Nara: Data Money Politics Jokowi-Ahok Akurat
Posted by KabarNet pada 15/07/2012
Jakarta – KabarNet: Kubu cagub Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) tak main-main ingin membongkar permainan politik uang (money politics) lawannya, Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang didukung PDI Perjuangan dan Gerindra.
Kecurangan tersebut berupa politik uang, kampanye hitam, dan permohonan uji materi undang-undang yang bernuansa politis. Menurutnya, uji materi undang-undang nomor 29 tahun 2007 tentang satu putearan dengan perolehan di atas 30 persen tidak masuk akal dan melanggar hukum. Karena permohonan diajukan usai proses hitung cepat dari berbagai lembaga survei.
Oleh karena itu, sekretaris Tim Pemenangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Budi Siswanto, segera membuat laporan kepada Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) terkait pelanggaran dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta, yang berlangsung pada 11 Juli. Timnya menemukan dan memegang bukti pelanggaran pada pelaksanaan pilkada yang dilakukan oleh tim sukses calon lain. “Kami melapor pakai bukti. Ada data, juga ada testimoni,” kata Budi.
Budi belum bisa mempublikasikan apa saja hasil temuan tim sukses pasangan Foke-Nara yang akan dilaporkan ke Panwaslu. Ia juga menolak memerinci tim sukses pasangan mana yang akan dilaporkan ke Panwaslu. “Nanti akan kami publikasikan,” katanya.
Tim sukses Foke-Nara tak mau gegabah melaporkan pelanggaran. Sebelum melapor, tim harus memastikan dulu pelanggaran itu dengan menghimpun bukti. Dalam detik-detik terakhir jelang pencoblosan, Budi mengatakan, marak terjadi “serangan fajar”, ungkapan untuk menyebut politik uang dalam pemilihan. Tim sukses kandidat lain mendatangi pemilih memberi iming-iming untuk mempengaruhi pilihan warga.
Nara mengatakan ada tim advokasi yang akan membongkar permainan money politic Jokowi-Ahok pada Pemilukada DKI Jakarta pada putaran pertama. Dan modal data yang diperoleh dari lapangan itu terbilang akurat. “Saya tidak uraikan, lebih baik Anda tanya di bidang advokasi. Datanya pasti akurat,” ujar Nara, Sabtu (14/7/2012).
Selain soal money politic, tim pemenangan Foke-Nara juga akan menguak sisi lain atas adanya upaya pemaksaan kehendak agar Pemilukada DKI Jakarta digelar satu putaran dengan gugatan UU Nomor 29 Tahun 2007 ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Seperti diketahui sebelumnya, hasil hitung cepat (quick count) lembaga survei terhadap Pemilkada DKI Jakarta menunjukan Jokowi-Ahok menungguli Foke-Nachrowi. Jokowi-Ahok meraih suara sekitar 42 persen. Sementara, Foke-Nachrowi yang notabene-nya incumbent hanya mendapatkan 34 persen suara. [KbrNet/Tempo/TribunNews]









































Anonymous berkata
Haa…..haaa…ini dia MALING TERIAK MALING !
Anonymous berkata
Mana yang paling korup FOKE atau JOKOWI?
uuky berkata
kalah y kalah bro !jangan gitu,,,
Muhammad Aris Alwi berkata
ini politik yang tidak sehat,.. yang kalah harusnya legowo bukannya malah teriak maling,.. masyarakat lebih tahu siapa yang melakukan serangan fajar, FOKE atau JOKOWI,..
sudah lah,.. khan sudah 5 tahun diserahkan pada ahlinya,..buktinya mana?????????
sekarang kita serahkan kepada orang yang apa adanya,.. bukan mengaku ngaku ahlinya….
Anonymous berkata
TENANG SEMUANYA JANGAN EMOSI, URUSAN JAKARTA SERAHKAN KE SAYA, SAYA AHLINYA….
ibu prihatin berkata
Foke n Jokowi siudah membuktikan bagaimana kepemimpinan mereka berdua selama ini…jd biarlah hati nurani bicara biar gak menyesal. saya pilih Jokowi krn buktinya jg. cuman Ahoknya yg bikin ragu. biar aja deh..kan ahok cuma wakil. smg Jokowi amanah…
ACHMAD HIDIR berkata
kLAU KALAH BIASANYA URING-URINGAN….
Iwan Toris Pasaribu berkata
hahahahahahaha,,,,,kalo kalah aja langsung sewot,,,,
coba kalo menang…nyengir aja tu gigi….