Bupati Buol ‘Amran Batalipu’ Dicokok KPK
Posted by KabarNet pada 06/07/2012
Buol – KabarNet: KPK akhirnya berhasil menciduk Bupati Buol, Amran Batalipu tersangka kasus dugaan suap, setelah pada operasi tangkap tangan pertama dia melakukan perlawanan bersama stafnya dan berhasil kabur. Amran dicokok KPK ketika tengah istirahat di rumah pribadinya, Jalan Mas Mansyur, Kota Buol, pukul 03.30 WITa tadi.
Amran langsung dilarikan ke Kabupaten Toli-Toli dengan pengawalan ketat aparat. Amran Batalipu dikabarkan tiba di Polres Toli-Toli, sekitar pukul 08:00 Wita, setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam dari kota Buol. Setibanya di Polres Toli-Toli, Amran Batalipu turun dari mobil dengan tangan diborgol. Amran dibawa dari Buol menuju Toli-Toli dengan mengendarai mobil Toyota Inova, lalu diterbangkan ke Palu. Di Toli-Toli, ia sempat dibawa ke Kantor Kepolisian Resor Toli-Toli dengan hanya mengenakan baju piama berwarna putih dan sarung.
Pejaga rumah Amran mengatakan, petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datang dengan enam mobil. Proses penangkapan berlangsung cepat, tak lebih dari 10 menit.
KPK menetapkan Amran sebagai tersangka penerima suap dalam penerbitan hak guna usaha perkebunan kelapa sawit. Sebelumnya KPK beberapa kali gagal menciduk Sang Bupati. Selain Amran, KPK menetapkan dua tersangka lain dalam kasus ini: Yani Anshori dan Gondo Sujono. Keduanya adalah petinggi PT Hardaya Inti Plantation. Mereka ditangkap lebih dulu di dua tempat berbeda pada 26 Juni dan 27 Juli.(ICH)
Saat ini, Amran tengah berada di Bandara Mutiara, Palu, Sulteng menunggu pesawat yang akan menghantarkannya ke Jakarta. Pesawat yang akan membawa Amran tersebut bertolak dari Bandara Mutiara sekitar pukul 14.00 WIB. Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Buol itu akan mendekam di ruang tahanan sebuah Rutan di Jakarta yang belum diungkapkannya. Kepastian itu dikabarkan Abraham kepada wartawan di KPK, Jumat siang (6/7).
Sebelumnya diberitakan, Amran Batalipu ditetapkan tersangka terkait upaya suap perusahaan kelapa sawit milik pengusaha yang juga petinggi Partai Demokrat, Hartati Murdaya. Turut menjadi tersangka adalah Direktur Operasional PT Hardaya Inti Plantation, Anshori, yang tertangkap tangan saat akan menyuap Amran Batalipu di Buol pekan lalu. [KbrNet/Slm]







































Aziil Anwar berkata
Pelajaran buat para Bupati yang lain, bahwa kalian hanyalah pemegang amanat pengembangan wilayah untuk jangka waktu yang sangat singkat. Daerah dan isinya bukanlah milikmu atau keluarga atau begundal2mu.
jajaka edan berkata
Semoga indonesia yang katanya semakin demokratis, dengan sistem Demokrasi Liberalnya, kedepan tidak lagi melahirkan bupati, walikota,gubernur dan presiden yang berjiwa kerdil dan berhati busuk seperti yang sudah terjadi sekarang ini, ada apa dengan sistem yg sedang berlangsung…sehingga indonesia dilanda krisis kepemimpinan ? Campakan sistem kufur…DEMOKRASI
Anonymous berkata
Terlalu Manis untuk di lupakan