebut. Pihak berwenang mengungsikan lima bangunan di dekatnya dan membuat perimeter sejauh beberapa blok, saat mereka berusaha menjinakkan apa yang diduga sebagai bahan peledak, dengan menggunakan robot, kata seorang petugas pemadam.
Menurutnya, Pelaku bersenjata itu diketahui membeli lebih dari 6.000 butir peluru melalui internet dalam dua bulan terakhir. Semua amunisi itu dibeli secara legal, begitu juga empat senjata api yang digunakan James Holmes, dibeli di sebuah toko senjata setempat dalam 60 hari terakhir.
Insiden penembakan yang menewaskan 14 orang ini, termasuk 3 orang WNI yang menjadi korban luka-luka. Hal ini dipastikan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Los Angeles hari Jumat (20/7). Menurut Sri Wahyuni, Konsul Protokol dan Konsuler pada KJRI LA, para korban adalah satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak yang merupakan penduduk Aurora.
Korban pertama adalah Anggiat M Situmeang (45 tahun) yang menderita luka memar di mata sebelah kiri akibat serpihan dinding. Ia tidak memerlukan perawatan rumah sakit. Istrinya, Rita Paulina br. Silalahi (45 tahun), menerita luka di lengan dan kakinya. Ia kini dirawat ke Rumah Sakit Denver Health.
Korban ketiga adalah anak mereka yang berusia 15 tahun, Prodeo Et Patria Situmeang, yang menderita luka tembak di punggung bawah kiri. Sri Wahyuni mengatakan ia diarawat di rumah sakit Universitas Colorado. “Menurut Informasi yang kami terima, yang bersangkutan dalam keadaan stabil. Proyektil pelurunya memang masih menempel di kaki tapi tidak mengenai organ vital.” [Slm/KabarNet/Jpnn]







































Laskar Sakerah berkata
“Penembak di Colorado Bukan Teroris, Sebab Non Muslim”
Judul postingan di atas trlalu sempit.
Pertanyaannya, apakah kalo penembaknya Muslim itu berarti teroris ??
kang haji berkata
Apakah gak ada judul lain, judulnya sangat tendensius.
si pendosa berkata
Ya Iyalah… Amrik kan selalu begitu, kalau orang islam saja, belum apa-apa sudah di cap teroris… sekarang kalau orang mereka sendiri… gimana hayo …
Fakta Realita berkata
Saya menembak 71 orang, dan membunuh 12 orang dari mereka.
Seandainya saya seorang MUSLIM, mereka akan menyebut saya TERORIS!
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=258010950975336&set=a.127811047328661.23473.121207451322354&type=1&relevant_count=1&ref=nf
Sanuru berkata
Begitulah kalau Amerika ga bisa lagi membodohi orang islam untuk melakukan kebodohan atas nama jihad. Akhirnya pake orang sendiri untuk melakukan teror, tapi kalau ga mau dibilang teroris…yuk kita sepakat namakan sipenembak itu dengan sebutan telorlaris…hahahahaha!
Sanuru berkata
Karena sipenembak non muslim maka kita sepakat aja namanya telorlaris….khusus untuk pelaku terror asal Amerika. Bagi muslim, yuk kita jangan lagi dibodohi untuk jihad yg ga benar, karena merugikan nama baik agama kita…
anti NWO berkata
di Indonesia juga sama
seorang polisi di mataram, ntb ditikam sampe mati oleh seorang alumni ponpes
media masa bilang “serangan balik teroris”
tapi ketika OPM sudah ngebunuh puluhan orang dr tni, polisi, warga asing, warga sipil
trus nembakin pesawat juga
tapi OPM tidak disebut teroris atau dimasukkan dlm organisasi teroris
kenapa?
karena OPM beragama kristen
coba kalo OPM beragama ISLAM
al-qaedah atau jamaah islamiyah cabang papua
jangan percaya dg mainstream media ttg terorisme
isu terorisme cuma HOAX
Thaifah Manshurah berkata
di Indonesia juga sama
seorang polisi di mataram, ntb ditikam sampe mati oleh seorang alumni ponpes
media masa bilang “serangan balik teroris”
tapi ketika OPM sudah ngebunuh puluhan orang dr tni, polisi, warga asing, warga sipil
trus nembakin pesawat juga
tapi OPM tidak disebut teroris atau dimasukkan dlm organisasi teroris
kenapa?
karena OPM beragama kristen
coba kalo OPM beragama ISLAM
al-qaedah atau jamaah islamiyah cabang papua
jangan percaya dg mainstream media ttg terorisme
isu terorisme cuma HOAX
terorisme cuma buatan amerika saja untuk menghancurkan ISLAM
padahal, justru mereka sendiri-lah teroris sebenarnya
TERORIS TERIAK TERORIS
Sang Kata berkata
Kemungkinan James Eagan Holmes anggoata Partai Demokrat. Tunggu ulasan di TVone atau MetroTV.
Anonymous berkata
Min , ente ngasih judul jangan asal dipikir donk,
Anonymous berkata
Memang Kabarnet sering tidak professional kalau kasih judul. Banyak judul2 yg menghasut negative.
Maklumlah kan Kabarnet mewakili golongan brengsek yg desperate.
Anonymous berkata
Judul yang asal, apa kalo pelakunya muslim itu berarti teroris?????
Maria Sitompoel berkata
Saya setuju kalau orang non muslim melakukan teroris, bukan namanya teroris, tapi telorlaris.
Ammar Ma'ruf berkata
Ya itulah Amerika,terus berusaha untuk memperburuk citra Islam,.kenapa para tentara Israel aja yang menembak warga sipil ga di bilang teroris,.??padahal sudah jelas kan…”semoga Alloh membukakan segala kejelekan mereka”
BONTONG berkata
JELAS SANG PENEMBAK ITU ADALAH TERORRISSSSS….. para pembaca seluruh dunia berhubung sdh di ketahui dgn JELASSS bahwa penembak nya NON MUSLIMM dgn pikiran jernih sekarang kita tahu BAHWA { terorisss berasal dari agama non muslim)
Anonymous berkata
teroris sesungguhnya adalah AMERIKA SERITYAN…