Kondisi Partai Demokrat Kian Genting
Posted by KabarNet pada 16/06/2012
Jakarta – KabarNet: Kian Genting! Itulah kondisi terkini Partai Demokrat seperti diungkapkan sendiri oleh Anggota Dewan Pertimbangan Partai Demokrat, Hayono Isman. Elektabilitas partai yang merosot tajam akibat isu korupsi yang menyeret sejumlah nama petinggi partai yang didirikan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu diyakini menjadi sebab utama jebloknya rapor Partai Demokrat. Belum lagi masalah perseteruan antar elit. Seperti yang terjadi baru-baru ini, saat seluruh DPD Partai Demokrat berkumpul di kediaman SBY di Cikeas, pertemuan sepenting itu tidak dihadiri oleh sang ketua umum Anas Urbaningrum. Bukan itu saja, saat acara konsolidasi antara Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator dan Dewan Pengurus Daerah partai Demokrat pada Rabu 13 Juni 2012 lalu, lagi-lagi tidak dihadiri oleh Anas.
Ketua DPP Partai Demokrat yang juga Anggota Dewan Pertimbangan Partai Demokrat, Hayono Isman mendesak agar Dewan Pengurus Pusat (DPP) segera mengambil tindakan politik untuk mengatasi terus merosotnya elektabilitas partai. Menurut dia, sudah terbentuknya persepsi publik bahwa Ketua Umum partai terlibat dalam beberapa kasus hukum menjadi pangkal persoalannya.
Hayono meyakini bahwa kasus dugaan korupsi yang menyeret nama ‘pimpinan tertinggi’ Partai Demokrat (Anas Urbaningrum, red.) adalah penyebab utama buruknya persepsi publik terhadap partai berlambang mercy biru itu, “Ini turunnya karena persepsi publik sudah terbentuk bahwa pimpinan tertinggi partai terkait dengan kasus hukum. Kalau hanya Angie, tidak akan turun seperti ini. Maka harus diambil langkah politik,” tandas Hayono, Sabtu, (16/6/2012).
Terkait dengan langkah politik seperti apa yang harus diambil, Hayono menyerahkannya kepada pengurus DPP. Namun dia berharap langkah politik tersebut harus mampu mencegah terus turunnya elektabilitas Partai Demokrat. “Mereka sudah tahu masalahnya apa. Tinggal kedewasaan saja untuk menyelamatkan partai,” ujar mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu.
Saat ditanya apakah langkah politik yang diharapkan adalah Ketua Umum partai, Anas Urbaningrum, mundur karena dituding terlibat beberapa kasus korupsi, Hayono tidak menyatakan secara tegas. Namun dia menyatakan para pengurus DPP seharusnya “paham” dengan pidato SBY pada acara konsolidasi yang digelar partai pada Rabu (13/6/2012) lalu. “Kondisi saat ini sudah kian genting. Pidato SBY jangan hanya dimaknai dari permukaannya. Seharusnya DPP lebih sensitif dengan elektabilitas partai yang sudah mencapai di bawah 10 persen,” katanya.
Dalam pidato saat konsolidasi antara Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator dan Dewan Pengurus Daerah partai Demokrat pada Rabu lalu, SBY menyentil sejumlah kader yang terkena kasus korupsi. Menurut dia, kader-kader seperti ini yang membuat citra Partai Demokrat terpuruk. “Saya minta DPP bersikap kesatria,” pungkas Hayono Isman.
Bagi siapapun yang berpikir politis, dua pertemuan penting Partai Demokrat yang terakhir bisa dijadikan indikator tolak ukur bahwa partai ini sedang dirundung masalah serius, baik eksternal maupun internal. Betapa tidak, disaat seluruh perwakilan DPD Partai Demokrat dari seluruh Indonesia berkumpul bersama para pendiri partai, yang tidak hadir hanya satu orang saja…. Sang Ketua Umum! [Kbrnet/adl]







































anezutha berkata
Partainya emang genting, tapi kader2nya kebanyakan mafia kutu loncat ! demokrat hancur paling pindah ke nasdem atow ke partai lain…
anezutha berkata
Peringatan buat seluruh rakyat indonesia yang peduli kepada republik ini, kalo 2014 demokrat berkuasa lagi…”Tamatlah Negara Kesatuan Republik Indonesia” !!!
Longgana berkata
Yang memilih Partai Demokrat juga keblinger kok… Sudah tau partainya menggelontorkan uang besar2 an untuk iklan dan kampanye pd pemilu 2009 lalu.. Harusnya sebelum memilih berhitung dulu, partai tsb uangnya dr mana?… Dalam Politik kalau semakin banyak yg memberi pasti akan semakin banyak yg meminta.
Nazarudin menyumbang 1M per bulan, kok tdk ditanya uangnya dr mana? Kerjaannya apa? Pajak untuk Negara yg dibayar oleh Nazarudin berapa?
Bohong besar kalau para petinggi partai PD tdk tau hal itu…
Wah… Wah… Wah… Kasian Negara ini… Kasian Rakyat ini…
Kelik berkata
Ralat: Kader-kader dan Petinggi Partai BUKAN diterjang ISU Korupsi tapi sudah melakukan Korupsi besar-besaran cuman baru beberapa orang yang ketangkap yang lain menunggu pd daftar antrian…. Kata Ketua KPK menghitung hari
Anonymous berkata
RUHUT SITOMPUL mencari Partai baru yg mau menerimanya……….
anaz urbaningnong berkata
Kalo terbukti saya korupsi…” gantung celana saya di tiang monas !!!
qahwadnet@yahoo.co.id berkata
Alhamdulillah, terbebaslah dari jeratan korupsi, Insya Allah partai itu dengan sendiri akan hancur
Maria Sitompoel berkata
Mudah-mudahan begitulah hendaknya.
Kamidun berkata
Semua orang berkehandak begitu