3 TKI Dibunuh Sadis, Pemerintah Hanya Cuap-Cuap!
Posted by KabarNet pada 24/04/2012
“Penembakan di kepala dan juga memberondong peluru ke tubuh korban hingga meninggal jelas tindakan penanganan yang aneh, barbar, sekaligus sadis”

Abdul Kadir Jaelani & Herman
Jakarta – KabarNet: Pemerintah Indonesia akan meminta verifikasi situasi yang menyebabkan tiga warga negara Indonesia ditembak mati oleh polisi Malaysia. Hal itu dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, hari ini. “Kita sangat prihatin seandainya ada ketidakwajaran dalam proses penanganan mereka,” ujar Marty.
Ketiga warga negara Indonesia yang bekerja sebagai pekerja konstruksi itu adalah Herman, 32, Abdul Kadir Jaelani, 25, dan Mad Noon, 28. Mereka tewas secara mengenaskan. Berdasarkan versi dari pihak Malaysia yang didapat oleh Kemlu, ketiga pekerja konstruksi asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat itu ditembak mati oleh kepolisian Malaysia pada 25 Maret 2012, karena mereka melawan saat didekati polisi.
Jenazah dipulangkan ke Indonesia dalam kondisi ada jahitan di kedua matanya dan berbentuk H, melintang di bagian dada dan perut bawah yang terhubung dengan jahitan vertikal.
Marty mengatakan bahwa dugaan ini harus dikonfirmasi dengan otopsi ulang terhadap jenazah mereka. Ditambahkannya, dalam kejadian ini ada dua masalah, yaitu insiden yang menyebabkan mereka meninggal dan indikasi pengambilan organ tubuh mereka untuk diperdagangkan. “Pemerintah akan fasilitasi otopsi ulang jika itu yang keluarga mau. Apapun yang diminta keluarga akan difasilitasi karena ini masalah kta bersama,” ujar Marty.
Jenazah ketiganya sudah dipulangkan pada 5 April 2012 dan sudah dimakamkan di desa mereka masing-masing pada hari berikutnya tanpa dibuka oleh pihak keluarga karena mereka mendapat informasi bahwa jenazah anak-anak mereka sudah dimandikan dan dikafani.
Muhammad Saleh, juru bicara Koslata, sebuah lembaga swadaya masyarakat dari Nusa Tenggara Barat yang mewakili ketiga keluarga korban, mengatakan bahwa kecurigaan ini timbul karena teman-teman sesama tenaga kerja Indonesia di Malaysia yang ikut memandikan dan mengkafani jenazah mereka di sana tidak menemukan adanya luka bekas tembakan di jasad mereka. “Kami menginginkan adanya otopsi yang independen,” ujar Saleh.
Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia, Tatang Razak, mengatakan bahwa KBRI di Kuala Lumpur akan meminta hasil otopsi ketiga jenazah tersebut. “Kami juga akan cari tahu apa benar mereka (ketika ditembak) sedang lakukan tindak kejahatan. Bila mereka tidak bersalah, harus ada yang bertanggungjawab,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat di Jakarta, Selasa (24/4/2012), mengatakan amat keberatan atas kasus penembakan sadis oleh Polisi Diraja Malaysia terhadap tiga tenaga kerja Indonesia asal Pancor Kopong, Pringgasela Selatan, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, yang diduga ingin melakukan penyerangan saat akan ditangkap. “Penembakan di kepala dan juga memberondong peluru ke tubuh korban hingga meninggal jelas tindakan penanganan yang sangat aneh, barbar, sekaligus sadis,” kata Jumhur.
Jumhur menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur dan memperoleh penjelasan, peristiwa penembakan tidak berperikemanusiaan itu terjadi pada 25 Maret 2012 dini hari di kawasan Port Dickson, Malaysia.
Akibat cara penanganan yang tidak patut tersebut, 3 pekerja Indonesia itu tewas menggenaskan. “Seharusnya kan ada cara lain untuk melumpuhkan para TKI itu dan tidak perlu ditembaki dengan bengis,” ujar Jumhur.
Selain keberatan, Jumhur juga memprotes keras tindakan polisi Malaysia karena dianggap terlalu merendahkan nyawa TKI. Ia menambahkan, pemerintah dimungkinkan menyampaikan protes resmi melalui saluran diplomatik ihwal kasus penembakan terhadap ketiga TKI itu. [KbrNet/Berita1/Komps]







































Sang Kata berkata
Sabar, masih bisa diselesaikan oleh wakil rakyat melalui Kerjasama Antar Parlemen ASEAN.
Tan Panama berkata
Tunggu komentar (baca : KOMENTAR) oknum anggota DPR : si Bambang Soesatyo, yang ahli komentar di running text metroTV.
Tunggu komentar (baca : KOMENTAR) oknum anggota DPR : si Bambang Soesatyo, yang ahli komentar di running text metroTV.
Tunggu komentar (baca : KOMENTAR) oknum anggota DPR : si Bambang Soesatyo, yang ahli komentar di running text metroTV.
Tunggu komentar (baca : KOMENTAR) oknum anggota DPR : si Bambang Soesatyo, yang ahli komentar di running text metroTV.
Tunggu komentar (baca : KOMENTAR) oknum anggota DPR : si Bambang Soesatyo, yang ahli komentar di running text metroTV.
Tunggu komentar (baca : KOMENTAR) oknum anggota DPR : si Bambang Soesatyo, yang ahli komentar di running text metroTV.
Panji berkata
PEMERINTAH SEPERTI YANG SUDAH-SUDAH,
“CUMA OMONG DOANG…!!”