KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

Menghancurkan Islam Dengan Tuduhan Tidak Toleran

Posted by KabarNet pada 12/06/2012

Jakarta – KabarNet: Setiap hari Muslim otak dan pikirannya dihancurkan dengan tuduhan sebagai golongan yang tidak toleran. Otak dan pikiran Muslim dicuci. Muslim di Indonesia selalu dituduh eksklusif, ekstrimis, militan, fundamentalis, dan anti pluralisme.

Foto Ekslusive KabarNet

Sebuah agama baru yang sekarang dibangun di Indonesia oleh berbagai kalangan, yang tujuannya ingin melumpuhkan Muslim, dan tidak lagi memiliki “saja’ah” dan “ghirah”. Sekarang, banyak kalangan Muslim, yang kemudian memiliki rasa takut, dan tidak berani menyatakan identitasnya sebagai Muslim.

Padahal, membandingkan Muslim dengan umat lainnya, yang minoritas, memiliki hak-hak sama, seperti Muslim. Tidak ada yang dibeda-bedakan. Bahkan, mereka kalangan minoritas di Indonesia, berperan dan memiliki peranan yang lebih penting dan besar dibandingkan dengan Muslim. Tetapi, mereka kaum minoritas di Indonesia, masih menuduh Muslim tidak toleran.

Belakangan mereka bukan hanya menuduh Muslim tidak toleran, tetapi mereka sudah berani melaporkan Indonesia, yang dituduh melakukan pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia kepada Komisi HAM PBB.

Di Indonesia berdasarkan undang-undang, ada 6 agama yang diakui pemerintah, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Mereka tidak ada yang dibatasi dalam menjalankan kehidupan keagamaan yang mereka yakini.

Pemerintah Indonesia menetapkan hari libur nasional, saat berlangsungnya perayaan agama-agama yang ada di Indonesia. Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu, diberikan hari libur nasional. Tidak ada yang dibatasi.

Bandingkan dengan negara Barat yang selama ini mengklaim menjunjung tinggi HAM, bagaimana perlakuan mereka terhadap minoritas Muslim?

Di Perancis negeri yang jumlah Muslimnya hampir mencapai 10 persen dari jumlah penduduknya yang berjumlah 80 jutajiwa. Apakah ada hari libur nasional di Perancis saat Idul Fitri?

Di Perancis rasialisme dan diskriminasi, berlangsung sangat keras. Perempuan tidak boleh menggunakan jilbab dan niqab (cadar). Muslim di Perancis tidak boleh membangun menara masjid. Aktifitas mereka dibatasi dengan sangat ketat. Pendidikan, ekonomi, sosial, dan kebudayaan. Masyarakat Muslim dipandang sebagai ancaman, dan mereka terus mendapatkan diskriminasi.

Di Belanda, Muslim dikeja-kejar oleh Geerd Wilders seperti binatang, dan menyerukan pengusiran bagi warga Muslim, yang ada di negeri itu. Partai Kebebasan yang merupakan sayap kanan, dipimpin Geerds Wilder, menyerukan pengusiran Muslim dari daratan Eropa, tanpa henti. Sehingga, sekarang agenda anti imigran, dan anti Muslim, menjadi agenda utama sayap kanan di Eropa.

Bayangkan Breivik, yang melakukan pembantaian massal di Swedia, dan sebagian yang menjadi korban pemuda-pemuda Muslim, yang ikut berkemah bersama dengan pemuda-pemuda lainnya. Breivik yang sangat ultra nasional, memandang imigran dan Muslim menjadi ancaman.

Bandingkan dengan Barat dan Eropa yang sudah menjajah ratusan tahun dunia Islam, dan merampok kekayaan negeri-negeri Muslim, dan terus membunuhi penduduk Muslim, sampai hari ini tidak ada yang menuduh mereka sebagai tidak toleran.

Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun, membunuhi rakyatnya, merampok kekayaan alamnya, menanamkan kekafiran, dan berlangsung sampai sekarang. Tetapi, adakah yang mengatakan Belanda tidak toleran?

Perancis dan Itali menjajah negara-negara Afrika Utara, betapa dengan sangat biadabnya, membunuhi rakyat dikawasan itu, merampas kekayaan alamnya sampai hari ini. Mereka bukan hanya memperbudak penduduk, merampas kekayaan alam, tetapi memaksa penduduknya menerima kekafiran dan kemusyrikan. Rakyat dipaksa memeluk agama Katolik. Di mana toleransi mereka itu?

Bagaimana pemimpin agama Katolik di benua Eropa, membersihkan umat Islam dari daratan Eropa? Umat Islam ditangkap hidup-hidup oleh para penguasa Katolik dan Kristen, kemudian mereka dihukum mati, dibakar, dan dipotong dengan golloutine, yang sangat menyeramkan. Masjid-masjid dihancurkan. Sebagian djadikan gereja dan tempat maksiat.

Kisah yang paling menyeramkan, bagaimana ketika Romawi, berhasil menguasai Yerusalem, di mana berlangsung pembantaian besar-besaran terhadap penduduknya. Sampai digambarkan darah menggenang diatas matakaki. Karena begitu banyak pembantaian yang dilakukan oleh pasukan Romawi. Sangat berbeda dengan Sayyidina Umar bin Khattab r.a, ketika memasuki Yerusalem, berlangsung dengan damai, tidak ada kekejaman di kota itu.

Apakah di Amerika Serikat, kaum Muslimin diberikan hak sama, seperti mayoritas Krsiten di negeri itu? Tidak ada hari libur nasional bagi warga Muslim, saat mereka akan merayakan hari libur. Tidak ada hari libur saat umat Islam merayakan Idul Fitri. Muslim di Amerika harus mengambil cuti saat mereka harus libur.

Di Amerika Serikat, yang “menuhankan” kebebasan, tetapi tidak memberikan kebebasan kepada Muslim. Muslim di Amerika sebagai minoritas tetap saja dibatasi hak-hak mereka. Apalagi, sesudah perisitwa 11 September. Kehidupan Muslim di Amerika dibawah pengawasan pemerintah secara ketat. Bahkan, telpon yang mereka gunakan selalu disadap. Masjid-masjid di awasi dengan sangat ketat aktifitasnya mereka.

Di Bali, saat golongan Hindu, merayakan hari raya Nyepi, tanpa kecuali, umat Islam, dilarang melakukan aktifitas apapun, dan melarang rumah-rumah Muslim menyalakan lampu dan melakukan aktifitas apapun.

Di Bali, warga Muslim tidak boleh menggunakan pengeras suara, sebagai panggilan shalat. Begitulah golongan Hindu Bali, membatasi umat Islam di Bali. Adakah yang mengatakan golongan Hindu tidak toleran?

Adakah golongan Hindu di pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, yang harus dipaksa mengikuti upacara hari-hari besar Muslim? Mereka bebas sebebasnya melakukan apa saja yang mereka ingin. Tidak ada yang dibatasi.

Di Cina, Muslim Uighur ditembaki saat mereka melangsungkan shalat, dan sekolah Al-Qur’an dihancurkan oleh pasukan pemerintah. Mereka melarang aktitifitas warga Muslim, yang melaksakanan perintah agamanya.

Di Indonesia, orang-orang China bebas-sebebasnya melakukan kegiatan apa saja. Mereka menguasai seluruh sektor ekonomi, tidak ada yang mempersoalkannya. Hari raya Konghucu, mereka menyelenggarakan upara keagamaan dengan Barongsai. Tak ada yang melarang. Apakah masih kurang toleran Muslim di Indonesia?

Memang, sejak zamannya Menteri Agama Mukthi Ali, sejumlah dosen IAIN dikirim ke Barat, ke Chicago, Canada, Australia, dan Inggris, serta Belanda, dan kini mereka menjadi agen kaum kafir dan musyrik, dan melakukan tuduhan terhadap Muslim sebagai golongan yang tidak toleran dan ekslusif. Mereka inilah yang getol bersama dengan kafir-musyrik, mengkampanyekan Muslim itu sebagai tidak toleran.

Maka tak heran, sesudah puluhan tahun usaha-usaha melumpuhkan aqidah dan keyakinan Muslim, sekarang muncul generasi “bebek” yang hanya menjadi pengikut dan tidak berani lagi menegakkan Islam sebagai sistem kehidupan.

Sebuah peristiwa yang sangat dramatis dalam sejarah, di mana di awal kemerdekaan, saat menyusun UUD (undang-undang dasar) sebagai konstitusi, golongan Islam ingin memasukkan “tujuh kata” (kewajiban menjalankan syariah Islam bagi pemeluk-pemeluknya), tetapi kata-kata itu ditolak oleh golongan Kristen, yang diwakili AA.Maramis, dan bahkan mengancam akan memisahkan diri dari Republik. Itulah tabiat orang kafir-musyrik. Padahal, kewajiban menjalankan syariah Islam itu tidak diperuntukkan bagi mereka.

Mengapa Muslim takut dengan tuduhan tidak toleran oleh kafir-musyrik, dan tidak berani menegakkan agama Allah, yang merupakan satu-satunya kebenaran yang mulia? Wallahu’alam. [KbrNet/VoA-Islam/adl]

Sumber: VOA Islam.COM

Judul asli: Menghancurkan Umat Muslim Dengan Tuduhan Tidak Toleran

7 Tanggapan to “Menghancurkan Islam Dengan Tuduhan Tidak Toleran”

  1. ini akibat kaum muslim kena penyakit wahn, terlalu cinta dunia dan takut mati, makanya dicabut pertolongan Allah sedangkan pada zaman Rasulullah SAW kebalikannya, hidup mulia atau mati syahid.

    gitu aza kok repot

  2. pulus sakit gla berkata

    semestinya kita juga punya sikap yang sama terhadap minoritas..biar mereka tau…

  3. Nuel berkata

    Tersinggung dengan kata kafir-musyirik. Dan please, jangan terlalu fanatik. Segala yang ter- itu nggak baik.

    Oh ya, kalau kamu pelajari baik2, Indonesia itu dulunya dihuni kaum Hindu. Dan Indonesia juga bukan mutlak punyanya Islam. Jadi wajar kalau waktu itu AA Maramis menolak ide itu. Tak hanya umat islam saja yang berjuang melawan belanda, tapi non juga. Seperti Ratulangi atau Ngurah Rai.

    Mohon perluaslah wawasanmu Zy. Jangan terjebak dalam fanatisme sempit.

  4. ADVENTIST berkata

    @Nuel
    Kafir kalau menurut bahasa Inggris maksudnya: “Non-Believer” atau “orang yg tak beriman kpd agama tertentu”. Jadi anda ga perlu tersinggung, karena:

    ^ bagi umat beragama Islam, non muslim adalah kafir.

    ^ bagi umat beragama Kristen, non Kristen adalah kafir.

    ^ bagi umat beragama Ahmadiyah, non Ahmadiyah adalah kafir.

    ^ bagi umat Hindu, non Hindu adalah kafir.

    ^ dst. dsb.

    saya beragama Masehi Advent Hari Ketujuh. Kalau anda tidak seagama dengan saya maka bagi saya anda orang kafir. Begitu juga sebaliknya, kalau anda tidak seagama dengan saya silahkan menyebut saya kafir.

  5. yuwonoyekti berkata

    mampir
    http://bisninet.wordpress.com/2012/06/10/bisnis-internet-syariah/

  6. TRISNI berkata

    hemmmm pusing kenapa sih agama aja dimasalahkan, coba anda fikir dlu ea yang membuat artikel tentang agama islam itu kafir , apa ada kami membeberkan kejelekan agama kalian,kenapa kalian memfitnah islam segitu kejamnya,tapi trimakasih untuk ingatanya, berarti anda memotivasi kami untuk lebih baik. oh ea tolong perlu diingat dibena anda… agama anda ya agama anda dan agama kami ya agama kami jadi jangan ikut campur,anda tidak mengerti tentang agama orang lain.ok

  7. sutia berkata

    untuk sahabat internet, coba kita renungkan dalam hati, apakah ada agama yang baik itu menjelekkan agama orang lain?…., bukankah hidup beragama itu harus saling menghormati bukan saling menjelekkan satu sama lain.
    dan coba anda renungkan lagi adakah agama islam sllu menghambat tradisi agama lain? tentu tidak! karena, agama islam itu tidak mau ikut campur dan menghormati agama lain.
    yang perlu diingat oleh anda
    biarlah manusia menentukan agama nya masing2 dan bersifatlah optimis.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: