Komisi Kesehatan DPR Kecam Kampanye Kondom Remaja
Posted by KabarNet pada 22/06/2012
Jakarta – KabarNet: Rencana Menteri Kesehatan (Menkes), Nafsiah Mboi, membagikan kondom kepada remaja usia 15-24 tahun masih terus menuai kecaman. Kalau sebelumnya hujan kecaman datang dari berbagai kalangan masyarakat, maka kini kecaman pun datang dari Komisi Kesehatan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang merupakan mitra Kementerian Kesehatan. Melalui ketuanya, Ribka Tjiptaing, Komisi Kesehatan DPR-RI mengecam keras rencana kampanye pemakaian kondom yang akan dilakukan Menkes yang baru menjabat dua pekan itu. Ribka menilai rencana Menteri Kesehatan tersebut salah sasaran dan berakibat negatif.
Menurut Ketua Komisi Kesehatan DPR, Ribka Tjiptaning, rencana Menkes membagikan kondom kepada remaja usia 15-24 tahun itu berpotensi disalahgunakan. Bahkan bisa meningkatkan budaya seks bebas di kalangan generasi muda. Untuk pencegahan penularan HIV/AIDS, ia menyarankan agar Menkes lebih fokus pada pemberian informasi mengenai bahaya seks bebas. “Jangan sampai niat baik Ibu Nafsiah untuk risiko seks tinggi malah jadi negatif,” kata Ribka di ruang kerjanya, di kompleks DPR-RI, Senayan, Jakarta, Kamis (21/6/2012).
Menurut Ribka, jika tujuan pembagian kondom untuk mengurangi HIV/AIDS, Kementerian seharusnya meningkatkan program sosialisasi pencegahan. Penyebaran virus mematikan ini, kata Ribka, tidak hanya tersebar karena seks bebas. “Misalnya melalui tusuk gigi yang ditaruh penderita di rumah makan biar orang ketularan,” ujarnya.
Untuk itu, Komisi Kesehatan DPR-RI akan memanggil Menteri Kesehatan Senin pekan depan untuk dimintai penjelasan terkait alasan kampanye kondom ini.
Sementara itu, Menkes Nafsiah Mboi membantah menyasar anak muda untuk pembagian kondom. Ia menuturkan kampanye penggunaan kondom yang ia sampaikan kepada masyarakat tidak secara khusus ditujukan kepada siswa sekolah. “Tidak benar saya akan kampanye bagi-bagi kondom gratis. Nonsense itu,” kata Nafsiah, Rabu (20/6/2012).
Dia mengatakan kampanye ini menyasar kelompok seks berisiko. Yang paling perlu dilakukan, kata Nafsiah, adalah memberi pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja sekolah. [KbrNet/adl]







































CECEP berkata
mau niru prancis kali, yg menghalalkan sex bebas. Membagikan kondom gratis pd siswa sekolah.
jika itu diberlakukan di indonesia maka sama artinya dg menghalalkan & menganjurkan sex bebas
wkwk tinta stempel SK jadi menkes masih belum kering sdh mau bikin ulah
anezutha berkata
Tidak usah menunggu lama-lama, Presiden SBY harus segera memberhentikan Nafsiah Mboi dan mencari calon menkes yang lebih cerdas ,agar rakyat dan uang Negara selamat,
Anonymous berkata
Saya tahu bukan maksud ibu menteri buat menyesatkan generasi muda dengan pembagian kondom membagikan kondom kepada remaja. Tahukah kita seberapa bersih lingkungan anak kita di luar sama? sasaran penularan HIV-AIDS melalui penyalah gunaan narkoba yang terbanyak adalah remaja. Dan bagaimana kita dapat mengontrol andai mereka berhubungan sex bebas dgn orang yang sudah terinveksi????