Lagi… “Nyanyian” Nazaruddin Terbukti Kebenarannya
Posted by KabarNet pada 16/07/2012
Jakarta – KabarNet: “Nyanyian” Nazaruddin tentang beberapa kasus mega korupsi yang disebutnya melibatkan sejumlah politisi anggota DPR dari berbagai parpol, termasuk di dalamnya kader Demokrat, kini satu demi satu terbukti kebenarannya. Terkait “nyanyian” Nazar tentang kasus korupsi Hambalang, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akhirnya memastikan adanya indikasi korupsi yang sangat jelas dalam proyek pembangunan Pusat Olahraga dan Sekolah Atlet Hambalang. Kesimpulan tersebut dinyatakan sebagai hasil opini sementara BPK yang sedang melaksanakan audit investigatif atas proyek triliunan rupiah yang dikerjakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tersebut.
“Wah (indikasi korupsi) pasti. Nanti KPK yang bicara, BPK tidak ada pada tempatnya berbicara dalam porsi mengambil tindakan hukum,” kata anggota BPK, Bahrullah Akbar, kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (14/7/2012).
Namun, Bahrullah menolak lebih jauh menjelaskan secara detail temuan BPK soal kasus itu, termasuk apakah korupsi itu dilakukan pada saat pembebasan tanah, pembangunan gedung-gedung Hambalang, atau pengadaan barang terkait proyek itu. “Indikasi itu ya banyak, tapi kami tidak bisa umumkan. Saya hanya ditugaskan (audit investigasi) di PT Wika dan PT Adhi Karya. Kementerian Pemuda dan Olahraga dan BPN (Badan Pertanahan Nasional) juga masuk,” jelas Bahrullah.
Bahrullah hanya menyatakan BPK akan bekerja maksimal mencegah segala korupsi baik yang sedang di disain, atau yang sudah terjadi. Diakuinya, proses membongkar korupsi yang direncanakan (by design) lebih sulit dan lebih lama dibanding dengan yang tidak.
Sebagaimana sudah sering diberitakan, saat ini KPK tengah dalam proses penyelidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pusat Olahraga dan Sekolah Atlet Hambalang. Kasus ini tadinya tertutup rapi, nyaris tak diketahui oleh masyarakat kalau tidak diungkap oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M.Nazaruddin yang kini menjadi terpidana terkait kasus suap Wisma Atlet. Adalah Nazaruddin yang pertama kali “bernyanyi” tentang kasus korupsi Hambalang yang disebutnya melibatkan sejumlah politisi anggota DPR dari sejumlah parpol, termasuk juga Partai Demokrat.
Nazar yang merasa dirinya “dikorbankan” lantaran harus seorang diri menjadi buronan KPK, sementara mitra-mitra korupsinya bebas melenggang di luar, akhirnya menuding sejumlah nama politisi anggota DPR dari Partai Demokrat dan dari beberapa partai lain yang disebutnya ikut bermain dalam sejumlah proyek.
“Nyanyian” Nazaruddin tersebut, awalnya dinafikan dan dianggap bohong oleh sejumlah pihak. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan proses penyelidikan yang dilakukan KPK, satu demi satu nyanyian Nazar terbukti kebenarannya. Akibatnya… sebuah antrian panjang terdiri dari para politisi anggota DPR dari berbagai parpol kini menunggu waktu untuk diborgol dan dipakaikan seragam tahanan, sebelum dijebloskan ke Rutan KPK. [KbrNet/adl]








































heri berkata
Bola salju penghancur korupsi.
Korupsi sudah menyebar kemana-mana dan sangat sulit diberantas , aoalagi yang “by design” tadi. Mereka saling menutupi dan kerjasama, saling mempunyai truff card.
Untuk itu bagaimana kalau kita buatkan saja Keppres atau apalah namanya, yang akan membebaskan hukuman badan/penjara kepada koruptor yang dapat menunjukkan koruptor2 lain minimal 2 (atau 3) orang dan dapat dibuktikan, sehingga ini dapat menjadi bola salju penghancur korupsi.
Pengembalian hasil korupsi dan denda tentu masih diberlakukan.
Maria Sitompoel berkata
Alhamdulillah, satu per satu yg busuk itu akan terbongkar dengan sendirinya, Insya Allah yang busuk lainnya atas idzin ALLAH Swt. akan terbongkar. Amiin.
Naga Beringsang berkata
Kalau saya sejak dulu yakin hingga 80% pernyataan Nazar itu benar, cuma KPK berani ngak mengusut dengan modal menuduh seseorang dengan bukti yang konkrit dan otentik, tentunya butuh kerja keras dan usaha yang maksimal.
Bisa dipastikan perbuatan korupsi itu pastilah terorganisir dan canggih, nah kemampuan insting penyidik lah yang berjalan.
Contoh: kasus Hambalang ini, kalau tanpa orang kuat dan terorga nisir ngak mungkin berjalan, apalagi pelakunya cuma Nazar dan Neneng, apalagi nazar orang turunan Tambi (Hindustan), Neneng orang turunan Sunda Riau yang kerem atau turunan Tionghoa kere pastilah ada si Alinya, ngak mungkin Si Baba bermain sendiri………
Jadi kesimpulannya cari dalangnya atau pengendalinya Nazar n Neneng, Mindo Rosa, Anggi, Wa Ode Nurhayati, Nunun, yang satu itu ya Dalangnya jelas
Anisa Azzahra berkata
Bingung aku!
Mau salahkan siapa yah?!
Mau menyalahkan mrk atau yg memilih mrk?
Sdr2ku,
Nanti di 2014 mari kita pilih kembali calon2 koruptor baru.
Anonymous berkata
kuliat dari wajahnya Anas urbaningrum memang orangnya tidak jujur.tapi ingat bung anas ada siksa kubur anggota badanmu tidak bisa bohong mulutmu sdh digembok pakai Linggis.dasar pancuri..ingat kita cuma numpang lewat didunia ini bro..
Sang Kata berkata
Koruptor muda karena belum atau kurang pengalaman, sehingga bisa tertangkap. Mereka bagaikan puncak gunung es. Masih banyak yang berlum terungkap, tertangkap, apalagi sampai terpidana.
Atau karena mereka jam mainnya hanya satu periode, selama lima tahun, sehingga modus operandinya mudah diendus. Dalam lima tahun harus balik modal, bayar jasa, bina lingkungan, modal untuk maju periode berikutnya, sampai untuk kesejahteraan keluarga.
Jika hukum buatan manusia tidak bisa menjerat koruptor tua, hukum Allah menantinya.