KabarNet

INDONESIA Kaya Raya dan Makmur, Tapi RAKYATNYA Banyak yang LAPAR & MISKIN

Wakil Menteri ESDM Meninggal Dunia

Posted by KabarNet pada 21/04/2012

Jakarta – KabarNet: Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo meninggal dunia saat melakukan pendakian Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat. Widjajono (61 tahun) meninggal pada pukul 15.36 WIB usai dievakuasi dari pos I Gunung Tambora setelah sebelumnya dilaporkan kritis di pos III saat mendaki Gunung Tambora. Jenazah tidak tertolong saat hendak dievakuasi dari pos I.

Sekitar pukul 11.00 WITA, Newmont telah mengirimkan helikopter dari Batu Hijau ke kaki Gunung Tambora. Namun, evakuasi terkendala kabut tebal. Evakuasi akhirnya dilakukan melalui jalur darat. Tim SAR menggunakan kendaraan bermotor untuk mencapai posisi Widjajono.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distemben) Provinsi NTB Eko Bambang Sutedjo mengatakan, semula tim evakuasi hendak membawa Wamen ESDM itu ke rumah sakit di Denpasar, Bali, menggunakan helikopter langsung dari wilayah pegunungan Tambora. Namun, helikopter PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) yang dipergunakan untuk evakuasi udara, kesulitan mendarat.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kementerian ESDM, Surono, mengaku tidak diinformasikan kegiatan geo wisata Wakli Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Widjajono Partowidagdo. “Saya tidak tahu kalau beliau mendaki sejak kemarin, biasanya saya diberitahu,” kata Surono, hari ini. Surono mengaku terkejut karen tidak diberitahu kegiatan guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mendaki Tambora.

Surono mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi dengan melakukan koordinasi evakuasi dari jalur pendakian. Selanjutnya kata dia, jajarannya sudah diperintahkan untuk membawa guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut ke rumah sakit terdekat.

Wamen dilaporkan melakukan pendakian ke Gunung Tambora sejak Jumat (20/4) pagi dan mengalami kondisi kritis pada pagi ini di pos III. Staf komunikasi PT Newmont Nusa Tenggara, Ibrahim Ali Fauzi, mengatakan, pihaknya diminta untuk menyediakan helikopter untuk mengevakuasi Wamen yang saat itu berada di pos III.

Sebelumnya, pada bulan Maret 2012, Almarhum bersama para pengurus P3L sempat mendaki puncak Gunung Klabat. Di usianya yang sudah tak muda lagi, pakar perminyakan itu mencoba tantangan di Gunung Klabat, Minahasa Utara.

Langkah kaki Pak Wid—sapaan kolega kepada ahli perminyakan ITB ini—pelan namun pasti. Sesekali kakinya terpeleset tatkala menapaki jalur pendakian di Gunung Klabat karena tanah yang basah. Dingin yang membekap kawasan tersebut tak mendinginkan semangatnya untuk mencapai pos demi pos perhentian.

Widjajono merupakan sosok yang memiliki stamina kuat. Ukuran normal pendakian, dicapai selama 7-8 jam, hingga mencapai puncak gunung, yang memiliki ketinggian mencapai sekitar 2.100 meter itu. Sosok sederhana ini diakui banyak pihak, memang sangat gemar mendaki. Karena itulah, kesempatan menjelajahi hutan Klabat bersama rombongan P3L tak dilewatinya. [KbrNet/Slm/Berita1]

3 Tanggapan to “Wakil Menteri ESDM Meninggal Dunia”

  1. Sri Mahyuni.SKM berkata

    Innalillahiwainnaillaihi rojiun ” belasungkawa sedalam-dalam nya Salut untuk pak waki mentri ESDEM..smoga amal ibadah nya diterima dan dilapangkan kuburnya ..aamiin ..

  2. Sang Kata berkata

    Almarhun di acara diskusi, dialog dan debat di acara TV, khususnya TV swasta semacam Tvone dan metroTV, sbg wakil pemerintah, walau acap dipojokkan dan disudutkan oleh analisis sang host, alm bisa menjelaskan secara sederhana, masuk akal, gamblang. Justru semua host kelihatan pamer bego, karena sebagai penguasa acara. Pertanyaan dari host tidak sekedar ala kadarnya, justru tidak ada kadarnya. Host kalau kehabisan akal selalu bilang, dengarkan pariwara dulu.

    Tidak seperti kawanan parpolis yang sedang nangkirng utawa nongkrong di parlemen, mayoritas cari sensasi dengan umbar kata. Di running text metroTV hanya dikuasasi oleh beberapa oknum DPR dengan statemen yang tidak jauh dari aroma pamer bego. Ahli pamer bego, para wakil rakyat bisa pamer kekayaan.

  3. Sang Kata berkata

    Perginya Pemikir Kontroversial
    Metro View | Sabtu, 21 April 2012 20:01 WIB

    Suryopratomo

    WAKIL Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidagdo dikenal sebagai orang yang esentrik. Hobinya terbilang unik karena ia suka pergi mendaki gunung. Dari ketinggian ia kemudian mengabadikan keindahan alam dengan kameranya.

    Oleh karena hobinya mendaki gunung, tidak ada yang aneh ketika kemarin ia memutuskan pergi ke Dompu, Nusa Tenggara Barat untuk mendaki Gunung Tambora. Kita baru terkaget ketika kemudian dilaporkan ia kelelahan saat mendaki Gunung Tambaro dan bahkan kemudian meninggal dunia di gunung itu.

    Prof Widjajono dikenal sebagai guru besar yang menggeluti soal energi dan perminyakan. Sebelum dipercaya Presiden menjadi wakil menteri, ia adalah salah seorang anggota Dewan Eenergi Nasional.

    Pandangannya tentang energi tidak pernah berubah saat berada di luar pemerintahan maupun di dalam pemerintahan. Widjajono berpendapat bahwa kita harus memiliki kebijakan energi yang lebih jelas, bukan hanya untuk sekarang saja, tetapi untuk jangka panjang.

    Menurut Widjajono, Indonesia bukanlah negara yang kaya akan minyak. Cadangan terbukti yang kita miliki kalah dibandingkan dengan apa yang dimiliki Malaysia. Oleh karena itu kita harus menghapus anggapan bahwa negeri kita adalah negeri yang memiliki kekayaan alam yang melimpah.

    Apabila kesadaran baru ini bisa kita bangun, maka itu akan membuat kita tidak boros dalam menggunakan energi. Sekarang ini karena merasa kaya, kita kemudian tidak merasa bersalah untuk menghambur-hamburkan energi. Kita memilih untuk menggunakan energi yang mahal dan sebaliknya menjual energi yang lebih murah dan bersih kepada bangsa lain.

    Sejak pertama kali tampil di Economic Challenges, Prof Widjajono mendesak agar kita mengganti minyak dengan gas atau batubara. Kebutuhan energi bangsa ini akan jauh lebih efisien apabila kita tidak menggantungkan kepada minyak, tetapi bertumpu kepada gas dan energi.

    Apalagi potensi gas dan batubara yang kita miliki jauh lebih besar dari cadangan minyaknya. Sayangnya semua kelebihan itu justru lebih banyak kita jual demi pendapatan devisa. Padahal pendapatan negara dari hasil tambang jauh lebih kecil dibandingkan pendapatan yang dinikmati para pengusaha.

    Ketika kemudian dipercaya menjadi Wakil Menteri ESDM, Prof Widjajono merasa mendapat jalan untuk mengaplikasikan pemikirannya. Kita lihat sejak pertama menjabat sebagai wamen, ia terus menyampaikan ide-idenya agar bangsa ini mulai beralih dari minyak dan gas.

    Bukan hanya sekadar terus menyampaikan pemikirannya, ia juga memberikan contoh langsung. Kendaraan yang setiap hari ia gunakan adalah mobil yang menggunakan bahan bakar gas. Ia bahkan memasang sticker besar di pintu mobilnya yang menunjukkan bahwa kendaraan yang ia pergunakan berbahan bakar gas.

    Hanya saja memang tidak mudah bagi Prof Widjajono untuk membuat pemikirannya menjadi kebijakan resmi, apalagi menjadi kesadaran umum. Malah seringkali yang muncul salah pengertian. Prof Widjajono dianggap terlalu banyak berbicara dan akhirnya membingungkan.

    Seperti layaknya seorang Guru Besar, Prof Widjajono sabar dalam membangun kesadaran umum. Ia tidak pernah terlihat marah, walaupun dilecehkan banyak orang. Ia tidak pernah berubah prinsipnya dan meyakini bahwa Indonesia harus mau berubah kalau ingin bertahan sebagai sebuah bangsa.

    Sekali Prof Widjajono terlihat keras ketika dalam acara “Sarasehan Anak Negeri” dianggap sebagai pejabat yang tidak tahu persoalan energi. Ia dengan tegas mengatakan bahwa dirinya sudah 25 tahun menggeluti persoalan energi dan perminyakan. Prof Widjajono kemudian mengeluarkan seluruh pengetahuannya tentang energi.

    Memang ada satu-dua kontroversi yang terjadi akibat pernyataannya. Misalnya tentang pembuatan Pertamax yang cukup menambah zat aditif ke dalam bensin premium. Atau mencampur pertamax dan premium untuk menghasilkan premix yang harganya bisa lebih terjangkau masyarakat.

    Namun kita tahu bahwa pernyataan itu bukan dimaksudkan untuk menyederhanakan persoalan. Prof Widjajono ingin mengajak kita keluar dengan pemikiran alternatif agar tidak terus menerus terjebak dalam urusan harga bahan bakar minyak bersubsidi yang menguras anggaran negara.

    Pemikiran Prof Widjajono untuk membawa bangsa ini keluar dari perangkap energi asal minyak memang belum sempat direalisasikan. Kita masih terus mencari jalan agar pilihan terbaik bisa diaplikasikan. Namun guru besar yang kontroversial itu telah pergi selama-lama, di saat ia sedang menikmati kecintaannya kepada alam yang indah ini.

    Selamat jalan Prof Widjajono…

    YANG ANEH, SUMBER BERITA WEBSITE METROTV, GAMBAR YANG DIPASANG BUKAN FOTO ALMARHUM, MALAH DIPAJANG FOTO CECUNGUK. BUKTIKAN !!!

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: