KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

Mantan Kandidat Ketum PBNU Sesatkan Umat Islam

Posted by KabarNet pada 27/05/2012

Jakarta – KabarNet: Ini betul-betul menjadi pekerjaan rumah (PR) lagi bagi para Kiyai sepuh di organisasi Nahdhatul Ulama (NU). Pasalnya, dedengkot Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Abshar Abdalla yang menyusup sebagai kader NU, lagi-lagi mencoreng nama harum organisasi yang didirikan oleh Hadharotus Syeikh KH Hasyim Asy’ari tersebut dengan menyebarkan fitnah ijtihadi yang menyesatkan umat Islam bahwa seolah-olah perbuatan menggambar bentuk fisik Nabi Muhammad SAW hukumnya boleh. Dengan berpendapat begitu, Ulil telah berbuat ingkar (kufur) terhadap hadits-hadits sahih tentang larangan Allah SWT menggambar makhluk bernyawa, apalagi menggambar bentuk fisik Rasulullah SAW, makhluk yang paling dimuliakan oleh Allah SWT dan seluruh malaikat.

Ulil nampaknya tidak akan pernah berhenti menghina Islam dan melukai perasaan umat Islam. Seperti yang sudah sering diperbuat olehnya, kali ini ia berulah menyebarkan ‘fitnah ijtihadi’ (fitnah berdasarkan kedunguan pendapat pribadinya) di jejaring sosial Twitter yang menyesatkan umat Islam karena ia mengatakan tidak ada hukum Islam yang melarang menggambar bentuk fisik Nabi Muhammad SAW. Karena menurut Ulil, larangan menggambar Nabi Muhammad SAW hanyalah sebuah dogma yang sudah usang. “Larangan menggambar Nabi Muhammad itu menurut saya dogma yg sudah usang.” celoteh Ulil di akun Twitternya (24/5/2012).

Ulil, kader NU yang sekarang menyusup pula sebagai fungsionaris Partai Demokrat tersebut berpendapat, gambar-gambar Nabi Muhammad SAW sebagai hal yang tidak perlu diributkan. Umat Islam, menurutnya, tidak perlu bereaksi mempermasalahkan hal itu, seolah masalah tersebut adalah sesuatu yang halal dan biasa-biasa saja. Menurutnya, mempersoalkan gambar Nabi Muhammad SAW hanyalah hal yang sia-sia saja. ”Ngga ada gunanya umat Muslim ribut, bahkan di beberapa negara sampai demo gede2an, gara2 Nabi Muhammad digambar,” kicau Ulil lagi di akun Twitternya.

Yang paling parah, mantan kandidat Ketua Umum PBNU ini bahkan menafikan dalil syar’i, yang melarang menggambar sosok Nabi Muhammad SAW, “Apa alasannya Nabi Muhammad ngga boleh digambar? Takut beliau disembah? Siapa yg mau nyembah gambar? Pakai otak dong!” hasudnya lagi dengan tulisan yang bernada sangat provokatif.

Padahal umat Islam di seluruh dunia sangat marah dan melakukan demo besar-besaran di berbagai negara, karena musuh-musuh Islam telah menggambarkan fisik Nabi Muhammad dengan berbagai macam bentuk penampilan yang sangat luar biasa menghinanya terhadap diri Beliau. Untuk dicatat, semua itu dilakukan dengan dalih kebebasan HAM, kebebasan berkreasi dan kebebasan berekspresi. Musuh-musuh Islam tersebut dan antek-antek Liberal SEPILIS pendukungnya berpura-pura lupa bahwa demi kebebasan HAM, berkreasi dan berekspresi  yang mereka jadikan alasan itu, dalam konteks masalah ini justru melanggar HAM milik kelompok lain, dalam ini mencederai Hak Asasi umat Islam dan menodai kesucian syariat Islam.

Berikut ini beberapa komentar Ulil di Twitter yang mencoba merusak hukum Islam tentang larangan menggambar Nabi Muhammada SAW:

“Ada yg tanya: apa anda pernah lihat Nabi Muhammad kok bisa menggambarnya? Apa gambaran harus persis? Kaidah dari mana itu? Walaupun tak digambarkan scr visuil, sebetulnya Nabi Muhammad sudah digambarkan scr verbal di buku2 sirah. Ciri2 fisiknya lengkap. - Baca Tarikh Tabari, ada bab khusus soal ciri2 fisik Nabi, digambarkan dg detil. Itu jg penggambaran jg. - Ndak ada gunanya umat Islam ribut soal Nabi Muhammad digambar. Dlm sejarah Islam klasik, sudah sering Nabi digambar. Baca sejarah dong! - Lagi pula, saya baca argumen ulama ttg larangan menggambar Nabi, tak ada argumen yg meyakinkan. - Masak agama sudah berumur 1400 tahun lebih, umatnya masih takut gambar akan disembah? Lalu ke mana dakwah selama ini? Tak ada pengaruhnya?”

Dengan berkata begitu, jelas sekali Ulil telah berpihak kepada musuh-musuh Islam, dan rela Nabi Muhammad dihina dan dilecehkan dalam aneka macam bentuk gambar dengan postur-postur menghina yang dibuat oleh para musuh Islam, sebab menurutnya umat Islam tidak perlu takut Nabinya digambar. Tidak mengherankan, karena pendapat itu muncul dari kesesatan seorang berhaluan SEPILIS.

Diduga Ulil membahas masalah ini untuk merespon isu yang sedang hangat terkait Lomba Menggambar Nabi Muhammad Tingkat Internasional yang sedang berlangsung melalui Twitter, disamping juga terkait peredaran buku pelajaran sekolah yang memuat ilustrasi gambar Nabi Muhammad SAW di sejumlah sekolah di kota Solo.

Berikut ini adalah hanya sekedar contoh beberapa saja dari sekian banyak gambar Nabi Muhammad yang sempat beredar di dunia maya, yang sengaja oleh para musuh Islam digambarkan dengan postur-postur dan komentar-komentar menghina Beliau. (Redaktur KabarNet memohon ampun kepada Allah SWT, dan mohon maaf kepada umat Islam karena memuat gambar-gambar tersebut. Niat kami tiada lain hanya ingin menunjukkan betapa buruk dan kejinya akibat yang disebabkan oleh pandangan sesat sebagian orang yang memiliki agenda terselubung yang dikemas dengan dalih membela HAM dalam kebebasan berkreasi dan berekspresi, dan hal itu malah didukung oleh Ulil).

Ulil mengatakan: ”Ngga ada gunanya umat Muslim ribut, bahkan di beberapa negara sampai demo gede2an, gara2 Nabi Muhammad digambar,” . Faktanya, gambar-gambar di bawah ini hanyalah sebagian kecil saja dari ribuan gambar penghinaan terhadap figur Nabi Muhammad SAW yang beredar di seluruh dunia dan diributkan/diprotes oleh umat Islam. Apakah gambar-gambar berikut ini yang dianggap oleh Ulil tidak menghina sehingga oleh karenanya tidak perlu diributkan dan didemo oleh umat Islam??

Apakah Ulil ingin mengatakan bahwa gambar-gambar penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW di bawah ini harus dibiarkan dan disikapi biasa-biasa saja oleh umat Islam, sehingga oleh karenanya tidak perlu diributkan dan didemo??





Gambar-gambar penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW seperti di atas ITUKAH yang diinginkan dan dianggap persoalan biasa oleh Ulil dan antek-antek SEPILIS ?

Sebagai umat yang dituntut untuk taat kepada ajaran agamanya, maka pegangan umat Islam adalah Al-Qur’an dan Hadits-Hadits Rasulullah SAW, serta bimbingan para Sahabat Nabi, Ulama Tabi’in dan Tabiut’ Tabiin. Itulah yang menjadi pegangan umat Islam melalui tuntunan para ulama salaf (ulama terdahulu) yang secara turun temurun (dari bapak ke anak, atau dari guru ke murid) kitab-kitabnya terus menerus dijadikan pegangan oleh umat Islam, dan tidak pernah berubah sampai sekarang ini.

Hukum Islam Tentang Haramnya Menggambar Makhluk Bernyawa

Rasulullah SAW berulang kali bersabda melalui lisan suci Beliau yang dalam berucap selalu dibimbing oleh Allah SWT, tentang larangan Allah SWT menggambar makhluk bernyawa secara utuh.

Hadits-hadits sahih yang melarang menggambar makhluk bernyawa sangat banyak, ada beberapa lafazh yang diriwayatkan oleh beberapa sahabat sehingga dianggap sebagai beberapa hadits. Berikut ini hanya sebagian saja di antaranya:

نَهَى رسول الله صلى الله عليه وسلم عَنِ الصُّوَرِ فِي الْبَيْتِ وَنَهَى أَنْ يَصْنَعَ ذَلِكَ
ِ

1. Hadits Jabir radhiallahu anhu dia berkata:

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melarang adanya gambar di dalam rumah dan beliau melarang untuk membuat gambar.” (HR. At-Tirmizi no. 1671 dan dia berkata, “Hadits hasan shahih.”)

2. Hadits Sayyidina Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda kepadanya:

أَنْ لاَ تَدَعْ تِمْثَالاً إِلاَّ طَمَسْتَهُ وَلاَ قَبْرًا مُشْرَفًا إِلاَّ سَوَّيْتَهُ
ِ

“Jangan kamu membiarkan ada gambar kecuali kamu hapus dan tidak pula kubur yang ditinggikan kecuali engkau meratakannya.” (HR. Muslim no. 969) Dalam riwayat An-Nasai, “Dan tidak pula gambar di dalam rumah kecuali kamu hapus.”

3. Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma beliau berkata:

ِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا رَأَى الصُّوَرَ فِي الْبَيْتِ يَعْنِي الْكَعْبَةَ لَمْ يَدْخُلْ وَأَمَرَ بِهَا فَمُحِيَتْ وَرَأَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ عَلَيْهِمَا السَّلَام بِأَيْدِيهِمَا الْأَزْلَامُ فَقَالَ قَاتَلَهُمْ اللَّهُ وَاللَّهِ مَا اسْتَقْسَمَا بِالْأَزْلَامِ قَطُّ

“Bahwa tatkala Nabi melihat gambar di (dinding) Ka’bah, beliau tidak masuk ke dalamnya dan beliau memerintahkan agar semua gambar itu dihapus. Beliau melihat gambar Nabi Ibrahim dan Ismail alaihimasssalam tengah memegang anak panah (untuk mengundi nasib), maka beliau bersabda, “Semoga Allah membinasakan mereka, demi Allah keduanya tidak pernah mengundi nasib dengan anak panah sekalipun. “ (HR. Ahmad no. 3276)

4. Sayyidatina Aisyah radhiallahu anha berkata: Rasulullah masuk ke rumahku sementara saya baru saja menutup rumahku dengan tirai yang padanya terdapat gambar-gambar. Tatkala beliau melihatnya, maka wajah beliau berubah (marah) lalu menarik menarik tirai tersebut sampai putus. Lalu beliau bersabda:

ِ إِنَّ مِنْ أَشَدِّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الَّذِينَ يُشَبِّهُونَ بِخَلْقِ اللَّهِ

“Sesungguhnya manusia yang paling berat siksaannya pada hari kiamat adalah mereka yang menyerupakan makhluk Allah.” (HR. Al-Bukhari no. 5954 dan Muslim no. 5525)

Dan ini adalah lafazhnya dalam riwayat Imam Muslim:

ِ أَنَّهَا نَصَبَتْ سِتْرًا فِيهِ تَصَاوِيرُ فَدَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَنَزَعَهُ ، قَالَتْ : فَقَطَعْتُهُ وِسَادَتَيْنِ

“Dia (Sayyidatina Aisyah r.a.) memasang tirai yang padanya terdapat gambar-gambar, maka Rasulullah SAW masuk lalu mencabutnya. Dia berkata, “Maka saya memotong tirai tersebut lalu saya membuat dua bantal darinya.”

5. Dari Sayyidina Ali karamallahu wajhah beliau berkata:

ِ صَنَعْتُ طَعَامًا فَدَعَوْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَجَاءَ فَدَخَلَ فَرَأَى سِتْرًا فِيهِ تَصَاوِيرُ فَخَرَجَ . وَقَالَ : إِنَّ الْمَلائِكَةَ لا تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ تَصَاوِيرُ

“Saya membuat makanan lalu mengundang Nabi shallallahu alaihi wasallam untuk datang. Ketika beliau datang dan masuk ke dalam rumah, beliau melihat ada tirai yang bergambar, maka beliau segera keluar seraya bersabda, “Sesungguhnya para malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada gambar-gambar.” (HR. An-Nasai no. 5256)

6. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata:

اسْتَأْذَنَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلام عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ : « ادْخُلْ » . فَقَالَ : « كَيْفَ أَدْخُلُ وَفِي بَيْتِكَ سِتْرٌ فِيهِ تَصَاوِيرُ فَإِمَّا أَنْ تُقْطَعَ رُؤوسُهَا أَوْ تُجْعَلَ بِسَاطًا يُوطَأُ فَإِنَّا مَعْشَرَ الْمَلائِكَةِ لا نَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ تَصَاوِيرُ

“(Malaikat) Jibril alaihissalam meminta izin kepada Nabi maka Nabi bersabda, “Masuklah.” Lalu Jibril menjawab, “Bagaimana saya mau masuk sementara di dalam rumahmu ada tirai yang bergambar. Sebaiknya kamu menghilangkan bagian kepala-kepalanya atau kamu menjadikannya sebagai alas yang dipakai berbaring, karena kami para malaikat tidak masuk rumah yang di dalamnya terdapat gambar-gambar.” (HR. An-Nasai no. 5270).

Mirip dengan hadit ini dari hadits Sayidatina Aisyah r.a. riwayat Imam Muslim, hadits Ibnu Umar riwayat Al-Bukhari, dan hadits-hadits lainnya.

7. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

لا تَدْخُلُ الْمَلائِكَةُ بَيْتًا فِيهِ تَمَاثِيلُ أَوْ تَصَاوِيرُ
ِ

“Para malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat patung-patung atau gambar-gambar.” (HR. Imam Muslim no. 5545)

8. Dari Abu Juhaifah radhiallahu anhu dia berkata:

أَنَّ النبي صلى الله عليه وسلم لَعَنَ الْمُصَوِّرَ
ِ

“Sesungguhnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam melaknat penggambar.” (HR. Al-Bukhari no. 5962)

9. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

ِيَخْرُجُ عُنُقٌ مِنْ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَهُ عَيْنَانِ تبْصِرُان وَأُذُنَانِ تسْمَعُان ، وَلِسَانٌ يَنْطِقُ يَقُولُ : إِنِّي وُكِّلْتُ بِثَلاثَةٍ بِكُلِّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ وَبِكُلِّ مَنْ ادَّعَى مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَالْمُصَوِّرِينَ

“Akan keluar sebuah leher dari neraka pada hari kiamat, dia mempunyai 2 mata yang melihat, 2 telinga yang mendengar, dan lisan yang berbicara. Dia berkata, “Saya diberikan perwakilan (untuk menyiksa) tiga (kelompok): Semua yang keras kepala lagi penentang, semua yang beribadah bersama Allah sembahan yang lain dan para penggambar”. (HR. At-Tirmizi no. 2574 dan dinyatakan shahih oleh Muhammad Nasiruddin Al-Albani).

10. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Saya mendengar Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

ِ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذَهَبَ يَخْلُقُ كَخَلْقِي فَلْيَخْلُقُوا بَعُوضَةً أَوْ لِيَخْلُقُوا ذَرَّةً

“Allah Azza wa Jalla berfirman, “Siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang berkehendak mencipta seperti ciptaan-Ku. Kenapa mereka tidak menciptakan lalat atau kenapa mereka tidak menciptakan semut kecil (jika mereka memang mampu)?!” (HR. Al-Bukhari no. 5953, Imam Muslim no. 2111, Imam Ahmad bin Hanbal, dan ini adalah lafazhnya)

11. Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda:

ِ إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُونَ

“Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah para penggambar.” (HR. Al-Bukhari no. 5950 dan Imam Muslim no. 2109).

12. Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

ِ إِنَّ الَّذِينَ يَصْنَعُونَ هَذِهِ الصُّوَرَ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُقَالُ لَهُمْ أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ

“Sesungguhnya mereka yang membuat gambar-gambar akan disiksa pada hari kiamat. Akan dikatakan kepada mereka, “Hidupkanlah apa yang kalian ciptakan.” (HR. Al-Bukhari no. 5961 dan Imam Muslim no. 5535).

13. Dari An-Nadhr bin Anas radhiallahu anhu dia berkata: Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَوَّرَ صُورَةً فِي الدُّنْيَا كُلِّفَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنْ يَنْفُخَ فِيهَا الرُّوحَ وَلَيْسَ بِنَافِخٍ
ِ

“Siapa saja yang menggambar suatu gambar di dunia maka pada hari kiamat dia akan dibebankan untuk meniupkan roh ke dalamnya padahal dia tidak akan sanggup meniupkannya.” (HR. Al-Bukhari no. 5963 dan Imam Muslim no. 5541).

Yang Terlarang Hanyalah Gambar Makhluk Bernyawa

Sebagian besar hadits-hadits di atas larangannya bersifat umum mencakup semua jenis gambar. Hanya saja sebagian hadits lainnya memberikan pembatasan bahwa yang terlarang di sini hanyalah menggambar gambar makhluk yang bernyawa.

Di antara hadits-hadits yang memberikan pembatasan ini adalah: a. Hadits no. 6 dari Abu Hurairah radhiallahu anhu. Sisi pendalilannya bahwa Malaikat Jibril menganjurkan agar bagian kepala dari gambar tersebut dihilangkan, barulah beliau (Malaikat Jibril) akan masuk ke dalam rumah. Ini menunjukkan larangan hanya berlaku pada gambar yang bernyawa karena gambar orang tanpa kepala tidaklah bisa dikatakan bernyawa lagi.

b. Hadits no. 12 dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma. Sisi pendalilannya bahwa Allah SWT menyuruh untuk menghidupkan gambar yang digambar oleh si pelukis. Ini menunjukkan bahwa yang terlarang hanyalah gambar makhluk yang bisa hidup (bernyawa).

c. Hadits setelahnya pada no. 13 dari An-Nadhr bin Anas radhiallahu anhu. Sisi pendalilannya bahwa para penggambar/pelukis diperintahkan untuk meniupkan roh pada gambarnya, maka ini menunjukkan tidak mengapa menggambar gambar makhluk yang tidak memiliki roh/nyawa.

d. Menguatkan hadits no. 6 di atas, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

ِ اَلصُّوْرَةٌ الرَّأْسُ ، فَإِذَا قُطِعَ فَلاَ صُوْرَةٌ

“Gambar itu adalah kepala, jika kepalanya dihilangkan maka tidak ada lagi gambar.” (HR. Al-Baihaqi: 7/270 dan dinyatakan shahih oleh Muhammad Nasiruddin Al-Albani).

e. Sebagai tambahan juga ada dalam hadits Ibnu Abbas radhiallahu anhuma beliau berkata: Saya mendengar Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

ِ كُلُّ مُصَوِّرٍ فِي النَّارِ, يُجْعَلُ لَهُ بِكُلِّ صُوْرَةٍ صَوَّرَهَا نَفْسٌ يُعَذَّبُ بِهَا فِي جَهَنَّمَ

“Setiap penggambar berada dalam neraka, setiap gambar yang dia telah gambar akan diberikan jiwa (dihidupkan oleh Allah) yang dengan gambar itu dia akan disiksa di dalam Jahannam.”

Lalu Ibnu Abbas berkata, “Jika kamu harus untuk menggambar maka gambarlah pohon dan apa saja yang tidak mempunyai nyawa.” (HR. Al-Bukhari no. 2225 dan Imam Muslim no. 5540).

Hadits-hadits tersebut di atas secara jelas dan gamblang menunjukkan larangan Allah SWT menggambar makhluk bernyawa, lalu atas dasar apa Ulil mengatakan hal itu sebagai DOGMA USANG, dan membolehkan menggambar bentuk fisik Nabi Muhammad SAW, sedangkan Allah SWT melalui lisan suci Rasulullah SAW telah dengan tegas melarang menggambar makhluk bernyawa? – Kalau dalam hadits-hadits tersebut di atas Allah SWT telah dengan tegas melarang menggambar makhluk bernyawa, lalu apa hukumnya menggambar Nabi Muhammad SAW? – Apakah Ulil menganggap Nabi Muhammad SAW sebagai benda mati dan bukan makhluk hidup yang bernyawa sehingga oleh karenanya boleh digambar dan dihina seenak udel dan imajinasi pelukisnya?

Tinjauan secara Logika

Fakta tidak adanya gambar Nabi Muhammad SAW dari sejak beliau dilahirkan sampai dengan sekarang adalah suatu bukti nyata adanya larangan tentang hal itu dengan merujuk kepada hadits-hadits tersebut di atas. Sebab, seandainya hal itu diperbolehkan, tentunya para Sahabat yang hidup sejaman dengan Rasululah SAW sudah melukis/menggambar bentuk fisik Beliau dan mengabadikannya.

Tinjauan dari sudut Penghormatan / Tata-krama / Adab kepada Nabi Muhammad SAW

Disamping itu, keharaman menggambar bentuk fisik Nabi Muhammad SAW adalah sebagai wujud penghormatan/tata-krama/adab umat Islam kepada Beliau, disamping juga sebagai ketaatan kepada perintah Allah SWT yang tertulis dalam hadits-hadits tersebut di atas.

Karena kalau menggambar bentuk fisik Nabi Muhammad SAW dibolehkan (tidak haram), lalu bagaimanakah orang menggambarkannya sedangkan tak seorangpun pada jaman ini pernah bertemu dengan Beliau?  Tentunya orang yang berbuat hal itu berarti ia telah berbohong tentang Nabi Muhammad. Yakni, ia menggambar bentuk fisik Nabi Muhammad padahal dirinya tidak pernah melihat Beliau. Orang-orang yang berbohong dan mengaitkan kebohongannya kepada Rasulullah SAW (menggambar bentuk fisik Nabi Muhammad padahal tidak pernah tahu bagaimana rupa Beliau) dan para pendukung ide tersebut semacam Ulil telah diancam oleh Allah SWT akan menjadi penghuni neraka berdasarkan hadits sahih dengan sanad lengkap yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori r.a dan Imam Muslim r.a di bawah ini: ‏ ‏

ِ حدثنا ‏ ‏محمد بن عبيد الغبري ‏ ‏حدثنا ‏ ‏أبو عوانة ‏ ‏عن ‏ ‏أبي حصين ‏ ‏عن ‏ ‏أبي صالح ‏ ‏عن ‏ ‏أبي هريرة ‏ ‏قال: ‏
‏قال رسول الله ‏ ‏صلى الله عليه وسلم: ‏ “‏من كذب علي متعمدا ‏ ‏فليتبوأ ‏ ‏مقعده من النار”

Telah berkata kepada kami Muhammad bin Ubaid Al-Ghaburi, berkata kepada kami Abu Awanah, dari Abi Hushain, dari Abi Sholeh, dari Abi Hurairah r.a., ia berkata. Telah bersabda Rasulullah SAW : ”Barang siapa yang berdusta atasku dengan sengaja, MAKA HENDAKLAH IA MENGAMBIL TEMPAT DUDUKNYA (YAKNI TEMPAT TINGGALNYA) DI NERAKA”.

Hadits shahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari (1/36) dan Imam Muslim (1/8).

Dalam hal penghormatan/tata-krama/adab kepada diri Rasululah SAW, maka sikap hormat dengan tidak menggambar bentuk fisik Beliau menjadi sangat penting disamping kewajiban taat kepada larangan Allah untuk tidak menggambar makhluk bernyawa sebagaimana diantaranya tertulis dalam banyak hadits di atas. Karena kalau hal itu diperbolehkan (tidak perlu diributkan seperti kata Ulil), maka yang akan terjadi adalah… setiap orang akan bebas menggambar bentuk fisik Nabi Muhammad SAW berdasarkan keliaran imajinasi masing-masing. Maaf-maaf, mungkin ada yang menggambarkannya menyerupai SBY, mendekati wajah Ruhut Sitompul, mirip Adnan Buyung, serupa dengan Alm.Gus Dur dan sebagainya. Yakni atas dasar kebebasan HAM dalam berkreasi dan berekspresi maka semua orang bebas menggambar bentuk fisik Nabi Muhammad SAW sesuai keliaran imajinasi masing-masing. Lalu dimanakah penghormatan/tata-krama/adab kita sebagai umat Islam kepada Ahsanul Khaliqin, manusia paling sempurna dan paling suci yang pernah diciptakan Allah SWT?  Itukah yang diinginkan oleh Ulil?

Bagi para Kiyai sepuh Hadharotul Ulamaa’ panutan warga NU dan pembimbing umat Islam, ditangan Anda sekalian ada tanggung jawab berat dihadapan Allah SWT untuk membersihkan tubuh organisasi NU yang sama-sama kita cintai dari oknum-oknum bejat liberalis yang senantiasa menyebarkan pemikiran sesat dan menyesatkan seperti Ulil beserta kelompok sesat pendukungnya.

Himbauan kepada para Kiyai sepuh NU tersebut adalah atas dasar karena Ulil Sang Penista ajaran Islam ini adalah seorang ‘Kader NU’. Keikutsertaan Ulil yang dikenal sebagai dedengkot JIL dalam ajang pemilihan Ketua Umum PBNU periode 2010-2015 yang lalu di Makassar, adalah suatu bukti nyata tak terbantahkan oleh siapapun bahwa memang betul di dalam tubuh NU sudah disusupi elemen-elemen liberal pro pemahaman SEPILIS yang senantiasa menebar racun dan virus pemikiran liberal untuk merusak aqidah Islam dan menyesatkan umat. (Dokumentasi bukti keikutsertaan Koordinator JIL Ulil Abshar Abdalla dalam pemilihan Ketua Umum PBNU periode 2010-2015. Klik disini dan Klik disini). [KbrNet/Slm/Adl]

______________________________________________________

Catatan: Sejujurnya, Penulis sangat terpaksa menyebut nama “Ulil Abshar Abdalla”. Karena nama yang sedemikian bermakna baik seharusnya disandang oleh orang yang berlakuan baik pula. Namun sayang sekali, dalam kenyataannya nama tersebut sangat tidak pantas disandang oleh seorang yang selalu menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW, merusak makna tafsir Al-Qur’an dan menghancurkan Islam. Di dalam berbagai literatur Islam, para ulama salaf tercatat sering kali mengganti nama musuh-musuh Islam dengan nama/julukan lain sesuai kejahatan yang diperbuatnya. Adapun julukan AL-ASHROM oleh ahli sejarah Islam ditulis dengan sebutan Raja Abraha ‘Al-Ashrom’ yang berencana ingin menghancurkan Ka’bah, namun akhirnya dibinasakan oleh Allah SWT.

Al-Ashrom dalam bahasa arab bermakna yang terkikis/terkupas. Raja Abraha diberi julukan Al-Ashrom karena wajahnya terkikis hingga hidungnya habis terkena tebasan pedang rekannya yang bernama Aryad saat terlibat pertempuran sengit dikala keduanya menjadi utusan Raja Ethiopia untuk menyerang Yaman.

Terkait hal ini, kiranya bagi umat Islam lebih tepat jika kalimat ASHROM disandarkan  dengan nama Ulil. Nah, bagaimana jika mulai sekarang nama Ulil Abshar diganti menjadi ULIL ASHROM, sesuai dengan kondisi fisik dan perbuatan-perbuatan kejinya terhadap Islam, NU, dan umat Islam seluruhnya.

Apakah Anda Setuju?

22 Tanggapan to “Mantan Kandidat Ketum PBNU Sesatkan Umat Islam”

  1. Anonymous berkata

    Saya heran, kok org2 gila sprti ini dpertahankn dn dbiarkn hidup dbumi tercinta ini..

  2. Anonymous berkata

    Ulil goblok..

  3. kabayan2012 berkata

    Ya Allah kalau memang dia msh ngaku beragama Islam tapi karena kebodohannya bukakan pintu hatinya biar segera bertaubat. Tapi kalau memang sengaja menantang segerakan beri azab yg pedih sebagaimana umat terdahulu.

  4. Nina Savitri berkata

    Kok gambarnya ditayangkan di situs ini?
    Kan tidak boleh? Apa bedanya kabarnet dengan si penggambar, sama aja !

    ________________________________

    Yang terhormat Saudari @Nina Savitri

    Sebetulnya kami sangat dengan berat hati memuat gambar-gambar tersebut. Oleh karenanya di artikel tersebut kami menuliskan kalimat berikut ini (mungkin kalimat ini terlewatkan tidak Anda baca) :

    (Redaktur KabarNet memohon ampun kepada Allah SWT, dan mohon maaf kepada umat Islam karena memuat gambar-gambar tersebut. Niat kami tiada lain hanya ingin menunjukkan betapa buruk dan kejinya akibat yang disebabkan oleh pandangan sesat sebagian orang yang memiliki agenda terselubung yang dikemas dengan dalih membela HAM dalam kebebasan berkreasi dan berekspresi, dan hal itu malah didukung oleh Ulil).

    Demikian penjelasan kami.
    Terima kasih atas kunjungan dan komentar Anda.

    Maaf da Salam,
    ADMIN

  5. Nina Savitri berkata

    Saya kira cukuplah dengan kata-kata saja, bukankah ribuan ummat Muslim melakukan protes supaya tidak menampilkan gambar-gambar pelecehan di atas tersebut, bahkan sampai mengorbankan nyawa?
    Kini Anda justru mengabadikannya !, mengabadikan pelecehan tersebut, sungguh ironis, Anda menampilkan hadis larangan gambar, sekaligus menayangkan gambar? Mirip seorang bapak melarang anaknya merokok sambil dia sendiri merokok!

  6. nur berkata

    kok ulil bicara tentang Islam?

    apa pantas non Muslim mengurusi urusan Islam?

  7. Nampaknya ulil suka buat sensasi….meskipun bersifat menyesatkan & merusak.
    Orang seperti Ulil ini….sebaiknya banyak diam, mungkin akan lbh baik.

  8. Islamforce berkata

    SETUJUUUU!

  9. Anonymous berkata

    Assalamualaikum.wr,wb.
    Admin KabarNet yg Budiman.
    Dari semua uraian hadist diatas ttg lrngn penggambaran/tashwir makhluk bernyawa,ada satu yg menarik pikiran saya,bhwa jika melihat keumuman hadist2 tsbt.maka teve,hp,komputer dll alat tekhnology visual bisa termasuk pada keumuman hadist tsb?jadi hukumnya haram?!terimakasih.
    Wassalam.wr,wb.

  10. Hamba Allah berkata

    @Anonymous

    Kok larinya ke teve,hp,komputer?.. Apakah maksud anda yang di teve,hp,komputer ada gambar makhluq yang bernyawa? jika demikian, akan sedikit sy beri penjelasan.

    Bahwa yang dimaksud hadits2 di atas adalah MENGGAMBAR/ MELUKIS makhluq bernyawa (bukan FOTO maupun VIDEO makhluq yang bernyawa).

    Hukum FOTO maupun VIDEO makhluq yang bernyawa:

    Mayoritas Ulama Muta’akhkhiriin berpendapat, FOTO/ VIDEO makhluq yang bernyawa diperbolehkan, dengan alasan bahwa yang diambil atau disyuting adalah BAYANGAN atau TAMPILAN makhluq yang direkam dengan kamera untuk dituangkan dalam bentuk foto maupun video.

    Sehingga yang dimaksud dalam HADITS2 tersebut adalah MENGGAMBAR atau MELUKIS makhluq hidup, bukan MEREKAM atau mengambil BAYANGAN/ IMAGE makhluq hidup.

    Kendati demikian, ada sebagian Ulama yang sangat hati2 (WARA’) melarang walaupun yang diambil berupa rekaman dalam bentuk foto maupun video. Namun sedikit sekali di zaman sekarang Ulama yang seperti ini.

    Semoga bermanfaat.

    Hamba Allah.

  11. Anonymous berkata

    @Hamba Allah yg budiman.
    Misalkan dlm hp kita ada photo makhluq hdp,trus kita cetak melalui printer maka jadilah GAMBAR MAKHLUQ HIDUP?mhon jwbnnya.
    Satu lagi apakah kalimat’MAN SHAWWARA FAHUA KADZAA..’hanya tertuju pada MELUKIS dgn tangan atw termsk juga’MELUKIS’dgn alat visual td?atas sgla jawabanya saya ucapkan jazakallahu khoiran katsira.

  12. Saya berkata

    SETUJUUU……..

  13. lil berkata

    Apakah melukis wajah orang, ikan, kuda, dll itu dilarang?
    Karena itulah pekerjaan dari seorang pelukis.
    Apakah pelukis juga sudah melanggar norma islam? Mohon penjelasannya. Terimakasih.

  14. Hamba Allah berkata

    @Lil

    Seorang yang punya profesi melukis tetap ada batas2 yang tidak boleh diterjang. Misal, melukis makhluq bernyawa seperti ikan, kuda dll, tidak diperbolehkan dengan sempurna (seluruh anggota tubuhnya). Patokannya, seandainya makhluq yang dilukis diberi nyawa, maka ia akan hidup. Jika dilukis dengan sempurna, maka yang melukis makhluq hidup mendapat dosa dan akan diminta pertanggung-jawaban untuk memberikan nyawa kelak di akhirat yang berakibat ia akan disiksa.

    Jadi melukis dalam Islam tidak dilarang selama tidak melanggar aturan hukum Islam.

    Semoga bermanfaat.

  15. Hamba Allah berkata

    @Anonymous

    Bila image/ foto tersebut ASALNYA adalah lukisan (mahluq yang sempurna), maka hukum yang berlaku adalah sama dengan larangan melukis dan yang menyebarkan foto lukisan mahluq (yang sempurna) tersebut ikut bekerjasama dalam perbuatan maksiat.
    Namun bila asal image/ foto yang dicetak di printer atau studio foto BUKAN berasal dari lukisan, maka hukumnya diperbolehkan.

    Demikian juga bila ada sebuah image/ foto mahluq hidup yang sempurna, lalu foto tersebut dilukis dengan sempurna pula, maka hukumnya tetap dilarang, karena kembali ke hukum asal melukis mahluq dengan sempurna adalah haram.

    Penjelasan ini sesuai dengan qoidah usul, semoga bermanfaat.

  16. kuyak berkata

    mudah2an ulil mati menggenaskan..

    amiinn

  17. ??? berkata

    @Hamba Allah

    Menurut anda :

    “Patokannya, seandainya makhluq yang dilukis diberi nyawa, maka ia akan hidup. Jika dilukis dengan sempurna, maka yang melukis makhluq hidup mendapat dosa dan akan diminta pertanggung-jawaban untuk memberikan nyawa kelak di akhirat yang berakibat ia akan disiksa.”

    lalu bagaimana bila foto manusia (lengkap) diberi nyawa ?? kan juga dapat menimbulkan dosa

  18. Anonymous berkata

    ulil ashrom..dedengkot jaringan iblis liar JIL seharusnya dilenyapkan dari muka bumi,

  19. Ubaidilah berkata

    SE7

  20. cv sera berkata

    dia memang tulen antek jahudi

  21. acep sopyan berkata

    Si ulil itu anak kwalat ,pasti akan mendapat hukuman yg setimpal,kesombongannya yg membikin dia bodoh,merasa diri pintar .kasihan …..

  22. Surya berkata

    Aneh tapi nyata.tulisan melarang tapi malahan dipajang.apa maksudnya ini

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: