KH. Hasyim Muzadi Tepis Tuduhan Indonesia Intoleran
Posted by KabarNet pada 02/06/2012
Sidang PBB di Jeneva pada tanggal 23/Mei/2012 lalu, menyinggung soal kebebasan beragama. Dalam sidang Universal Periodic Review (UPR) Dewan HAM PBB tersebut diikuti oleh 74 negara termasuk Indonesia.
Beberapa negara mencecar Indonesia dengan berbagai pertanyaan seputar permasalahan kebebasan beragama yang ada di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Luar Negeri Indonesia, Natalegawa, tanpa merasa malu dalam pidatonya menyampaikan bahwa ada kelompok-kelompok tertentu yang cenderung ekstrim dan telah mencederai demokrasi di Indonesia. Anehnya, Natalegawa sama sekali tak menyinggung sebab atau akar masalah timbulnya konflik di dalam negeri seperti adanya penodaan dan penistaan terhadap agama di Indonesia yang akhir-akhir ini kian marak. Ia hanya sibuk menyoroti penodaan demokrasi sepihak tanpa membicarakan bahwa ada pihak lain juga yang terusik karena tidak bisa membela haknya di Negara yang sibuk mengumandangkan demokrasi ini. Pidato Natalegawa jelas politis dan sepihak.
Dalam pidatonya, Natalegawa menanggapi kritikan dari Lembaga Swadaya Masyarakat baik dari dalam negeri maupun International yang menyoroti kepada kelompok minoritas seperti pada kasus sejumlah gereja, perlawanan kepada aliran Ahmadiyah dan juga pelarangan diskusi buku tanpa menjelaskan akar permasalahannya.
Namun Natalegawa sebagai perwakilan pemerintah Indonesia menyatakan bahwa pemerintah telah melakukan upaya-upaya positif untuk menekan intoleransi. Ia menekankan bahwa Indonesia berkomitmen untuk memajukan perlindungan HAM dan tidak akan berjalan di tempat apa lagi berjalan mundur. Dalam hal ini sikap Natalegawa sangat disayangkan, ia lupa kalau umat Islam juga harus dilindungi hak-haknya sebagai bagian terbesar dari Negara yang katanya mengedepankan demokrasi dan perlindungan HAM ini.
Kasus penodaan agama seperti pelecehan dan penistaan terhadap agama Islam yang dilakukan oleh sekte ahmadiyah, kelompok liberal dan LSM Komprador adalah masalah Hak Azazi umat islam yang sampai saat ini tidak sedikit pun mendapat dukungan dari pemerintah. Lalu pihak mana yang dimaksud Natalegawa telah mencoreng nilai demokrasi? Apakah maksudnya pihak liberal boleh menghina umat islam sebagai bagian dari demokrasi, sementara umat islam yang Hak Azazinya terusik tidak boleh melakukan perlawanan karena dinilai merusak demokrasi? Inikah maksud Natalegawa dengan keseimbangan di Negara demokrasi? Inikah sikap Negara yang memajukan perlindungan HAM?.
Sikap beberapa Negara di PBB yang menuduh Indonesia intoleran terhadap agama lain mendapat respon dari salah satu tokoh penting Indonesia, KH. Hasyim Muzadi. Dalam tanggapannya, Hasyim Muzadi memberikan pencerahan yang penting untuk diketahui banyak pihak.
KH. Hasyim Muzadi, sebagai Presiden WCRP (World Conference on Religions for Peace) & Sekjen ICIS (International Conference for Islamic Scholars) serta Mantan Ketum PBNU menyikapi tentang tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia pada Sidang PBB di Jeneva pada tanggal 23/Mei/2012, sebagai berikut:
“Selaku Presiden WCRP dan Sekjen ICIS, saya sangat menyayangkan tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia. Pembahasan di forum dunia itu, pasti karena laporan dari dalam negeri Indonesia. Selama berkeliling dunia, saya belum menemukan negara muslim mana pun yang setoleran Indonesia.
Kalau yang dipakai ukuran adalah masalah AHMADIYAH, memang karena Ahmadiyah menyimpang dari pokok ajaran Islam, namun selalu menggunakan stempel Islam dan berorientasi Politik Barat. Seandainya Ahmadiyah merupakan agama tersendiri, pasti tidak dipersoalkan oleh umat Islam. Kalau yang jadi ukuran adalah GKI YASMIN Bogor, saya berkali-kali kesana, namun tampaknya mereka tidak ingin masalah selesai. Mereka lebih senang Yasmin menjadi masalah nasional dan dunia untuk kepentingan lain dari pada masalahnya selesai.
Kalau ukurannya PENDIRIAN GEREJA, faktornya adalah lingkungan. Di Jawa, pendirian Gereja sulit, tapi di Kupang (Batuplat) pendirian MASJID juga sangat sulit. Belum lagi pendirian Masjid di Papua. ICIS selalu melakukan mediasi. Kalau ukurannya LADY GAGA dan IRSHAD MANJI, bangsa mana yang ingin tata nilainya dirusak kecuali mereka yang ingin menjual bangsanya sendiri untuk kebanggaan intelektualisme kosong? Kalau ukuran HAM, lalu di Papua kenapa saat TNI/ Polri/ Imam Masjid berguguran tidak ada yang bicara HAM?
Indonesia lebih baik toleransinya dari Swiss yang sampai sekarang tidak memperbolehkan MENARA MASJID, lebih baik dari Perancis yang masih mempersoalkan JILBAB, lebih baik dari Denmark, Swedia dan Norwegia yang tak menghormati agama, karena di sana ada Undang-undang perkawinan sejenis. Agama mana yang memperkenankan PERKAWINAN SEJENIS?!
Akhirnya kembali kepada bangsa Indonesia, kaum muslimin sendiri yang harus sadar dan tegas membedakan mana HAM yang benar (Humanisme) dan mana yang sekedar Westernisme….”.
Pencerahan dari KH. Hasyim Muzadi tersebut mendapat respon yang sangat baik dari Habib Rizieq Syihab. Menurut Habib, tanggapan KH. Hasyim Muzadi tersebut sangat luar biasa, dan patut diketahui masyarakat luas. [KbrNet/Slm]
Source: fpi.or.id
Entri ini dituliskan pada 02/06/2012 pada 15:09 dan disimpan dalam Dunia, Kabar Umat, Moralitas, Tokoh. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.







































Soedi Panjaitan berkata
Sebagai wajah Indonesia di dunia Internasional baru kali ini seorang Menlu RI yang tidak punya tipikal maupun performan negarwan, jauh dengan menlu-maenlu yang sudah-sudah. Malu saya sebagai anak bangsa.
bendot berkata
kita merindukan orang-orang seperti Kyai Hasyim Muzadi, doa saya selalu untukmu Kyai.
HATI NURANI.... berkata
Maaf, menurut saya; Natalegawa itu suruh mondok saja di Pesantren biar belajar apa itu Islam.
Menlu yang MeMaLuKaN….
Anonymious berkata
Jamaah Rasulullah saw pernah diperlakukan buruk oleh orang-orang Quraisy dan dipersoalkan karena menganggap Tuhan hanya satu saja. Seandainya tuhannya banyak seperti yg dianut musyrikin, mereka diperlakukan baik dengan penuh toleransi. Tapi Rasulullah saw menolak.
Setelah era kembalinya Rasulullah saw ke Mekkah dari Madinah (Futuh Makkah), beliau saw memberi kebebasan beragama kepada semua penganut agama baik ahli Kitab maupun kaum musyrikin.
didi berkata
ya si NATALEGAWA …. mestinya dia kerja di salon ….
Dasar antek amrik ………
Rindu Kiyai berkata
Sekali lagi masalah Kapasitas dan kemampuan… Saat ini semua atau yang duduk dipemerintahan dari atas sampai dengan bawah tidak ada yg mempunyai kapasitas mumpuni untuk jabatannya masing2
CECEP berkata
Natalegawa menjual bangsanya demi pujian kaum pemuja berhala demokrasi & HAM ala barat yg telah berhasil mengantarkan bangsa ini pd KETERPURUKAN.
Cuih. . .! Demokrasi taik . . .! , HAM taik . . .!
Aku lebih percaya pd seorang Hasyim Muzadi yg begitu bijak menyikapi penistaan penodaan agama
skarang jadi jelas siapa yg berpihak pd bangsa ini & siapa yg senang bersembunyi di ketiak demokrasi & HAM bangsa barat yg bau taik itu
agiptek berkata
Bisa jadi cuma mau memojokkan Indonesia saja, atau supaya Indonesia “Islam”-nya seperti yang mereka harapkan ?
ucup berkata
kalo kuda sih wajar lihat cuma kedepan aja karena dihalangi penglihatan sampingnya….
lah klo menlu itu… kuda pa manusia ya…????
acep sopyan berkata
Natalegawa Eddan, busuk, bodoh tidak belajar kenegarawanan, suatu saat pasti dia akan memetik buah ucapannya, kalau tidak di dunia pasti di akhirat
Alwi Ali berkata
Kyai Hasyim Muzadi mungkin ketiduran Jadi tdk pernah tahu nasib kaum minoritas yg tertekan, tersiksa juga ditekan, disiksa dan lebih2 lagi korbannya dipenjarakan.
nur berkata
@alwi
minoritas mana yang tersiksa oleh umat Islam?
mungkin anda yang tidur, lupa bahwa mayoritas Islam, kok umat Islam menjalankan ajaran Islam ga boleh?
misalnya azan diperkecil (padahal diperintahkan untuk keras)
bahkan budaya2 paganis / atheis dipaksakan masuk ke umat Islam, seperti mengharamkan poligami, menghalalkan free sex
& tak sedikit pula umat Islam yang di murtadkan
berfikirlah wahai Alwi, janganlah engkau terlena dengan nikmat dunia hingga lupa azab Allah SWT sangat pedih
nur berkata
@alwi
minoritas mana yang tersiksa oleh umat Islam?
mungkin anda yang tidur, lupa bahwa mayoritas Islam, kok umat Islam menjalankan ajaran Islam ga boleh?
misalnya azan diperkecil (padahal diperintahkan untuk keras)
bahkan budaya2 paganis / atheis dipaksakan masuk ke umat Islam, seperti mengharamkan poligami, menghalalkan free sex
& tak sedikit pula umat Islam yang di murtadkan
berfikirlah wahai Alwi, janganlah engkau terlena dengan nikmat dunia hingga lupa azab Allah SWT sangat pedih..
Alwi Ali berkata
@nur,
Minoritas yg mana yg tersiksa?
Saya kira hanya Kyai yg ketiduran, ternyata bukan hanya dia.
Nur takutlah kpd Allah swt atas ketidak jujuranmu.
nur berkata
@alwi
berlindunglah kepada Allah SWT atas kebohonganmu & atas ketidak tahuanmu.
jika anda mengatakan KH. Hasyim Muzadi tidur karena mengatakan negara Indonesia tidak toleran, dengan sendirinya anda mengatakan bahwa anda menutup mata anda & mata batin anda atas “kekerasan” yang dilakukan oleh umat minoritas.
banyak sekali minoritas melakukan penindasan terhadap Islam di bumi Indonesia ini
diantaranya
- memurtadkan dengan berbagai cara & tak pandang usia mulai dr anak SD pun mereka murtad kan
- melarang karyawan solat di masjid
- melarang karyawan solat Jum’at
- melarang menggunakan jilbab dalam kantor
- melarang membuka Al-Qur’an dalam kantor (walaupun dalam jam istirahat)
- mengaburkan berita tentang rumah ibadah yang padahalnya hanya masalah perizinan, dibawa ke masalah agama (ini sudah dituntaskan oleh TPM di pengadilan & TPM menang yang menyatakan bahwa rumah ibadah agama x memang menyalahi izin, seharusnya untuk rumah tinggal, digunakan untuk rumah ibadah, dengan kata lain, agama x sengaja melanggar UU & sejumlah peraturan yang berlaku)
& perlu anda ketahui, yang mengatakn Indonesia bukan negara intoleran tak hanya KH. Hasyim Muzadi, tapi banyak sekali PP Muhammadiyah, FPI, FUI, MIUMI, dll bahkan said aqil, “kyai” pujaan anda pun mengatakan demikian.
dengan kata lain anda mengakan said aqil juga tidur
http://17-08-1945.blogspot.com/2012/06/koran-digital-said-aqil-siradj-mereka.html
http://www.hidayatullah.com/read/22896/30/05/2012/kh-said-aqil:-tidak-ada-praktik-intoleransi-beragama.html
http://www.antaranews.com/berita/313207/said-aqil-tidak-ada-intoleransi-beragama-di-indonesia
cari lah bukti2, fakta2 & saksi2 sebelum anda menyimpulkan sesuatu & menyebarkannya, karena setiap perkataan, akan dimintakan pertanggung jawaban oleh Allah SWT
nur berkata
@alwi
berlindunglah kepada Allah SWT atas kebohonganmu & atas ketidak tahuanmu.
jika anda mengatakan KH. Hasyim Muzadi tidur karena mengatakan negara Indonesia tidak toleran, dengan sendirinya anda mengatakan bahwa anda menutup mata anda & mata batin anda atas “kekerasan” yang dilakukan oleh umat minoritas.
banyak sekali minoritas melakukan penindasan terhadap Islam di bumi Indonesia ini
diantaranya
- memurtadkan dengan berbagai cara & tak pandang usia mulai dr anak SD pun mereka murtad kan
- melarang karyawan solat di masjid
- melarang karyawan solat Jum’at
- melarang menggunakan jilbab dalam kantor
- melarang membuka Al-Qur’an dalam kantor (walaupun dalam jam istirahat)
- mengaburkan berita tentang rumah ibadah yang padahalnya hanya masalah perizinan, dibawa ke masalah agama (ini sudah dituntaskan oleh TPM di pengadilan & TPM menang yang menyatakan bahwa rumah ibadah agama x memang menyalahi izin, seharusnya untuk rumah tinggal, digunakan untuk rumah ibadah, dengan kata lain, agama x sengaja melanggar UU & sejumlah peraturan yang berlaku)
& perlu anda ketahui, yang mengatakn Indonesia bukan negara intoleran tak hanya KH. Hasyim Muzadi, tapi banyak sekali PP Muhammadiyah, FPI, FUI, MIUMI, dll bahkan said aqil, “kyai” pujaan anda pun mengatakan demikian.
dengan kata lain anda mengakan said aqil juga tidur
http://17-08-1945.blogspot.com/2012/06/koran-digital-said-aqil-siradj-mereka.html
http://www.hidayatullah.com/read/22896/30/05/2012/kh-said-aqil:-tidak-ada-praktik-intoleransi-beragama.html
http://www.antaranews.com/berita/313207/said-aqil-tidak-ada-intoleransi-beragama-di-indonesia
cari lah bukti2, fakta2 & saksi2 sebelum anda menyimpulkan sesuatu & menyebarkannya, karena setiap perkataan, akan dimintakan pertanggung jawaban oleh Allah SWT.
Alwi Ali berkata
@nur
kebohonganmu sdh saya buktikan jadi tdk perli saya ulang.
nur berkata
Alwi Ali berkata
07/06/2012 pada 19:30
@nur
kebohonganmu sdh saya buktikan jadi tdk perli saya ulang.
jawaban
pembuktian apa yang telah anda lakukan?
toh “kyai” pujaan anda pun mengatakan indonesia bukan negara intoleran.
dengan kata lain, anda juga mengatakan “kyai” anda TIDUR PULAS