Golkar: Kalau JK Berani Nyapres, Langsung Pecat!
Posted by KabarNet pada 19/07/2012
Jakarta – KabarNet: Kalau mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), menalonkan diri sebagai capres, maka akan langsung dipecat dari keanggotaannya di Partai Golkar. Hal itu disampaikan oleh Ketua Badan Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia Partai Golkar, Victor Nadapdap, menanggapi suara-suara yang berspekulasi bahwa JK akan dicalonkan sebagai capres oleh sejumlah partai. Victor mengatakan sanksi pemecatan bagi kader Golkar yang mencalonkan diri sebagai presiden dan wakil presiden dari partai lain tidak bisa ditawar lagi. “Keputusan itu sah, dan berlaku bagi siapa saja, termasuk bagi Jusuf Kalla,” kata Victor, Rabu, 18 Juli 2012.
Menurut Victor meski tidak diatur dalam AD/ART Partai Golkar, pemecatan bisa dilakukan karena sudah ada keputusan Rapat Pimpinan Nasional Ketiga yang berlangsung di Bogor akhir Juni lalu. Keputusan Rapimnas, kata Victor, hanya setingkat di bawah AD/ART dan wajib dipatuhi. “Setiap kader wajib menjunjung tinggi semua keputusan partai,” katanya.
Dalam AD/ART, keanggotaan seseorang bisa berhenti jika kader meninggal dunia, mengundurkan diri dan diberhentikan. Selain itu konstitusi partai ini juga memberikan peluang bagi kader untuk melakukan pembelaan diri sebelum diberhentikan. Namun khusus untuk kader yang maju dari partai lain tidak akan diberikan kesempatan membela diri. “Ini menyangkut wibawa partai,” ujar Victor.
Peluang pembelaan diri, lanjut Victor, hanya masih diberikan bagi kader yang dianggap turut mensukseskan calon presiden yang diusung dari partai lain. Kalau sudah jelas membela partai lain baru diberhentikan. “Tapi kalau jelas-jelas maju dari partai lain, sudah telak langsung dipecat,” tandasnya.
Selasa (17/7/2012) lalu, mantan Ketua Umum Golkar, Jusuf Kalla menyatakan keputusan pemecatan dalam rapimnas tidak sesuai dengan AD/ART. Karenanya, Kalla masih membuka diri jika ada partai lain yang ingin mencalonkan dia sebagai presiden. Alasannya di Golkar, peluang Kalla untuk maju sudah tertutup karena partai sudah menetapkan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden tunggal.
Sementara itu, Politikus senior Partai Golkar Akbar Tanjung menilai munculnya ancaman dari Partai Golkar pada kader yang dicalonkan dari partai lain untuk maju dalam Pilpres 2014 seperti kasus mantan wapres RI Jusuf Kalla, berpotensi menjadi blunder dalam pencitraan partai berlambang pohon beringin itu.
“Sebaiknya dipertimbangkan matang-matang dulu keputusannya, agar tidak malah menjadikan munculnya penilaian yang buruk di masyarakat,” kata Ketua Dewan Dewan Pertimbangan Partai Golkar itu saat menghadiri Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Bidang Pemenangan Pemilu, Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan di Yogyakarta, Rabu 18 Juli 2012.
“Apalagi jika tindakan yang diambil itu menyangkut pada tokoh yang dikenal luas seperti Jusuf Kalla, kalau tak sejalan dengan opini dan pemikiran di masyarakat maka malah jadi blunder,” kata Akbar Tajung mengingatkan. [KbrNet/adl]







































ucicachev berkata
Maju Terus Pak Kalla,biar pilpres jd 2 putaran JK vs Prabowo,Ical ke laut(an lumpur lapindo) aja…
Anonymous berkata
P. Ical kayaknya khawatir dengan ketokohan Bpk. Jusuf Kalla….jadinya ya main kayu…maju terus p. JK, apapun peran bapak nantinya yang penting demi kemajuan bangsa dan negara..bukan hanya untuk segolongan kecil orang dan partai !!!
Indonesia berkata
Bismillah JK, kita dukung orang jujur buat Indonesia /
erfan berkata
Bangsa ini menginginkan presiden yg berkarisma bukan orang2 karena partai, JK adalah salah satu saat ini yg cocok utk CAPRES
Indonesia, Maju terus JK kami menginginkan tipe kayak JK, kami mendukung, ambil langkah lain bila partai bpk kayak gt, JK bisa jadi presiden bila mau mencalonkan, biarkan anjing menggonggong kafilah jalan terus, ayo JK kami menanti tekadnya. bangsa ini bukan
menginginkan partai tapi kader bangsa yg terbaiklah yg diingkan rakyat dan negara.
Thamrin berkata
…..Jempol buat analisax Pak Akbar Tanjung!!! memang benar adanya Pak. Saat ini sosok JK sdh di kenal luas oleh Masyarakat dan gaya kepemimpinannya yg serba cepat namun tetap terukur itu yang ditunggu2 oleh rakyat. Bung Ical…merasa dirilah, masih panjang waktumu utk “PERBAIKI” diri dan “MEMANTASKAN” diri di Pilpres2 yang akan datang. Untuk Pilpres 2014 belum matang buat Bapak, masih banyak yang perlu Bapak benahi dlm ketokohan Bapak. Slamat Pak JK maju terus tuk Indonesia!!!
Anonymous berkata
maju terus pa jk kami mendukung bapak
Maria Sitompoel berkata
Maju Terus pak JK, Rakyat Indonesia mendukung Bapak. kenapa takut dengan gertakan…!! untuk ICAL benahi dulu lumpur, baru rakyat prccaya.
Anonymous berkata
Dengan pencalonan ICAL sebagai CAPRES, GOLKAR pasti akan menyesal dan tetap menjadi pecundang