IMF akan Berhutang Rp9,4 Triliun kepada Indonesia
Posted by KabarNet pada 10/07/2012
Jakarta – KabarNet: Kita tentu masih ingat ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beberapa waktu yang lalu berpidato mengeluhkan ancaman defisit APBN terkait harga minyak dunia yang cenderung naik, dan karenanya pemerintah terpaksa akan menaikkan harga BBM. Kita tentu belum lupa ketika DPR bersidang terkait pro dan kontra rencana kenaikan harga BBM yang berujung voting. Semua itu dilakukan karena “katanya” APBN kita dalam bahaya, lantaran tidak mampu menahan tekanan gejolak harga minyak dunia. Tapi benarkah APBN kita dalam bahaya? Ternyata TIDAK! Buktinya… sekarang lembaga pemberi pinjaman dunia International Monetary Fund (IMF) justru akan berhutang Rp9,4 Triliun kepada pemerintah Indonesia, dan pemerintah gelagatnya akan setuju memberikan hutang tersebut.
Kedatangan Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF), Christine Lagarde ke Indonesia pada tanggal 8-10 Juli 2012, telah menimbulkan kegaduhan publik. Christine Lagarde membuat tak nyaman berbagai kalangan termasuk rakyat, karena akan membahas rencana bantuan Indonesia kepada IMF sebesar 1 Miliar US Dollar. “Di Indonesia, Lagarde rencana bertemu dengan beberapa pejabat pemerintah, termasuk Presiden SBY. Kunjungan ini dipastikan salah satunya membahas rencana bantuan pinjaman Indonesia ke IMF sebesar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 9,4 triliun,” ungkap politisi PDI Perjuangan, Dewi Aryani, Minggu (8/7/2012).
Seperti sudah diketahui di seluruh dunia, termasuk juga di Indonesia, kebijakan buruk IMF dikenal telah memiskinkan Indonesia (dan juga sejumlah negara berkembang lain) secara sistematis melalui berbagai macam pemberian hutangnya. Namun lembaga tersebut justru kini malah akan dihutangi oleh Indonesia. “Sungguh tragedi bagi bangsa ini, disaat rakyat menjerit lapar, menjerit kenaikan harga pokok dimana-mana, menjerit PHK akibat berbagai kebijakan pemerintah yang mengabaikan kepentingan rakyat, subsidi di pangkas dan lain-lain, justru pemerintah memberikan ‘kebaikan’ yang justru ‘menyakitkan’ rakyatnya!” tandas Dewi Aryani menegaskan kecamannya.
“Mestinya pemerintah berkaca bahwa tidak perlu memberikan kebaikan dan bantuan semu kepada pihak lain, sementara kepentingan nasional justru terabaikan. Fokus membenahi kepentingan nasional jauh lebih penting daripada berbuat baik tapi… sebenarnya ada kepentingan politis lain di baliknya,” kritiknya lagi.
Untuk menghindari berbagai distrust (hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, red.) yang diakibatkan nantinya, Dewi Aryani meminta agar pemerintah sebaiknya menjelaskan secara gamblang apa untungnya untuk bangsa ini dan bagi perbaikan kepentingan nasional, sehingga di tengah krisis ekonomi yang mencekik negeri ini pemerintah malah memandang perlu untuk memaksakan diri memberi bantuan hutang kepada IMF senilai Rp9,4 Triliun. [KbrNet/adl]







































CECEP berkata
rakyat negri ini banyak yg skarat, napa mau kasih pinjaman ma IMF yg tlah menyengsarakan rakyat. IMF kepanjangan tangan kapitalis. Muak aku dengar nama IMF (International Maling Foundation)
yudi berkata
hutang indonesia sama imf aja belum beres, kok malah mau ngutangin imf..gak logis bngt..jngn2 akal bulus aja…
jajaka edan berkata
Gak ada jalan lain…tumbangkan rejim SBY yg gak becus ngurus negara, jangan tunggu 2014, mau sampai kapan rakyat di bohongi…
Soedi Panjaitan berkata
Jangan -jangan ini uang Calon Haji 40 T yang ada di BI buat ngutangin IMF biar pemerintah kelihatan Bergaya.