Konspirasi Busuk Liberal Jelekkan Islam dan Indonesia
Posted by KabarNet pada 10/06/2012
Jakarta – KabarNet: Ketua Lajnah Fa’aliyah Dewan Pimpinan Pusat Hizbut Tahrir Indonesia (DPP-HTI), Ustadz Haris Abu Ulya, mensinyalir ada perselibatan antara pihak gereja dengan LSM antek penjajah sehingga Dewan HAM PBB menuding umat Islam Indonesia intoleran. Hal itu dinyatakan Ustadz Haris pada pertemuan MUI dengan ormas-ormas Islam yang juga membahas tudingan Dewan HAM PBB tersebut. Ia menegaskan kembali ketika dikonfirmasi, bahwa hal tersebut merupakan hasil pengamatan dirinya terkait interaksi yang dibangun oleh meraka yang terlibat dalam konspirasi busuk itu.
“Iya, dari monitoring saya terhadap alur komunikasi antara pihak gereja HKGB dengan kelompok liberal mereka intens secara sengaja membawa masalah gereja Yasmin dan Bekasi plus Ahmadiyah menjadi perhatian internasional dan PBB dengan isu intoleransi, diskriminasi, pelanggaran HAM,” katanya seperti dikutip arrahmah.com, di Jakarta, Sabtu (9/6/2012).

Ketua Lajnah Fa’aliyah DPP HTI ini menegaskan bahwa aksi yang selama ini dilakukan oleh umat Islam bukanlah tindakan tanpa sebab yang tiba-tiba saja dilakukan. Akan tetapi sebagai respon dari makar yang terlebih dahulu dilakukan kelompok liberal dan gereja. “Jadi reaksi kita adalah terhadap akibat yang disebabkan ulah mereka,” tegas Ustadz Haris Abu Ulya.
Justru selama ini, menurutnya, kelompok liberal lah yang selalu menghalangi umat Islam mewujudkan aspirasinya di negara yang mengklaim demokratis. “Paradigma sekuler liberal dan kepentingan oportunis dari Setara Institute menjadi motif untuk mengganjal semua formalisasi syari’ah dan umat Islam untuk dapatkan haknya di ruang demokrasi. Contoh Setara dan jaringan liberal di parlemen menggugat Perda No. 12 Tahun 2009 di Tasikmalaya,” beber Ustadz Haris.
Oleh karena itu, dia menghimbau kepada kaum Muslimin agar tidak tunduk dan sudi diatur-atur oleh kelompok liberal dan kristen serta terkesan minder dengan serangan propaganda mereka. “Kita tidak boleh didikte dan bersikap defensif apologetik atas terma-terma seperti ‘intoleransi’ dan lain-lain, karena ini alat dan topeng imperialisme,” tegasnya.
Menurut Ustadz Haris, jika berbicara intoleransi di Indonesia, secara kenyataan Umat Islam tidak kalah hebat mengalaminya, terutama dibasis-basis mayoritas non-Muslim. Inilah yang tidak diungkap oleh kelompok liberal dan gereja.
“Banyak fakta yang tidak seimbang ketika bicara intoleransi. Muslim Bali mau buat masjid juga sulit, mau ngubur jenazah juga sulit. Di Papua, Jayapura, masjid lingkungan Brimob juga mangkrak tidak boleh dibangun dan lain lain. Ini arogansi minoritas di negeri umat Islam yang bernama Indonesia,” pungkas Ustadz Haris. [KbrNet/adl]
Foto courtesy: arrahmah.com
Entri ini dituliskan pada 10/06/2012 pada 13:35 dan disimpan dalam Kabar Umat, Pelecehan. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.







































Metro TV, TV nya Orang Liberal berkata
Muslim Bersatu ta Bisa Di kalahkan,,
gambaran Ketakutan Orang – Orang Liberal, yang semakin nyata, Tua, muda, anak – anak mulai menanamkan Dalam diri, Bahwa Orang – orang liberal harus dilawan, walau sebagai manapun putihnya baju yang di pakai, sebagai manapun Indahnya Sarung yang di Pakai, mereka Bukan Umat Islam, mereka Umat Liberal yang coba menghancurkan Islam.
AQ berkata
Basmi liberal SEPILIS dari Indonesia. Basmi paham sesatnya!! Basmi orang2nya!!
temonsoejadi berkata
ijin menyimak dan nitip tulisan mas
http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/06/11/arti-100-000-buat-saya/
terima kasih
yuwonoyekti berkata
JIL Payah
http://bisninet.wordpress.com/2012/06/10/bisnis-internet-syariah/
Rosi berkata
Coba baca yg ini juga. Biar dewasa dlm menyikapi berita.
http://republika.pressmart.com/publications/RP/RP/2012/06/09/articlehtmls/Muslim-HAM-dan-Negara-09062012004020.shtml
Anonymous berkata
Sabar, masih banyak musuh dalam selimut, menggunting dalam lipatan.